Benda-benda Bertuah Lain

  Di Sekitar Kita

 

Seringkali kita tidak menyadari bahwa benda-benda di hadapan atau di sekitar kita yang kelihatannya biasa saja ternyata memiliki kegaiban tertentu. Tuah / kegaiban benda-benda tersebut bisa berasal dari kandungan energi alami dari benda tersebut atau bendanya bertuah karena dihuni sesosok mahluk halus di dalamnya. Perabotan rumah kita pun dapat saja merupakan rumah bagi sesuatu gaib. Biasanya ini terjadi pada rumah-rumah bermodel kuno / klasik. Perabotan yang seringkali dihuni oleh gaib adalah yang terbuat dari kayu jati, misalnya tongkat kayu, tempat tidur kayu, lemari dan tiang sokoguru. Rumah kita sendiri dan pohon-pohon di sekitarnya juga sudah umum bila dihuni oleh mahluk halus.

Di bawah ini dituliskan beberapa contoh benda di sekitar kita yang mungkin memiliki suatu kegaiban tertentu yang bermanfaat untuk kita. Jika anda mendapati ada benda-benda itu di sekitar anda, dengan kepekaan rasa pada telapak tangan cobalah untuk mendeteksi keberadaan energinya berupa hawa hangat / panas atau rasa setrumannya di tangan anda pada jarak beberapa centimeter sampai 1 meter dari bendanya.


1.  Bambu.

     Ada beberapa jenis bambu bertuah, sbb :

      1.  Bambu Kuning.

Yang dimaksud bambu kuning disini bukanlah sembarang bambu yang berwarna kuning. Bambu kuning disini adalah suatu jenis bambu tertentu yang memiliki tuah / kegaiban tertentu. Jenis bambu kuning ini biasanya ukuran lingkaran batangnya sebesar pipa berukuran ½ sampai 1 inci dan biasanya batangnya lurus ke atas, tidak melengkung ke samping. Dalam satu rumpun bambu yang sejenis, mungkin hanya ada satu saja atau dua batang bambu kuning ini.


Contoh bambu kuning
yang batangnya kecil-kecil.


Untuk mengenalinya, secara kebatinan kita dapat merasakan energinya yang bersifat menolak mahluk halus. Secara awam, kita dapat membedakan bambu ini dengan bambu lain yang serumpun dengannya dengan cara merasakan hawa energinya pada telapak tangan kita dalam jarak 1 – 10 centimeter dari bambunya. Biasanya akan ada rasa hangat / panas atau rasa kesetrum halus di telapak tangan kita (atau di ujung-ujung jari tangan) yang sumbernya berasal dari bambunya. Dan rasa ini berbeda, tidak kita dapatkan dari bambu lain di sekitarnya, walaupun dari rumpun bambu yang sama.

Bambu kuning ini memancarkan suatu aura energi yang akan dirasakan panas oleh para mahluk halus dalam radius + 6 meter. Energi kekuatan gaib bambu kuning ini 2 kali lipat kekuatan gaib daun kelor.


Bambu kuning ini berguna untuk mengusir semua jenis mahluk halus kelas bawah saja, seperti mahluk jin kelas bawah, dedemit kuntilanak, gondoruwo, dan palasik, atau arwah manusia, pocong dan siluman yang kekuatan gaibnya rendah. Bambu ini juga dapat melunturkan susuk seseorang, atau mengusir pergi khodam jimat dan khodam ilmu / pendamping yang kekuatan gaibnya rendah. 

Tetapi ada banyak mahluk halus bangsa jin yang sosoknya mirip seperti kuntilanak, gondoruwo atau dedemit lainnya, yang kekuatannya cukup tinggi, sehingga walaupun sosoknya mirip seperti kuntilanak atau gondoruwo, tetapi tidak terpengaruh oleh kekuatan gaib bambu kuning ini.

Jenis bambu kuning ini pada jaman dulu banyak digunakan sebagai senjata berbentuk tongkat atau dipotong kecil-kecil sebagai jimat oleh para pendekar dan orang-orang dunia persilatan untuk melunturkan ilmu kekuatan / kekebalan lawan, terutama keilmuan gaib lawan yang berasal dari jimat batu, rajahan, jimat isian dan susuk, asmaan / amalan ilmu gaib dan ilmu khodam.

Jenis bambu ini baik bila ditanam di sekitar rumah. Dapat juga dipotong-potong untuk dimasukkan ke dalam dompet atau diletakkan di sudut-sudut rumah atau di atas pintu dan jendela. Tujuannya adalah untuk menolak / menangkal keberadaan mahluk gaib di sekitar kita, terutama mahluk halus kelas bawah yang biasa mengganggu manusia dewasa dan anak-anak dan yang berenergi negatif. Tetapi bila sudah dipotong dari pohonnya, seiring berjalannya waktu, energinya akan melemah dan hilang. 

Cara lain yang lebih baik adalah dengan mengambil daun / rantingnya saja, karena kekuatan gaibnya sama dengan batang bambunya. Dengan cara ini kita tidak perlu memotong batang bambunya, sehingga pohon bambunya bisa tetap hidup. Daun dan ranting bambu itu bisa juga dimasukkan ke dalam dompet, atau ditempatkan di pojok-pojok rumah atau disabet-sabetkan ke seluruh bagian rumah, terutama bagian belakang rumah, sama seperti penggunaan sapu lidi. Tetapi bila sudah dipotong dari pohonnya, seiring berjalannya waktu, energinya akan melemah dan hilang.

Untuk menyembuhkan orang (atau diri sendiri) yang dicurigai terkena guna-guna, diteluh, disantet, dipelet, kesambet atau ketempelan mahluk halus, dsb, potongan bambu kuning atau beberapa lembar daun bambu kuning (atau setangkai daun bambu kuning) didekatkan, dikipas-kipaskan atau diusapkan kepada si korban dari kepala sampai kaki. Cara lain yang lebih mudah adalah orangnya sendiri yang datang mendekat kepada pohon bambu kuning itu.

Perhatian :  bila anda dengan sengaja memiliki susuk, memiliki khodam pendamping, membawa jimat atau benda-benda gaib, yang kekuatan gaibnya berada di bawah kekuatan gaib bambu kuning, jangan mendekat kepada bambu kuning, atau duduk berteduh di dekatnya, karena mungkin akan menyebabkan susuknya hilang atau khodam pendamping dan khodam benda-benda gaib anda pergi.


     2.  Bambu Petuk (Pring Pethuk).

Pohon bambu ini batangnya memiliki ruas yang tunasnya saling berhadapan (pethuk). Ruas bambu petuk baru akan memberikan kegunaannya setelah dipotong dari pohonnya, tetapi ada tatacara tersendiri dalam memotongnya (perlu persyaratan tertentu dan sesaji). Kalau memotongnya secara asal saja, biasanya kemudian kegaiban bambu itu akan hilang.



Kualitas kegaiban bambu petuk yang kita dapat dari alam manusia (alam nyata), kualitasnya adalah nomor 2. Bambu petuk kualitas kelas satu adalah yang didapat dari alam gaib, dengan syarat kondisi hasil penarikannya sempurna (di alam gaib juga ada pohon bambu petuk).


Kekuatan gaib khodam bambu petuk tidak tinggi. Biasanya hanya sekitar 40 md saja. Tetapi yang dipentingkan adalah tuahnya.

Kegunaan tuah Bambu Petuk bukan untuk keperluan sehari-hari, tetapi untuk keperluan khusus saja, yaitu untuk meluluskan suatu keperluan, misalnya bendanya dibawa saat akan menemui seseorang untuk keperluan tertentu, dibawa saat ujian, dibawa saat melamar pekerjaan, atau dibawa saat bernegosiasi dengan relasi dagang / bisnis, dsb. Untuk menarik pelanggan toko juga bisa, caranya dengan dibacakan amalan gaib untuk penarik pelanggan (penglarisan) dan bambunya diletakkan di atas pintu masuk toko.

Dalam kondisi kegaiban yang sempurna keistimewaannya yang bisa ditunjukkan :
- Bila dicelupkan ke dalam air sungai yang mengalir bambu ini akan mengambang bergerak melawan
 
arus sungai.
- Bila digenggam dan dicelupkan ke dalam air panas, si pemegang bambunya tidak akan merasakan  
 
panasnya air dan tangannya juga tidak melepuh.

     3.   Bambu Buta.

Bentuknya kayu bambu, tetapi bagian tengahnya padat seperti rotan, tidak bolong. Biasanya ukuran batangnya sebesar jari jempol orang dewasa sampai seukuran pipa 1/2 inci.  Biasanya batang bambunya dipotong-potong untuk jimat kekuatan pukulan atau dijadikan tongkat.


Catatan penting :

Kegaiban bambu kuning di atas adalah kegaiban yang bersifat alami, berasal dari energi alami bambunya, bukan berasal dari kegaiban suatu mahluk halus tertentu. Karena itu semua bagian pohon bambu itu, kecuali akarnya, memiliki kegaiban yang sama. Jadi, jika anda menemukannya,  usahakan untuk menjaga supaya pohon bambu itu tetap hidup, yang diambil adalah daun atau rantingnya saja.
Tetapi bila sudah dipotong dari pohonnya, seiring berjalannya waktu, energinya akan melemah dan hilang.

Sedangkan benda-benda gaib
dari jenis bambu petuk dan bambu buta, kegaibannya berasal dari sosok mahluk gaib yang berdiam di dalamnya. Bambu-bambu tersebut harus dipotong dengan hati-hati. Sebaiknya meminta petunjuk dahulu (dengan komunikasi gaib atau meminta petunjuk gaib / wangsit) tentang kapan memotongnya, bagaimana memotongnya, dan tata cara beserta sesaji apa yang harus disediakan sebelum melakukan pemotongan. Dengan demikian proses pemotongannya harus mengikuti persyaratan yang ditentukan oleh gaib bambunya.

Bila persyaratan yang ditentukan oleh mahluk gaibnya itu tidak dipenuhi, biasanya kegaibannya kemudian akan hilang. Jadi walaupun kita memiliki potongan bambunya, tetapi tidak ada kegaibannya, hanya bentuk bambunya saja yang sama, tetapi kegaibannya tidak ada, hanya akan menjadi potongan bambu biasa saja sama seperti
potongan bambu lain yang tidak bertuah.

Begitu juga bila kita akan membeli sebuah potongan bambu yang katanya bertuah, harus ditentukan dulu dengan teliti apakah potongan bambunya benar bertuah. Jadi potongan bambunya bukan hanya sekedar ada isi gaibnya, tetapi juga harus benar bertuah. Kalau tidak, maka mungkin kita hanya mendapatkan potongan bambu saja, tapi tidak mendapatkan tuah apa-apa.


2Kayu Setigi.

Bentuknya kayu, berwarna gelap kehitaman. Biasanya dijadikan tongkat. Jenis kayu ini akan tenggelam bila dicelupkan ke dalam air. 

Jenis kayu ini mengandung energi yang padat. Kegunaannya untuk jimat kekuatan pukulan. Bila bersentuhan / menempel dengan badan kita akan menambah tenaga kita, terutama untuk berkelahi.
Kalau dijadikan senjata, pukulan dengan tongkat kayu setigi akan berbeda efeknya dibanding pukulan dengan tongkat kayu lain. Kalau jenis kayu itu dijadikan tongkat, ketika dipukulkan ke tanah, ular-ular akan menyingkir walaupun jaraknya masih jauh.

Kegaiban kayu setigi adalah bersifat alami dari energi kayunya, bukan dari sesosok mahluk halus / khodam, dan energinya itu bisa bertahan dalam jangka panjang.


3.  Daun Kelor.

Daun kelor baru akan berguna sebagai pengusir mahluk halus setelah beberapa daunnya atau rantingnya dipetik dari pohonnya. Dilakukan dengan cara disabetkan pada objek tertentu (seperti penggunaan sapu lidi), atau direndam di dalam air yang kemudian disiramkan kepada objek tertentu untuk pembersihan gaib, atau air rendaman daunnya digunakan mandi guyuran, basah semua dari rambut sampai kaki. Biasa digunakan untuk melunturkan susuk atau untuk mengusir mahluk halus dari tubuh manusia yang diguna-guna, diteluh, disantet, dipelet, kesambet, ketempelan, dsb.


Contoh daun kelor



Untuk menyembuhkan orang yang dicurigai terkena guna-guna, pelet, kesambet, dsb, beberapa lembar daun kelor (lebih banyak lebih baik) direndam dalam seember air. Kemudian air itu digunakan untuk mandi guyuran basah semua dari kepala sampai kaki oleh orang yang bersangkutan, atau diguyurkan kepada si korban.


Mahluk halus yang terpengaruh oleh kegaiban daun kelor ini hanyalah mahluk halus kelas bawah saja, yang kekuatan gaibnya rendah, seperti bangsa jin kelas bawah dan gaib-gaib lain tingkat rendah seperti dedemit gondoruwo dan kuntilanak. Tetapi ada banyak sosok halus bangsa jin yang sosoknya mirip seperti dedemit kuntilanak dan gondoruwo, yang kekuatannya cukup tinggi, sehingga walaupun sosoknya mirip seperti kuntilanak atau gondoruwo, tetapi tidak dapat diusir dengan daun kelor.

Sukma manusia (arwah, pocong, dan bangsa siluman yang asalnya adalah sukma manusia) tidak terpengaruh oleh daun kelor ini.

Kekuatan gaib daun kelor ini berasal dari energi alaminya, tidak berasal dari sesosok mahluk halus, tetapi setelah dipetik dari pohonnya, energinya ini perlahan-lahan akan memudar dan hilang. Dengan kepekaan rasa pada telapak tangan kita bisa mendeteksi hawa hangat / panas energi penolakan gaibnya pada daun-daun kelor yang masih segar. Jika daun-daunnya sudah layu, dan energi penolakannya sudah pudar (energinya sudah dingin), daun kelor ini sudah tidak dapat lagi digunakan untuk penolak gaib.

Daun kelor ini juga biasa dijadikan masakan sayur seperti bayam dan kangkung. Daun kelor ini adalah sayuran yang sangat bergizi. Tetapi jika dijadikan masakan sayur, fungsinya sebagai penolak gaib menjadi hilang. Sebelum dijadikan sayur ada baiknya daun-daunnya disapukan ke anggota keluarga kita, barangkali saja ada yang sedang ketempelan gaib.

Ada juga dijual jenis batu fosil kayu kelor di pedagang benda gaib / antik. Kegunaan dan tuahnya sama dengan daun kelor, tetapi energinya bersifat jangka panjang, tidak akan memudar dalam jangka pendek. Kegaibannya bersifat alami, tidak berasal dari mahluk gaib di dalamnya. Batu fosil kelor ini memancarkan energi yang dalam jarak 2 meter akan menolak jenis kuntilanak, gondoruwo dan mahluk halus kelas rendah lainnya, tetapi diperlukan ketelitian dalam memilih, jangan sampai membeli batu fosil biasa yang hanya mirip saja dengan fosil kayu kelor. Untuk membedakannya dari batu fosil yang lain, jika tangan anda cukup peka, anda bisa merasakan kandungan energinya pada jarak 1 - 10 cm dari bendanya berupa rasa panas atau rasa kesetrum tipis di telapak / jari-jari tangan anda.

Di pasar batu akik Rawa Bening Jakarta yang berbentuk tongkat kecil sepanjang sejengkal biasanya ada dijual hanya dengan harga Rp. 10.000 - 20.000,- tidak sampai 100.000 rupiah.

Sebagian batu fosil kayu kelor (galih kelor) ada yang di dalamnya didiami oleh sejenis bangsa jin, biasanya sosoknya seperti bapak-bapak berjubah putih. Dengan demikian secara keseluruhan, selain fosil kelor itu dapat menangkal gangguan gaib setingkat dedemit, keberadaan mahluk halus di dalamnya juga membantu untuk menangkal mahluk halus lain di bawah kekuatannya.

Batu fosil kayu kelor cukup baik digunakan untuk melindungi anak-anak dari jenis gaib tingkat rendah yang biasa mengganggu anak-anak dengan cara mendekatkan batunya kepada anak-anak kita (terutama pada saat tidurnya), juga baik untuk digunakan memijat / urut, supaya jika si pasien sakitnya adalah karena ketempelan atau kesambet mahluk halus tingkat rendah, dengan batu fosil kayu kelor itu mahluk gaibnya akan terusir pergi.

 

4.  Sada Lanang.

Sada Lanang adalah lidi daun dari pelepah pohon kelapa atau pohon aren yang jatuh satu batang, tidak jatuh serangkai. Diyakini bahwa lidi yang hanya jatuh sebatang itu memiliki suatu kekuatan gaib untuk mengusir keberadaan suatu mahluk gaib. Dalam hal penggunaannya, dapat dilakukan dengan menyabetkannya ke tempat keberadaan suatu mahluk gaib (seperti penggunaan sapu lidi). Bisa juga diletakkan di sudut-sudut rumah atau di atas pintu dan jendela atau dipotong-potong untuk dimasukkan ke dalam dompet. Tujuannya adalah untuk menolak keberadaan mahluk gaib yang bersifat negatif.

 

5.  Sapu Lidi

Sapu lidi yang masih baru tidak mengandung kegaiban. Tetapi sapu lidi yang sudah sering digunakan menyapu mengandung kekuatan gaib tersendiri dan bertuah sebagai pengusir mahluk halus dengan cara disabet-sabetkan ke tempat keberadaan sesuatu yang gaib. Sapu lidi yang biasa digunakan menyapu tanah / halaman mengandung kegaiban yang lebih daripada yang biasa digunakan membersihkan kasur.

Kekuatan gaib di dalam sapu lidi tidak tinggi, tetapi jika digunakan dengan benar dapat menjadi sebuah benda yang bermanfaat.

Bila di dalam suatu ruangan atau di tembok-tembok rumah kita ada penghuni gaibnya dan kita ingin mengusirnya, maka kita dapat menyabetkan sapu lidi ini beberapa kali ke tempat gaibnya berada. Sapu lidi itu kita sabet-sabetkan ke seluruh bagian rumah dan tembok-temboknya, terutama kamar tidur dan bagian belakang rumah. Biasanya si mahluk gaib akan bergeser pindah dari tempatnya semula menghindari sabetan sapu lidi tersebut. 

Harap diperhatikan dalam penggunaan sapu lidi ini. Bila kita berniat mengusir keberadaan mahluk halus dengan cara tersebut di atas, tanamkan dalam pikiran kita bahwa kita tidak bermaksud jahat kepadanya dan tidak berniat menyerangnya. Lakukanlah penyabetan sapu lidi dengan maksud membersihkan ruangan dari hal-hal yang tidak baik atau seolah-olah kita ingin mengusir nyamuk. Maka si mahluk gaib, yang menganggap kita hanya melakukan aktivitas rutin biasa di rumah, tidak menganggap kita menyerangnya atau berbuat jahat kepadanya, dengan sendirinya dia akan bergeser menjauhi sabetan sapu lidi tersebut dan tidak berbalik menyerang kita. Lakukanlah ini sebagai aktivitas rutin sehari-hari, terutama jika dianggap ada gangguan gaib terhadap anak-anak atau keluarga yang berasal dari sesuatu gaib yang menghuni rumah.

Menyabet-nyabetkan sapu lidi ke seluruh ruangan kamar tidur dan ke tembok-temboknya efektif mengusir keberadaan mahluk halus berenergi negatif seperti gondoruwo dan bangsa jin berbulu hitam tinggi besar yang sering berdiam di tembok-tembok rumah, yang keberadaannya di sekitar manusia, atau di tembok-tembok kamar tidur dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada anak-anak dan bayi, ibu-ibu hamil (dan janinnya) dan orang dewasa yang tubuhnya sensitif terhadap energi negatif di sekitarnya.

Kalau ada orang yang kesurupan, coba saja disabet-sabetkan tubuhnya dengan sapu lidi (jangan keras-keras). Mudah-mudahan mahluk halus yang membuatnya kesurupan itu mau pergi meninggalkannya.

Harap juga diperhatikan, jangan memukul atau menyabet anak kita dengan sapu lidi, karena kegaiban sapu lidi dapat merusak sukmanya, anak kita nantinya bisa menjadi mudah sakit-sakitan, menjadi pelupa atau lemah ingatan. Jangan juga kita membiarkan anak-anak kita bermain sabet-sabetan atau pukul-pukulan dengan sapu lidi.

Sapu lidi yang biasa digunakan menyapu tanah juga dapat dijadikan sarana mendatangkan ilham / wangsit. Caranya : tidurlah di lantai (jangan di lantai kayu) atau tidur dengan beralaskan tikar, dan sapu lidi tersebut dijadikan bantal tidur (tidur beralaskan tikar dengan berbantal sapu lidi). Bisa dilakukan kapan saja, siang atau malam, dan terlebih dulu disugestikan niat dan tujuannya tidur berbantal sapu lidi itu supaya mimpinya lebih terarah.


6.  Janur Kuning.

Janur kuning berguna untuk meredam niat jahat mahluk halus. Yang baik adalah yang didapat dari bekas hajatan pernikahan. Dalam penggunaannya dapat diletakkan di sudut-sudut rumah atau di atas pintu dan jendela, atau di bagian-bagian rumah yang dirasakan angker atau berpenghuni gaib. Bisa juga dipotong-potong untuk dimasukkan ke dalam dompet. Tetapi seiring berjalannya waktu, janur kuning ini akan layu dan mengering, dan fungsi gaibnya akan hilang, sehingga harus diganti dengan yang baru.

Di dalam pandangan para mahluk halus, janur kuning ini dianggap serupa dengan sesaji, sehingga mereka tidak akan berbuat jahat kepada orang yang memberikan sesaji, walaupun kita sendiri tidak bermaksud memberikan sesaji kepada mereka.

Dahulu di tanah Jawa ada semacam kepercayaan bahwa Kerajaan Ibu Ratu Kidul akan melindungi orang-orang yang memasang janur kuning dalam acara hajatan, seperti pernikahan, dsb. Janur kuning ini dianggap sebagai tanda bahwa orang yang sedang hajatan tersebut menghormati dan mengundang Ibu Ratu Kidul ke dalam hajatannya. Juga orang yang memasang janur kuning bekas hajatan di rumahnya akan dianggap menghormati Ibu Ratu Kidul, sehingga akan dilindungi dari kejahatan mahluk halus.

Ada juga semacam perjanjian bahwa orang yang memakai baju berwarna merah atau hijau gadung berarti menganggap Ibu Ratu Kidul sebagai keluarga atau orang tua leluhurnya. Sehingga orang yang memakai baju merah atau hijau gadung di wilayah kekuasaan Kerajaan Ibu Ratu Kidul, terutama di pantai selatan pulau Jawa, akan diajak olehnya atau oleh prajurit / dayang-dayangnya untuk bergabung di Kerajaan Ibu Ratu Kidul, karena dianggap keluarganya (pakaian merah dan hijau gadung adalah warna pakaian resmi di dalam Kerajaan Ibu Ratu Kidul, baca juga : Ibu Kanjeng Ratu Kidul).

 

7.  Daun Sirih Hitam.

Daun sirih yang dimaksud disini adalah yang dominan berwarna hitam, menangkal jenis siluman yang asalnya adalah dari sukma manusia. Dapat juga diritualkan untuk dijadikan jimat serupa dengan jimat rajahan untuk berbagai keperluan gaib.

 

8.  Daun Benalu Bambu.

Jarang sekali kita dapat menemukan pohon benalu yang tumbuh di pohon bambu. Daun benalu ini diyakini orang berguna untuk pengobatan dengan cara merebus beberapa lembar daunnya dan diminum airnya.

 

9.  Kaca Cermin dan Batu Akik

Kaca cermin yang dipasang di bagian luar rumah (di atas pintu atau jendela) dan menghadap keluar rumah dapat berfungsi sebagai penangkal aura energi negatif dari alam di sekeliling rumah. Berguna untuk rumah-rumah yang berada di sekitar lokasi pemakaman, di lingkungan padat penduduk, dsb. Kaca cermin yang digunakan berukuran diameter paling kecil sejengkal orang dewasa. Berbentuk bujur sangkar adalah yang paling baik, bisa juga berbentuk empat persegi panjang atau lingkaran.

Kaca cermin itu akan menjadi semakin baik kualitasnya sebagai penangkal aura negatif dengan dijadikan jimat rajahan, yaitu kita sendiri menuliskan doa-doa penangkal gaib negatif di cermin itu menggunakan kuas dan cat minyak untuk melukis dan menuliskannya sambil membacakan / melafalkan doanya untuk membantu kekuatan sugesti. Dan sama dengan jimat rajahan yang lain, secara berkala kita mengulangi doa yang tertulis dalam rajahan itu, sambil tangan kita menyentuh atau bergerak menunjuk mengikuti bentuk tulisan / gambar rajahannya.

Kaca (beling) atau batu akik bening transparan, yang besarnya minimal sekepalan tangan orang dewasa, yang dibentuk / diasah seperti batu berlian, dapat digunakan sebagai sarana mengantarkan aura yang baik untuk rumah tinggal. Yang paling baik adalah yang berwarna hijau jamrud, diletakkan / digantung di jalan masuk sinar matahari, misalnya di pintu atau di jendela rumah.



10.  Kembang Kantil, Kenanga, Melati Putih  (yang masih segar dan harum)


Secara umum kembang telon (kembang kantil, kenanga dan melati) digunakan untuk :
1. Sesaji.
2. Membersihkan aura-aura dan energi negatif.

Sudah umum bila anak-anak kerap menangis rewel atau sakit demam / panas. Bila sakitnya dimulai pada hari Selasa atau malam Selasa (atau puncak sakitnya adalah pada hari itu), bisa jadi sakitnya bukanlah sakit biasa. Mungkin saja sakitnya itu disebabkan oleh kondisi sukmanya yang sedang lemah, atau karena ada gangguan gaib atau sebab lain yang berhubungan dengan gaib.

Bila sakitnya itu diperkirakan karena sukmanya yang sedang lemah, bisa dicoba mengobatinya dengan sarana kembang kantil atau kenanga atau melati putih (yang merupakan unsur dari kembang telon). Caranya adalah dengan mendekatkan kembang tersebut ke hidung si anak, sehingga si anak bisa mencium bau harum kembang tersebut (silakan dibaca juga tulisan berjudul  Sedulur Papat Kalima Pancer).

Bila sakitnya itu diperkirakan karena adanya gangguan mahluk halus sejenis palasik dan wewe gombel, bisa dicoba menangkalnya dengan memborehkan bawang putih dan bawang merah yang sudah ditumbuk halus di dada atau dahi si anak.

Untuk mudahnya, penggunaan unsur kembang telon dan memborehkan tumbukan bawang merah dan bawang putih bisa dilakukan berbarengan. Tetapi jika si anak sering sekali sakit-sakitan, bisa jadi ada gangguan dari keberadaan mahluk halus yang berenergi negatif seperti gondoruwo atau bangsa jin berbulu hitam tinggi besar di dekat kamar tidurnya atau di tembok-tembok kamar tidurnya. Jika ini yang terjadi, maka mahluk-mahluk halus itu harus diusir pergi, bisa anda gunakan khodam dari benda-benda yang bertuah gaib seperti contoh-contoh di atas atau benda-benda gaib lain seperti batu akik berkhodam, mustika atau keris, untuk digunakan mengusir gangguan gaib.

Untuk mencaritahu penyebab pastinya kejadian-kejadian di atas dapat dilakukan dengan cara yang sama dengan menayuh keris seperti dicontohkan dalam tulisan berjudul Ilmu Tayuh / Menayuh Keris.

Kembang telon, kembang tujuh rupa / kembang setaman juga dapat untuk digunakan berendam atau mandi kembang. Tujuannya adalah supaya aura energi dari kembang-kembang tersebut menyelaraskan aura / energi negatif dalam tubuh seseorang menjadi positif, juga dapat membersihkan pancaran aura tubuh dan wajah dan membuatnya lebih bercahaya. Berguna untuk membantu mempermudah jalan hidup, untuk membuang kesulitan-kesulitan yang berasal dari aura negatif di dalam tubuh. Sebelum digunakan mandi biarkan selama 1 menit kembang-kembang itu terendam di dalam air, kemudian diaduk supaya aura energinya larut merata di dalam air (baca juga : Laku Prihatin dan Tirakat.

Jika seseorang pernah ketempelan, kerasukan atau ketempatan mahluk halus berenergi negatif, dan sudah pernah dibebaskan / dibersihkan, sebaiknya ia rajin mandi kembang telon untuk membersihkan dirinya dari sisa-sisa energi negatif mahluk halusnya itu supaya sisa-sisa energinya itu tidak memancing mahluk halus berikutnya untuk masuk bersemayam juga di dalam tubuhnya (baca : Pengaruh Gaib Thd Manusia).

Orang-orang yang sering berpuasa (termasuk puasa weton), biasanya kekuatan batinnya akan meningkat. Orang-orang yang sering tirakat dan ziarah makam biasanya juga akan banyak menerima interaksi dari roh-roh lain, disadari ataupun tidak. Roh-roh itu bisa berasal dari lingkungan tempatnya berada atau dari tempat-tempat yang dikunjunginya (misalnya makam dan situs-situs keramat) atau juga dari roh-roh leluhur.

Selain yang bersifat puasa ngebleng, jenis puasa lain biasanya tidak banyak berpengaruh terhadap kekuatan sukma, pengaruhnya lebih banyak dirasakan bersifat biologis dan psikologis, berupa ketahanan fisik dan mental untuk terbiasa menahan rasa lapar dan haus, tetapi tidak diimbangi dengan meningkatnya kekuatan sukma. Jika orang-orang tersebut tidak terbiasa olah energi (misalnya pelatihan olah nafas tenaga dalam), pada orang-orang tersebut seringkali terjadi tubuhnya "meradang", tubuhnya memancarkan hawa panas, karena adanya ketidak-stabilan pasokan energi dari makanan, yang efeknya kurang baik untuk kesehatan, karena bisa memudahkan sakit panas dalam dan mengundang sakit-penyakit yang berkaitan dengan sakit panas dalam, seperti flu, batuk, pilek, radang tenggorokan, dsb.

Orang-orang tersebut di atas sebaiknya sering melakukan mandi kembang, lebih bagus lagi berendam di air kembang, untuk membersihkan aura-aura negatif yang berasal dari dirinya sendiri ataupun aura negatif yang menempel di tubuhnya yang berasal dari tempat-tempat lain atau dari roh-roh lain, supaya terselaraskan menjadi positif. Dan bagi yang sering berpuasa, gunanya mandi kembang bagi mereka juga sama, supaya energi-energi negatif terselaraskan menjadi positif, jangan sampai bertambah kuatnya batinnya juga menambah kuat aura-aura negatif di dalam dirinya. Mandi kembang ini juga berguna supaya pancaran panas tubuh menjadi lebih sejuk dan mengurangi efek panas dalam.

Bila ada sakit yang tidak sembuh oleh dokter / medis (atau sering kambuh) dicoba saja mandi kembang telon. Sesaat sebelum mandi kembang telon orang si sakit mengucap minta maaf kepada bagian yang sakit itu karena tidak dapat melihatnya dan minta supaya dilepaskan dari serangannya. Kalau sakitnya itu benar karena kesambet, mandi kembang telon itu adalah sarana sesaji untuk merayu mahluk halusnya supaya mau mengendorkan / melepaskan serangannya (baca : Pengaruh Gaib Thd Manusia 1).

Seseorang yang menyadari dirinya ada berkaitan dengan mahluk halus, yang keberadaan mahluk halus tersebut sifatnya baik ataupun tidak baik, yang sifatnya membantu ataupun yang menyakiti, akan sangat baik kalau rajin mandi kembang. Tujuannya selain supaya dirinya sendiri bersih dari aura-aura negatif yang berasal dari dirinya sendiri, mandi kembang itu juga akan dipandang sebagai sesaji oleh para mahluk halus yang bersamanya, sehingga kegaiban khodamnya akan lebih terasa, jika itu adalah khodam ilmu / khodam pendamping, dan supaya mahluk halus yang tujuannya menyerang / menyakiti (kesambet, diteluh) akan mau mengurangi atau mau melepaskan serangannya (baca juga : Pembersihan Gaib 2).


11.  Akar Melingkar (Akar Kurung).

Ini adalah suatu bentuk akar pohon yang ujungnya saling bertemu secara alami menyatu membentuk suatu lingkaran tidak putus, dan tanpa sambungan. Jika akar pohon itu berkhodam (di dalamnya berpenghuni gaib), biasanya akar kayu itu secara alami bertuah untuk penjagaan gaib. Pencuri atau roh jahat akan bingung untuk masuk ke dalam rumah seperti tidak menemukan jalan masuk. Kalau bisa masuk, kemudian di dalam rumah akan bingung tidak bisa keluar seperti tidak menemukan jalan keluar.

Jenis akar ini biasanya didapatkan oleh orang-orang yang mengumpulkan bonggol akar dari pohon yang sudah ditebang untuk dijadikan hiasan meja kayu antik atau dijadikan suatu karya seni dari kayu. Bila anda menemukannya, sebaiknya diperiksa dahulu apakah akar melingkar itu benar berpenghuni gaib, untuk memastikan apakah benda itu nantinya benar dapat bermanfaat. Supaya kegaibannya tidak hilang, bagian akar yang melingkar jangan dengan sengaja dipotong / diputus lingkarannya.

 

12.  Tapal Kuda

Tapal kuda (ladam / sepatu kuda) yang dimaksud disini adalah tapal kuda yang terbuat dari besi, yang terlepas dengan sendirinya dari kaki kuda (tapal kuda bekas pakai, bukan yang baru). Biasanya ditemukan di jalan-jalan pedesaan atau di kota-kota kecil yang berasal dari sepatu kuda dokar / delman. Bila anda menemukannya, sebaiknya diperiksa dulu apakah tapal kuda itu benar berpenghuni gaib, untuk memastikan apakah benda itu nantinya benar dapat bermanfaat.

Contoh Tapal Kuda.



Biasanya setelah beberapa hari terlepas dari kaki kuda, tapal kuda itu akan berpenghuni mahluk halus yang kekuatan gaibnya cukup tinggi (biasanya bangsa jin golongan putih yang kekuatannya puluhan md, ada juga yang sampai beberapa KRK), dan bisa berguna untuk apa saja sesuai sugesti pemiliknya. 


Secara alami khodam atau mahluk halus yang berdiam di dalam sebuah tapal kuda adalah jenis yang wataknya keras, karena tapal kuda itu sendiri melambangkan kekerasan hidup. Biasanya adalah bangsa jin yang sosoknya seperti manusia laki-laki kekar bertelanjang dada.

Kebiasaan umum pemakaiannya adalah untuk penjagaan gaib dengan cara dipasang di dalam rumah atau di atas pintu masuk rumah untuk menangkal gaib-gaib negatif atau serangan gaib dari arah luar rumah.

Tapal Kuda itu juga bisa dipasang di bagian depan kendaraan bermotor untuk menyingkirkan gangguan / serangan mahluk halus yang sering mencelakakan orang-orang yang bepergian dengan kendaraan dan untuk menangkal gangguan gaib dari tempat-tempat angker yang dilewati (hutan, kuburan atau sungai). Usahakan memasangnya di kendaraan dengan cara diikat, disekrup, atau dimasukkan saja ke dalam laci dashboard, tidak dengan cara mengelas atau perbuatan lain yang dapat menghilangkan kegaiban tapal kuda itu (jangan sampai khodamnya pergi).

Secara alami tuahnya adalah untuk kekerasan, untuk berkelahi, kalau dikantongi. Tapi secara umum semua khodam dan mahluk halus bisa diminta untuk memberikan tuah apa saja yang umum, hanya saja sugestinya ada yang harus dilakukan dengan cara yang khusus (dengan amalan gaib).

Paling baik penggunaan kegaiban dari tapal kuda adalah untuk pembersihan gaib atau diminta memberikan pagaran gaib untuk anda, rumah anda, atau kendaraan, supaya tidak diserang / diganggu mahluk halus. Bisa juga diminta bantuannya menyembuhkan anggota keluarga yang sedang sakit. Kalau tidak ada keperluan yang khusus, bendanya bisa ditinggal di kendaraan atau dipasang di rumah.

Sebaiknya disugestikan dulu maksud penggunaan benda itu supaya kegaibannya benar bekerja, tidak pasif, misalnya diminta memberikan pagaran gaib untuk semua anggota keluarga, rumah dan kendaraan dan diperintahkan juga untuk melindungi dan menjauhkan seisi rumah dari gangguan gaib, atau diperintahkan melindungi manusia pemakainya dan kendaraannya selama dalam perjalanan. Secara berkala sebulan sekali tapal kuda itu direndam / disiram air rendaman kembang telon, atau diolesi minyak misik, dan selalu disugestikan kegaiban perlindungannya, untuk menjaga supaya kegaibannya tetap kuat dan bekerja. Tapal kuda itu juga dapat diritualkan untuk berbagai macam keperluan gaib.

Paling baik tapal kuda itu dipasang dengan posisi huruf U, jangan seperti huruf U terbalik.

Kalau anda suka jalan-jalan keluar masuk pasar antik / loakan, coba saja iseng-iseng cari tapal kuda bekas, siapa tahu berkhodam, mudah-mudahan harganya tidak mahal. Cara membedakannya adalah biasanya tapal kuda yang berkhodam kalau dipegang akan terasa ada setruman halus di tangan kita. Lebih bagus lagi kalau anda bisa menemukan tapal kuda yang masih baik kondisinya, masih tebal dan tidak berkarat, biasanya sosok gaib di dalamnya lebih tinggi kekuatannya daripada yang kondisi tapal kudanya sudah tipis dan karatan.


13.  Burung Perkutut

Secara alami keberadaan peliharaan burung perkutut di rumah seseorang dan bila burung perkutut itu sering berbunyi dengan suara merdu, selain dapat membuat suasana rumah menjadi terasa lebih teduh, juga dapat meredam aura panas dari mahluk-mahluk halus yang berdiam di rumah tersebut. Karena itu di dalam kebudayaan Jawa kepemilikan pusaka biasanya dipasangkan dengan kepemilikan burung perkutut. Kegaiban burung perkutut itu akan bermanfaat bagi pemiliknya selama ia merawat dengan baik burung perkututnya itu dan memeliharanya dengan rasa sayang.

Tetapi ada beberapa jenis burung perkutut yang menyimpan kegaiban lebih dibandingkan burung perkutut lainnya yang umum. Burung-burung perkutut yang mengandung kegaiban tertentu biasanya mempunyai ciri-ciri tubuh dan perilaku tertentu, tetapi tidak bisa disama-ratakan bahwa seekor burung perkutut dengan ciri-ciri tubuh dan perilaku tertentu pasti mengandung suatu kegaiban yang sama. Kegaibannya itu harus dinilai berdasarkan kegaibannya itu sendiri yang bisa dibuktikan sendiri oleh manusia pemiliknya, bukan semata-mata berdasarkan ciri-ciri tubuh burungnya (katuranggan) atau perilakunya yang kemudian dianggap burung itu mengandung suatu kegaiban.

Jika anda memiliki salah satu jenis burung perkutut yang mengandung kegaiban dan bertuah baik, sebaiknya burungnya anda pelihara dengan baik. Usahakan untuk dicarikan pasangan aslinya, jangan dibiarkan sendirian (minta wangsit dari perkututnya supaya tahu dimana posisi pasangannya sekarang).

Kalau tidak bisa mencarikan pasangan aslinya, sebaiknya burungnya diberikan pasangan burung perkutut lain, supaya tidak sendirian dan supaya bisa berkembang biak. Lebih baik lagi kalau diternak. Mudah-mudahan anak-anak keturunannya juga memiliki kegaiban seperti induknya.


1. Burung Perkutut Majapahit

Contoh burung perkutut yang menyimpan kegaiban lebih dibandingkan perkutut lainnya yang paling terkenal adalah yang disebut burung perkutut majapahit. Ciri-cirinya secara fisik tidak kelihatan, tetapi ada ciri-ciri dari perilakunya yang membedakannya dengan perkutut lain yang umum, yaitu burung perkutut itu selalu membuang kotorannya di satu posisi tertentu di kandangnya, sehingga kotorannya menumpuk dan meninggi seperti tiang.

Contoh sepasang Burung Perkutut Majapahit
milik salah seorang pembaca.



Kegaiban burung perkutut majapahit adalah bahwa di dalam tubuhnya ada bersemayam sesosok mahluk gaib yang sakti sekali, biasanya bangsa jin golongan putih yang sosoknya seperti manusia laki-laki berbadan kekar dan berkepala botak, yang kekuatan gaibnya bisa sampai puluhan kalinya kekuatan gaib Ibu Ratu Kidul.

Keberadaan mahluk gaib yang bersemayam di dalam tubuh perkutut majapahit itu akan mengundang mahluk-mahluk halus lain berkumpul menjadi satu kelompok di wilayah burung perkutut majapahit berada. Semua mahluk gaib tersebut bersifat baik. Bahkan mahluk gaib yang bersifat tidak baik akan terusir pergi dari rumah itu. Biasanya rumah dan lokasi di tempat burung itu berada akan menjadi berkesan wingit. Kegaiban pada burung perkutut tersebut akan menangkal gangguan gaib dan serangan gaib santet dan guna-guna.


Kotoran burung Perkutut Majapahit.

Kegaiban lainnya dari burung perkutut majapahit adalah orang pemiliknya akan sering mendapatkan bisikan wangsit / ilham yang berguna dalam kehidupannya. Dan bila akan ada suatu kejadian penting yang akan dialami oleh si pemilik ataupun anggota keluarganya, biasanya mereka akan menerima peringatan sebelumnya (biasanya lewat mimpi).


Kegaiban burung perkutut majapahit juga bisa dimintai tolong (dengan cara curhat / sambat kepada perkututnya) untuk membantu memperlancar rejeki dan membuang kesialan, menyembuhkan anggota keluarga yang sakit, menjauhkan rumah dari orang dan mahluk halus jahat, atau untuk berbagai keperluan gaib lain sesuai sugestinya.

Jika anda memilikinya sebaiknya keinginan-keinginan anda disampaikan kepada burungnya itu, sambat saja, supaya kegaibannya aktif bermanfaat bagi anda sekeluarga. Sebaiknya burungnya dipelihara dengan baik. Usahakan supaya dicarikan pasangan, jangan dibiarkan sendirian. Lebih baik lagi kalau diternak. Mudah-mudahan anak-anak keturunannya juga mengandung kegaiban seperti induknya.


https://sites.google.com/site/thomchrists/Benda-Benda-Gaib-dan-Bertuah/benda-bertuah-lain/Perkutut.JPG

Di samping ini adalah contoh lain burung perkutut milik seorang pembaca yang juga mengandung suatu kegaiban.

Kegaibannya adalah bahwa burung perkutut itu di dalam badannya ada berdiam sebuah keris gaib, dan di luar kandangnya perkututnya ditunggui bangsa jin bapak-bapak berjubah 20 KRK yang sayang kepada burung perkutut itu.

Burung perkutut itu bukan burung perkutut majapahit, tetapi burung itu bisa berfungsi sama dengan burung perkutut majapahit.



2. Burung Perkutut Jawa Berbulu Putih

Burung perkutut yang dimaksud disini adalah yang bulunya berwarna putih alami, bukan putih hasil kawin silang, dan asli burung perkutut jawa, bukan perkutut bangkok. Tetapi sekalipun ada didapati burung perkutut berbulu putih, tidak semuanya mengandung kegaiban, karena yang menentukan apakah burung itu mengandung kegaiban adalah kegaibannya itu sendiri yang terkandung di dalam burung itu, burungnya harus diperiksa dahulu apakah benar mengandung kegaiban, bukan sekedar warna bulunya yang putih.

Kegaiban burung perkutut jawa yang seluruh bulunya berwarna putih ini sama dengan burung perkutut majapahit, tetapi kadar kekuatan gaibnya masih lebih rendah dibandingkan burung perkutut majapahit.

Bila menginginkan kegaibannya, burung perkutut jawa berbulu putih yang terbaik adalah yang berasal langsung dari hasil tangkapan, bukan yang dari hasil ternakan. Di penangkaran / peternakan ketika burung-burungnya masih muda atau baru lahir biasanya burungnya tidak mengandung kegaiban. Tapi sesudah dewasanya, ada beberapa burung perkutut putih itu yang mengandung kegaiban. Jadi tidak semuanya burung perkutut putih hasil ternakan mengandung kegaiban, harus diperiksa dulu burungnya dan kegaibannya satu per satu.


3. Burung Perkutut Berubah Wujud

Penulis pernah menemukan seekor burung perkutut peliharaan seseorang di Jawa Tengah yang aneh dan menakutkan bila mengingat kegaibannya. Sehari-harinya kandang burung perkutut ini digantung di teras rumah pemiliknya. Dulu ketika Penulis berkunjung ke rumahnya biasanya dalam rangka berlibur dan menginap selama beberapa hari di rumahnya.

Peristiwa keanehan pertama yang Penulis alami adalah suatu malam Penulis mendapati kandangnya kosong. Semula Penulis mengira burungnya sudah pergi, walaupun pintu kandangnya tertutup dan terkunci. Tetapi keesokan paginya ternyata burung itu sudah berada kembali di kandangnya.

Beberapa bulan kemudian Penulis menginap kembali di rumah beliau. Pada suatu malam Penulis mendapati burung perkutut tersebut tidak ada di kandangnya, yang ada adalah seekor ular hitam yang panjangnya + 45 cm. Bagaimana ular ini bisa berada di kandang burung perkutut?  Apakah burung itu sudah dimakannya?  Saya beritahukan hal ini kepada sang pemilik, tetapi beliau hanya menyuruh Penulis diam saja dan tidur kembali. Keesokan paginya Penulis mendapati bahwa burung perkutut tersebut sudah kembali ada di kandangnya dan ularnya sudah tidak ada. Kok bisa ?

Sang pemilik burung perkutut menjelaskan bahwa burung tersebut memang bukan burung perkutut biasa. Burung tersebut bisa berubah wujud pada malam-malam Selasa tertentu di atas pk. 23.00.  Itulah keanehannya. Mengenai apakah ada kegaiban lainnya dan pengaruhnya kepada manusia, sang pemilik tidak menjelaskan. Sekarang beliau sudah meninggal dunia pada usia tua dan burung perkutut itupun Penulis tidak lagi mengetahui dimana keberadaannya.

Mungkin masih ada burung-burung perkutut lain yang memiliki kegaiban serupa seperti itu, tapi sebaiknya yang seperti itu jangan dipelihara. Barangkali saja ada resiko negatifnya.


4. Burung Perkutut Pembawa Sial

Ada burung perkutut yang bisa / berpotensi membawa kesialan bagi pemiliknya / anggota keluarganya, yang bukan hanya bisa mendatangkan apes / kesialan biasa, tapi bisa juga mendatangkan kematian pada anggota keluarga, yaitu yang jumlah bulu ekornya 14.  Kebanyakan burungnya di badannya berkhodam jin berwujud raksasa yang sewaktu-waktu bisa mendatangkan keapesan, bahkan kematian pada anggota keluarga si pemilik burung. Hindarilah memelihara burung ini. Sebaiknya dilepaskan saja.

 

Burung perkutut sudah umum dipelihara di masyarakat jawa, hanya saja tidak semua orang pemiliknya menyadari adanya kegaiban pada perkutut peliharaannya itu. Selain yang sudah disebutkan di atas masih ada burung-burung perkutut lain yang juga mengandung kegaiban, misalnya burung perkutut yang ciri-cirinya kepalanya berjambul hitam, berjambul putih, dsb, tapi jenis seperti itu jarang dimiliki orang. Untuk tahu kegaibannya dan apakah burungnya baik untuk dipelihara harus diperiksa satu per satu burungnya, tidak bisa semuanya disamaratakan hanya dengan melihat ciri-ciri tubuhnya saja. Bisa juga dicaritahu sendiri dengan cara menayuhnya seperti contoh di tulisan berjudul : Ilmu Tayuh Keris.

Bila menginginkan kegaibannya, burung-burung perkutut yang terbaik adalah yang berasal langsung dari hasil tangkapan, bukan yang dari hasil ternakan. Ada banyak burung perkutut di alam yang mengandung kegaiban. Secara umum yang baik untuk dipelihara adalah yang kondisinya di alam bebas burung-burung perkutut itu di dalam kawanannya bergaul dekat dengan kawan-kawannya. Sedangkan burung perkutut yang dijauhi oleh burung-burung perkutut lainnya menandakan bahwa burung itu mengeluarkan aura yang tidak baik, tidak menyenangkan, sehingga burung itu dijauhi oleh yang lainnya. Yang seperti itu tidak baik untuk dipelihara, karena mungkin saja akan menimbulkan aura yang tidak baik di rumah pemiliknya, atau mungkin masih ada pengaruh lainnya yang negatif.



-------------



Sebagai catatan tambahan, semua benda-benda gaib yang kegaibannya berasal dari suatu sosok mahluk halus yang berdiam di dalamnya, terutama yang tuahnya berfungsi untuk penjagaan gaib / keselamatan, kekuatan dan wibawa, kegaibannya dapat juga disugestikan untuk membantu dalam hal lain, misalnya diminta menyembuhkan anggota keluarga yang sedang sakit (sakit biasa maupun sakit karena guna-guna, pelet atau santet), diminta membuatkan pagaran gaib untuk rumah dan orang-orang penghuninya, diminta membersihkan rumah dari keberadaan gaib-gaib negatif atau untuk pembersihan gaib, membantu menjaga keteduhan rumah dan ketentraman keluarga, membantu melariskan dagangan, dsb.

Untuk mempelajari / mencaritahu sifat-sifat dan sisi kegaiban suatu benda bertuah dan tentang kecocokkannya dengan seorang pemiliknya, atau jika anda memilikinya, dapat digunakan cara menayuh yang serupa dengan yang sudah dicontohkan dalam tulisan berjudul : Ilmu Tayuh / Menayuh Keris.

Keterangan lebih lanjut tentang usaha pembersihan gaib dapat dibaca di : Pembersihan Gaib 3.



--------------





Comments