Obrolan Santai

 Benda Gaib dan Jimat

 

Halaman ini berisi ringkasan dan editan tanya jawab Penulis dengan pembaca tentang benda-benda gaib, yang di dalamnya sudah ditambahkan uraian dan penjelasan seperlunya. Mudah-mudahan berguna untuk menambah pengetahuan.


-----------------



 A :
Dari artikel2 njenengan, saya 'belum / tidak' menemukan, efek atau akibat pukulan yg mengandung kekuatan khodam / gaib (mungkin saya tdk menemukan di artikel yg mana, tapi memang belum ketemu yg membahas hal tsb).
Yg selalu jadi perdebatan juga diskusi kami, efek / akibat pukulan yg berisi kekuatan gaib dari khodam pasti jauh lebih dahsyat dari pukulan yg berisi tenaga dalam (baik semi maupun murni). Meski gaibnya tingkat rendah (genndruwo).... Apakah pernyataan ini benar romo..?

Pertanyaan selanjutnya dari kami adalah:

1. Bagaimana efek akibat pukulan yg berisi kekuatan khodam setingkat WK (seperti punya saya) dan bagaimana pula untuk yg setingkat MD bila yg kena sasaran adalah orang awam / biasa (berdasarkan pengalaman dan pengetahuan romo.. apakah pingsan atau lebih berat lagi..?)
Pertanyaan ini amat penting dan jawaban dari romo bisa menjadi dasar bagi saya utk 'berhati hati'.. karena berkaitan dg hukum / polisi.. dll.

2. Dari beberapa 'jimat' saya, yg manakah yg paling "ampuh" utk pukulan (memukul), dan yg mana yg paling bagus 'menerima' pukulan (benteng yg kuat), disini asumsi pukulan (yg memukul) adalah orang biasa dan orang bertenaga dalam (merpati putih maupun satria nusantara).

3. Jika saya pas membawa semua, WK-tapak jalak-besi kuning cacing kanil-kol buntet puser (yang semuanya berwatak 'keras') dan mendapat serangan.. menurut njenengan, jimat mana yg mesti / selalu paling dulu bereaksi paling cepat menjadi benteng / sebagai tameng...?
Dan jika kemudian saya balas memukul.. bagaimana nggih romo.. apa kekuatan jimat tsb bersamaan (menyatu) kekuatannya.. ataukah tetap 'sendiri2'... atau yg paling duluan 'bereaksilah' yg kekuatannya terpakai..

Mohon pencerahannya..
Pertanyaan saya didasarkan pada kegiatan / pekerjaan saya sbg tour organiser, mengantar kunjungan dll ke luar jawa.. dimana biasanya ada yg minta diantar (sbg service) ke tempat2 seperti karaoke dll, yang mana selalu ada 'bahaya' dll. ................
Pernah di ....... ada yg tiba2 menyerang rombongan kami, dg botol2.. tapi syukurlah tidak ada yg kena.. Nah itulah romo, mengapa saya seperti 'cerewet' tanya terus ke njenengan.. karena hidup dan kerja saya selalu di area berbahaya.. dan di daerah kekuasaan 'orang''.

Terakhir.. apakah khodam dari jimat2 saya tdak 'marah' atau tersinggung, jika dalam kerja saya kadang dibawa ke tempat2 seperti itu (karaoke-diskotek dll)... meski saya tdak ikut minum alkohol dll..?

Menurut njenengan, jimat manakah yg paling cocok dan sesuai (bisa menerima dan tetap berfungsi coca-cola). dibawa untuk ''ngawal" ke tempat2 tersebut..?
Sekali lagi mohon romo memberi arahan-nasehat dan pencerahan..
Nuwun.


 J :
Untuk keperluan berkelahi efektivitas pengaruh khodam / jimat yang dirasakan oleh manusia tergantung pada sifat kegaibannya yg tergantung juga pd sifat karakter gaibnya yang juga tergambar pada bentuk wujud / sosok gaibnya.

Secara umum semua jenis khodam dan jimat memberikan pengaruh gaib terhadap manusia pemiliknya / pembawanya ketika berada dalam kejadian perkelahian, yaitu menambah semangat dan keberanian, menambah kecepatan gerak, menambah kekuatan untuk bertahan dan kekuatan untuk menyerang dan tidak begitu merasakan sakit ketika diserang dan rasa sakitnya akan lebih cepat hilang, juga menjadikan pukulan / serangan si manusia mengandung kekuatan gaib.

Dalam perkelahian sifat pengaruh khodam dan jimat yang berhubungan dgn kekuatan untuk bertahan dan kekuatan untuk menyerang itu ada 2 jenisnya :
1. Yg pengaruh gaibnya dominan bersifat menyatu dgn kekuatan fisik manusia.
2. Yg pengaruh gaibnya dominan bersifat menambah kegaiban pada kekuatan menyerang manusia.


1. Yg pengaruh gaibnya dominan bersifat menyatu dgn kekuatan fisik manusia dominan berasal dari khodam yg karakternya menonjolkan kekuatan dan kegagahan, terutama berasal dari khodam yg sosoknya spt manusia laki-laki kekar bertelanjang dada, yg sosoknya spt manusia laki-laki tinggi besar, yang sosok seperti raksasa dan sosok berbulu hitam tinggi besar.

2. Yg pengaruh gaibnya dominan bersifat menambah kegaiban pada kekuatan menyerang, yaitu menambah kegaiban pada pukulan / serangan si manusia, dominan berasal dari khodam selain yg sosoknya spt manusia
laki-laki kekar bertelanjang dada.


Secara umum kedua sifat pengaruh gaib di atas berasal dari 2 jenis sosok gaib / khodam, yaitu :
1. Yang sosoknya spt manusia
laki-laki kekar bertelanjang dada.
2. Selain yang sosoknya spt manusia
laki-laki kekar bertelanjang dada

Penjelasannya sbb :


1. Khodam yang sosoknya spt manusia laki-laki kekar bertelanjang dada.

Mahluk halus yg sosoknya spt manusia laki-laki kekar bertelanjang dada kebanyakan karakternya keras dan menonjolkan kekuatan dan kegagahan, dan jika berkelahi dengan mahluk halus lain akan cenderung bertarung secara frontal mengadu kekuatan dan ketahanan tubuhnya. Sebagai khodam, jenis ini lebih dominan menambah kekuatan dan ketahanan fisik manusia. Khodam jenis ini lebih pasif dalam menolak serangan gaib, lebih dominan menambah ketahanan tubuh manusia dalam menerima serangan gaib.

Sedangkan mahluk halus jenis lain tidak semuanya menonjolkan kekuatan dan ketahanan tubuh. Jika bertarung dengan mahluk halus lain mereka lebih banyak mengandalkan kegesitan, kelincahan dan kekuatan pukulan untuk mengalahkan lawannya. Sebagai khodam, jenis ini lebih dominan menambah kekuatan gaib pada pukulan / serangan si manusia. Khodam jenis ini lebih aktif dalam menolak serangan gaib, serangan gaib dan serangan yang mengandung kekuatan gaib akan lebih dulu dihadapinya.

Bila ada sesosok gaib yang sosoknya seperti manusia laki-laki tinggi besar, tubuh dan wajahnya seperti manusia, berbadan kekar dan bertelanjang dada, kulitnya coklat gelap atau kemerahan, kepalanya botak, biasanya perwatakannya keras, menonjolkan kekuatan dan kegagahan, cocok untuk menjadi khodam kekuatan dan kekebalan.
Jika menjadi khodam dari suatu benda gaib, biasanya sosok ini akan tetap berdiam di dalam benda gaibnya,
menjadi khodam kekuatan / kekebalan, tidak keluar mendampingi manusia pemiliknya.
Jika menjadi khodam ilmu / pendamping, biasanya sosok ini akan berdiam di dalam tubuh manusia, menjadi khodam kekuatan / kekebalan, tidak keluar mendampingi manusia pemiliknya.


Ketika si manusia berkelahi, khodam pendamping atau khodam jimat yg sosoknya spt manusia laki-laki kekar bertelanjang dada di atas kegaibannya akan menyatu dgn kekuatan fisik manusia, membuat tubuh si manusia terasa kuat, berkekuatan besar untuk bertahan dan berkekuatan besar untuk menyerang.

Ketika bertahan dari serangan fisik, pengaruh gaibnya menjadikan tubuh si manusia lebih tahan pukul, tubuh tidak mudah cidera dan jika cidera akan lebih cepat sembuhnya, dan ada yang efeknya sampai membuat tubuh manusia kebal terhadap serangan senjata tajam.
Ketika menyerang, pengaruh gaibnya menjadikan kuat pukulan si manusia dan membuat cidera berat pada fisik lawannya.

Jenis khodam ini juga menambah kegaiban pada pukulan / serangan si manusia, tetapi
karena khodam jenis ini pengaruh gaibnya lebih dominan menambah kekuatan fisik tubuh manusia, maka kadar tambahan kegaiban pukulannya tidak sebaik khodam yang sosoknya selain yg spt manusia kekar bertelanjang dada, lebih banyak berupa tambahan kekuatan pukulan.

Kelemahannya adalah jenis gaib / khodam yg sosoknya spt manusia kekar bertelanjang dada kebanyakan kekuatan gaibnya lebih rendah daripada jenis gaib lainnya, sehingga jika lawannya menggunakan tenaga dalam, atau aji-aji kesaktian, atau lawannya menggunakan khodam / jimat, kebanyakan kekuatan gaibnya lebih tinggi daripada kekuatan gaib si khodam, sehingga khodam itu tidak mampu melindungi si manusia yg bisa menyebabkan si manusia mengalami luka dalam, kerusakan saraf atau cidera sukmanya (bisa pingsan, linglung, lupa ingatan, kelumpuhan, dsb). Khodam jenis ini lebih cocok untuk perkelahian yang pada lawannya tidak ada unsur kekuatan gaib.

Jika seseorang menggunakan jenis khodam yang seperti ini, mungkin kelihatannya selama dan sesudah perkelahian itu dia tidak menderita luka, tetapi mungkin saja sebenarnya dia menderita luka dalam, jika lawannya
itu menggunakan tenaga dalam, atau khodam dan jimat yang kekuatan gaibnya lebih tinggi daripada kekuatan gaib khodamnya itu.


2. Khodam selain yang sosoknya spt manusia kekar bertelanjang dada.

Khodam jenis ini pengaruh gaibnya lebih dominan bersifat menambahkan kegaiban pada pukulan / serangan si manusia, menjadikan pukulan / serangan si manusia mengandung kekuatan gaib.
Khodam selain yg spt manusia kekar bertelanjang dada, ketika si manusia berkelahi, kegaibannya juga akan menyatu dengan kekuatan fisik si manusia, menambah kekuatannya, tetapi kadarnya tidak sebaik khodam yang spt manusia kekar bertelanjang dada.

Ketika bertahan dari serangan fisik, pengaruh gaib jenis khodam ini juga menjadikan tubuh si manusia terasa kuat, tahan pukul, tubuh tidak mudah cidera dan jika cidera akan lebih cepat sembuhnya. Ketika menyerang, pengaruh gaibnya juga menjadikan pukulannya kuat dan membuat cidera fisik pada lawannya. Tetapi kadar pengaruh gaibnya tersebut terhadap ketahanan fisik dan kekuatan serangan
fisik si manusia tidak sebaik khodam yang sosoknya spt manusia kekar bertelanjang dada.

Jenis khodam selain yg sosoknya spt manusia kekar bertelanjang dada pengaruh gaibnya lebih dominan kegunaannya untuk menyerang, bersifat menambahkan kegaiban pada kekuatan fisik manusia, menjadikan pukulan dan serangan si manusia mengandung kekuatan gaib yang dominan bersifat menciderai bagian dalam tubuh lawannya yg bisa menyebabkan si manusia lawannya mengalami luka dalam, kerusakan saraf atau cidera sukmanya (bisa
menyebabkan lawannya pingsan, gegar otak, linglung, lemah ingatan, kelumpuhan, mati, dsb).



Jadi masing-masing jenis sosok gaib / khodam mempunyai sifat pengaruh sendiri-sendiri terhadap manusia ketika sedang berkelahi.

Jenis khodam yg sosoknya spt manusia kekar bertelanjang dada pengaruh gaibnya lebih dominan bersifat fisik, membuat tubuh si manusia terasa kuat, berkekuatan besar untuk bertahan / menyerang, tetapi kemampuannya melindungi manusia menjadi terbatas jika serangan lawannya mengandung kekuatan gaib, karena khodam jenis itu kebanyakan kekuatan gaibnya lebih rendah daripada jenis gaib lainnya. Jadi khodam jenis ini lebih cocok untuk perkelahian yang pada lawannya tidak ada unsur kekuatan gaib.

Sedangkan jenis khodam selain yg sosoknya spt manusia kekar bertelanjang dada pengaruh gaibnya lebih dominan kegunaannya untuk menyerang, menjadikan pukulan / serangan si manusia mengandung kekuatan gaib, dan karena kebanyakan gaib jenis itu lebih tinggi kekuatannya daripada yg sosoknya spt manusia kekar bertelanjang dada, jika si manusia memiliki kemampuan ilmu gaib, khodamnya itu bisa digunakan untuk mengusir keberadaan khodam lawannya yg sosoknya spt manusia kekar bertelanjang dada.

Jadi keberadaan khodam / jimat yang isi gaibnya spt manusia kekar bertelanjang dada maupun yang isi gaibnya selain yg sosoknya spt manusia kekar bertelanjang dada sifatnya tidak saling menggantikan, tetapi saling melengkapi, karena masing-masing mempunyai kelebihan dan kelemahan sendiri-sendiri dalam pengaruhnya terhadap manusia.

Jadi jika seseorang memiliki
khodam / jimat untuk kekuatan berkelahi sebaiknya bisa mengetahui dan bisa membedakan sisi kegaiban di dalamnya, selain mengetahui tingkat kekuatannya, juga sifat kegaibannya yang tergambar pada bentuk wujud sosok gaibnya, karena masing-masing mempunyai sifat sendiri-sendiri dalam pengaruhnya terhadap pemiliknya / pembawanya.


Serangan tenaga dalam masing-masing ada tingkatan kekuatannya sendiri-sendiri dan sifat serangannya juga sendiri-sendiri.
Serangan tenaga dalam yang bersifat kekerasan kekuatan pukulan, serangannya lebih bersifat merusak fisik, akan baik dihadapi oleh khodam / jimat yang sosok gaibnya seperti manusia kekar bertelanjang dada.
Serangan tenaga dalam murni, serangannya lebih bersifat gaib, lebih bersifat merusak tubuh bagian dalam, akan baik dihadapi oleh khodam / jimat yang sosok gaibnya selain yang seperti manusia kekar bertelanjang dada.
Kalau serangan dengan tenaga dalam itu bersifat kombinasi, selain merusak fisik tapi juga merusak tubuh bagian dalam, berarti menahannya juga dengan kombinasi khodam yang untuk bertahan, sekaligus juga yang untuk menahan serangan gaib.

Tetapi penggunaan khodam untuk menangkal serangan tenaga dalam atau ilmu gaib lawan, baik yang merusak fisik maupun yang merusak tubuh bagian dalam, akan lebih baik kalau sebelumnya kekuatan khodamnya digunakan untuk menghapuskan tenaga dalam atau ilmu gaib lawan, sehingga kemudian serangan lawannya itu hanya akan menjadi serangan biasa saja yang tidak mengandung tenaga dalam dan ilmu gaib, sedangkan serangan kita sendiri tetap berbahaya, karena kita sendiri masih berkhodam.


Jadi untuk jimat berkelahi dalam kondisi umum sehari-hari, paling baik adalah yang kekuatan gaibnya tinggi dan sosoknya seperti manusia berbadan kekar dan bertelanjang dada.
Tetapi jika berurusan dengan serangan gaib, lebih baik menggunakan khodam yang berkekuatan tinggi dan sosoknya selain yang seperti manusia bertubuh kekar dan bertelanjang dada (karena yang sosoknya seperti manusia bertubuh kekar dan bertelanjang dada sifatnya lebih pasif
menunggu serangan dan biasanya kekuatan gaibnya lebih rendah daripada jenis khodam yang lain).

Tetapi efektivitas pengaruh gaib khodamnya / jimatnya juga tergantung pada tingkat kesempurnaan kegaiban khodamnya dan tingkat penyatuan khodamnya dengan manusia pembawanya.

Tingkat penyatuan khodam dgn orangnya akan besar terjadi pada orang-orang yang meyakini keampuhan khodamnya dan yang merawat khodam / benda gaibnya dan pada orang-orang yang bisa berinteraksi batin dengan khodamnya (saling menunjukkan perhatiannya sehingga terjadi keselarasan kehendak dan perbuatan).

Unsur interaksi batin ini sifatnya penting, walaupun dalam suasana bercanda dan tidak ada unsur niat untuk menyerang, dan walaupun sifatnya tidak disengaja, tepukan tangan kita saja sudah mengandung kekuatan gaib, apalagi jika di dalamnya ada unsur kita menunjukkan kekuatan. Walaupun sifatnya tidak disengaja, tepukan tangan atau tamparan kita bisa menyebabkan orang lain merasakan sakit, mengalami luka dalam, kerusakan saraf atau cidera sukmanya (bisa sakit, pingsan, linglung,
lemah ingatan, lumpuh, dsb).

Jadi kalau kita mempunyai khodam pendamping, memakai cincin batu akik berkhodam, atau mengantongi benda jimat, sebaiknya kita selalu berwaspada atas perilaku kita sendiri, jangan sampai walaupun tidak disengaja, tetapi berakibat panjang. Jika kekuatan khodamnya rendah, mungkin akibatnya tidak begitu dirasakan. Tapi semakin tinggi kekuatan khodamnya, semakin fatal akibatnya.

Khodam dari golongan hitam tidak menjadi masalah jika si manusia senang berfoya-foya, berhura-hura atau berbuat asusila, selama dia merasa dibutuhkan oleh si manusia.
Tetapi khodam dari golongan putih akan menjadi berkurang penyatuannya dengan si manusia, tidak bersimpati, jika si manusia senang berfoya-foya, berhura-hura atau berbuat asusila, walaupun khodamnya sadar dia dibutuhkan oleh si manusia.

Tetapi hal di atas tidak hanya sebatas apa yang diperbuat oleh si manusia, tetapi juga sikap batin si manusia dan lingkungannya. Kalau anda tidak ikut berbuat dan hanya menjadi bagian dari pekerjaan anda saja, mungkin
khodam2 anda bisa memahami, tetapi jika anda ikut memprovokasi, atau memfasilitasi, maka bisa dianggap anda pro dgn perbuatan2 itu. Tetapi tingkat pengaruh perbuatan2 anda thd khodam2 anda saya belum bisa memastikannya, karena sifatnya relatif, tergantung masing2 individu khodamnya.

Uraian di atas, walaupun tidak eksplisit disebutkan, tetapi sebenarnya sudah implisit terkandung dalam uraian mengenai kesaktian mustika / jimat dan mahluk halus dan tulisan2 lain yg terkait dgn khodam dan mahluk halus. Tapi pertanyaan anda ini bagus sekali untuk diulas lebih lanjut dan diuraikan dalam tulisan saya.

Mengenai benda2 gaib anda, mana yg paling cocok untuk anda bawa dan mengenai pengaruh gaibnya, silakan dipertimbangkan sendiri berdasarkan uraian di atas.


 A :
Maturnuwun Romo, beberapa hari ini, email dari njenengan efek pukulan berisi khodam, menjadi bahan diskusi kami.
Secara jelas dan gamblang sudah njenengan paparkan, yg intinya pada bentuk / sosok gaibnya dst..
Ada sedikit pertanyaan dari kami, berdasarkan pada pengalaman rekan yg punya jimat (yg sosok besar telanjang dada), dimana beliaunya sering berkelahi, baik dg orang jalanan (pemabuk) atau dg tantangan sesama pendekar, itu dulu sewaktu masih kuliah / muda.

Si A dan si B dan teman2nya sering berkelahi, baik duel 1-1 atau dalam pengeroyokan.
Kedua beliau ini, andalannya WK.
Si A wk berbentuk gada sebesar pentol korek api,
Si B wk dg bentuk tidak bagus tapi sebesar pentol korek api juga.

Beliau2 ini bercerita (juga diceritakan teman2nya yg pernah bersama2 tarung) tidak pernah terluka sedikit pun, padahal di awal 70 an- 80 an, tarung dg pakai samurai-golok-pipa besi dll, tarung bebas lah.. Jelas lawan2 beliau ada yg tenaga dalam ada yg kombinasi.
Memang lawan yg dipukul ada yg tidak roboh dalam sekali pukul.. Tapi entri poinnya,. beliau2 tidak luka-lecet sedikitpun.

Kesaksian teman2nya yg pernah dipinjemi si A untuk duel, dan pernah kena bacok di kepala dari belakang, yg terjadi adalah seperti besi berpijar, yg akhirnya lawan yg ngeroyok menyerah.
Anaknya si B menuturkan bahwa wk yg bentuknya jelek itu dipinjamkan ke sepupu, yg TNI di Aceh, dikepung GAM, diberondong sampai baju dan celananya jebol semua, tapi sepupu TNI tsb tidak luka dan tidak cedera sama sekali.

Si A pernah dikeroyok dan dikepruki dg botol, balok dll, tidak luka dan cidera..& masih banyak lagi, dimana jimat andalan beliau adalah WK tapi bukan berbentuk kepompong (bentuk gada), dan jimat tsb tidak hanya dipakai oleh beliau sendiri tapi juga pernah dipakai oleh orang lain.

Berdasar hal tsb. (maaf romo, ini true story...soal ada yg dilebih2kan mungkin ada lah..) kami melihat dlm kehdupan / perkelahian nyata, jimat2 tsb bisa 'berfungsi' luar biasa.. :
1. Ini sbg tambahan informasi atau cerita untuk njenengan.. tentunya romo javanese lebih banyak pengalaman dibanding kami
2. Dgn jimat WK seperti si B dimana wk tsb menurut beliau sendiri kesaktiannya masih setingkat di bawah kepompong yg sekarang diwariskan ke anaknya ternyata bisa pilih tanding, nah gimana menurut romo dg fakta di atas.
3. Apakah pengalaman di atas itu terjadi karena sang pemilik wk amat yakin dg jimatnya atau lawannya tidak punya jimat ampuh (meski sebenarnya mustahil kalo lawannya tidak punya.. karena mereka juga orang2 pilih tanding).... ??
4. Bukti-fakta di atas, mungkin bisa panjenengan beri sedikit 'garis bawah' plus pencerahan bagi kami, tentang dimana letak 'keluar-biasaan' jimat tsb shg bisa berfungsi optimal (pukulan ampuh-kebal dll)..dan juga panjenengan sbg yg ahli & lebih paham soal 'kegaiban' tentunya ada pencerahan sendiri terhadap cerita fakta di atas.

 J :
Yg anda ceritakan itu ya memang begitulah yg banyak terjadi tentang kegaiban benda2 yg tuahnya untuk kekuatan berkelahi, yg kegaibannya menyatu dgn fisik. Walaupun tidak semuanya bisa cocacola, tidak semuanya bisa dites kebal kapan saja, sbg jimat kekebalan, tetapi sebagian ada yg berpotensi menjadi jimat kebal.

Walaupun sebuah benda gaib sebenarnya tidak kuat kegaibannya, tetapi jika orangnya benar2 meyakini keampuhannya, maka benda itu bisa benar2 ampuh bertuah. Dengan begitu orangnya sdh mengsugesti dirinya sendiri dan bendanya untuk ampuh. Itu yg disebut kekuatan sugesti.

Kekuatan sugesti itu penting sekali. Baik kita mempunyai benda gaib dalam bentuk batu akik, mustika, jimat isian, keris atau khodam pendamping, dengan adanya kekuatan sugesti tsb maka benda2 dan khodam kita juga akan tersugesti untuk menunjukkan keampuhannya. Seringkali kekuatan sugesti inilah yg membedakan kadar tuah dari sebuah benda gaib / khodam, bukan kekuatan khodamnya itu sendiri.

Walaupun benda2 gaib dan khodam seseorang biasa saja kualitasnya, tapi dgn adanya kekuatan sugesti itu, maka benda2 dan khodamnya akan kelihatan ampuh bertuah.
Sebaliknya, tanpa adanya kekuatan sugesti, walaupun benda2 dan khodam yg dimiliki seseorang kadar kualitasnya tinggi, seringkali orangnya tidak bisa merasakan / membuktikan keampuhannya.

Tanpa adanya kekuatan sugesti, tanpa adanya keyakinan akan keampuhannya, seringkali sebuah benda gaib / khodam menjadi lemah tuahnya, karena tidak tersugesti untuk menunjukkan kekuatannya.
Dengan kondisi yg demikian ini tidak ada gunanya orang itu mencari2 jimat yg ampuh, karena nantinya jimat yg ampuh itu di tangannya akan lemah juga tuahnya. Tapi di tangan orang lain yg sangat meyakini keampuhannya, jimat itu akan menjadi benar2 ampuh.

Kondisi itu bisa disamakan dgn kita sendiri. Kita akan mjd lebih tersugesti bekerja ketika berada di bawah seorang atasan yg yakin dgn kemampuan kita, yg percaya bhw kita mampu. Dengan cara itu dia telah menunjukkan apresiasinya kpd kita yg mengsugesti kita untuk menunjukkan kemampuan kita yg terbaik. Sebaliknya, mungkin kita akan lemah semangatnya jika berada di bawah atasan yg tidak yakin dgn kemampuan kita, apalagi yg menyepelekan kita dan sering mencari orang lain yg lebih baik untuk dijadikan bawahannya untuk menggantikan kita.

Benda2 gaib yg tuahnya untuk kekuatan / kekebalan, kalau sedang digunakan berkelahi dgn orang lain, walaupun lawannya punya jimat berkelahi yg kekuatannya lebih tinggi, biasanya jimatnya masih bisa memberikan efek kekebalan, tetapi pukulan lawannya akan dirasakan sakit, walaupun tidak terluka. Tapi biasanya juga rasa sakitnya cepat hilangnya.
Tapi kalau lawannya kosongan saja, biasanya pukulannya tidak terasa sakit, cuma terasa panas saja.

Karena itu kalau sadar lawannya ada menggunakan kekuatan gaib, seharusnya tidak dilawan dgn pukulan / serangan yg lebih kuat, tapi dgn melunturkan / menghapuskan kegaiban lawannya lebih dulu, baru kemudian diserang.

Tapi tidak semua orang murni mengandalkan jimat, karena sebagiannya juga selain jimatnya, mereka juga mengandalkan ilmu / amalan gaib yg untuk berkelahi, mungkin juga punya khodam ilmu / pendamping, shg kegaibannya mjd berlipat2.

Selain itu ada juga yg di dalam badannya sdh ada khodam kekuatan atau susuk, shg walaupun tidak membawa jimat, ketika berkelahi orang itu bisa kuat dan bisa kebal senjata tajam, apalagi kalau membawa jimat.


 A :
Maturnuwun atas penjelasannya.
Untuk khodam yg ada di dalam badan saya apakah bersifat pasif ataukah aktif nggih romo..?? (dlm email njenengan khodam yg sosok bertelanjang dada / khodam kekuatan fisik, bersifat pasif)
Karena bukan benda (berwujud), cara sederhana utk menayuhnya gimana nggih.. karena ketika saya meditasi utk komunikasi dg membayangkan bertemu khodam tsb, yg selalu muncul sepertinya khodam yg lainnya.
Mohon petunjuk romo javanese..
Nuwun

 J :
Khodam di badan anda sosoknya seperti bapak2 berjubah, bersifat aktif untuk berkelahi, bukan untuk penjagaan gaib. Tapi kalau anda merasa ada ancaman gaib, dia juga akan tersugesti untuk bertindak memberikan penjagaan gaib.

Karena sosoknya bapak2 berjubah, sifat alaminya seharusnya dia aktif mjd khodam pendamping untuk penjagaan gaib dan untuk berkelahi. Tapi karena sejak awal sifatnya adalah "isian" ke dalam badan, maka dia akan dominan bersifat kekuatan fisik, bukan penjagaan gaib. Tapi kadar pengaruh gaibnya terhadap kekuatan fisik tidak sebaik yg sosoknya manusia kekar bertelanjang dada.

Kalau mjd khodam jimat, sosok bapak2 berjubah itu biasanya aktif mjd khodam pendamping untuk penjagaan gaib dan bisa juga untuk berkelahi dan akan tetap aktif walaupun bendanya ditinggal di rumah.
Tetapi yg sosoknya manusia kekar bertelanjang dada hanya akan aktif kalau bendanya dibawa / dipakai, dan lebih dominan untuk kekuatan fisik, bukan penjagaan gaib.

Khodam di dalam badan memang biasanya lebih sulit untuk diterawang sosoknya, tapi akan lebih terasa dalam hal kontak batin. Biasanya sosok gaib di dalam badan akan sering memberikan gambaran gaib, sering menjawab pertanyaan2 kita dan sering memberikan ide / ilham ketika kita sedang melamun, walaupun kita tidak tahu ide / ilham itu asalnya darimana.

Untuk menayuhnya sama saja caranya dgn yg untuk khodam2 lain, hanya saja perhatiannya difokuskan ke khodam yg di dalam badan.


---------------


 A :
Selamat sore, Pak.
Saya penasaran mau bertanya tentang tingkat kekuatan khodam dalam mustika.
Menurut penuturan orang2 yg sering saya baca, mirah delima itu kuat karena itulah mirah delima ini sering dicari orang.

Dan Bapak sering menggambarkan kekuatan sebuah mustika atau sesosok makhluk ghaib setingkat dengan 40 kali mirah delima atau 60 kali mirah delima (md).

Apakah mirah delima ada 2 macam, Pak?; md yang biasa saja (yg sering bapak buat perbandingan), dan md yang hebat yg dicari2 orang?

 J :
Sebenarnya apa yg anda sampaikan itu sudah banyak pembaca lain yg menanyakannya. Penjabarannya sudah saya tuliskan dlm halaman berjudul Kesaktian Mustika dan Kesaktian Mahluk Halus.

Sebenarnya itu sudah mjd pandangan umum, terutama di kalangan pelaku ilmu gaib dan kanuragan, bhw benda2 istimewa yg bisa untuk kekebalan dianggap sbg jimat nomor 1, karena kebanyakan orang hanya menonjolkan tuahnya saja, tapi tidak bisa mengukur kekuatannya. Sedangkan orang2 awam hanya ikut2an saja, karena memang tidak tahu. Tapi kalangan kebatinan bisa meng-amin-i pernyataan saya itu, karena secara kebatinan sedikit banyak mereka bisa mengukur kekuatan mahluk halus dan jimat / susuk, termasuk bagaimana menangkalnya.

Merah delima hanya ada 2 macam, yg kegaibannya sempurna dan yg kegaibannya tidak sempurna.

Baik kondisi kegaibannya sempurna maupun yg tidak sempurna, kekuatan khodamnya sama. Tetapi yg kegaibannya sempurna bisa menunjukkan keistimewaannya sbg sebuah mustika, antara lain bisa untuk kekebalan.

Untuk menunjukkan kekuatan khodamnya memang harus dibuktikan secara langsung.

Contohnya, benda2 gaib yg untuk kerejekian, yg khodamnya spt ibu2 jawa, 40 atau 60 md, bisa melunturkan kekebalan md, bahkan bisa mengosongkan / mengusir pergi khodam md. Tapi sebaliknya khodam md tidak bisa mengosongkan / mengusir khodam ibu2 itu.
Dari situ sudah kelihatan kalau khodam ibu2 itu lebih kuat daripada khodam md.

Begitu juga dgn keris jawa yg tuah utamanya untuk kerejekian, yg khodamnya 60 md. Keris itu akan bisa melukai orang yg kebal karena md, bahkan bisa mengosongkan / mengusir pergi khodam md-nya. Tapi sebaliknya khodam md itu tidak bisa mengosongkan / mengusir khodam keris itu. Dari situ juga kelihatan bhw khodam keris itu lebih kuat daripada khodam md.

Ada kasus sebuah keong buntet hitam yg ampuh untuk kekebalan, kekuatan khodamnya 20 md.
Ternyata kemudian tuah kekebalan keong buntet itu luntur, bahkan khodamnya mjd kosong setelah keong buntet itu dibawa masuk ke dalam sebuah rumah yg ada pagaran gaibnya 40 md. Tapi keong buntet lain yg kekuatan khodamnya 70 md, yg dianggap tidak ampuh karena tidak bisa untuk kekebalan, ternyata aman2 saja bendanya dibawa keluar masuk rumah itu.

Juga ada kasus wesi kuning yg ampuh untuk kekebalan, ternyata kemudian tuah kekebalannya itu luntur, setelah dalam penyimpanannya disatukan berdampingan dengan batu akik berkhodam yang dianggap biasa saja kekuatannya.

Memang untuk pembuktiannya harus dilakukan secara nyata seperti contoh di atas.
Tapi saya tidak bermaksud membuat orang kemudian menyesal, hanya sebagai peringatan saja supaya berhati2, sayang kalau kemudian benda2 istimewa yg bisa untuk kekebalan itu kemudian hilang keampuhannya karena ketidaktahuannya (atau karena kesombongannya).
Kasus2 di atas dialami sendiri oleh beberapa pembaca yg memiliki benda2 tsb.



-----------







 



Comments