Batu Akik  



Benda bertuah yang paling banyak dimiliki orang di Jawa dan umum digunakan sehari-hari adalah batu akik. Pengertian batu akik adalah jenis-jenis batu perhiasan yang tidak tergolong sebagai batu permata dan nilai kekerasannya berada di bawah batu permata. Di pulau Jawa juga ada banyak jenis-jenis batu mulia, tetapi jenisnya adalah batu lokal, dan lebih banyak disamakan dengan batu akik, tidak disamakan dengan batu permata yang mahal harganya. Batu-batu itu dimuliakan orang tidak seperti batu permata yang indah dan mahal harganya, tetapi disukai karena bentuk fisik dan warnanya bagus (relatif bagi setiap orang), harganya relatif murah, dan ada juga yang dianggap memiliki suatu kegaiban / tuah tertentu bagi pemakainya yang disebut batu aji dan sebagiannya lagi sebenarnya adalah jenis batu mustika. 

Tuah yang diharapkan dari sebuah batu akik adalah bisa memberikan aura atau pengaruh positif bagi si pemakai, baik pengaruh secara fisik maupun psikologis, seperti tuah untuk pengasihan, keselamatan, kekuatan tubuh dan pukulan, pengobatan / kesehatan, dan ketenangan hati. Kebanyakan batu akik memberikan kegaiban biasa saja, tetapi cukup untuk mengsugesti pemakainya dalam memakainya. Ada juga batu akik, walaupun jumlahnya sangat sedikit, yang kegaibannya sangat tinggi, seperti batu anti cukur, anti bacok, dsb, yang sebagian besar sebenarnya adalah sejenis mustika. 

Pengertian batu akik adalah jika kita memandang batu akik itu sebagai sebuah batu cincin hiasan, yang tidak termasuk dalam kategori batu permata dan mustika. Jika kita memandangnya sebagai batu yang memberikan tuah kegaiban tertentu (karena ada sosok gaib di dalamnya), maka jenis ini sering disebut sebagai batu aji.

Penulis tidak akan membahas sisi kandungan gaib (sisi perkhodaman) dari batu akik, karena kegaibannya tidak dapat dikategorikan secara seragam, sehingga batunya harus diperiksa dulu satu per satu. Tetapi secara alami sebuah batu dengan sendirinya sudah mengandung suatu aura energi yang bagi manusia ada yang dirasakan bermanfaat sehingga yang seperti itu disebut sebagai tuah dari sebuah batu dan batunya disebut bertuah. Bila batunya di dalamnya dihuni oleh sesosok gaib (khodam), keberadaan gaibnya itu akan memperkuat aura energi / tuah batunya.

Masing-masing batu secara alami mengandung hawa energi yang berpengaruh pada orang pemakainya. Batu akik yang memiliki tuah tinggi biasanya dominan berasal dari kegaiban sesosok mahluk halus di dalam batunya (batunya tidak kosong, ada "isinya"). Banyak batu alam (batu mentah) yang ketika masih dalam kondisi aslinya di alam tidak berpenghuni gaib. Tetapi setelah batunya itu dipotong-potong dan diasah menjadi batu cincin kemudian batunya itu menjadi berisi mahluk halus (ada sesosok mahluk halus yang masuk menghuni batu itu).

Sifat-sifat sesosok gaib yang tinggal di dalam sebuah batu biasanya sejalan dengan sifat-sifat batunya sehingga pancaran energi dari si gaib akan memperkuat pancaran aura energi (tuah) dari batunya. Batu-batu yang seperti itu akan semakin kuat tuahnya bila sudah di-"aktif"-kan kegaibannya dengan laku tertentu, misalnya batunya diberikan sesajinya rutin sekali sebulan dan diwiridkan amalan gaib untuk tuah yang sejalan dengan tuah alami batunya. Kalau amalannya tidak sejalan atau berlawanan dengan tuah alami batunya, mungkin batunya malah jadi tidak bagus tuahnya, dan tuahnya tidak stabil.

Tetapi ada banyak batu akik yang di dalamnya berisi gaib, tapi batunya sendiri tidak memberikan tuah apa-apa, termasuk walaupun batunya sudah diwiridkan amalan gaib. Mungkin jenis batunya sendiri tidak mengandung aura tertentu yang bermanfaat bagi manusia, sehingga walaupun berisi gaib, tuahnya tidak terbentuk dan tidak jelas apakah akan bermanfaat bagi manusia, atau mungkin isi gaibnya hanya sekedar tinggal saja di batu itu.


Dalam memilih batu akik, biasanya pemilihan warna merupakan faktor utama. Batunya sendiri adalah sebagai sarana menyimpan / menyalurkan energi / aura  yang kekuatannya sebagai penyimpan / penyalur energi itu antara satu batu akik dengan batu akik lainnya berbeda-beda tergantung pada masing-masing jenis batunya, keaslian batunya, warnanya, bentuknya, ukuran besar-kecilnya, cara memakainya, dsb.

Selain sisi gaibnya, masing-masing batu secara alami memiliki energi / aura sendiri-sendiri yang pengaruhnya akan dirasakan sebagai positif atau negatif tergantung pada kecocokkan si pemakai. Seseorang yang fisiknya atau psikologisnya sangat sensitif, biasanya akan langsung dapat merasakan pengaruh dari batu cincin yang dipakainya, entah pengaruhnya itu baik ataupun tidak baik bagi dirinya. Pengaruh baik atau tidak baik yang dirasakan setiap orang tidak sama, sehingga pengaruh dari sebuah batu akik yang sama akan dirasakan berbeda oleh setiap orang, tergantung kecocokkan masing-masing orang dengan batunya.

Sebagai tambahan, anda bisa menggunakan cara-cara yang serupa seperti dalam tulisan Ilmu Tayuh Keris dan Olah Rasa dan Kebatinan  untuk mengetahui karakter aura energi batu-batu akik atau permata milik anda, atau apakah benda-benda anda tergolong sebagai mustika, atau untuk belajar mendeteksi apakah ada keberadaan mahluk gaib di dalam benda-benda tersebut, untuk mengetahui sifat-sifat karakter gaibnya (jika ada), kecocokkannya dengan anda, apa tuah yang diberikannya, persyaratan dan sesaji apa yang dimintanya, jika ada, dsb.


 Jenis batu dan sifatnya :

Jenis batu yang warnanya padat (tidak tembus pandang / cahaya) lebih baik dalam menyerap dan menyimpan energi / aura. Bagi pemakainya, pengaruh yang dirasakan biasanya adalah :

 - Pengaruh Positif :   lebih mantap dalam bersikap / berpendirian (tidak mudah goyah).
 -
Pengaruh Negatif :  terlalu kukuh pada pendirian, pikiran cepat penat.

 -
Pengaruh Positif :   kondisi tubuh terasa lebih stabil, bertenaga.
 -
Pengaruh Negatif :  tubuh sering terasa penat atau pegal.


Jenis batu yang berwarna bening (transparan tembus pandang
/ cahaya ) lebih baik dalam melepaskan / menyalurkan energi / aura. Bagi pemakainya, pengaruh yang dirasakan biasanya adalah :

 - Pengaruh Positif :   lebih ceria, segar.
 -
Pengaruh Negatif :  sering lengah, kurang berhati-hati.

 -
Pengaruh Positif :   mudah mendapatkan ide-ide baru / ilham.
 -
Pengaruh Negatif :  kurang konsentrasi berpikir, mudah lupa.


Batu yang berukuran cukup besar (relatif bagi setiap orang) biasanya lebi
h baik dalam menyimpan / menyalurkan energi dibandingkan batu yang berukuran lebih kecil.

Batu alam asli biasanya menyimpan / menyalurkan energi yang lebih sejuk dibandingkan batu masakan atau batu imitasi yang biasanya menyimpan / menyalurkan energi yang berhawa lebih panas dan dapat menyebabkan orang pemakainya mengalami panas dalam dan mudah lelah berpikir / stress.

Batu tua (biasanya lebih mengkilap) biasanya menyimpan dan menyalurkan energi yang berhawa lebih panas (hangat), dibandingkan batu muda (batu muda biasanya kurang mengkilap dibandingkan batu yang tua).

Batu yang lebih muda biasanya lebih baik dalam menyimpan dan menyalurkan energi yang sejuk, dibandingkan batu yang tua.

Batu yang berbentuk bulat, lonjong atau setengah bola lebih baik dalam menyerap dan menyimpan energi / aura. Batu yang bentuknya meruncing seperti asahan berlian lebih baik dalam memancarkan energi / aura.


 Cara Memakai Cincin Batu :

Kenakan di tangan kanan bila hanya mengenakan satu cincin batu.

Jika mengenakan 2 cincin batu (masing-masing tangan kanan dan kiri memakai cincin batu), maka :
 - Cincin batu yang karakternya keras dikenakan di tangan kanan, seperti yang tuahnya untuk kekuatan,
  
kegagahan, kewibawaan, kepangkatan, kemantapan berpikir / bersikap, dsb.

 -
Cincin batu yang karakternya halus dikenakan di tangan kiri, seperti yang untuk kecantikan / keindahan,
   kesehatan, ketenangan hati dan pikiran, kesegaran berpikir, keceriaan, kerejekian dan pengasihan.

(Khusus untuk cincin batu akik yang berkhodam jin laki-laki kekar telanjang dada yang khodamnya menonjolkan kekuatan dan kegagahan, cincinnya harus dipakai di tangan kanan. Pantang baginya diposisikan di sebelah kiri. Bila dipakai di tangan kiri biasanya orang pemakainya akan mendapatkan teguran, misalnya orangnya dibuat sakit pinggang, tangan ngilu, dsb).


 Memilih Ikatan (emban) Cincin :

 - Berbahan emas. Menyalurkan hawa panas yang halus. Baik untuk menambah kesegaran pikiran /
   semangat,
keceriaan, aura wajah lebih bersinar, dan menambah kharisma.
   Batu cincin berwarna gelap akan terlihat kontras dan harmonis bila diikat dengan cincin berbahan emas.
   Ikatan cincin berbahan emas 22 karat atau lebih tidak cocok untuk mengikat batu cincin yang beraura
   kekuatan / panas, karena ikatannya akan mudah kendor (dikhawatirkan batunya lepas dan jatuh).

 - Berbahan emas swasa (14 atau 15 karat). Bersifat kombinasi antara ikatan cincin berbahan emas dan baja.
   Bahan emas 14 atau 15 karat cukup baik untuk ikatan cincin, ikatannya tidak mudah kendor.
   Sebaiknya emasnya dipilih yang 14 karat, maksimal 18 karat. Kalau lebih dari 18 karat biasanya logam
   emasnya lebih lunak, sehingga dikhawatirkan ikatan batunya mudah kendor dan batunya lepas / jatuh
   (terutama untuk mengikat batu cincin berkhodam).
  
 - Berbahan perak. Cocok untuk mengikat batu cincin yang beraura lembut. Menambah kesejukan.
   Bila berada di bawah sinar bulan purnama, dapat menyerap energi bulan purnama, sejuk, baik untuk
   kesehatan dan memperkuat aura wajah. Tetapi bahan perak ini memerlukan perawatan yang lebih karena
   bahannya mudah kusam, apalagi bila terkena sesuatu yang bersifat asam.

 - Berbahan perak yang disepuh / dilapis emas, bersifat kombinasi antara cincin berbahan emas dan perak.

 - Berbahan baja putih (monel, stainless) bersifat netral. Cocok untuk mengikat batu cincin yang beraura lembut
   maupun yang beraura panas (kekuatan / kekebalan). Bila digunakan untuk mengikat batu cincin yang beraura
   lembut akan
menambah kesejukannya.

 - Berbahan kuningan, menyalurkan hawa panas juga tetapi tidak sekuat emas. Kurang baik untuk kesehatan,
   dapat menyebabkan orang pemakainya mudah masuk angin, panas dalam dan kepala terasa berat / pusing.
   Bahannya logamnya mudah kusam berkarat, apalagi bila terkena sesuatu yang bersifat asam.

   Ikatan cincin berbahan emas atau yang ada campuran emasnya kurang cocok untuk batu aji yang bertuah
   kekuatan atau kekebalan, karena bahan emas dapat meredam / mengurangi "power"nya atau kegalakan
   tuahnya. Bahan emas sebaiknya tidak digunakan untuk mengikat batu aji yang bertuah kekuatan / kekebalan.



 Beberapa jenis batu akik dan potensi pengaruhnya sbb :

  • Batu Giok (giok cina ataupun giok lokal). Membuat hati bertambah tenang dan tentram.
    Batu giok ada yang berwarna hijau, coklat dan hitam.
    Batu giok muda hijau dapat menyerap energi negatif tubuh dan membantu menetralisir panas dalam, sehingga tubuh dan pikiran pemakainya menjadi lebih sehat.
    Dibandingkan batu giok tua, batu giok muda yang berwarna hijau muda keputihan lebih kuat dalam menyerap energi negatif tubuh dan membersihkan aura wajah. Ada beberapa batu giok muda keputihan yang ketika menyerap energi negatif orang pemakainya, batu itu akan berubah warnanya menjadi lebih gelap dan kusam.
    Bila sebuah batu cincin / kalung giok secara alami berisi gaib di dalamnya, biasanya tuahnya adalah membantu kesehatan, kerejekian, pengasihan dan keteduhan hati, tetapi batu giok hiasan rumah atau yang berasal dari tarikan gaib atau yang berasal dari penemuan benda antik atau penggalian harta karun biasanya berisi mahluk jin berbulu hitam yang energinya negatif bagi kesehatan manusia dan tidak bertuah.
  • Batu Biduri Bulan. Berwarna putih transparan, memantulkan warna putih kebiruan bila terkena cahaya. Membantu aura tubuh dan wajah menjadi lebih bersih, cerah dan bersinar dan memancarkan aura pengasihan. Bila batunya secara alami berisi gaib di dalamnya, biasanya tuahnya adalah membantu pengasihan.
  • Batu Anggur. Umumnya berwarna putih transparan dan di dalamnya ada seperti kabut putih. Menambah ketenangan hati dan pengasihan.
  • Batu Merah Siam. Yang berwarna bening merah terang dapat menambah semangat, keceriaan dan kesegaran berpikir. Bila batunya secara alami berisi gaib di dalamnya, biasanya tuahnya adalah membantu kerejekian, pengasihan dan kesegaran hati dan pikiran.
  • Batu Merah Siam Rose (batu siam merah keunguan atau merah jambu). Memperkuat rasa kasih kepada orang lain. Bila batunya secara alami berisi gaib di dalamnya, biasanya tuahnya adalah membantu kerejekian dan pengasihan.
  • Batu Akik Hitam. Menambah kemantapan bersikap, menambah kesan gagah dan berwibawa. Yang bagus adalah yang batunya tua (mengkilap dan ster-nya jelas terlihat). Bila batunya secara alami berisi gaib di dalamnya, biasanya tuahnya adalah membantu stamina dan kekuatan badan / berkelahi. Tetapi bila kondisi orangnya terlalu sensitif, batu hitam itu bisa membuat tubuh terasa pegal / penat dan pikiran terasa penat / butek.
  • Batu Badar.
  • Batu Yaman. Berwarna coklat gelap atau hitam, tetapi berwarna kemerahan bila ditembusi sinar. Menambah kemantapan bersikap.
    Bagi orang-orang yang sensitif, jenis batu yaman dan batu-batu berwarna coklat seperti madu dapat menyebabkan pikiran berat dan cepat penat (pikiran butek).
  • Batu Kecubung Asihan.
    Batu kecubung asihan berwarna ungu terang memberikan pengaruh pengasihan yang lebih kuat daripada yang berwarna ungu gelap.
    Bila batunya secara alami berisi gaib di dalamnya biasanya tuahnya :
    Batu kecubung yang batunya muda berwarna ungu terang menambah ketentraman hati dan memancarkan aura pengasihan (membuat orang pemakainya dikasihi oleh orang lain) dan membantu kerejekian.
    Batu kecubung yang berwarna ungu gelap kebanyakan berfungsi untuk membantu kepangkatan / karir.
  • Batu Es / Kristal. Menambah ketenangan hati dan pikiran.
  • Batu Kalimaya. Batunya warna dasarnya bisa apa saja dan akan memantulkan sinar warna-warni bila terkena cahaya matahari. Menambah rasa percaya diri.
    Jenis batu ini hawa energinya agak panas. Biasanya kosong tidak dihuni gaib / khodam.
  • Batu Sulaiman. Untuk ketentraman batin, menambah karisma keagunggan.
  • Batu Mata Kucing (cat eye / tiger eye). Menambah keberanian dan rasa percaya diri.
    Umumnya berhawa aura agak panas dan tajam, apalagi yang batunya imitasi atau masakan.
    Bagi yang cocok dengan batunya, energi batunya yang agak panas itu bisa dirasakan membuat pikiran segar dan tubuh terasa bertenaga, lebih berani dan percaya diri.
    Bagi yang tidak cocok, atau yang tubuhnya sensitif, energi batunya yang agak panas dan tajam itu dapat menyebabkannya panas dalam, memudahkan masuk angin, radang tenggorokan dan kerontokan rambut. Jenis batu ini biasanya kosong tidak dihuni gaib / khodam.
    (Hati-hati, banyak batu mata kucing masakan dan imitasi). 
  • Batu Zamrud. Berwarna hijau daun sampai hijau tua. Sejuk dan teduh di hati.
    Batu hijau zamrud baik untuk semua orang. Auranya adem, meneduhkan hati dan memberikan aura yang baik untuk kerejekian.
    Bila batunya secara alami berisi gaib di dalamnya, biasanya
    tuahnya adalah membantu kerejekian dan keteduhan hati.
  • Batu Pirus. Yang bagus adalah yang berwarna biru dan gambar uratnya berwarna emas. Urat emasnya rapi dan baik keindahannya. Menambah karisma wibawa dan kesepuhan. Cocok untuk orang-orang tua. Bagi yang tidak cocok dengan batunya, kepala bisa terasa berat / penat.
  • Batu Aquamarine. Biru bening. Sejuk, berbelas-kasih.
  • Batu Ruby. Menumbuhkan dan menjaga rasa cinta. Bila batunya secara alami berisi gaib di dalamnya, biasanya tuahnya adalah membantu pengasihan.
  • Batu Kinyang Air. Sejuk di hati.
  • Batu Tapak Jalak (yang persilangan cincinnya tebal dan menonjol keluar). Untuk kekuatan badan. Mengeluarkan aura panas yang menyebabkan pemakainya menjadi mudah marah, disegani dan dijauhi orang. Baca juga tentang tapak jalak di tulisan berjudul : Mustika.
  • Batu Madu. Berwarna coklat madu tembus sinar. Bagi orang-orang yang sensitif, jenis batu berwarna coklat seperti madu dapat menyebabkan pikiran berat dan cepat penat (pikiran butek).
  • Batu Combong, yaitu batu yang mempunyai lubang alami yang tembus dari atas sampai ke bagian bawah batunya. Tetapi banyak batu akik combong yang aslinya bukanlah batu combong, karena combongnya itu adalah hasil rekayasa si pengasah batu. Banyak orang meyakini batu combong berkasiat pengasihan dan bisa untuk pelet, walaupun Penulis seringkali tidak menemukan kebenarannya.


Sebagai catatan, pengaruh dan hawa aura energi batu-batu yang disebut di atas adalah yang bersifat asli alami dari batunya. Seandainya batu-batu tersebut ada berpenghuni gaib di dalamnya (berkhodam), mungkin kemudian hawa energi batu tersebut akan berubah, bisa semakin kuat pengaruhnya, bisa juga menjadi tidak sama lagi dengan aslinya, karena adanya pengaruh aura energi dari keberadaan sesosok gaib di dalamnya, apalagi bila isi gaib dan tuahnya itu adalah isian / asma'an.

Tuah yang alami dari batu akik yang dinikmati oleh para pemakainya adalah berasal dari hawa aura energi alami batunya, tetapi batu akik yang tuahnya kuat biasanya berasal dari kegaiban mahluk halus di dalamnya. Sifat-sifat karakter sesosok gaib yang tinggal di dalam sebuah batu biasanya sejalan dengan sifat-sifat batunya, sehingga keberadaan mahluk gaibnya itu akan memperkuat aura energi (tuah) dari batunya.

Umumnya mahluk halus / khodam yang berdiam di dalam sebuah batu akik adalah karena ia membutuhkan tempat tinggal, tidak untuk tujuan memberikan tuah untuk manusia. Karena itu batu-batu yang berisi mahluk halus seperti itu akan semakin kuat tuahnya bila batunya rutin diberikan sesajinya sebulan sekali dan diwiridkan amalan gaib untuk tuah yang sejalan dengan tuah alami batunya. Kalau amalannya tidak sejalan atau berlawanan dengan tuah alami batunya, mungkin batunya malah menjadi tidak bagus tuahnya, dan tuahnya juga tidak stabil. 

Umumnya sesosok gaib / khodam di dalam sebuah batu akik tidak otomatis memberikan tuahnya ketika batunya dipakai / dimiliki. Yang diterima oleh pemakainya hanyalah hawa aura energi asli batunya. Batunya itu baru bertuah sesudah rutin diberikan sesajinya, misalnya batunya dioleskan misik putih atau jafaron setiap bulan, dan selalu dipakai, barulah khodamnya memberikan tuahnya.

Khodam batu akik tidak menjadi khodam pendamping, akan tetap berdiam di dalam batunya. Umumnya mahluk halus / khodam yang berdiam di dalam sebuah batu akik adalah karena ia membutuhkan tempat tinggal, tidak untuk tujuan mendampingi manusia. Jadi jangan diharapkan khodamnya akan menjadi khodam pendamping. Untuk bisa menikmati tuahnya bendanya harus selalu dipakai / dibawa dan diberikan sesajinya sebulan sekali.

Khodam dari sebuah batu akik biasanya tetap berdiam di dalam bendanya, tidak menjadi khodam pendamping, sehingga untuk mendapatkan tuahnya bendanya harus selalu dipakai / dibawa. Jika ada sebuah batu akik yang dikatakan bertuah penjagaan gaib, umumnya batu akik itu tidak sungguh-sungguh bertuah penjagaan gaib. Jarang sekali ada batu akik yang bertuah penjagaan gaib. Umumnya hanya memberikan tuah kekuatan badan saja dan membantu ketahanan tubuh terhadap serangan gaib. Khodam batu akik tidak aktif untuk fungsi penjagaan gaib, tidak seperti khodam ilmu / pendamping atau khodam pusaka yang khodamnya menjadi khodam pendamping.

Kalau anda sudah mempunyai batu-batu seperti jenis-jenis di atas, dan batunya berkhodam, kalau diinginkan tuahnya batunya harus diberikan sesajinya sebulan sekali, misalnya dioleskan misik putih sebulan sekali, dan selalu dipakai. Jika ingin diwiridkan amalan gaib untuk memperkuat tuahnya, sebaiknya amalannya juga yang sejalan dengan sifat-sifat alami / tuah batunya seperti dituliskan di atas. Yang tuah alaminya untuk kerejekian, amalannya juga yang untuk kerejekian. Yang tuah alaminya untuk pengasihan, amalannya juga yang untuk pengasihan. Yang tuah alaminya untuk kekuatan, amalannya juga yang untuk kekuatan. Dan khodamnya itu tidak menjadi khodam pendamping, tetap berdiam di dalam batunya, sehingga batunya harus selalu dibawa / dipakai supaya tuahnya bisa dinikmati.

Seringkali orang mengkoleksi / memakai batu akik adalah bukan hanya karena keindahan atau kecocokkannya dengan batunya, tetapi karena ada tuah tertentu yang diharapkannya dan banyak juga yang khusus meminta / membeli batu akik dari orang pinter atau paranormal. Jenis kegaiban (tuah) yang diharapkannya misalnya adalah tuah untuk pengasihan, penglaris dagangan, keselamatan, kekuatan tubuh dan pukulan, dan kerejekian. Bagi pemakainya, batu-batu tersebut dimiliki bukan hanya sebagai benda koleksi atau dipakai sebagai pemanis, tetapi juga sebagai jimat.


Cara menilai kecocokkan sebuah batu dengan seseorang, yang mudah adalah dengan meminjam pakai cincin batu milik teman, dirasakan kecocokkannya, dirasakan apakah hawa auranya terasa nyaman. Setelah itu tinggal mencari batu cincin yang sejenis dengan cincin itu jika dirasa cocok.

Dalam memilih batu akik biasanya orang memilihnya berdasarkan warna batunya, ukurannya, kilauan sinar mengkilapnya atau harapan tuahnya. Tetapi selain faktor-faktor tersebut
sebaiknya diperhatikan juga unsur manfaat dalam memakainya.

Misalnya :
Orang yang berpembawaan keras dan panas, emosional dan yang keras bersikukuh dengan pemikiran dan pendapatnya sendiri, mungkin akan lebih baik jika ia memakai batu yang berhawa aura teduh supaya berkurang temperamentalnya, lebih fleksibel dan lebih baik dalam hubungan sosial dan jalan kerejekiannya.
Orang-orang yang karakternya kurang bersemangat, kurang mantap pendiriannya dan kurang gigih dalam berusaha, mungkin lebih cocok memakai batu yang berhawa aura agak panas untuk menambah semangat dan untuk menambah kekerasannya dalam ber
sikap / berpendirian dan dalam mengambil keputusan.

Batu-batu yang auranya keras dan panas seperti batu tapak jalak sebaiknya tidak dipakai dalam sehari-hari aktivitas anda berkerejekian, kecuali pekerjaan anda berhubungan dengan kekerasan, seperti menjadi sekuriti, polisi atau tentara. Aura keras dan panasnya itu bisa membuat tidak nyaman suasana pergaulan dan hubungan dengan orang lain yang itu bisa juga membuat kehadiran anda tidak disukai di lingkungan kerja, apalagi kalau pekerjaan anda adalah berdagang, sales atau marketing yang anda harus membuat orang lain merasa nyaman berhubungan dengan anda.

Batu-batu yang tuahnya untuk kekuatan berkelahi, jika anda tidak sering berkelahi, maka tuahnya itu akan terbatas manfaatnya untuk anda, apalagi kalau ternyata seumur hidup anda tidak pernah berkelahi.

Untuk dipakai sehari-hari berkerejekian lebih baik memakai batu berwarna hijau seperti hijau jamrud, atau yang merah seperti merah siam terang, atau batu lain yang bertuah untuk membantu kerejekian. Atau memakai yang tuahnya untuk menambah kewibawaan saja supaya anda dihormati tidak disepelekan


Khodam batu akik, jimat rajahan, khodam jimat isian / asma'an dan khodam keris kamardikan bisa dari jenis apa saja, bisa dari jenis bangsa jin, kuntilanak, gondoruwo, sukma manusia (arwah) atau pun jenis mahluk halus lainnya. Karena itu orang-orang yang memiliki benda-benda gaib tersebut sebaiknya berwaspada, terutama pada perwatakan mahluk halusnya dan pengaruh negatif dari keberadaannya (misalnya mencari tahu dengan cara yang sama seperti menayuh keris).

Untuk mempelajari sifat-sifat dan sisi kegaiban batu akik dan yang bertuah dan tentang kecocokkannya dengan seseorang dapat digunakan cara menayuh yang serupa seperti dalam tulisan : Ilmu Tayuh / Menayuh Keris.

Bila anda mempunyai benda-benda koleksi pribadi atau ada bagian rumah anda yang kira-kira berpenghuni gaib, sebaiknya anda oleskan sedikit dengan minyak jafaron, sambil anda oleskan juga sedikit di jari-jari tangan anda, supaya kalau isi gaibnya ada yang dari golongan hitam atau yang berenergi negatif, maka mahluk halus itu akan pergi menjauh, untuk menjauhkan resiko negatif dari keberadaannya. Jika jelas bahwa perwatakan sosok gaib benda itu tidak baik dan ada memberikan pengaruh negatif, maka sebaiknya segera melakukan pembersihan gaib  (baca juga : Sesaji Untuk Benda Gaib  dan  Pembersihan Gaib 2).



Secara umum, dengan kepekaan rasa, dan dari pengalaman mempelajari kegaiban batu akik, hanya dengan melihat fisik sebuah batu akik saja kita bisa memperkirakan isi sosok gaib yang menghuni di dalamnya dan juga tuahnya, jika ada, tetapi ini hanya berlaku untuk batu akik yang secara alami berpenghuni gaib di dalamnya, bukan untuk batu-batu / jimat isian.

Ada batu-batu tertentu yang masih muda umurnya, biasanya ditandai dengan permukaan batunya yang tidak mengkilap. Biasanya warnanya padat, tidak bening transparan dan tidak tembus cahaya. Walaupun sesudah diasah batunya bisa mengkilap, tetapi mengkilapnya tidak cukup bagus.

Jenis-jenis batu muda ini banyak yang di dalamnya berpenghuni gaib, tetapi kebanyakan mahluk halus tidak betah tinggal di dalam jenis batu muda sehingga jenis batu muda ini tidak cocok untuk dijadikan jimat isian. Batu-batu yang masih muda ini, jika secara alami berpenghuni gaib, biasanya isi gaibnya adalah mahluk halus kelas bawah dan yang kekuatannya rendah. Kebanyakan isinya adalah jenis kuntilanak, bangsa jin yang sosoknya mirip kuntilanak dan bangsa jin berbulu hitam. Mahluk halus yang kekuatannya lebih tinggi biasanya tidak mau tinggal di batu-batu yang masih sangat muda, mereka lebih suka batu yang sudah cukup tua, tapi tidak terlalu tua.

Ada batu-batu tertentu yang sudah cukup tua, tapi tidak terlalu tua, bening tembus sinar, biasanya permukaan batunya mengkilap bagus sesudah diasah. Walaupun batunya mengkilap, tetapi ster-nya tidak kelihatan (mengkilap tapi tidak ada ster-nya). Jenis batu ini mudah untuk menyimpan energi (jika ingin diisi energi atau khodam). Jenis batu ini disukai oleh banyak mahluk halus. Bila sudah berbentuk batu cincin jenis-jenis batu (akik) ini biasanya di dalamnya sudah langsung dihuni gaib. Karena itu bila ingin dengan sengaja mengisi khodam ke batu akik sebaiknya mulai baru dari batu mentah yang diasah menjadi batu cincin. Sesudah jadi, batunya segera disi khodam, karena kalau dibiarkan agak lama batunya akan langsung diisi oleh mahluk halus / khodam lain.

Ada batu-batu tertentu yang sudah sangat tua umurnya, sebagiannya tergolong sebagai batu-batu permata. Biasanya batunya bening transparan tembus sinar. Jika sudah diasah batunya akan mengkilap bagus dan banyak yang muncul garis ster-nya, ada yang ster-nya 4 garis, 5 garis, 6 garis. Jenis batu yang sangat tua seperti itu kurang bagus untuk menyimpan energi dan tidak ada (sedikit sekali) mahluk gaib betah tinggal disitu. Jika batu-batu itu secara alami berpenghuni gaib, biasanya isi gaibnya adalah jenis bangsa jin perempuan yang sosoknya mirip kuntilanak

Jadi kalau anda menginginkan batu-batu yang tidak berpenghuni gaib seharusnya anda memilih batu-batu tua seperti di atas, atau memilih jenis-jenis batu permata yang batunya sudah sangat tua. Tetapi jika menginginkan batu-batu yang berkhodam, atau nantinya akan diisi energi atau khodam, seharusnya memilih batu-batu yang umurnya sudah cukup tua, tetapi tidak terlalu tua dan juga tidak terlalu muda (dikira-kira). Tetapi uraian di atas bukanlah sesuatu yang pasti, karena untuk mengetahui dengan pasti kondisi batunya yang sebenarnya haruslah dengan cara diperiksa satu per satu batunya.

Jenis-jenis batu yang umurnya masih sangat muda, atau yang sudah sangat tua, atau jenis-jenis batu kalimaya, mata kucing, dan batu-batu masakan dan imitasi biasanya tidak berpenghuni gaib dan tidak ada sesosok gaib yang merasa cocok / betah tinggal di dalamnya. Jika pun batu-batu itu sengaja diisi gaib kemungkinannya isi gaibnya itu akan pergi lagi, tidak betah tinggal disitu. Jadi bila anda memiliki jenis-jenis batu itu biasanya batunya kosong tidak berkhodam dan bila anda berniat mengisikan khodam ke dalam sebuah batu sebaiknya tidak menggunakan jenis-jenis batu seperti itu dan tidak juga yang imitasi atau masakan.


Bagi yang hobi mengkoleksi batu akik, mungkin bisa juga mengumpulkan batu-batu mentahnya untuk diasah menjadi batu cincin. Bagi yang masih awam dan yang belum biasa mengasah batu mentah menjadi batu cincin mungkin tidak mengerti jenis-jenis batu yang cocok untuk dijadikan batu cincin. Sebagai petunjuk awal, batu-batu yang cukup tua dan yang dalam kondisi basah batunya mengkilat memantulkan sinar matahari biasanya cukup baik untuk diasah dijadikan batu cincin.

Bagi yang berminat mencari batu-batu akik mentah, sambil piknik berwisata, anda dapat mencarinya di daerah pegunungan berbatu atau di bagian hulu sungai.


Batu Mentah.


Contoh gambar batu mentah, yang sebelah kiri adalah bahan untuk membuat batu akik es (berwarna putih bening transparan), dan yang sebelah kanan adalah bahan untuk membuat batu akik kecubung bintang (setelah jadi, batu cincinnya berwarna hitam bening dan bila diterawang ada bintik-bintik putih di dalamnya seperti melihat bintang-bintang di malam hari).



Batu yang sudah dipotong-potong
dan dibentuk


Dalam proses pembuatannya, batu mentah itu akan dipotong-potong tipis kira-kira seukuran tebal dan lebar batu cincinnya. Potongan batu mentah itu kemudian diasah menggunakan gerinda batu untuk dibentuk lagi menjadi batu cincin. Setelah menjadi berbentuk batu cincin, akan diasah lagi menggunakan potongan bambu atau langsung digosok menggunakan kertas yang mengandung serbuk intan untuk menjadikan batunya mengkilat.


Kebanyakan batu mentah ketika kondisinya belum diasah, masih dalam bentuk bahan mentah, biasanya kosong tidak berisi gaib, tidak berkhodam. Tetapi sesudah batunya diasah menjadi batu cincin kemudian banyak yang batunya itu di dalamnya dihuni gaib dan menjadi khodamnya.

Karena itu anda bila ingin dengan sengaja mengisi khodam ke batu akik sebaiknya mulai baru dari batu mentah yang diasah menjadi batu cincin. Sesudah jadi, batunya segera disi khodam, karena kalau dibiarkan agak lama batunya akan langsung diisi oleh mahluk halus / khodam.

Selain itu ada juga batu-batu asli alam yang aslinya sudah berpenghuni gaib. Ada jenis-jenis batu yang sering sekali berpenghuni gaib, terutama adalah batu-batu yang sudah agak tua, tapi tidak terlalu tua. Contohnya adalah batu ati ayam dan batu kinyang yang berwarna putih atau kuning. Tapi sebaiknya kita hati-hati, jangan asal saja mengambilnya, karena dikhawatirkan batunya berisi mahluk halus yang tidak baik, apalagi yang di batunya ada garis-garis melingkar berwarna hitam. Sebaiknya batunya ditayuh dulu baik-tidaknya untuk anda ambil.

Ada juga penggemar batu akik yang sengaja mencari batu-batu yang memiliki corak gambar tertentu yang unik dan sengaja dicari yang gambarnya khusus, ada yang gambarnya seperti ular naga, keris,
semar, gunung, kuntilanak, pocong, orang sedang sholat, tulisan arab, dsb. Posisi gambarnya bisa di bagian luar batunya, bisa juga di bagian dalamnya. Sesudah itu barulah batunya dibentuk dengan posisi gambarnya mencolok kelihatan. Batu-batu bergambar seperti itu sering dengan sengaja dicari oleh penggemar batu akik. Walaupun batu-batu dengan gambar-gambar tersebut diyakini mempunyai kegaiban tertentu, tetapi sesungguhnya tidak semuanya mengandung kegaiban, karena gambarnya adalah gambar biasa saja yang terbentuk oleh alam. Tapi sebaiknya hati-hati membelinya karena ada juga pengrajin batu imitasi / masakan / adonan yang sengaja membuat gambar-gambar tertentu di dalam batunya.

Ada juga batu mentah yang memiliki lubang (combong) dari atas sampai ke bawah batunya. Ada sebagian orang yang sengaja merekayasa menjadikan sebuah batu menjadi batu combong, sehingga walaupun hasilnya setelah direkayasa itu fisiknya sama dengan batu combong, tetapi aslinya bukanlah batu combong.
Banyak orang yang meyakini batu combong itu bertuah pengasihan / pelet, walaupun sebenarnya tidak semua batu combong bertuah seperti itu, karena untuk memastikan apakah tuahnya benar seperti itu harus diperiksa masing-masing isi gaib batunya. Batu-batu combong itu akan benar memberikan tuah pengasihan / pelet jika batu-batu itu di dalamnya berpenghuni gaib, dan sosok gaibnya memberikan tuah itu.


Sebagai informasi untuk penggemar batu akik, di Jakarta ada pasar khusus batu akik, yaitu Pasar Batu Akik Rawa Bening. Lokasinya di seberang Setasiun Jatinegara. Pasar ini selain menjual batu cincin yang sudah siap pakai, juga menyediakan jasa untuk mengkilapkan batu dan mengasah / membentuk batu mentah menjadi batu siap pakai. Ada juga toko-toko yang menyediakan aksesories untuk dijadikan kalung batu dan tasbih, dan ada juga yang menjual keris atau benda-benda antik lain.

Baca juga : Pasar Batu Akik Rawa Bening.


 Tips :

Untuk merawat / membersihkan logam cincin anda bisa menggunakan sikat gigi dan odol untuk menggosoknya, tetapi odolnya  jangan  yang mengandung herbal atau sari-sari tumbuhan, karena dapat merusak warna logamnya menjadikannya belang berwarna kehitaman. Penggunaan sikat gigi dan odol itu juga dapat untuk membersihkan benda-benda logam lain seperti jam tangan (yang kedap air), kalung, dsb.

Batu-batu cincin yang berhawa aura panas, seperti batu mata kucing, tapak jalak dan kalimaya, pada sebagian orang yang sensitif batu-batu itu dapat menyebabkannya sakit panas dalam yang juga dapat menyebabkannya mudah mengalami radang tenggorokan, radang saluran pernafasan, sariawan, kerontokan rambut dan pikiran cepat lelah / penat. Untuk mengurangi efek hawa aura panas itu dapat dilakukan dengan mencelupkan beberapa saat sebatas batunya ke dalam air teh tubruk dingin (bukan teh celup).

Ikatan cincin yang terbuat dari emas, perak dan kuningan, sebaiknya jangan dicelupkan / direndam di dalam air kelapa, air teh tubruk, dan air fermentasi, karena logamnya bisa menjadi berkarat (tiengan), menjadikannya belang berwarna coklat kehitaman / kehijauan.


Tambahan :

Penulis menemukan ada jenis-jenis batu yang disukai oleh mahluk halus / khodam golongan hitam, contohnya batu berwarna seperti hijau / kuning fosfor dan coklat madu. Mungkin tidak semua batu-batu sejenis itu berisi mahluk halus golongan hitam, harus diperiksa dulu satu per satu batunya, tapi memang ada banyak batu jenis itu yang berisi mahluk halus golongan hitam. Jenis batu seperti itu sebaiknya dihindari, kecuali anda berniat memiliki khodam golongan hitam.

Bila anda memilikinya sebaiknya batunya anda tayuh apakah batunya benar berisi mahluk halus golongan hitam atau tidak.

Contoh batunya :









https://sites.google.com/site/thomchrists/Benda-Benda-Gaib-dan-Bertuah/batu-akik/Clip-372.jpg


Ada pertanyaan :  Bagaimana tips memilih batu akik yang asli, bukan yang imitasi atau masakan ?

Jawab :
Untuk lebih pasti menilai apakah sebuah batu adalah asli ataukah itu adalah masakan atau imitasi memang haruslah dengan teknik ilmu bebatuan. Dan Penulis bukanlah ahlinya.

Tapi secara pribadi ketika memilih-milih batu cincin Penulis menggunakan teknik olah rasa, yaitu dengan kepekaan rasa dideteksi apakah batunya memberikan setruman di tangan ketika batunya dipegang. Sesudah itu batunya diterawang apakah berisi khodam / mahluk halus.

Dengan asumsi bahwa khodam / mahluk halus tidak mau tinggal di dalam batu masakan / imitasi, ketika batunya dideteksi berisi khodam, maka kemungkinan besar batu itu adalah asli, bukan imitasi / masakan. Bila batunya berkhodam, maka Penulis berasumsi bahwa batu itu asli, bukan masakan atau imitasi.

Tapi asumsi itu tidak bisa begitu saja diterapkan untuk semua batu, karena ada juga batu-batu yang asli tetapi tidak dihuni gaib, seperti batu-batu yang masih sangat muda umurnya atau yang sudah sangat tua. Jadi bila sebuah batu didereksi tidak berkhodam, bukan berarti batunya itu imitasi atau masakan. Mungkin saja batunya itu masih sangat muda umurnya atau malah sudah sangat tua. Dan batu-batu seperti batu mata kucing atau kalimaya biasanya kosong tidak berkhodam, walaupun batunya asli dan mengandung energi atau ada setrumannya.

Memilih batu mata kucing dan kalimaya harus ekstra hati-hati dan teliti, karena jenis-jenis batu itu banyak yang imitasi.




 
 
Batu Ruby

Batu hitam
 
Batu Merah Siam

Batu Merah Siam
 
Batu Merah Siam Rose

Batu Biduri Bulan
 

 
Batu Hitam Bulu Macan
 
Batu Pirus Urat Emas
 
Batu Pirus Urat Emas
 

Batu hijau
 
Batu Es Kristal

Batu Kinyang Sulaiman


 


https://sites.google.com/site/thomchrists/Benda-Benda-Gaib-dan-Bertuah/batu-akik/TC%203-1.jpg

https://sites.google.com/site/thomchrists/Benda-Benda-Gaib-dan-Bertuah/batu-akik/TC%203-2.jpg


Comments