Recent site activity

Visitor

Iklan

Kisah Nabi Adam dan Hawa Menurut Islam, Yahudi dan Kristian

Kisah Nabi Adam AS dan Hawa – Menurut Agama Samawi Adam beserta istrinya Hawa dipercaya sebagai manusia pertama di muka bumi ini. Dalam kisah Nabi Adam dan siti Hawa yang sering kita dengar yaitu bahwa nabi Adam dan Hawa dahulu hidup di surga. Namun karena keduanya melanggar larangan Allah “Memetik/memakan buah huldi” maka akhirnya mereka di usir dari surga dan diturunkan ke bumi. Dalam kisah tersebut diceritakan bahwa Nabi adam memetik buah huldi sebanyak 3 buah, yang 2 buah untuk Hawa dan sisanya buat Nabi adam sendiri. Setelah dimakan, lalu malaikat datang, menyumbat agar buah tersebut tidak masuk ke dalam perut Adam dan Hawa, yang kemudian buah tersebut mengganjal, kalau milik Siti Hawa/wanita didada yang disebut PD (buah dada), dan milik Nabi Adam/pria ada dileher yang disebut jakun. Itulah kisah singkat nabi adam yang sudah melekat di masyarakat. Lalu bagaimanakah kisah nabi adam secara Lengkap menurut islam, Kristen dan Yahudi maupun agama lain? Silakan simak saja kisahnya, karena rincian kisah mengenai Adam dan Hawa berbeda-beda antara agama samawi

KISAH NABI ADAM MENURUT BAHA’I

posted Nov 28, 2011, 4:29 AM by Que Har   [ updated Nov 28, 2011, 4:29 AM ]

Menurut pandangan Baha’i, Adam adalah perwujudan Allah yang pertama dalam sejarah. Penganut Baha’i meyakini bahwa Adam memulai siklus Adamik yang berlangsung selama 6.000 tahun dan berpuncak pada Nabi Muhammad.

KISAH NABI ADAM MENURUT YAHUDI DAN KRISTIEN

posted Nov 28, 2011, 4:28 AM by Que Har   [ updated Nov 28, 2011, 4:28 AM ]

Kisah tentang Adam terdapat dalam Kitab Kejadian pada Torah dan Alkitab pasal 2 dan 3, dan sedikit disinggung pada pasal 4 dan 5. Beberapa rincian lain tentang kehidupannya dapat ditemukan dalam kitab-kitab apokrif, seperti Kitab Yobel, Kehidupan Adam dan Hawa, dan Kitab Henokh.

Menurut kisah di atas, Adam diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. Adam kemudian ditempatkan di dalam Taman Eden yang berarti tanah daratan, terletak di hulu Sungai Pison, Gihon, Tigris, dan Efrat (di sekitar wilayah Irak saat ini). Ia kemudian diperintahkan oleh-Nya untuk menamai semua binatang. Allah juga menciptakan makhluk penolong, yaitu seorang wanita yang oleh Adam dinamai Hawa. Adam dan Hawa tinggal di Taman Eden dan berjalan bersama Allah, tetapi akhirnya mereka diusir dari taman itu karena mereka melanggar perintah Allah untuk tidak memakan buah dari pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat.

Setelah diusir dari taman itu, Adam harus bekerja untuk menghidupi keluarganya. Adam dan Hawa mempunyai tiga orang anak yang disebut dalam Kitab Kejadian, yaituKain, Habel, Set (Shiyth), dan yang lainnya. Kitab Yobel menyebutkan dua orang anak perempuan Adam dan Hawa, yaitu Azura yang menikah dengan Set dan Awan, yang menikah dengan Kain. Baik Kitab Kejadian maupun Kitab Yobel menyatakan bahwa Adam mempunyai anak yang lain, tetapi nama mereka tidak disebutkan.

Menurut silsilah Kitab Kejadian, Adam meninggal dunia pada usia 930 tahun. Dengan angka-angka seperti itu, perhitungan seperti yang dibuat oleh Uskup Agung Ussher, memberikan kesan bahwa Adam meninggal hanya sekitar 127 tahun sebelum kelahiran Nuh, sembilan generasi setelah Adam. Dengan kata lain, Adam masih hidup bersama Lamekh (ayah Nuh) sekurang-kurangnya selama 50 tahun. Menurut Kitab Yosua, kota Adam masih dikenal pada saat bangsa Israel menyeberangi Sungai Yordan untuk memasuki Kanaan.

Menurut legenda, setelah diusir dari Taman Eden, Adam pertama kali menjejakkan kakinya di muka bumi di sebuah gunung yang dikenal sebagai Puncak Adam atau Al-Rohun yang kini terdapat di Sri Lanka.

1-2 of 2