1327days since
Company Picnic

Wise words

Memanfaatkan Window Dressing Reksa Dana Saham

Anda seorang investor reksa dana saham? Jika ya, saya yakin sekali bahwa anda saat ini sedang bingung. Saatnya take profit, atau malah nambah lagi ya?

Didukung dengan terus masuknya dana asing, harga saham di Indonesia menguat secara signifikan. Per tanggal artikel ini dibuat, IHSG sudah beberapa kali mencoba menembus level 3500 namun tidak berhasil. Mungkin saja pada saat artikel ini dimuat, IHSG bahkan sudah menguat ke level yang lebih tinggi.

Hal ini tentu saja menjadi berita gembira bagi investor reksa dana saham karena investasinya sudah menguntungkan. Namun bagi sebagian investor yang belum sempat atau ingin menambah investasinya di reksa dana saham menimbulkan kekhawatiran. Tancap gas atau rem dulu?

Sebagian beranggapan dengan kondisi indeks sekarang, valuasi saham sudah sangat mahal. Oleh karena itu sebaiknya investor menahan diri. Sebagian lagi beranggapan meski mahal, dana asing yang akan terus masuk akan menjadi penopang utama pertumbuhan saham. Sepanjang asing tidak keluar, masuk dulu tidak apa-apa. Toh, kondisi makro ekonomi kita sangat kondusif bagi investor asing saat ini.

Pendapat yang pertama tidak salah, namun jika mengikuti hal tersebut mungkin investor sudah keluar saat indeks berada di level 3000 sehingga sudah jauh ketinggalan. Pendapat yang kedua juga tidak salah, tapi investor tentu masih ingat pengalaman pahit pada saat tahun 2008 dulu. Bagi yang lupa, kami ingatkan lagi bahwa pada tahun tersebut IHSG minus 50%. Sebagian reksa dana saham bahkan ada yang lebih parah karena kerugiannya mencapai minus 60% – 70%. Padahal pada tahun 2006 dan 2007 IHSG juga bullish seperti sekarang ini dengan membukukan return positif lebih dari 50% dalam 1 tahun.

Sangat sulit untuk menentukan pendapat mana yang benar karena masing-masing punya poin dan asumsi yang masuk akal. Di tengah kebingungan tersebut kami mencoba mencari solusi bagi investor dengan melakukan riset terhadap kinerja historis saham selama 9 tahun terakhir dari 2001 – 2009. Solusi ini mungkin tidak cocok bagi investor reksa dana saham yang ingin berinvestasi dalam jangka waktu yang panjang. Tapi mungkin saja cocok bagi investor yang ingin memanfaatkan fenomena yang selalu terjadi di bursa saham untuk mendapatkan keuntungan dalam jangka pendek.

Fenomena Window Dressing
Dari hasil riset terhadap kinerja IHSG historis, kami menemukan ada satu fenomena menarik yaitu adanya fenomena window dressing selama 9 tahun terakhir dari 2001 – 2009. Di bursa saham, istilah window dressing biasanya diartikan sebagai kondisi di mana IHSG akan cenderung menguat menjelang penutupan akhir tahun.

Penyebab terjadinya window dressing berasal dari beberapa hal, seperti spekulasi pada kinerja dari emiten (perusahaan yang sahamnya tercatat di bursa) di akhir tahun ini yang diperkirakan lebih baik dibanding tahun sebelumnya, positifnya data-data ekonomi menjelang akhir tahun, hingga pola anomali pasar saham yang secara historis sering terulang dan menjadi sebuah kebiasaan.

Selain itu, terjadinya window dressing juga dipicu oleh usaha dari para emiten dan Manajer Investasi yang ingin mempercantik kinerjanya selama setahun penuh. Faktor self-fulfilling prophecy (kebiasaan umum yang selalu dipercaya terjadi) pun juga menambah kuatnya peluang window dressing di akhir tahun.

Dengan memanfaatkan fenomena tersebut investor bisa mendapatkan keuntungan investasi dalam jangka pendek karena biasanya window dressing terjadi pada bulan desember. Dengan kata lain, jika investor berinvestasi pada akhir November 2010 dan menjualnya pada Akhir Desember 2010, besar kemungkinan investor akan memperoleh keuntungan.

Dalam riset yang kami buat, kami mencoba 2 periode, periode pertama adalah investasi pada akhir November dan menjualnya akhir Desember. Periode yang kedua adalah investasi pada akhir Oktober dan menjualnya pada akhir Desember. Penggunaan 2 periode ini untuk melihat apakah dengan melakukan hal tersebut potensi return investor dapat ditingkatkan. Hasil riset yang kami lakukan adalah sebagai berikut:

Sumber : www.infovesta.com, diolah

Hasil tabel di atas menunjukkan selama 9 tahun terakhir, IHSG selalu membukukan keuntungan baik investor melakukan investasi pada periode November – Desember ataupun investasi pada Desember saja. Padahal dalam periode ini IHSG mengalami berbagai siklus naik turun seperti bullish pada tahun 2004, 2006 dan 2007 serta periode bearish seperti pada tahun 2008.

Dari sisi keuntungan memang tingkat returnnya bervariasi, misalnya untuk periode November-Desember berkisar antara 2.16% hingga 16.24% lebih tinggi dibandingkan periode Desember berkisar antara 2.14% hingga 12.12%. Jadi, apabila anda percaya bahwa fenomena window dressing masih akan kembali terjadi pada tahun 2010 dan asumsi return di atas sudah cukup menarik bagi anda, investor yang ingin memanfaatkan potensi return jangka pendek dapat mencoba peruntungannya melalui reksa dana saham.

Untuk memanfaatkan fenomena window dressing, investor harus memilih reksa dana saham yang memiliki portofolio saham-saham yang menggerakkan indeks. Patokannya adalah saham-saham bluechips atau perusahaan berkapitalisasi besar dan tergabung dalam LQ-45. Sebab meski window dressing terjadi di IHSG, bukan berarti hal itu terjadi pula di SEMUA saham. Pemilihan portofolio saham yang salah juga dapat menyebabkan kerugian. Kriteria lainnya adalah coba dilihat juga bagaimana kinerja reksa dana saham dalam periode yang disebutkan di atas. Apakah mereka selalu membukukan keuntungan seperti IHSG dan apakah (yang lebih penting) keuntungannya lebih besar dibandingkan IHSG itu sendiri.

Asumsi bahwa kinerja masa lalu belum tentu akan selalu terulang di masa depan tetap tidak bisa investor lupakan. Oleh karena itu, bagi investor yang ingin berspekulasi kami menyarankan agar cukup menggunakan alokasi dana yang memang untuk spekulasi, jangan sampai dana investasi yang utama juga anda gunakan. Selamat berinvestasi..

Sumber : http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2010/10/13/memanfaatkan-window-dressing-reksa-dana-saham/



Mencermati Window Dressing 2010

Artikel ini merupakan artikel kedua dalam blog ini yang membahas tentang window dressing. Artikel sebelumnya dapat dilihat pada link ini.  Dalam artikel kedua ini, kami memberikan definisi baru untuk istilah window dressing tanpa terlalu mengubah arti dalam sebelumnya. Artikel ini juga merupakan artikel yang saya tulis bersama analis baru di Infovesta, Calvin M. Sidjaya. Selamat menikmati…

Menjelang akhir tahun, biasanya kata “Window Dressing” akrab terdengar di telinga para investor. Tidak hanya investor saham, tapi juga investor reksa dana. Apa yang sebenarnya dimaksud dengan “Window Dressing” dan apa manfaat fenomena ini bagi para investor?

Window dressing biasanya diartikan sebagai kondisi di mana harga saham akan cenderung menguat menjelang penutupan akhir tahun. Umumnya kenaikan tersebut terjadi pada bulan Desember. Momen ini dapat dimanfaatkan bagi investor untuk mengambil keuntungan jangka pendek karena harga saham diperkirakan akan naik pada bulan tersebut.

Penyebab terjadinya window dressing berasal dari beberapa hal, manajemen perusahaan menggenjot kinerja secara signifikan pada akhir tahun sehingga perusahaan mencatat laba di atas ekspektasi, positifnya data-data ekonomi menjelang akhir tahun, hingga pola anomali pasar saham yang secara historis sering terulang dan menjadi sebuah kebiasaan.

Selain terjadi di saham, fenomena window dressing juga terjadi di reksa dana khususnya reksa dana saham. Hal ini disebabkan karena Manajer Investasi berusaha mendongkrak kinerja reksa dana yang dikelolanya pada akhir tahun sehingga kinerja secara keseluruhan terlihat bagus di mata investor.

Untuk membuktikan apakah fenomena tersebut ada atau tidak, kami mencoba membuktikannya dengan melihat data IHSG selama 8 tahun terakhir. Caranya adalah dengan membandingkan return IHSG pada bulan Desember dengan rata-rata return bulanan pada tahun yang sama dari bulan Januari hingga November.

Kami memberikan definisi tersendiri terhadap fenomena window dressing yaitu:

1.       IHSG membukukan return yang positif pada bulan Desember

2.       Return tersebut minimal sama atau lebih besar dibandingkan dengan rata-rata return bulanan pada tahun yang sama.

Definisi Window Dressing secara umum adalah semata-mata return positif pada bulan Desember saja. Berdasarkan data return bulanan IHSG selama 8 tahun terakhir, kami mendapatkan informasi sebagai berikut:

Berdasarkan data di atas, maka dapat dilihat bahwa setiap bulan Desember, baik dalam kondisi market bullish ataupun bearish, IHSG selalu membukukan return positif. Namun jika ditilik dari definisi Window Dressing yang sudah ditetapkan di awal, dimana tingkat return juga harus lebih tinggi dari rata-rata return Januari – November, maka fenomena tersebut hanya terjadi selama 5 dari 8 tahun yaitu 2002, 2003, 2005, 2006, dan 2008.

Selanjutnya yang menjadi pertanyaan berikutnya adalah apakah Window Dressing akan kembali terjadi di tahun ini? Ada beberapa kondisi yang perlu dipertimbangkan, antara lain:

1.       IHSG sudah menguat secara signifikan dari awal tahun hingga akhir November 2010 dengan return mencapai 39,33%. Apakah masih tersisa energi untuk terus menguat lagi mengingat pada tahun 2007 dan 2009 dimana ketika IHSG melambung tinggi, return pada bulan Desember lebih rendah dibandingkan rata-rata Januari – November.

2.       Faktor ketidakpastian ekonomi global antara lain seperti krisis hutang Eropa dan efek sampingnya, spekulasi kenaikan suku bunga China dan dampak perang Korea. Setiap saat, salah satu dari ketiga faktor tersebut dapat memicu penurunan harga saham apalagi mengingat kondisi bursa dunia terkait satu sama lain.

Berdasarkan data di atas, kami meyakini bahwa return pada bulan Desember masih akan positif seperti pada tahun-tahun sebelumnya. Dari sisi return, rata-rata return bulan Januari – November 2010 adalah sebesar 3.2%. Dengan harga penutupan IHSG per November 2010 pada 3531,21 , maka window dressing dikatakan terjadi jika IHSG mencapai level 3644,20. Pada saat artikel ini ditulis, harga penutupan IHSG telah mencapai 3571,74 (positif 1.15% per 16 Desember 2010). Supaya window dressing dapat terjadi pada tahun ini, IHSG masih harus naik 72.46 poin atau sekitar 2% lagi dari posisi per 16 desember 2010. Kami melihat kemungkinan ini masih tetap ada.

Ada beberapa cara bagi investor untuk memanfaatkan fenomena window dressing ini. Cara pertama adalah membeli saham-saham yang memiliki kinerja menyerupai dengan pasar. Salah satu cara untuk melihat apakah kinerja saham akan menyerupai pasar atau tidak adalah dengan melihat besaran angka beta. Beta 1,2 menunjukkan apabila IHSG mengalami kenaikan 10%, maka kenaikan saham adalah 12%.

Saham-saham yang memiliki beta 1 atau lebih besar dari 1, dapat menjadi pilihan investor. Sebab dengan beta 1 atau lebih dari 1, maka kenaikan saham tersebut akan sama atau lebih besar daripada kenaikan IHSG. Selain beta, investor juga harus memperhatikan kinerja fundamental perusahaan. Sebisa mungkin pilih perusahaan dengan fundamental yang kuat.

Cara kedua adalah dengan membeli reksa dana saham yang memiliki portofolio menyerupai pergerakan IHSG. Sama seperti saham, angka beta reksa dana juga dapat dihitung. Dengan memilih reksa dana yang memiliki beta 1 atau lebih besar dari 1 diharapkan dapat memperoleh tingkat return yang lebih besar dibandingkan dengan IHSG.

Faktor yang membedakan antara beta saham dengan beta reksa dana adalah bahwa fundamental dari kinerja suatu saham dapat diukur sementara fundamental reksa dana tidak. Hal ini disebabkan karena portofolio reksa dana dapat berubah sewaktu-waktu sehingga bisa saja portofolio yang hari ini terdiri dari saham bagus besoknya sudah tidak sama lagi.

Oleh karena itu, khusus untuk reksa dana, investor harus memperhitungkan faktor konsistensi. Selain return yang positif, reksa dana juga sebisa mungkin diharapkan secara konsisten membukukan kinerja return historis yang lebih baik dibandingkan IHSG pada bulan-bulan desember.

Kejadian masa lalu juga tidak akan selalu terulang pada masa mendatang. Investor juga perlu menyadari bahwa kegiatan investasi merupakan tindakan yang mengandung risiko. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi anda.

Sumber: http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2010/12/20/mencermati-window-dressing-2010/#more-292



Window Dressing.. Harapan Akhir Tahun 2011 ?

Tidak terasa sudah lebih dari 1 tahun saya mengisi blog ini. Ada topik yang saya sharing berdasarkan kondisi yang sedang berlangsung, ada pula yang memang merupakan suatu siklus yang berulang-ulang. Nah, kebetulan topik kali ini adalah topik yang membahas tentang suatu siklus yang berulang-ulang yaitu Window Dressing.

Window Dressing adalah suatu fenomena di pasar modal, dimana umumnya harga saham akan meningkat pada akhir tahun. Karena sudah terjadi selama bertahun-tahun, maka ada potensi kejadian tersebut bisa berulang lagi pada tahun ini sehingga bisa dimanfaatkan oleh investor untuk mendapatkan keuntungan.Bagi anda yang ingin memahami lebih jauh tentang window dressing, dapat membaca artikel lama di:

  • Mencermati Window Dressing 2010
  • Memanfaatkan Window Dressing Reksa Dana Saham

Dengan melanjutkan statistik terdahulu, potensi window dressing berdasarkan data 10 tahun terakhir adalah sebagai berikut:

Berdasarkan statistik, maka besar sekali kemungkinan window dressing masih berpeluang terjadi pada akhir tahun ini. Secara rata-rata jika investasi dilakukan 2 bulan (investasi di Akhir Oktober dan Di Jual di Akhir Desember) lebih besar dibandingkan hasil investasi 1 bulan (Investasi di Akhir November dan dijual di Akhir Desember). Meski demikian dalam beberapa kali kesempatan, terkadang IHSG juga merugi di bulan November dan baru kemudian positif di bulan Desember sehingga beberapa kali investasi pada bulan Desember lebih tinggi dibandingkan investasi dalam 2 bulan.

Oleh karena itu, bagi investor yang mempercayai bahwa window dressing akan terjadi tahun ini, bisa “memberanikan” diri untuk melakukan investasi. Kegiatan investasi bisa dilakukan dengan cara sekaligus pada akhir Oktober atau bertahap pada akhir Oktober dan November dan baru mencairkannya pada akhir Desember untuk mendapatkan potensi keuntungan dari fenomena ini.

Mudah2an akhir tahun 2011 ini bisa menjadi Happy Ending bagi pasar modal di Indonesia dan Window Dressing bisa menjadi salah satu harapan yang menopang kenaikan bursa saham. Semoga artikel ini bermanfaat.

Sumber : http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2011/10/11/window-dressing-harapan-akhir-tahun/