http://sites.google.com/site/sufyanhossein/http-www-sufyanhossein


AL-QUR’AN, INDUK DARI IPTEK !!!

Al-Qur’an, yang diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW secara lisan dan berangsur-angsur antara tahun 610 hingga 632 M atau selama kira-kira 22 tahun, dimana pada masa itu umat manusia khususnya orang-orang Mekah dan Madinah masih dalam kegelapan dan buta huruf, telah membuktikan kebenaran wahyunya melalui konsistensinya dan kesesuaiannya dengan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) yang ditemukan umat manusia pada masa jauh setelah Muhammad.

Berbagai contoh di bawah ini, menunjukkan bukti-bukti kebenaran wahyu Al-Qur’an yang diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW tanpa bisa dibantah.

1. Kemenangan Bizantium.

Penggalan berita lain yang disampaikan Al Qur’an tentang peristiwa masa depan ditemukan dalam ayat pertama Surat Ar Ruum, yang merujuk pada Kekaisaran Bizantium, wilayah timur Kekaisaran Romawi. Dalam ayat-ayat ini, disebutkan bahwa Kekaisaran Bizantium telah mengalami kekalahan besar, tetapi akan segera memperoleh kemenangan.

“Alif, Lam, Mim. Telah dikalahkan bangsa Romawi, di negeri yang terdekat dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang, dalam beberapa tahun (lagi). Bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang).” (Al Qur’an, 30:1-4)

Ayat-ayat ini diturunkan kira-kira pada tahun 620 Masehi, hampir tujuh tahun setelah kekalahan hebat Bizantium Kristen di tangan bangsa Persia, ketika Bizantium kehilangan Yerusalem. Kemudian diriwayatkan dalam ayat ini bahwa Bizantium dalam waktu dekat menang. Padahal, Bizantium waktu itu telah menderita kekalahan sedemikian hebat hingga nampaknya mustahil baginya untuk mempertahankan keberadaannya sekalipun, apalagi merebut kemenangan kembali. Tidak hanya bangsa Persia, tapi juga bangsa Avar, Slavia, dan Lombard menjadi ancaman serius bagi Kekaisaran Bizantium. Bangsa Avar telah datang hingga mencapai dinding batas Konstantinopel. Kaisar Bizantium, Heraklius, telah memerintahkan agar emas dan perak yang ada di dalam gereja dilebur dan dijadikan uang untuk membiayai pasukan perang. Banyak gubernur memberontak melawan Kaisar Heraklius dan dan Kekaisaran tersebut berada pada titik keruntuhan. Mesopotamia, Cilicia, Syria, Palestina, Mesir dan Armenia, yang semula dikuasai oleh Bizantium, diserbu oleh bangsa Persia. (Warren Treadgold, A History of the Byzantine State and Society, Stanford University Press, 1997, s. 287-299.)

Pendek kata, setiap orang menyangka Kekaisaran Bizantium akan runtuh. Tetapi tepat di saat seperti itu, ayat pertama Surat Ar Ruum diturunkan dan mengumumkan bahwa Bizantium akan mendapatkan kemenangan dalam beberapa+tahun lagi. Kemenangan ini tampak sedemikian mustahil sehingga kaum musyrikin Arab menjadikan ayat ini sebagai bahan cemoohan. Mereka berkeyakinan bahwa kemenangan yang diberitakan Al Qur’an takkan pernah menjadi kenyataan.

Sekitar tujuh tahun setelah diturunkannya ayat pertama Surat Ar Ruum tersebut, pada Desember 627 Masehi, perang penentu antara Kekaisaran Bizantium dan Persia terjadi di Nineveh. Dan kali ini, pasukan Bizantium secara mengejutkan mengalahkan pasukan Persia. Beberapa bulan kemudian, bangsa Persia harus membuat perjanjian dengan Bizantium, yang mewajibkan mereka untuk mengembalikan wilayah yang mereka ambil dari Bizantium. (Warren Treadgold, A History of the Byzantine State and Society, Stanford University Press, 1997, s. 287-299.)

Akhirnya, “kemenangan bangsa Romawi” yang diumumkan oleh Allah dalam Al Qur’an, secara ajaib menjadi kenyataan.

Keajaiban lain yang diungkapkan dalam ayat ini adalah pengumuman tentang fakta geografis yang tak dapat ditemukan oleh seorangpun di masa itu.

Dalam ayat ketiga Surat Ar Ruum, diberitakan bahwa Romawi telah dikalahkan di daerah paling rendah di bumi ini. Ungkapan “Adnal Ardli” dalam bahasa Arab, diartikan sebagai “tempat yang dekat” dalam banyak terjemahan. Namun ini bukanlah makna harfiah dari kalimat tersebut, tetapi lebih berupa penafsiran atasnya. Kata “Adna” dalam bahasa Arab diambil dari kata “Dani”, yang berarti “rendah” dan “Ardl” yang berarti “bumi”. Karena itu, ungkapan “Adnal Ardli” berarti “tempat paling rendah di bumi”.

Yang paling menarik, tahap-tahap penting dalam peperangan antara Kekaisaran Bizantium dan Persia, ketika Bizantium dikalahkan dan kehilangan Jerusalem, benar-benar terjadi di titik paling rendah di bumi. Wilayah yang dimaksudkan ini adalah cekungan Laut Mati, yang terletak di titik pertemuan wilayah yang dimiliki oleh Syria, Palestina, dan Jordania. “Laut Mati”, terletak 395 meter di bawah permukaan laut, adalah daerah paling rendah di bumi.

Ini berarti bahwa Bizantium dikalahkan di bagian paling rendah di bumi, persis seperti dikemukakan dalam ayat ini.

Hal paling menarik dalam fakta ini adalah bahwa ketinggian Laut Mati hanya mampu diukur dengan teknik pengukuran modern. Sebelumnya, mustahil bagi siapapun untuk mengetahui bahwasannya ini adalah wilayah terendah di permukaan bumi. Namun, dalam Al Qur’an, daerah ini dinyatakan sebagai titik paling rendah di atas bumi. Demikianlah, ini memberikan bukti bahwa Al Qur’an adalah wahyu Ilahi.

2. Kebohongan Alkitab secara umum.

Website ini dibuat justru untuk mengungkap berbagai jenis kebohongan Alkitab/Bibel sebagaimana dinyatakan oleh Allah dalam Al-Qur’an berikut ini:

“Apakah kamu masih mengharapkan mereka (Yahudi & Kristen) akan percaya kepadamu, padahal segolongan dari mereka mendengar Firman Allah, lalu mereka mengubahnya setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui?” (QS. 2:75)

“Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang (Yahudi & Kristen) yang menulis Alkitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya: ‘Ini dari Allah’, untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang mereka kerjakan.” (QS. 2:79)

“Orang-orang (Yahudi & Kristen) yang telah Kami beri Al Kitab mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Dan sesungguhnya sebahagian di antara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui.” (QS. 2:146)

“Dan mereka tidak menghormati Allah dengan penghormatan yang semestinya di kala mereka berkata: ‘Allah tidak menurunkan sesuatu pun kepada manusia’. Katakanlah: ‘Siapakah yang menurunkan kitab (Taurat) yang dibawa oleh Musa sebagai cahaya dan petunjuk bagi manusia, kamu jadikan kitab itu lembaran-lembaran kertas yang bercerai-berai, kamu perlihatkan (sebagiannya) dan kamu sembunyikan sebagian besarnya, padahal telah diajarkan kepadamu apa yang kamu dan bapak-bapak kamu tidak mengetahui(nya)?’ Katakanlah: ‘Allah-lah (yang menurunkannya)’, kemudian (sesudah kamu menyampaikan Al Qur’an kepada mereka), biarkanlah mereka bermain-main dalam kesesatannya.” (QS. 6:91)

Dan lain sebagainya.

3. Kemenangan di Khaibar dan Mekah.

Sisi keajaiban lain dari Al Qur’an adalah ia memberitakan terlebih dahulu sejumlah peristiwa yang akan terjadi di masa mendatang. Ayat ke-27 dari surat Al Fath, misalnya, memberi kabar gembira kepada orang-orang yang beriman bahwa mereka akan menaklukkan Mekah, yang saat itu dikuasai kaum penyembah berhala:

“Sesungguhnya Allah akan membuktikan kepada Rosul-Nya tentang kebenaran mimpinya dengan sebenarnya (yaitu) bahwa sesungguhnya kamu pasti akan memasuki Masjidil Haram, insya Allah dalam keadaan aman, dengan mencukur rambut kepala dan mengguntingnya, sedang kamu tidak merasa takut. Maka Allah mengetahui apa yang tiada kamu ketahui, dan Dia memberikan sebelum itu kemenangan yang dekat.” (Al Qur’an, 48:27)

Ketika kita lihat lebih dekat lagi, ayat tersebut terlihat mengumumkan adanya kemenangan lain yang akan terjadi sebelum kemenangan Mekah. Sesungguhnya, sebagaimana dikemukakan dalam ayat tersebut, kaum mukmin terlebih dahulu menaklukkan Benteng Khaibar, yang berada di bawah kendali Yahudi, dan kemudian memasuki Mekah dengan aman.

Pemberitaan tentang peristiwa-peristiwa yang akan terjadi di masa depan hanyalah salah satu di antara sekian hikmah yang terkandung dalam Al Qur’an. Ini juga merupakan bukti akan kenyataan bahwa Al Qur’an adalah kalam Allah, Yang pengetahuan-Nya tak terbatas.

4. Ditemukannya jasad Fir’aun.

“Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu (Fir’aun) supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami.” (QS. 10:92)

Pada waktu Qur-an disampaikan kepada manusia oleh Nabi Muhammad, semua jenazah Fir’aun-Fir’aun yang disangka ada hubungannya dengan Exodus oleh manusia modern terdapat di kuburan-kuburan kuno di lembah raja-raja (Wadi al Muluk) di Thebes, di seberang Nil di kota Luxor. Pada waktu itu manusia tak mengetahui apa-apa tentang adanya kuburan tersebut. Baru pada abad 19 orang menemukannya seperti yang dikatakan oleh Qur-an jenazah Fir’aunnya Exodus selamat. Pada waktu ini jenazah Fir’aun Exodus disimpan di Museum Mesir di Cairo di ruang mumia, dan dapat dilihat oleh penziarah. Jadi hakekatnya sangat berbeda dengan legenda yang menertawakan yang dilekatkan kepada Qur-an oleh ahli tafsir Injil, R.P. Couroyer.

5. Madu adalah Obat.

“kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.” (QS. 16:69)

Tidak ada seorang pun yang membantah bahwa madu lebah dapat dijadikan obat bagi manusia. Padahal, Al-Qur’an diturunkan pada abad ke-7 Masehi, dimana orang-orang pada waktu itu, khususnya di Jazirah Arab, masih buta iptek.

6. Air susu binatang, minuman yang lezat.

“Dan sesungguhnya pada binatang ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kamu. Kami memberimu minum dari pada apa yang berada dalam perutnya (berupa) susu yang bersih antara tahi dan darah, yang mudah ditelan bagi orang-orang yang meminumnya.” (QS. 16:66)

Pada waktu itu tidak ada seorang manusia pun di Jazirah Arab yang mengira bahwa air susu ternak dapat diminum oleh manusia, bahkan menyehatkannya. Sekarang, air susu ternak sudah menjadi santapan sehari-hari bagi manusia yang menyukainya.

7. Segala yang hidup di muka bumi diciptakan dari air.

“Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?” (QS. 21:30)

Pada waktu ayat tersebut diturunkan, tidak ada yang berfikir kalau segala yang hidup itu tercipta dari air. Sekarang, tidak ada seorang pakar pun yang membantah bahwa segala yang hidup itu tercipta dari air. Air adalah materi pokok bagi kehidupan setiap makhluk hidup.

8. Fenomena berpasang-pasangan atas segala sesuatu & keistimewaan besi yang dijelaskan di dalam Al Quran

Qur-an yang berulang-ulang menyebut adanya pasangan dalam alam tumbuh-tumbuhan, juga menyebut adanya pasangan dalam rangka yang lebih umum, dan dengan batas-batas yang tidak ditentukan.

“Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa-apa yang mereka tidak ketahui.” (QS. 36:36)

Kita dapat mengadakan hipotesa sebanyak-banyaknya mengenai arti hal-hal yang manusia tidak mengetahui pada zaman Nabi Muhammad. Hal-hal yang manusia tidak mengetahui itu termasuk di dalamnya susunan atau fungsi yang berpasangan baik dalam benda yang paling kecil atau benda yang paling besar, baik dalam benda mati atau dalam benda hidup. Yang penting adalah untuk mengingat pemikiran yang dijelaskan dalam ayat itu secara gamblang dan untuk mengetahui bahwa kita tidak menemukan pertentangan dengan Sains masa ini.

Meskipun gagasan tentang “pasangan” umumnya bermakna laki-laki dan perempuan, atau jantan dan betina, ungkapan “maupun dari apa yang tidak mereka ketahui” dalam ayat di atas memiliki cakupan yang lebih luas. Kini, cakupan makna lain dari ayat tersebut telah terungkap. Ilmuwan Inggris, Paul Dirac, yang menyatakan bahwa materi diciptakan secara berpasangan, dianugerahi Hadiah Nobel di bidang fisika pada tahun 1933. Penemuan ini, yang disebut “parité”, menyatakan bahwa materi berpasangan dengan lawan jenisnya: anti-materi. Anti-materi memiliki sifat-sifat yang berlawanan dengan materi. Misalnya, berbeda dengan materi, elektron anti-materi bermuatan positif, dan protonnya bermuatan negatif. Fakta ini dinyatakan dalam sebuah sumber ilmiah sebagaimana berikut:

“…setiap partikel memiliki anti-partikel dengan muatan yang berlawanan … dan hubungan ketidakpastian mengatakan kepada kita bahwa penciptaan berpasangan dan pemusnahan berpasangan terjadi di dalam vakum di setiap saat, di setiap tempat.”

KEISTIMEWAAN BESI

''Dan Kami turunkan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat & berbagai manfaat bagi manusia''.(Qs Al Hadiid 25). Kata anzalnaa yang berarti ''menurunkan'' dapat diartikan bahwa besi ternyata memang turun dari langit, sebab besi tercipta pada bintang2 melalui proses inkleosintesis. Penemuan astronomi modern telah menyingkap bahwa logam besi yang ditemukan di bumi kita berasal dari bintang2 raksasa di luar angkasa. Logam berat di alam semesta dibuat & dihasilkan dalam inti bintang2 raksasa. Tetapi sistem tata surya kita tidak memiliki struktur yang cocok untuk menghasilkan besi secara mandiri. Besi hanya dapat dibuat & dihasilkan dalam bintang2 berukuran lebih besar dari matahari, yang bersuhu ratusan juta derajat. Ketika jumlah besi itu sudah melampaui batas tertentu dalam sebuah bintang, maka bintang tersebut tidak mampu lagi untuk menanggungnya dan akhirnya meledak yang dinamakan dengan peristiwa supernova. Akibt dari ledakan ini meteor2 yang mengandung besi bertaburan di alam semesta & mereka bergerak melalui ruang hampa hingga mengalami tarikan oleh gaya gravitasi bendä2 angkasa. Mengkaji ayat,''padanya terdapat kekuatan yang hebat''.Besi di pusat bumi menimbulkan kekuatan yang hebat berupa medan magnet & tarikan gravitasi. Akibat tarikan gravitasi yang besarnya sangat optimal yaitu 9,78 m/s(2), membuat kita mampu berjalan di muka bumi dengan santai. Selanjutnya pada ayat,''serta berbagai manfaat bagi manusia''. Salah satu manfaat besi bagi manusia adalah besi merupakan unsur yang membentuk hemoglobin, protein dalam darah yang berfungsi mengikat oksigen yang kita hirup di udara. Manfaat besi yang lain adalah sebagai logam yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Ada hal menarik dalam surah al hadiid, ketika Rasulullah menyusun surah2 dalam Al Quran, malaikat jibril menyuruh Rasul supaya menempatkan surah Al Hadiid sebagai surah tengah, yaitu surah ke 57 dari 114 surah. Pd awal abad ke20, para ilmuwan mengetahui bahwa ternyta besi merupakan unsur tengah. Ketika para ilmuwan menyusun unsur2 kimia dalam sistem periodik, besi terletak pada baris tengah(periode ke4 dr 7 periode) dan jika kita menghitung kata ''Allah'' dari awal surah sampai ayat ke 25 surah al hadiid, ternyata kata ''Allah'' muncul 26 kali, sesuai dengan nomor atom besi(jumlah proton dalam inti atøm besi) yang brjumlah 26.(http://www.2think.org/nothingness.html, Henning Genz – Nothingness: The Science of Empty Space, s. 205)


9. Kejadian manusia di dalam rahim.

Telor yang sudah dibuahkan dalam “Trompe” turun bersarang di dalam rendahan (cavite) Rahim (uterus). Inilah yang dinamakan “bersarangnya telur.”

Qur-an menamakan uterus tempat telor dibuahkan itu Rahim (kata jamaknya Arham).

“Dan Kami tetapkan dalam rahim apa yang kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan.” (QS. 22:5)

Menetapnya telur dalam rahim terjadi karena tumbuhnya (villis) yakni perpanjangan telor yang akan mengisap dari dinding rahim, zat yang perlu bagi membesarnya telor, seperti akar tumbuh-tumbuhan masuk dalam tanah. Pertumbuhan semacam ini mengokohkan telor dalam Rahim. Pengetahuan tentang hal ini baru diperoleh manusia pada zaman modern.

Pelekatan ini disebutkan dalam Qur-an 5 kali. Mula-mula dua ayat pertama surat 96 ayat 2.

“Yang menciptakan manusia dari sesuatu yang melekat.” (QS. 96:2)

“Sesuatu yang melekat” adalah terjemahan kata bahasa Arab: ‘alaq. Ini adalah arti yang pokok. Arti lain adalah “gumpalan darah” yang sering disebutkan dalam terjemahan Qur-an. Ini adalah suatu kekeliruan yang harus kita koreksi. Manusia tidak pernah melewati tahap “gumpalan darah.” Ada lagi terjemahan ‘alaq dengan “lekatan” (adherence) yang juga merupakan kata yang tidak tepat. Arti pokok yakni “sesuatu yang melekat” sesuai sekali dengan penemuan Sains modern.

Ide tentang “sesuatu yang melekat” disebutkan dalam 4 ayat lain yang membicarakan transformasi urut-urutan semenjak tahap “setetes sperma” sampai sempurna.

“Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dan kabur) maka (ketahuilah) bahwasanya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, (sesuatu yang melekat) kemudian dari segumpal daging yang sempurna keadaannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu.” (QS. 22:5)

“Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah (sesuatu yang melekat).” (QS. 23:4)

“Dialah yang menciptakan kamu dan tanah, kemudian dari setetes air mani, sesudah itu dan segumpal darah (sesuatu yang melekat).” (QS. 40:67)

“Bukankah ia dahulu setetes mani yang ditumpahkan (kedalam rahim). Kemudian mani itu menjadi segumpal darah (sesuatu yang melekat) lalu Allah menciptakannya dan menyempurnakannya.” (QS. 75:37-38)

Anggauta tempat “mengandung” itu terjadi, selalu disebutkan dalam Qur-an dengan kata yang berarti uterus.

Dan beberapa surat, tempat itu dinamakan “Tempat menetap yang kokoh.” (surat 23 ayat 13 yang pernah kita sebutkan dan surat 77 ayat 21.18)

PERKEMBANGAN EMBRIYO DIDALAM PERANAKAN

Hal-hal yang disebutkan oleh Qur-an sesuai dengan apa yang diketahui manusia tentang tahap-tahap perkembangan embryo dan tidak mengandung hal-hal yang dapat dikritik oleh Sains modern.

Setelah “sesuatu yang melekat,” yaitu kata-kata yang telah kita lihat kebenarannya, Qur-an mengatakan bahwa embriyo melalui tahap: daging (seperti daging yang dikunyah), kemudian nampaklah tulang yang diselubungi dengan daging (diterangkan dengan kata lain yang berarti daging segar).

“Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan sesuatu yang melekat dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging, kemudian kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Mahasucilah Allah, Pencipta yang paling baik.” (QS. 23:14)

Daging (seperti yang dikunyah) adalah terjemahan kata bahasa Arab mudlghah; daging (seperti daging segar) adalah terjemahan lahm Perbedaan perlu digaris bawahi, embriyo pada permulaannya merupakan benda yang nampak kepada mata biasa (tanpa alat), dalam tahap tertentu daripada perkembangannya, sebagai daging dikunyah. Sistem tulang, berkembang pada benda tersebut dalam yang dinamakan “mesenhyme.” Tulang yang sudah terbentuk dibungkus dengan otot-otot, inilah yang dimaksudkan dengan “lahm. “

Dalam perkembangan embriyo, ada beberapa bagian yang muncul, yang tidak seimbang proporsinya dengan yang akan menjadi manusia nanti, sedang bagian-bagian lain tetap seimbang.

Bukankah arti kata bahasa Arab “mukhallaq” yang berarti “dibentuk dengan proporsi seimbang” dan dipakai dalam ayat 5 surat 22, disebutkan untuk menunjukkan fenomena ini?

Qur-an juga menyebutkan munculnya pancaindera dan hati (perasaan, af-idah).

“Kemudian Dia menyempurnakannya dan meniupkan ke dalam tubuhnya roh (ciptaan)-Nya, dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati.” (QS. 32:9)

Qur-an juga menyebutkan terbentuknya seks:

“Dan bahwasanya Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan laki-laki dan perempuan, dan air mani apabila dipancarkan.” (QS. 53:45-46)

Terbentuknya seks juga disebutkan dalam surat 35 ayat 11 dan surat 75 ayat 39.

Semua pernyataan-pernyataan Qur-an harus dibandingkan dengan hasil-hasil Sains modern; persesuaian di antara kedua hal tersebut sangat jelas. Tetapi juga sangat perlu untuk membandingkannya dengan kepercayaan-kepercayaan umum yang tersiar pada waktu Qur-an, agar kita mengetahui bahwa manusia pada waktu itu tidak mempunyai konsepsi seperti yang diuraikan oleh Qur-an mengenai problema-problema tertentu. Mereka itu tidak dapat menafsirkan Qur-an seperti yang kita lakukan sekarang setelah hasil Sains modern membantu kita. Sesungguhnya hanya baru pada abad XIX, manusia mempunyai pandangan yang jelas tentang hal-hal tersebut.

Selama abad pertengahan mitos dan spekulasi tanpa dasar merupakan sumber daripada doktrin yang bermacam-macam, yang tetap dianut orang setelah abad pertengahan selesai. Banyak orang tidak tahu bahwa tahap fundamental dalam sejarah embryologi adalah pernyataan Harvey pada th. 1651 bahwa: “Semua yang hidup itu berasal dari telor.”

Juga banyak orang tidak tahu bahwa embriyo itu terbentuk sedikit demi sedikit, sebagian demi sebagian. Tetapi pada waktu ilmu pengetahuan baru telah mendapat bantuan dari penemuan baru yaitu mikroskop untuk menyelidiki soal-soal kita ini, masih terdapat banyak orang yang membicarakan peran telur spermatozoide. Seorang naturalis, yaitu Buffon termasuk golongan ovist (yaitu golongan yang menganut teori pengkotakan). Bonnet salah seorang penganut teori tersebut mengatakan bahwa telor Hawa, ibu dari jenis manusia, mengandung segala bibit jenis manusia, yang disimpan dalam pengkotakan, yang satu didalam yang lainnya. Hipotesa semacam ini masih diterima orang pada abad XVIII.

Lebih seribu tahun sebelum zaman tersebut, di mana doktrin-doktrin khayalan masih mendapat pengikut, manusia sudah diberi Qur-an oleh Tuhan. Pernyataan-pernyataan Qur-an mengenai reproduksi manusia menjelaskan hal-hal yang pokok dengan istilah-istilah sederhana yang manusia memerlukan berabad-abad untuk menemukannya.

10. Karakter binatang yang hidup berkelompok.

“Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya melainkan umat-umat (juga) seperti kamu. Tiadalah Kami alpakan sesuatupun di dalam al Kitab, kemudian kepada Tuhan merekalah, mereka dihimpunkan.” (QS. 6:38)

Beberapa hal dalam ayat tersebut harus kita beri komentar. Pertama-tarna: nasib binatang-binatang sesudah mati perlu disebutkan. Dalam hal ini nampaknya Qur-an tidak mengandung sesuatu doktrin. Kemudian soal taqdir secara umum, yang kelihatannya menjadi persoalan di sini, dapat difahami sebagai taqdir mutlak atau taqdir relatif, terbatas pada struktur atau organisasi fungsional yang mengkondisikan tindakan (behaviour). Binatang bereaksi kepada fakta luar yang bermacam-macam sesuai dengan kondisi-kondisi tertentu.

Menurut Blachere, seorang ahli tafsir kuno seperti Al Razi berpendapat bahwa ayat ini hanya menunjukkan tindakan-tindakan instinktif yang dilakukan oleh binatang untuk memuji Tuhan.

Syekh si Baubekeur “Hamzah” (Sayid Abubakar Hamzah, seorang ulama Maroko) dalam tafsirnya menulis: “Naluri yang mendorong makhluk-makhluk untuk berkelompok dan berreproduksi, untuk hidup bermasyarakat yang menghendaki agar pekerjaan tiap-tiap anggauta dapat berfaedah untuk seluruh kelompok.”

Cara hidup binatang-binatang itu pada beberapa puluh tahun terakhir telah dipelajari secara teliti dan kita menjadi yakin akan adanya masyarakat-masyarakat binatang. Sudah terang bahwa hasil pekerjaan kolektif telah dapat meyakinkan orang tentang perlunya organisasi kemasyarakatan. Tetapi penemuan tentang mekanisme organisasi beberapa macam binatang baru terjadi dalam waktu yang akhir-akhir ini. Kasus yang paling banyak diselidiki dan diketahui adalah kasus lebah. Nama Von Frisch dikaitkan orang dengan penyelidikan tersebut. Pada tahun 1973 Von Frisch, Lorenz dan Tinbergenmendapat hadiah Nobel karena penyelidikan mereka.

11. Peredaran benda-benda angkasa dalam garis edarnya.

Tatkala merujuk kepada matahari dan bulan di dalam Al Qur’an, ditegaskan bahwa masing-masing bergerak dalam orbit atau garis edar tertentu.

“Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.” (Al Qur’an, 21:33)

Disebutkan pula dalam ayat yang lain bahwa matahari tidaklah diam, tetapi bergerak dalam garis edar tertentu:

“Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.” (Al Qur’an, 36:38)

Fakta-fakta yang disampaikan dalam Al Qur’an ini telah ditemukan melalui pengamatan astronomis di zaman kita. Menurut perhitungan para ahli astronomi, matahari bergerak dengan kecepatan luar biasa yang mencapai 720 ribu km per jam ke arah bintang Vega dalam sebuah garis edar yang disebut Solar Apex. Ini berarti matahari bergerak sejauh kurang lebih 17.280.000 kilometer dalam sehari. Bersama matahari, semua planet dan satelit dalam sistem gravitasi matahari juga berjalan menempuh jarak ini. Selanjutnya, semua bintang di alam semesta berada dalam suatu gerakan serupa yang terencana.

Keseluruhan alam semesta yang dipenuhi oleh lintasan dan garis edar seperti ini, dinyatakan dalam Al Qur’an sebagai berikut:

“Demi langit yang mempunyai jalan-jalan.” (Al Qur’an, 51:7)

Terdapat sekitar 200 milyar galaksi di alam semesta yang masing-masing terdiri dari hampir 200 bintang. Sebagian besar bintang-bintang ini mempunyai planet, dan sebagian besar planet-planet ini mempunyai bulan. Semua benda langit tersebut bergerak dalam garis peredaran yang diperhitungkan dengan sangat teliti. Selama jutaan tahun, masing-masing seolah “berenang” sepanjang garis edarnya dalam keserasian dan keteraturan yang sempurna bersama dengan yang lain. Selain itu, sejumlah komet juga bergerak bersama sepanjang garis edar yang ditetapkan baginya.

Garis edar di alam semesta tidak hanya dimiliki oleh benda-benda angkasa. Galaksi-galaksi pun berjalan pada kecepatan luar biasa dalam suatu garis peredaran yang terhitung dan terencana. Selama pergerakan ini, tak satupun dari benda-benda angkasa ini memotong lintasan yang lain, atau bertabrakan dengan lainnya. Bahkan, telah teramati bahwa sejumlah galaksi berpapasan satu sama lain tanpa satu pun dari bagian-bagiannya saling bersentuhan.

Dapat dipastikan bahwa pada saat Al Qur’an diturunkan, manusia tidak memiliki teleskop masa kini ataupun teknologi canggih untuk mengamati ruang angkasa berjarak jutaan kilometer, tidak pula pengetahuan fisika ataupun astronomi modern. Karenanya, saat itu tidaklah mungkin untuk mengatakan secara ilmiah bahwa ruang angkasa “dipenuhi lintasan dan garis edar” sebagaimana dinyatakan dalam ayat tersebut. Akan tetapi, hal ini dinyatakan secara terbuka kepada kita dalam Al Qur’an yang diturunkan pada saat itu: karena Al Qur’an adalah firman Allah.

12. Gugusan bintang atau galaksi.

“Maha Suci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang (galaksi) dan Dia menjadikan juga padanya matahari dan bulan yang bercahaya.” (QS. 25:61)

Dalam alam semesta ini terdapat milyaran galaksi. Di antara galaksi-galaksi itu adalah:

- Galaksi Bima Sakti (tata surya kita ini terdapat di dalamnya).
- Galaksi Magellan (berjarak kira-kira 150.000 tahun cahaya dari Bima Sakti).
- Galaksi Andromeda (lebih jauh sedikit dari Magellan, dengan jarak kira-kira 2.000.000 tahun cahaya).

13. Gerak semu matahari.

“Tuhan yang memelihara kedua tempat terbit matahari dan Tuhan yang memelihara kedua tempat terbenamnya.” (QS. 55:17)

Dua tempat terbit matahari dan dua tempat terbenamnya ialah tempat dan terbenam matahari di waktu musim panas dan di musim dingin. Gerak semu matahari ke utara-selatan menyebabkan beberapa musim tertentu di suatu negara tertentu.

14. Planet dalam langit terdekat.

Dalam suatu ayat terdapat kata “Kawakib” yang menurut pengetahuan modern hanya dapat diartikan “planet”.

“Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang terdekat dengan hiasan yaitu planet-planet.” (QS. 37:6)

Kalimat Qur-an: “Langit yang terdekat” dapatkah diartikan sebagai sistem matahari? Kita mengetahui bahwa tak terdapat di antara benda-benda samawi yang terdekat kepada kita selain planet. Matahari adalah bintang satu-satunya dalam sistem ini yang pakai nama. Orang tak dapat mengerti, benda samawi apa gerangan yang dimaksudkan dalam ayat tersebut, jika bukan planet. Rasanya sudah benar jika kita terjemahkan “Kawakib” dengan “planet;” dan ini berarti bahwa Qur-an menyebutkan adanya “planet” menurut definisi modern.

15. Mengembangnya alam semesta.

Dalam Al Qur’an, yang diturunkan 14 abad silam di saat ilmu astronomi masih terbelakang, mengembangnya alam semesta digambarkan sebagaimana berikut ini:

“Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya.” (Al Qur’an, 51:47)

Kata “langit”, sebagaimana dinyatakan dalam ayat ini, digunakan di banyak tempat dalam Al Qur’an dengan makna luar angkasa dan alam semesta. Di sini sekali lagi, kata tersebut digunakan dengan arti ini. Dengan kata lain, dalam Al Qur’an dikatakan bahwa alam semesta “mengalami perluasan atau mengembang”. Dan inilah yang kesimpulan yang dicapai ilmu pengetahuan masa kini.

Hingga awal abad ke-20, satu-satunya pandangan yang umumnya diyakini di dunia ilmu pengetahuan adalah bahwa alam semesta bersifat tetap dan telah ada sejak dahulu kala tanpa permulaan. Namun, penelitian, pengamatan, dan perhitungan yang dilakukan dengan teknologi modern, mengungkapkan bahwa alam semesta sesungguhnya memiliki permulaan, dan ia terus-menerus “mengembang”.

Pada awal abad ke-20, fisikawan Rusia, Alexander Friedmann, dan ahli kosmologi Belgia, George Lemaitre, secara teoritis menghitung dan menemukan bahwa alam semesta senantiasa bergerak dan mengembang.

Fakta ini dibuktikan juga dengan menggunakan data pengamatan pada tahun 1929. Ketika mengamati langit dengan teleskop, Edwin Hubble, seorang astronom Amerika, menemukan bahwa bintang-bintang dan galaksi terus bergerak saling menjauhi. Sebuah alam semesta, di mana segala sesuatunya terus bergerak menjauhi satu sama lain, berarti bahwa alam semesta tersebut terus-menerus “mengembang”. Pengamatan yang dilakukan di tahun-tahun berikutnya memperkokoh fakta bahwa alam semesta terus mengembang. Kenyataan ini diterangkan dalam Al Qur’an pada saat tak seorang pun mengetahuinya. Ini dikarenakan Al Qur’an adalah firman Allah, Sang Pencipta, dan Pengatur keseluruhan alam semesta.

16. Bentuk bulat planet bumi.

“Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar; Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam…” (Al Qur’an, 39:5)

Dalam Al Qur’an, kata-kata yang digunakan untuk menjelaskan tentang alam semesta sungguh sangat penting. Kata Arab yang diterjemahkan sebagai “menutupkan” dalam ayat di atas adalah “takwir”. Dalam kamus bahasa Arab, misalnya, kata ini digunakan untuk menggambarkan pekerjaan membungkus atau menutup sesuatu di atas yang lain secara melingkar, sebagaimana surban dipakaikan pada kepala.

Keterangan yang disebut dalam ayat tersebut tentang siang dan malam yang saling menutup satu sama lain berisi keterangan yang tepat mengenai bentuk bumi. Pernyataan ini hanya benar jika bumi berbentuk bulat. Ini berarti bahwa dalam Al Qur’an, yang telah diturunkan di abad ke-7, telah diisyaratkan tentang bentuk planet bumi yang bulat.

Namun perlu diingat bahwa ilmu astronomi kala itu memahami bumi secara berbeda. Di masa itu, bumi diyakini berbentuk bidang datar, dan semua perhitungan serta penjelasan ilmiah didasarkan pada keyakinan ini. Sebaliknya, ayat-ayat Al Qur’an berisi informasi yang hanya mampu kita pahami dalam satu abad terakhir. Oleh karena Al Qur’an adalah firman Allah, maka tidak mengherankan jika kata-kata yang tepat digunakan dalam ayat-ayatnya ketika menjelaskan jagat raya. Rasanya tidak mungkin Allah menyebutkan secara vulgar bahwa bentuk bumi adalah bulat, karena ini akan bertentangan dengan keyakinan manusia pada waktu itu. Lebih jauh, Allah menyuruh manusia untuk berfikir dan memahami segala ciptaan-Nya yang tak terbatas luasnya ini.

17. Lautan yang tidak bercampur satu sama lain.

Salah satu di antara sekian sifat lautan yang baru-baru ini ditemukan adalah berkaitan dengan ayat Al Quran sebagai berikut:

“Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu, antara keduanya ada batas yang tak dapat dilampaui oleh masing-masing … Dari keduanya keluar mutiara dan marjan.” (Al Qur’an, 55:19-20,22)

Sifat lautan yang saling bertemu, akan tetapi tidak bercampur satu sama lain ini telah ditemukan oleh para ahli kelautan baru-baru ini. Dikarenakan gaya fisika yang dinamakan “tegangan permukaan”, air dari laut-laut yang saling bersebelahan tidak menyatu. Akibat adanya perbedaan masa jenis, tegangan permukaan mencegah lautan dari bercampur satu sama lain, seolah terdapat dinding tipis yang memisahkan mereka. (Davis, Richard A., Jr. 1972, Principles of Oceanography, Don Mills, Ontario, Addison-Wesley Publishing, s. 92-93.)

Dari keduanya, dapat digali berbagai kekayaan alam khususnya mutiara dan marjan.

Sisi menarik dari hal ini adalah bahwa pada masa ketika manusia tidak memiliki pengetahuan apapun mengenai fisika, tegangan permukaan, ataupun ilmu kelautan, hal ini dinyatakan dalam Al Qur?an.

Suatu fenomena lain yang sering kita dapatkan adalah bahwa air lautan yang asin, dengan air sungai-sungai besar yang tawar tidak bercampur seketika. Orang mengira bahwa Qur-an membicarakan sungai Euphrat dan Tigris yang setelah bertemu dalam muara, kedua sungai itu membentuk semacam lautan yang panjangnya lebih dari 150 km, dan dinamakan Syath al Arab. Di dalam teluk pengaruh pasang surutnya air menimbulkan suatu fenomena yang bermanfaat yaitu masuknya air tawar ke dalam tanah sehingga menjamin irigasi yang memuaskan. Untuk memahami teks ayat, kita harus ingat bahwa lautan adalah terjemahan kata bahasa Arab “Bahr” yang berarti sekelompok air yang besar, sehingga kata itu dapat dipakai untuk menunjukkan lautan atau sungai yang besar seperti Nil, Tigris dan Euphrat.

Dua ayat yang memuat fenomena tersebut adalah sebagai berikut:

“Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit, Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.” (QS. 25:53)

“Dan tidak sama (antara) dua laut. Yang ini tawar segar sedap diminum, dan yang ini asin lagi pahit. Dan dari masing-masing laut itu kamu dapat memakan daging yang segar dan kamu dapat mengeluarkan perhiasan yang dapat kamu memakainya.” (QS. 35:12)

Selain menunjukkan fakta yang pokok, ayat-ayat tersebut menyebutkan kekayaan-kekayaan yang dikeluarkan dari air tawar dan air asin yaitu ikan-ikan dan hiasan badan: batu-batu perhiasan dan mutiara. Mengenai fenomena tidak campurnya air sungai dengan air laut di muara-muara hal tersebut tidak khusus untuk Tigris dan Euphrat yang memang tidak disebutkan namanya dalam ayat walaupun ahli-ahli tafsir mengira bahwa dua sungai besar itulah yang dimaksudkan. Sungai-sungai besar yang menuang ke laut seperti Missisippi dan Yang Tse menunjukkan keistimewaan yang sama; campurnya kedua macan air itu tidak terlaksana seketika tetapi memerlukan waktu.

18. Kegelapan dan gelombang di dasar lautan.

“Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan; gelap gulita yang tindih-bertindih, apabila dia mengeluarkan tangannya, tiadalah dia dapat melihatnya, (dan) barangsiapa yang tiada diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah tiadalah dia mempunyai cahaya sedikitpun.” (Al Qur’an, 24:40)

Keadaan umum tentang lautan yang dalam dijelaskan dalam buku berjudul Oceans:

Kegelapan dalam lautan dan samudra yang dalam dijumpai pada kedalaman 200 meter atau lebih. Pada kedalaman ini, hampir tidak dijumpai cahaya. Di bawah kedalaman 1000 meter, tidak terdapat cahaya sama sekali. (Elder, Danny; and John Pernetta, 1991, Oceans, London, Mitchell Beazley Publishers, s. 27)

Kini, kita telah mengetahui tentang keadaan umum lautan tersebut, ciri-ciri makhluk hidup yang ada di dalamnya, kadar garamnya, serta jumlah air, luas permukaan dan kedalamannya. Kapal selam dan perangkat khusus yang dikembangkan menggunakan teknologi modern, memungkinkan para ilmuwan untuk mendapatkan informasi ini.

Manusia tak mampu menyelam pada kedalaman di bawah 40 meter tanpa bantuan peralatan khusus. Mereka tak mampu bertahan hidup di bagian samudra yang dalam nan gelap, seperti pada kedalaman 200 meter. Karena alasan inilah, para ilmuwan hanya baru-baru ini saja mampu menemukan informasi sangat rinci tersebut tentang kelautan. Namun, pernyataan “gelap gulita di lautan yang dalam” digunakan dalam surat An Nuur 1400 tahun lalu. Ini sudah pasti salah satu keajaiban Al Quran, sebab infomasi ini dinyatakan di saat belum ada perangkat yang memungkinkan manusia untuk menyelam di kedalaman samudra.

Selain itu, pernyataan di ayat ke-40 surat An Nuur “Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan?” mengarahkan perhatian kita pada satu keajaiban Al Quran yang lain.

Para ilmuwan baru-baru ini menemukan keberadaan gelombang di dasar lautan, yang “terjadi pada pertemuan antara lapisan-lapisan air laut yang memiliki kerapatan atau massa jenis yang berbeda.” Gelombang yang dinamakan gelombang internal ini meliputi wilayah perairan di kedalaman lautan dan samudra dikarenakan pada kedalaman ini air laut memiliki massa jenis lebih tinggi dibanding lapisan air di atasnya. Gelombang internal memiliki sifat seperti gelombang permukaan. Gelombang ini dapat pecah, persis sebagaimana gelombang permukaan. Gelombang internal tidak dapat dilihat oleh mata manusia, tapi keberadaannya dapat dikenali dengan mempelajari suhu atau perubahan kadar garam di tempat-tempat tertentu. (Gross, M. Grant; 1993, Oceanography, a View of Earth, 6. edition, Englewood Cliffs, Prentice-Hall Inc., s. 205)

Pernyataan-pernyataan dalam Al Qur’an benar-benar bersesuaian dengan penjelasan di atas. Tanpa adanya penelitian, seseorang hanya mampu melihat gelombang di permukaan laut. Mustahil seseorang mampu mengamati keberadaan gelombang internal di dasar laut. Akan tetapi, dalam surat An Nuur, Allah mengarahkan perhatian kita pada jenis gelombang yang terdapat di kedalaman samudra. Sungguh, fakta yang baru saja diketemukan para ilmuwan ini memperlihatkan sekali lagi bahwa Al Qur’an adalah kalam Allah.

19. Manfaat sidik jari.

Saat dikatakan dalam Al Qur’an bahwa adalah mudah bagi Allah untuk menghidupkan manusia setelah kematiannya, pernyataan tentang sidik jari manusia secara khusus ditekankan:

“Apakah manusia mengira bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang-belulangnya? Ya, bahkan Kami mampu menyusun (kembali) ujung jari-jarinya dengan sempurna.” (Al Qur’an, 75:3-4)

Penekanan pada sidik jari memiliki makna sangat khusus. Ini dikarenakan sidik jari setiap orang adalah khas bagi dirinya sendiri. Setiap orang yang hidup atau pernah hidup di dunia ini memiliki serangkaian sidik jari yang unik dan berbeda dari orang lain.

Itulah mengapa sidik jari dipakai sebagai kartu identitas yang sangat penting bagi pemiliknya dan digunakan untuk tujuan ini di seluruh penjuru dunia.

Akan tetapi, yang penting adalah bahwa keunikan sidik jari ini baru ditemukan di akhir abad ke-19. Sebelumnya, orang menghargai sidik jari sebagai lengkungan-lengkungan biasa tanpa makna khusus. Namun dalam Al Qur’an, Allah merujuk kepada sidik jari, yang sedikitpun tak menarik perhatian orang waktu itu, dan mengarahkan perhatian kita pada arti penting sidik jari, yang baru mampu dipahami di zaman sekarang.

20. Jenis kelamin bayi.

Hingga baru-baru ini, diyakini bahwa jenis kelamin bayi ditentukan oleh sel-sel ibu. Atau setidaknya, dipercaya bahwa jenis kelamin ini ditentukan secara bersama oleh sel-sel lelaki dan perempuan. Namun kita diberitahu informasi yang berbeda dalam Al Qur’an, yang menyatakan bahwa jenis kelamin laki-laki atau perempuan diciptakan “dari air mani apabila dipancarkan”.

“Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan pria dan wanita, dari air mani, apabila dipancarkan.” (Al Qur’an, 53:45-46)

Cabang-cabang ilmu pengetahuan yang berkembang seperti genetika dan biologi molekuler telah membenarkan secara ilmiah ketepatan informasi yang diberikan Al Qur’an ini. Kini diketahui bahwa jenis kelamin ditentukan oleh sel-sel sperma dari tubuh pria, dan bahwa wanita tidak berperan dalam proses penentuan jenis kelamin ini.

Kromosom adalah unsur utama dalam penentuan jenis kelamin. Dua dari 46 kromosom yang menentukan bentuk seorang manusia diketahui sebagai kromosom kelamin. Dua kromosom ini disebut “XY” pada pria, dan “XX” pada wanita. Penamaan ini didasarkan pada bentuk kromosom tersebut yang menyerupai bentuk huruf-huruf ini. Kromosom Y membawa gen-gen yang mengkode sifat-sifat kelelakian, sedangkan kromosom X membawa gen-gen yang mengkode sifat-sifat kewanitaan.

Pembentukan seorang manusia baru berawal dari penggabungan silang salah satu dari kromosom ini, yang pada pria dan wanita ada dalam keadaan berpasangan. Pada wanita, kedua bagian sel kelamin, yang membelah menjadi dua selama peristiwa ovulasi, membawa kromosom X. Sebaliknya, sel kelamin seorang pria menghasilkan dua sel sperma yang berbeda, satu berisi kromosom X, dan yang lainnya berisi kromosom Y. Jika satu sel telur berkromosom X dari wanita ini bergabung dengan sperma yang membawa kromosom Y, maka bayi yang akan lahir berjenis kelamin pria.

Dengan kata lain, jenis kelamin bayi ditentukan oleh jenis kromosom mana dari pria yang bergabung dengan sel telur wanita.

Tak satu pun informasi ini dapat diketahui hingga ditemukannya ilmu genetika pada abad ke-20. Bahkan di banyak masyarakat, diyakini bahwa jenis kelamin bayi ditentukan oleh pihak wanita. Inilah mengapa kaum wanita dipersalahkan ketika mereka melahirkan bayi perempuan.

Namun, tiga belas abad sebelum penemuan gen manusia, Al Qur’an telah mengungkapkan informasi yang menghapuskan keyakinan takhayul ini, dan menyatakan bahwa wanita bukanlah penentu jenis kelamin bayi, akan tetapi air mani dari pria.

21. Manusia tercipta dari setitik sperma.

Selama persetubuhan seksual, 250 juta sperma terpancar dari si laki-laki pada satu waktu. Sperma-sperma melakukan perjalanan 5-menit yang sulit di tubuh si ibu sampai menuju sel telur. Hanya seribu dari 250 juta sperma yang berhasil mencapai sel telur. Sel telur, yang berukuran setengah dari sebutir garam, hanya akan membolehkan masuk satu sperma. Artinya, bahan manusia bukan mani seluruhnya, melainkan hanya sebagian kecil darinya. Ini dijelaskan dalam Al-Qur’an :

“Apakah manusia mengira akan dibiarkan tak terurus? Bukankah ia hanya setitik mani yang dipancarkan?” (Al Qur’an, 75:36-37)

Seperti yang telah kita amati, Al-Qur’an memberi tahu kita bahwa manusia tidak terbuat dari mani selengkapnya, tetapi hanya bagian kecil darinya. Bahwa tekanan khusus dalam pernyataan ini mengumumkan suatu fakta yang baru ditemukan oleh ilmu pengetahuan modern itu merupakan bukti bahwa pernyataan tersebut berasal dari Ilahi.

22. Bagian otak yang mengendalikan gerak kita.

“Ketahuilah, sungguh jika dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami tarik ubun-ubunnya, (yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka.” (Al Qur’an, 96:15-16)

Ungkapan “ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka” dalam ayat di atas sungguh menarik. Penelitian yang dilakukan di tahun-tahun belakangan mengungkapkan bahwa bagian prefrontal, yang bertugas mengatur fungsi-fungsi khusus otak, terletak pada bagian depan tulang tengkorak. Para ilmuwan hanya mampu menemukan fungsi bagian ini selama kurun waktu 60 tahun terakhir, sedangkan Al Qur’an telah menyebutkannya 1400 tahun lalu. Jika kita lihat bagian dalam tulang tengkorak, di bagian depan kepala, akan kita temukan daerah frontal cerebrum (otak besar). Buku berjudul Essentials of Anatomy and Physiology, yang berisi temuan-temuan terakhir hasil penelitian tentang fungsi bagian ini, menyatakan:

Dorongan dan hasrat untuk merencanakan dan memulai gerakan terjadi di bagian depan lobi frontal, dan bagian prefrontal. Ini adalah daerah korteks asosiasi… (Seeley, Rod R.; Trent D. Stephens; and Philip Tate, 1996, Essentials of Anatomy & Physiology, 2. edition, St. Louis, Mosby-Year Book Inc., s. 211; Noback, Charles R.; N. L. Strominger; and R. J. Demarest, 1991, The Human Nervous System, Introduction and Review, 4. edition, Philadelphia, Lea & Febiger , s. 410-411)

Buku tersebut juga mengatakan:

Berkaitan dengan keterlibatannya dalam membangkitkan dorongan, daerah prefrontal juga diyakini sebagai pusat fungsional bagi perilaku menyerang… (Seeley, Rod R.; Trent D. Stephens; and Philip Tate, 1996, Essentials of Anatomy & Physiology, 2. edition, St. Louis, Mosby-Year Book Inc., s. 211)

Jadi, daerah cerebrum ini juga bertugas merencanakan, memberi dorongan, dan memulai perilaku baik dan buruk, dan bertanggung jawab atas perkataan benar dan dusta.

Jelas bahwa ungkapan “ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka” benar-benar merujuk pada penjelasan di atas. Fakta yang hanya dapat diketahui para ilmuwan selama 60 tahun terakhir ini, telah dinyatakan Allah dalam Al Qur’an sejak dulu.

23. Air susu ibu dalam 2 tahun.

Air susu ibu adalah suatu campuran ciptaan Allah yang luar biasa dan tak tertandingi sebagai sumber makanan terbaik bagi bayi yang baru lahir, dan sebagai zat yang meningkatkan kekebalan tubuhnya terhadap penyakit. Bahkan makanan bayi yang dibuat dengan teknologi masa kini tak mampu menggantikan sumber makanan yang menakjubkan ini.

Setiap hari ditemukan satu manfaat baru air susu ibu bagi bayi. Salah satu fakta yang ditemukan ilmu pengetahuan tentang air susu ibu adalah bahwa menyusui bayi selama dua tahun setelah kelahiran sungguh amat bermanfaat. (Rex D. Russell, Design in Infant Nutrition, http:// www. icr.org/pubs/imp-259.htm)

Allah memberitahu kita informasi penting ini sekitar 14 abad yang lalu, yang hanya diketahui melalui ilmu pengetahuan baru-baru ini, dalam ayat-Nya “…menyapihnya dalam dua tahun…”.

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.” (Al Qur’an, 31:14)

24. Reproduksi tumbuh-tumbuhan.

“Yang telah menjadikan bagimu sebagai hamparan dan yang telah menjadikan bagimu di bumi itu jalan-jalan dan menurunkan dari langit air hujan, maka Kami tumbuhkan dengan air hujan itu berjenis-jenis dan tumbuh-tumbuhan yang bermacam-macam.” (QS. 20:53)

“Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan (tumbuh-tumbuhan) dan Kami turunkan hujan dari langit, lalu Kami beri minum kamu dengan air itu, dan sekali-kali bukanlah kamu yang menyimpannya.” (QS. 15:22)

“…Dan menjadikan padanya (bumi) semua buah-buahan berpasang-pasangan…” (QS. 13:3)

Kita mengetahui bahwa “buah” adalah hasil proses reproduksi daripada tumbuh-tumbuhan tingkat tinggi yang mempunyai organisasi (susunan anggauta) yang lengkap dan sangat kompleks. Tahap sebelum menjadi buah adalah bunga dengan anggauta jantan (etamine) dan betina (ovules). Ovul ini setelah menerima “pollen” menghasilkan buah, dan buah itu sesudah matang menghasilkan biji. Tiap-tiap buah mengandung arti tentang adanya anggauta jantan dan anggota betina. Inilah yang dimaksudkan oleh ayat tersebut di atas.

Tetapi kita harus ingat bahwa dalam beberapa pohon, buah dapat dihasilkan oleh bunga yang tidak dikawin seperti pisang, beberapa macam ananas, tin (fique), orange dan buah anggur. Buah tersebut tidak berasal dari pohon yang mempunyai jenis seks.

Selesainya reproduksi terjadi dengan proses tumbuhnya biji, setelah terbukanya tutup luar (yang mungkin juga terpadat dalam biji). Terbukanya tutup luar itu memungkinkan keluarnya akar yang akan menyerap makanan dari tanah. Makanan itu perlu untuk tumbuh-tumbuhan yang lambat pertumbuhannya, yaitu untuk berkembang dan menghasilkan individu baru.

Suatu ayat memberi isyarat kepada pembenihan ini.

“Sesungguhnya Allah membelah butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah-buahan…” (QS. 6:95)

25. Reproduksi binatang.

“Dan bahwasanya Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan laki-laki dan perempuan, dari air mani, apabila dipancarkan.” (QS. 53:45-46)

Ayat di atas berlaku umum, tidak saja bagi reproduksi manusia, tetapi juga berlaku bagi reproduksi binatang. “Pasangan” adalah kata-kata yang sama yang kita dapatkan dalam ayat-ayat yang membicarakan reproduksi tumbuh-tumbuhan. Di sini soal sex ditegaskan. Perincian yang sangat mengagumkan adalah gambaran yang tepat tentang beberapa tetes zat cair (sperma) yang diperlukan untuk reproduksi.

26. Menembus ruang angkasa dan kedalaman perut bumi.

Al-Qur’an memberi isyarat kepada manusia untuk menjelajahi ruang angkasa dan perut bumi yang tidak mungkin dilakukan oleh manusia pada waktu ayat ini diturunkan.

“Hai jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, dan kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan. (QS. 55:33)

Manusia, dengan kecerdasan dan keterampilannya, telah berhasil mendaratkan dua orang awak pesawat apollo 11 ke bulan dan membuat stasiun ruang angkasa, dan banyak menerjunkan pekerja tambang ke dalam perut bumi hingga kedalaman beberapa kilometer.

Dan lain sebagainya.

TANTANGAN ALLAH SWT KEPADA ORANG-ORANG KAFIR (KHUSUSNYA ATHEIS):

Allah SWT menantang orang-orang kafir untuk mengembalikan nyawa manusia ketika dicabut:

“Maka mengapa ketika nyawa sampai di kerongkongan, padahal kamu ketika itu melihat, dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada kamu, tetapi kamu tidak melihat, maka mengapa jika kamu tidak dikuasai (oleh Allah), kamu tidak mengembalikan nyawa itu (kepada tempatnya) jika kamu adalah orang-orang yang benar?” (QS. 56:83-87)

PEKERJAAN RUMAH BAGI AHLI-AHLI RUANG ANGKASA:

Secara gamblang, Allah SWT menyebutkan keberadaan makhluk-makhluk melata di ruang angkasa:

“Diantara tanda-tanda (kekuasaan)-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan makhluk-makhluk yang melata yang Dia sebarkan pada keduanya. Dan Dia Mahakuasa mengumpulkan semuanya apabila dikehendaki-Nya.” (QS. 42:29)                                                                                                                                                                    

KECANGGIHAN TEKNOLOGI PADA MASA LAMPAU

Assalamu'alaikum Wr. Wb.


Masa lalu penuh dengan misteri, peradaban-peradaban yang hilang menyimpan banyak teknologi maju yang tidak terungkap. Photo benda- benda di bawah adalah OOPARTS, singkatan dari out of place artifacs, artinya peninggalan barang bersejarah yang teknologinya melebihi catatan perkembangan sejarah.

 

Selama ini kita percaya bahwa teknologi terus maju, tapi nyatanya teknologi itu berputar, dari majunya teknologi dapat kembali mundur. Aksesoris pesawat ini digali dari reruntuhan kebudayaan di columbia tahun 500 masehi.


Apakah anda bertanya-tanya? bagaimana mereka

dapat membuat aksesoris berbentuk pesawat,

bahkan saat itu belum ada pesawat ?

Alat di BAWAH ini mempunyai kerja seperti baterai, bentuknya agak unik, dan didalamnya benar - benar seperti baterai, benda ini ditemukan dari reruntuhan Irak, berarti jaman dulu manusia sudah menggunakan listrik ?




Tengkorak kristal ini, yang juga muncul dalam film indiana jones, ditemukan di reruntuhan Mayan yang disebut "Lubaantun", di British Honduras (sekarang disebut Bezile). Tengkorak itu ditemukan pada tahun 1924 oleh Anna Le Guillon Mitchell Hedges, putri F.A. Mitchell Hedgess. Tengkorak ini terbuat dari kristal bening yang merupakan replika sempurna tengkorak manusia, pasti hal ini sangat mustahil untuk dilakukan dengan teknologi kita seperti sekarang ini, lantas bagaimana mereka membuatnya?
Bola batu raksasa ini berdiameter 2.6 m dan berat 25 ton,  waktu pembuatannya kira - kira antara abad 4 - 9,  apakah saat itu manusia dapat membuat bola bundar besar tanpa cacat ?
Dan yang dibawah ini adalah hieroglyph yang ditemukan di mesir, tapi ada  yang aneh pada hieroglyph itu, ada gambar pesawat jet, kapal terbang, dan 1 lagi kapal aneh, apa pada masa itu sudah ada pesawat?
                                                                  

Benda - benda tersebut menyadarkan kita bahwa kita bukanlah peradaban yang paling maju, saya yakin, jaman dulu masih banyak peradaban yang lebih maju dari peradaban kita sekarang tetapi mereka musnah. Bahkan menurut Yves Naud berdasarkan penelitiannya yang panjang, teknologi yang pernah dicapai oleh nenek moyang manusia jaman dahulu kala jauh melebihi apa yang sudah dicapai oleh manusia modern sekarang ini. Dan hal ini seperti yang disampaikan oleh Al-Qur'an 14 abad silam dalam ayat Mutasyabihat-Nya.

 

yang artinya : "Dan orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan sedang orang- orang kafir Mekah itu belum sampai menerima sepersepuluh dari apa[1243] yang telah Kami berikan kepada orang-orang dahulu itu lalu mereka mendustakan rasul-rasul-Ku. Maka Alangkah hebatnya akibat kemurkaan-Ku." (Qs. Sabba' : 45)

 

([1243] Maksud dari sepersepuluh dari apa yang telah Kami berikan kepada mereka ialah pemberian Tuhan tentang kepandaian ilmu pengetahuan, umur panjang, kekuatan jasmani, kekayaan harta benda dan sebagainya.)

 
 

Hal ini dibuktikannya juga dengan keberadaan Peta Piri Reis yang merupakan suatu peta dengan rancangan ilmu geografis sangat akurat Konon pada awal abad ke delapan belas, di istana Topkapi Turki, ditemukan peta-peta kuno. Peta itu adalah milik seorang perwira tinggi Angkatan Laut Turki Laksamana Piri Reis.

                                                                                             

Dua buah atlas yang disimpan di perpustakaan negara di Berlin yang memuat gambar yang tepat dari laut Tengah dan daerah sekitar laut Mati, juga berasal dari Laksamana Piri Reis ini. Semua peta ini telah diserahkan kepada Arlington H. Mallerey seorang Kartograf Amerika untuk diteliti. Mallerey memperkuat fakta yang luar biasa bahwa semua data geografi terdapat pada peta-peta itu, tetapi tidak digambar pada tempat yang semestinya. Ia minta bantuan dari Walters seorang kartograf dari Biro Hidrografi Angkatan Laut Amerika Serikat. Mallerey dan Walters bersama - sama menyusun suatu skala dan mentransformasikan peta itu menjadi bola dunia. Mereka membuat penemuan yang menggemparkan.


Petanya memang cermat, bukan hanya mengenai laut Tengah dan laut Mati saja melainkan pantai-pantai Amerika Utara dan Selatan, bahkan garis-garis tinggi permukaan samudra Antartika pun dilukiskan dengan persis sekali pada peta Piri Reis itu. Peta itu bukan hanya memproduksikan garis besarnya benua-benua melainkan juga topografi dari daerah-daerah pedalaman. Pegunungan, puncak gunung, pulau, sungai dan dataran tinggi, semuanya digambarkan dengan ketepatan yang luar biasa.

 

Dalam tahun 1957, peta-peta itu diserahkan kepada Jesnit Lineham, yang menjabat direktur dari Weston Observatory merangkap juru potret pada Angkatan Laut Amerika Serikat. Setelah memeriksanya dengan cermat, Lineham pun hanya dapat memperkuat ketepatannya yang fantastis itu bahkan sampai mengenai daerah daerah yang di masa sekarang jarang sekali dipelajari. Yang paling menonjol ialah bahwa pegunungan di Antartika yang baru ditemukan pada tahun 1952, dalam peta Reis telah terdapat. Pegunungan itu telah tertutup oleh es beratus-ratus tahun lamanya.

 

Peta kita sekarang dibuat berdasarkan hasil pemetaan dengan menggunakan alat-alat gema suara. Penyelidikan terakhir yang dilakukan oleh Profesor Charles. H. Hapgood dan ahli matematika Richard W. Strachan telah memberikan informasi yang lebih mengherankan lagi. Setelah diadakan perbandingan dengan hasil pemotretan bulatan dunia kita yang di lakukan secara modern dari satelit, perbandingan itu menunjukkan bahwa peta aslinya dari Piri Reis itu pasti telah dibuat berdasarkan hasil pemotretan dari udara dengan ketinggian yang jauh sekali.

 

Sebuah kapal ruang angkasa terbang diam di atas Kairo dan membidikkan kameranya lurus ke bawah, setelah filmnya dicuci maka akan terdapat gambaran ini, segala sesuatu yang ada dalam radius kira-kira 5.000 mil dari Kairo akan direproduksikan secara tepat, karena semuanya ada di bawah lensa. Tetapi negara-negara dan benua-benua di luar radius itu akan berubah reproduksinya dari keadaan sebenarnya. Semakin jauh pandangan kita dari titik pusat gambar, semakin banyak penyimpangan atau perubahan gambarnya. Mengapa ini semua? karena bumi ini berbentuk bulatan, benua-benua yang jauh dari titik pusat seolah tenggelam ke bawah. Negara Amerika Selatan misalnya, tampaknya berubah dengan janggal sekali pada ukuran memanjangnya, persis seperti perubahan pada peta Piri Reis ! Dan juga persis seperti hasil-hasil pemotretan yang dilakukan satelit buatan dari Amerika.

 

Bagaimana kita bisa menjelaskan hal demikian itu, bagaimana mungkin nenek moyang kita mampu membuat peta seakurat ini dengan pengetahuan mereka yang konon menurut buku-buku sejarah masih dalam taraf hidup didalam gua dan mengembara (nomaden) ? Tidakkah teori yang menyatakan bahwa nenek moyang manusia sebenarnya pernah mencapai kemajuan dibidang ilmu dan teknologi canggih sebelum akhirnya melalui sebuah banjir besar telah melemparkan manusia kembali kejaman batu, bisa diterima ?

 

Masih ingat kisah Nabi Sulaiman? yang yang dapat melakukan perjalanan dalam sehari yang jaraknya sama seperti kita melakukan perjalanan 2 bulan? . Dan dapat memindahkan istana Ratu Bilqis hanya dalam kejapan mata?

 

Bagimana Nabi Sulaiman dapat melakukan itu? apa dengan ada kadabra? sebagai seorang Nabi dan manusia biasa sudah pasti dengan ilmu dan pengetahuan yang diberikan Allah kepadanya .

Tapi apa yang dilakukan Nabi Sulaiman ketika mendapat ilmu pengetahuan sehebat itu? dia malah berdo'a :

 

"Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang juapun sesudahku, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi." (Qs. Shaad: 35)

 

Sungguh besar perhatian Nabi Sulaiman bagi peradaban manusia, melalui doanya itu, beliau bukannya ingin menghalangi orang lain mencapai peradaban yang tinggi melampui apa yang dicapainya, melainkan malah ingin menghindarkan kerusakan yang dapat ditimbulkan oleh kemajuan itu sendiri.

 

Apa jadinya jika kekuasaan dan kehebatan teknologi yang dicapai oleh Nabi Sulaiman itu dipegang oleh orang lain dan dibuat untuk kerusakan sesama manusia di muka bumi ?

 

Wassalamu'alaikum Wr.Wb.                                                                                                                                                                                             PENEMUAN KUNO YANG TIDAK BISA DIJELASKAN SECARA ILMIAH                                                                                                                        

1. The Voynich Manuscript

 

The Voynich manuscript adalah buku kuno yang terbukti sukses membuat para ilmuwan terlihat bodoh, seakan buku ini mengatakan, "Figure THIS out, fuckwads." tapi nyatanya buku ini merupakan sebuah buku text yang menyimpan misteri dan maksud didalamnya, terdapat juga ilustrasi didalam buku kuno ini. Sebenarnya tulisan tersebut merupakan bahasa, tapi tak seorangpun tidak tahu maksudnya. Dan pasti ada maksud dibalik tulisan tersebut. Tak ada kepastian siapa yang menulis ini, bahkan kapan buku tersebut ditulis.



The Voynich Manuscript



The Voynich Manuscript2


Jangan berani-berani mencoba kalau tidak ingin bingung sendiri, karena Expert military code breakers, cryptographers, mathematicians, linguists, orang-orang tersebut pun gagal dalam memecahkan kode tulisan ini, tidak diketahui mengapa mereka dapat tidak mengetahui satu katapun.

 

2. The Antikythera Mechanism

 

The Antikythera MechanismAntikythera mechanism adalah sebuah barang kuno, yaitu sebuah pecahan mesin tua yang ditemukan di bangkai kapal dekat Yunani, yang akhirnya diketahui barang tersebut berasal dari 100 tahun sebelum masehi.

 

Antikythera mechanism memiliku banyak gear dan berstruktur aneh yang jarang ditemukan lagi selama 1000 tahun.

Voynich Manuscript


Kenapa Tidak Bisa Dijelaskan ?

 

  • Pertama, karena tak satupun orang tau dimana Antikythera mechanism dibuat. Keanehan alat ini sungguh tak masuk akal pada eranya. Pada bentuknya diketahui alat ini digunakan untuk mempelajari astronomi, tapi bagaimana bisa diciptakan alat itu padahal ilmuwan saat itu masih belum mengetahui hukum grafitasi dan bagaimana tubuh kita bergerak ?

Antikythera Mechanism

3. The Baigong Pipes

 

Di suatu area di China, tempat dimana tidak dihuni penduduk. terdapat tiga pintu pipa segitiga yang dipenuhi besi dan rongsokan yang sudah berkarat di sekitar tepi gunung. Beberapa pipa menusuk jauh ke dalam gunung. Tapi beberapa pipa malah menyambung ke sebuah kolam danau yang asin. masih banyak lagi pipa² yang tidak dketahui dimana letaknya. beberapa ada yang panjangnya 40cm, dan beberapa ada juga yang lebih pendek, tapi sepertinya pipa diletakkan untuk menyusun sebuah bentuk tertentu.


Kenapa tidak dapat dijelaskan ?

The Baigong Pipes


Masalahnya pipa itu diketahui dibuat dari zaman batu. Dimana pada waktu itu manusia masih bingung bagaimana cara memasak daging dengan matang tanpa membakar rambutnya sendiri, bahkan ada beberapa anggapan ini merupakan tempat melandasnya UFO !                                                

 

 

 

4. The Giant Stone Balls of Costa Rica



The Giant Stone Balls of Costa Rica

Costa Rica dan daerah sekitarnya dikejutkan dengan penemuan batu bola yang bundar dengan bentuk sempurna sekali. Tidak hanya satu yang ditemukan, tetapi banyak, ada yang kecil, ada juga yang setinggi manusia. Tidak diketahui bagaimana secara tiba² batu ini ada dimana² menyebar di Costarica, layaknya lapangan golf yang super besar.


Beberapa batu bahkan sudah ada yang dicoba untuk diledakkan, mereka berharap mereka dapat menemukan harta karun, biji kopi, bahkan bayi didalamnya, mungkin. Beberapa batu sudah ada yang digulingkan, tapi beberapa masih terlalu berat untuk ditarik buldozer.

 

Why Can't They Solve It ?

 

Masih menjadi misteri dan bagaimana batu ini bisa terbentuk. Jika batu ini terbentuk dari zaman dahulu, bagaimana bisa manusia pada masa itu bisa membuat batu besar seberat ini dan menjadi sehalus itu ?

 

5. The Baghdad Batteries

 

Baghdad Batteries

The Baghdad Batteries adalah sebuah artifact yang ditemukan di Mesopotamia, yang diketahui dibuat pada zaman awal masehi. Benda ini seperti perlengkapan orang mesir zaman dahulu ketika berpergian. Ketika seorang arkeologis sadar dia bukan hanya menganalisa sebuah pot, dia langsung kaget ketika ia tau itu adalah sebuah baterai, karena pot tersebut berisi cairan baterai seperti cairan acid corrosion.

 

Kenapa tidak dapat dijelaskan ?



Jelas saja tak dapat dijelaskan. Bagaimana bisa manusia pada zaman itu membuat cairan baterai dan menggunakannya sebagai lampu? sekali lagi IPTEK gagal menjelaskannya.                                                                                                                                                                                                                                             


KEISTIMEWAAN BAHASA ARAB                                                                                                                                                                               

Seorang teman mualaf (masuk Islam thn 2005 lalu) bertanya kepada beberapa tokoh – yang dianggap mengerti agama – dan kepada beberapa guru agama dalam waktu berlainan. Ia bertanya : “Kenapa sholat harus pakai bahasa Arab? Apa Allah cuma punya orang Arab? Apa Allah cuma ngerti bahasa Arab?”

 

Jawaban dari mereka beragam. Ada yang menjawab “Udahlah, ngga usah tanya soal itu, ikut ajalah, sami’na wa atho’na, emang udah dari sononya begitu!”.

Yang lebih ekstrem menjawab,”Wah kamu harus syahadat lagi kalo masih nanyain soal begituan! Istighfar!”

Sebagian lagi menjawab dengan wibawa, “Bahasa Arab itu ada 3 keistimewaan. Yang pertama, Bahasa Arab adalah Bahasa Alquran, Bahasa Arab itu adalah Bahasanya Rasulullah SAW. Dan yang ketiga, Bahasa Arab adalah bahasa surga. Menjengkelkan sealigus indah denger jawaban sang teman dapet jawaban model gini. Akhirnya dia makin penasaran cari hikmah dibalik kewajiban sholat hrs berbahasa Arab. Dapatlah ia beberapa jawaban.

 

Satu-satunya bahasa yang kumpulan hurufnya sangat konsisten baik dari tulisan maupun pelafalan adalah Al Lughotun Al Arobiya (Bahasa Alquran, bukan bahasa Arab sehari-hari). Misalnya dibandingkan dengan bahasa latin, huruf Alif bila kita tanya ke semua muslim di dunia maka mereka tetap melafalkannya dengan [Alif]. Dlm bahasa latin, huruf [i] dilafal [i] di Indonesia, tapi di Amerika akan dilafal [ai], dan di Prancis justru dilafalkan dengan [a]. Contoh lain, huruf [c], dinegeri barat kadang dilafalkan dengan bunyi [c], [s], dan [k]. Contoh : Charlie buy some machine at Chicago. Huruf [c] dalam bahasa latin sangat tidak konsisten pelafalannya. Di kalangan orang minang bahkan ada gurauan yang menggambarkan inkonsistensi bahasa latin : “O-Ne tulisannyo, Wan dibacanyo, ah iko ciek artinyo” (O-Ne tulisannya, Wan dibacanya, ah itu satu artinya).

 

Bahasa Arab adalah akar bahasa dunia, tidak hanya dari perspektif sejarah. Unsur huruf dan bunyi lafalnya bisa dilihat dari berbagai bahasa di dunia.

Contoh : F4 (baca: ef tse). Dalam bahasa mandarin, hitungan 4 (empat) dibaca tse, yg dlm bahasa Arab adalah huruf keempat dlm urutan hijaiyah, yaitu huruf [tsa]. [syin] dalam huruf hijaiyah juga digunakan di negeri berbahasa Inggris, contoh dalam pelafalan machine. Di Jerman dan Belanda huruf [ghoin] pada huruf hijaiyah digunakan untuk melafalkan kata Guten Morgen (baca: hute morhen), guye morgen (baca: huye morhen). Di Prancis juga banyak menggunakan hukum hijaiyah ikhra, misal pada kata bonjour (baca: bongsua), dan msh banyak lagi.

 

Bahasa Arab sangat sehat dilihat dari tinjauan medis.

Tatkala kita melafalkan huruf hijaiyah (Alif, Ba, Ta, Tsa, dst) hormon tertentu akan diproduksi oleh kelenjar pitultary yang ada diotak kita  yang disebabkan oleh stimulus yg dilakukan lidah terhadap simpul syaraf yang banyak terdapat di rongga mulut. Kinerja lidah juga berefek pada hormon dari kelenjar pineal sehingga memberikan rasa teduh,  nyaman, tenang, dan damai di jiwa ketika benar melafalkan doa atau bacaan sholat. Getaran pita suara yang dihasilkan oleh pelafalan setiap huruf hijaiyah yang benar dan tepat juga akan menggetarkan organ-organ tubuh kita secara elektromagnetik. Huruf hijaiyah tersebut adalah [ain] untuk ginjal, [ghoin] untuk paru-paru, [kha] untuk jantung, dan sebagainya.

Jadi, jika ada seseorang yang sakit, mungkin disebabkan bacaan dalam sholatnya kurang pas. Wallahu’alam!

 

Rahasia lain dibalik bahasa Arab Alquran (Arab) adalah bisa menghasilkan energi dan aura tertentu. Lafadz Allah (gabungan huruf Alif Lam Lam Ha), jika di foto aura mengeluarkan pendar cahaya yang menyilaukan. Disebuah literatur martial arts berbahasa Jepang pernah memaparkan bahwa air putih  yang dibacakan kata-kata atau doa diatasnya, molekul airnya (diamati mikroskop) berubah sesuai dengan doa yang dibacakan. Bila buruk arti katanya maka buruk pula bentuk molekulnya, demikian sebaliknya.                                                                                                                                                                                                                                                                       

MUKJIZAT DIBALIK LAFADZ ALLAH                                                                                                                                                                                                                                

Beberapa hari ini tertarik untuk mempelajari sholat. Kembali membaca beberapa buku yang sudah ada dan menyisihkan anggaran belanja untuk berburu buku baru. Hingga akhirnya "terpukau" pada buku Mukjizat Gerakan Sholat: Penelitian Dokter Ahli Bedah dalam Pencegahan dan Penyembuhan Penyakit karangan dr. Sagiran, M.Kes.,Sp.B. Pada halaman 42 beliau menuliskan tentang penelitian seorang ahli psikologi Belanda tentang efek psikologis pengucapan lafadz Allah bagi pasien psikologis dan orang normal. Berikut kutipannya:

Seorang ahli psikologi dari Belanda, Professor Vander Hoven (2002) mengumumkan temuan barunya dari penelitian tentang pengaruh membaca Al Qur'an dan pengucapan berulang-ulang kata "ALLAH" baik pada pasien maupun orang normal. Penelitian dilakukan pada subjek selama tiga tahun. Beberapa pasiennya bahkan ada yang non-muslim, beberapa lainnya tidak berbahasa Arab sebagai bahasa ibu tetapi dilatih untuk dapat mengucapkan kata Allah menurut tata cara pengucapan Bahasa Arab (Alloh-red). Hasil penelitiannya sungguh menakjubkan terutama pada mereka yang menderita depresi dan tekanan psikologi. Harian Arab Saudi Al Watan melaporkan bahwa profesor itu menyimpulkan, mereka orang muslim yang membaca Al Qur'an dengan teratur dapat mencegah penyakit-penyakit psikologis.

Lebih lanjut profesor itu menjelaskan, bahwa setiap huruf dari kata ALLAH itu mempengaruhi penyembuhan psikologis. ternyata pengucapan ini tidak pernah ditemui pada bahasa-bahasa lainnya di dunia. Secara fisiologis, pengucapan huruf pertama yakni "A (alif di fathah)" melapangkan sistem pernafasan, berfungsi mengontrol gerak nafas. Kemudian saat mengucap konsonan "L (Lam di sukun)" menurut cara oarang Arab dengan lidah tertarik ke langit-langit dan sedikit tergelincir di bagian rahang atas, sejenak tertahan sebelum kemudian mengucapkan bunyi "LOH", membentuk ruang tertentu di dalam mulut. Jeda yang pendek dan kemudian disusul dengan jeda yang sama secara berurutan ini menimbulkan pengaruh yang nyata terhadap relaksasi pernafasan. Juga, pengucapan huruf terakhir yaitu "H (Ha' di sukun)" membuat kontak antara paru-paru dan jantung dan pada gilirannya kontak ini dapat mengontrol denyut jantung.

Penelitian yang dilakukan oleh seorang non-muslim ini banyak mendapat tanggapan dari pihak muslim dan non-muslim. Terdapat banyak blog maupun website yang mempublikasikannya. Beberapa diantaranya adalah forum maroc dan forum talklfc. Sengaja saya tampilkan link forum diskusi agar pembaca bisa merasakan atmosfer diskusi tentang hal ini. Tidak semua pihak menerima hasil penelitian Profesor Vander Hoven ini. Sebuah situs non-muslim (yang sepertinya juga anti Islam) menyebut penelitian ini dengan Islamic Pseudo-Science. Menurut saya, kritik yang mereka sampaikan ada positifnya. Dalam penelitian ini memang tidak dijelaskan biodata Profesor Vander Hoven, metodologi penelitian, nama media atau jurnal resmi yang mempublikasikannya, dan yang lain sebagainya. Akan tetapi itu hanyalah sebuah apologi defensif, yang tidak mengurangi substansi penelitian fenomenal ini.

MUKJIZAT GERAKAN SHALAT 

Takbiratul Ihram : Berdiri tegak, mengangkat kedua tangan sejajar telinga, lalu melipatnya di depan perut atau dada bagian bawah. Manfaat Gerakan ini melancarkan aliran darah, getah bening (limfe) dan menambah kekuatan otot lengan. Posisi jantung di bawah otak memungkinkan darah mengalir lancar ke seluruh tubuh. Saat mengangkat kedua tangan, otot bahu meregang sehingga aliran darah yang kaya oksigen menjadi lebih lancar. Kemudian kedua tangan didekapkan di depan perut atau dada bagian bawah. Sikap ini menghindarkan dari berbagai gangguan persendian, khususnya pada tubuh bagian atas.

Ruku’ : Rukuk yang sempurna ditandai tulang belakang yang lurus sehingga bila diletakkan segelas air di atas punggung tersebut tak akan tumpah. Posisi kepala lurus dengan tulang belakang. Manfaat Postur ini menjaga kesempurnaan posisi dan fungsi tulang belakang (corpus vertebrae) sebagai penyangga tubuh dan pusat syaraf. Posisi jantung sejajar dengan otak, maka aliran darah maksimal pada tubuh bagian tengah. Tangan yang bertumpu di lutut berfungsi relaksasi bagi otot-otot bahu hingga ke bawah. Selain itu, rukuk adalah latihan kemih untuk mencegah gangguan prostat.

I’tidal : Bangun dari rukuk, tubuh kembali tegak setelah mengangkat kedua tangan setinggi telinga. Manfaat i’tidal adalah variasi postur setelah rukuk dan sebelum sujud. Gerak berdiri bungkuk berdiri sujud merupakan latihan pencernaan yang baik. Organ-organ pencernaan di dalam perut mengalami pemijatan dan pelonggaran secara bergantian. Efeknya, pencernaan menjadi lebih lancar, terhindar dari gangguan penyakit disekitar perut.

Sujud : Menungging dengan meletakkan kedua tangan, lutut, ujung kaki, dan dahi pada lantai. Manfaat, Aliran getah bening dipompa ke bagian leher dan ketiak. Posisi jantung di atas otak menyebabkan darah kaya oksigen bisa mengalir maksimal ke otak. Aliran ini berpengaruh pada daya pikir dan kecerdasan seseorang, bisa memberikan ketenangan. Karena itu, lakukan sujud dengan tuma’ninah, jangan tergesa gesa agar darah mencukupi kapasitasnya di otak. Postur ini juga menghindarkan gangguan wasir. Khusus bagi wanita, baik rukuk maupun sujud memiliki manfaat luar biasa bagi kesuburan dan kesehatan organ kewanitaan.

Duduk, Duduk ada dua macam, yaitu iftirosy (tahiyyat awal) dan tawarruk (tahiyyat akhir) : Perbedaan terletak pada posisi telapak kaki. Manfaatnya, saat iftirosy, kita bertumpu pada pangkal paha yang terhubung dengan syaraf nervus Ischiadius. Posisi ini menghindarkan nyeri pada pangkal paha yang sering menyebabkan penderitanya tak mampu berjalan. Duduk tawarruk sangat baik bagi pria sebab tumit menekan aliran kandung kemih (urethra), kelenjar kelamin pria (prostata) dan saluran vas deferens. Jika dilakukan dengan benar, postur irfi mencegah impotensi. Variasi posisi telapak kaki pada iffirosy dan tawarruk menyebabkan seluruh otot tungkai turut meregang dan kemudian relaks kembali. Gerak dan tekanan harmonis inilah yang menjaga kelenturan dan kekuatan organ-organ gerak kita.

Salam : Gerakan memutar kepala ke kanan dan ke kiri secara maksimal. Manfaatnya untuk relaksasi otot sekitar leher dan kepala menyempurnakan aliran darah di kepala. Gerakan ini mencegah sakit kepala dan menjaga kekencangan kulit wajah.

* Khusus Gerakan sujud dalam sholat tergolong unik. Falsafahnya adalah manusia menundukkan diri serendah-rendahnya, bahkan lebih rendah dari pantatnya sendiri. Dari sudut pandang ilmu psikoneuroimunologi (ilmu mengenai kekebalan tubuh dari sudut pandang psikologis) yang didalami Prof. Dr. Muhammad Soleh, gerakan ini mengantar manusia pada derajat setinggi-tingginya. Mengapa?
Dengan melakukan gerakan sujud secara rutin, pembuluh darah di otak terlatih untuk menerima banyak pasokan oksigen. Pada saat sujud, posisi jantung berada di atas kepala yang memungkinkan darah mengalir maksimal ke otak. Itu artinya, otak mendapatkan pasokan darah kaya oksigen yang memacu kerja sel-selnya. Dengan kata lain, sujud yang tuma’ninah dan kontinyu dapat memacu kecerdasan.
Padahal setiap inci otak manusia memerlukan darah yang cukup untuk berfungsi secara normal. Bahwa darah tidak akan memasuki urat syaraf di dalam otak tersebut melainkan ketika seseorang bersembahyang yakni ketika sujud. Urat tersebut memerlukan darah untuk beberapa saat tertentu saja. Ini artinya darah akan memasuki bagian urat tersebut mengikuti kadar waktu shalat yang diwajibkan oleh Islam.

Risetnya telah mendapat pengakuan dari
Harvard University, AS. Bahkan seorang dokter berkebangsaan Amerika yang tak dikenalnya menyatakan masuk Islam setelah diam-diam melakukan riset pengembangan khusus mengenai gerakan sujud. Di samping itu, gerakan-gerakan dalam salat mirip yoga atau peregangan (stretching). Intinya untuk melenturkan tubuh dan melancarkan peredaran darah. Keunggulan sholat dibandingkan gerakan lainnya adalah salat menggerakan anggota tubuh lebih banyak, termasuk jari kaki dan tangan. Sujud adalah latihan kekuatan untuk otot tertentu, termasuk otot dada. Saat sujud, beban tubuh bagian atas ditumpukan pada lengan hingga telapak tangan. Saat inilah kontraksi terjadi pada otot dada, bagian tubuh yang menjadi kebanggaan wanita. Payudara tak hanya menjadi lebih indah bentuknya tetapi juga memperbaiki fungsi kelenjar air susu di dalamnya.
Masih dalam posisi sujud, manfaat lain bisa dinikmati kaum hawa. Saat pinggul dan pinggang terangkat melampaui kepala dan dada, otot-otot perut (rectus abdominis dan obliquus abdominis externuus) berkontraksi penuh. Kondisi ini melatih organ di sekitar perut untuk mengejan lebih dalam dan lama. Ini menguntungkan wanita karena dalam persalinan dibutuhkan pernapasan yang baik dan kemampuan mengejan yang mencukupi. Bila otot perut telah berkembang menjadi lebih besar dan kuat, maka secara alami ia justru lebih elastis. Kebiasaan sujud menyebabkan tubuh dapat mengembalikan serta mempertahankan organ-organ perut pada tempatnya kembali (fiksasi).
Setelah sujud adalah gerakan duduk. Dalam sholat ada dua macam sikap duduk, yaitu duduk iftirosy (tahiyyat awal) dan duduk tawarruk (tahiyyat akhir). Yang terpenting adalah turut berkontraksinya otot-otot daerah perineum. Bagi wanita, inilah daerah paling terlindung karena terdapat tiga lubang, yaitu liang persenggamaan, dubur untuk melepas kotoran, dan saluran kemih. Saat duduk tawarruk, tumit kaki kiri harus menekan daerah perineum. Punggung kaki harus diletakkan di atas telapak kaki kiri dan tumit kaki kanan harus menekan pangkal paha kanan. Pada posisi ini tumit kaki kiri akan memijit dan menekan daerah perineum. Tekanan lembut inilah yang memperbaiki organ reproduksi di daerah perineum.

Pada dasarnya, seluruh gerakan sholat bertujuan meremajakan tubuh. Jika tubuh lentur, kerusakan sel dan kulit sedikit terjadi. Apalagi jika dilakukan secara rutin, maka sel-sel yang rusak dapat segera tergantikan. Regenerasi pun berlangsung lancar. Alhasil, tubuh senantiasa bugar.

Yang menarik, menurut penelitian Prof. Dr. Muhammad Soleh dalam desertasinya yang berjudul “Pengaruh Sholat Tahajud terhadap Peningkatan Perubahan Respons Ketahanan Tubuh Imonologik: Suatu Pendekatan Siko Neuroimunologi” dengan desertasi itu, Soleh berhasil meraih gelar doktor dalam bidang ilmu kedokteran pada program pascasarjana Universitas Surabaya yang dipertahankanya beberapa waktu lalu.
Salat tahajud ternyata bukan hanya sekadar salat tambahan (sunnah muakkad) tapi jika dilakukan secara rutin dan ikhlas akan bisa mengatasi penyakit kanker. Secara medis sholat ini menumbuhkan respons ketahanan tubuh (imunologi) khususnya pada imonoglobin M, G, A dan limfositnya yang berupa persepsi dan motivasi positif, serta dapat mengefektifkan kemampuan individu untuk menanggulangi masalah yang sedang dihadapi.
Selama ini, ulama melihat ikhlas hanya sebagai persoalan mental psikis. Namun sebetulnya soal ini dapat dibuktikan dengan teknologi kedokteran. Ikhlas yang selama ini dipandang sebagai misteri dapat dibuktikan secara kuantitatif melalui sekresi hormon kortisol. Parameternya, bisa diukur dengan kondisi tubuh. Pada kondisi normal, jumlah kotrisol pada pagi hari normalnya anatra 38-690 nmol/liter. Sedang pada malam hari atau setelah pukul 24:00 normalnya antara 69-345 nmol/liter. “Kalau jumlah hormon kotrisolnya normal, bisa diindikasikan orang itu tidak ikhlas karena tertekan. Begitu sebaliknya, ujarnya seraya menegaskan temuannya ini membantah paradigma lama yang menganggap ajaran agama (Islam) semata-mata dogma atau doktrin.
Menurut Prof. Dr. Muhammad Soleh, Orang stres itu biasanya rentan sekali terhadap penyakit kanker dan infeksi. Dengan tahajud yang dilakukan secara rutin dan disertai perasaan ihklas serta tidak terpaksa, seseorang akan memiliki respons imun yang lebih baik yang kemungkinan besar akan terhindar dari penyakit infeksi dan kanker. Dan, berdasarkan hitungan teknik medis menunjukkan, salat tahajud yang dilakukan seperti itu membuat orang mempunyai ketahanan tubuh yang lebih baik.

MANFAAT GERAKAN SUJUD DALAM SHALAT

Sujud, sebagai salah satu rukun sholat, bukan saja memiliki kedalaman makna filosofis, akan tetapi juga mengandung manfaat medis yang sangat luar biasa. Dalam sujud sajalah, posisi otak manusia berada dibawah jantungnya. Artinya, jika kita mengikuti sunnatullah tentang cairan, maka berarti akan semakin banyak volume darah yang mengalir ke otak.

Padahal otak adalah a non-expansile box atau sebuah kotak yang yang tidak bisa diperlebar volumenya. Penambahan volume darah sedikit saja pada otak, meskipun itu hanya sebesar 30 cc, sudah bisa menyebabkan otak mengalami tekanan yang tinggi dan menghentikan proses fisiologis, penurunan kesadaran atau bahkan koma. Oleh karenanya, Allah melengkapi otak manusia dengan mekanisme Blood Brain Barrier, yang membatasi aliran darah ke otak secara ketat.

Lalu apa manfaat sujud bagi kesehatan manusia? Jawabnya adalah elastisitas dari pembuluh darah, terutama pembuluh darah kapiler, atau pembuluh darah yang memiliki ukuran yang teramat kecil. Pada kondisi normal, Blood Brain Barrier bertindak sangat ketat membatasi aliran darah yang mengalir ke otak, yang mengakibatkan (pada kondisi tertentu) gangguan pada elastisitas pembuluh darah. Terutama oleh adanya plak atheroma, yang biasanya diderita oleh orang mengidap hiper kolesterol dan hiper lipit. Maka, dengan gerakan sholat, maka dengan sendirinya elastisitas pembuluh darah akan senantiasa terlatih dan terjaga.

Selain untuk menjaga elastisitas pembuluh darah, gerakan sujud juga berefek terhadap alignment (pelurusan) ruas-ruas tulang belakang. Coba Anda praktikkan gerakan sujud ini:

  1. badan tegak dengan menumpukan berat badan pada telapak kaki,
  2. tubuh merendah dengan menekukkan badan lutut,
  3. telapak tangan mencapai lantai,
  4. disusul lutut mencapai lantai, jari-jari kaki ditekuk, dan telapak kaki ditegakkan,
  5. tangan di lantai geser maju ke depan,
  6. muka tersungkur, kening dan hidung menyentuh lantai,
  7. pantat diangkat hingga posisi paha tegak lurus,
  8. kedua telapak kaki dirapatkan dan tetap tegak, jari kaki ditekuk hingga menghadap kiblat.

Jika Anda melakukannya dengan benar dan thuma’ninah, maka akan terasa tarikan di belakang daerah pertengahan punggung yang disebabkan oleh gravitasi karena pergeseran titik berat batang tubuh.
Efek alignment ini akan gagal dirasakan oleh kita jika 3 hal berikut ini terjadi:

  1. tergesa-gesa. hal ini terjadi karena ketika terjadi perubahan posisi sebagaimana tersebut di atas otot masih dalam keadaaan tegang,
  2. tidak menegakkan paha dan mengangkat pantat, sehingga sensasi tarikan ke bawah di tulang belakang tidak terjadi,
  3. bila poin 2 sudah dilakukan, maka hal lain yang harus dilakukan adalah memberikan beban yang lebih besar kepada kening untuk menyangga berat badan dibandingkan tangan. Kening terletak satu garis sumbu tubuh. Bila kening tidak menumpu, penyanggaan oleh tangan menyebabkan tegangnya otot bahu dan punggung, sehingga relaksasi tidak terjadi. Atau dengan kata lain efek anti bongkok pada sujud tidak dapat tercapai.

Hal sepele namun terkadang menjadi penyebab utama tidak tercapainya pelaksanaan sujud yang benar sebagaimana tersebut diatas adalah penggunaan sajadah di dalam sholat. Rata-rata ukuran sajadah saat ini berkisar antara 100 – 120 cm. Padahal untuk orang dengan tinggi 170 cm, minimal ukuran sajadahnya adalah 140 cm. Maka buat pemakai sajadah pendek, agar dapat merasakan manfaat sujud secara medis, maka harus meletakkan keningnya di luar sajadah. Jika tidak, maka sujud akan terlihat seperti meringkuk.

MANFAAT PUASA MENURUT ILMU KESEHATAN

Perintah Berpuasa 

Puasa adalah salah satu bentuk ibadah yang Allah SWT perintahkan kepada manusia. Perintah untuk berpuasa disebutkan jelas dalam Al Qur’an maupun hadits Rasulullah saw.
Sesungguhnya Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.”(QS. Al Ahzab:35)

”Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”(QS Al Baqarah: 183)

”...dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (QS Al Baqarah: 183)
 
Berdasarkan beberapa kutipan ayat-ayat Al Qur’an di atas, dapat disimpulkan bahwa begitu fundamental-nya ibadah puasa dalam kehidupan seorang muslim terutama di bulan Ramadhan dimana ketika itu umat muslim diwajibkan untuk menjalankan puasa. Lalu sebenarnya apa manfaat berpuasa bagi kita selain balasan pahala dari Allah SWT? Apakah Allah memberikan perintah yang tak bermanfaat bagi kehidupan kita?  
Sebelum itu mari kita bahas mengenai hubungan antara ayat-ayat kauliyah dan kauniyah. Sesungguhnya terdapat hubungan antara ayat-ayat kauliyah (ilmu pengetahuan) maupun kauniyah (ayat-ayat Al Qur’an). Ayat-ayat kauniyah memberikan isyarat untuk ayat-ayat kauliyah. Sebaliknya, pembuktian ayat-ayat qauliyah merupakan bukti bagi kebenaran ayat-ayat qauniyah. Selanjutnya akan kita bahas mengenai manfaat berpuasa yang sudah banyak diakui dan dibuktikan menurut ilmu pengetahuan modern.  

Manfaat Puasa Menurut Perspektif Ilmu Kesehatan

Berdasarkan pendapat sejumlah ahli kesehatan, puasa dapat memberikan berbagai manfaat bagi yang melaksanakannya, di antaranya untuk ketenangan jiwa, mengatasi stres, meningkatkan daya tahan tubuh, serta memelihara kesehatan dan kecantikan. Puasa selain bermanfaat untuk ketenangan jiwa agar terhindar dari stres, juga dapat menyehatkan badan dan dapat membantu penyembuhan bermacam penyakit. Selain itu, puasa dapat membuat awet muda atau menunda proses ketuaan. Supaya kondisi fisik selalu sehat dan bugar, organ-organ tubuh harus mendapatkan kesempatan untuk istirahat. Hal tersebut dapat dilakukan dengan berpuasa.
Saat berpuasa, organ-organ tubuh dapat beristirahat dan miliaran sel dalam tubuh bisa menghimpun diri untuk bertahan hidup. Puasa berfungsi sebagai detoksifikasi untuk mengeluarkan kotoran, toksin/racun dari dalam tubuh, meremajakan sel-sel tubuh dan mengganti sel-sel tubuh yang sudah rusak dengan yang baru serta untuk memperbaiki fungsi hormon, menjadikan kulit sehat dan meningkatkan daya tahan tubuh karena manusia mempunyai kemampuan terapi alamiah.
Puasa dapat membuat kulit menjadi segar, sehat, lembut, dan berseri. Karena, setiap saat tubuh mengalami metabolisme energi, yaitu peristiwa perubahan dari energi yang terkandung dalam zat gizi menjadi energi potensial dalam tubuh. Sisanya akan disimpan di dalam tubuh, sel ginjal, sel kulit, dan pelupuk mata serta dalam bentuk lemak dan glikogen. Manusia mempunyai cadangan energi yang disebut glikogen. Cadangan energi tersebut dapat bertahan selama 25 jam. Cadangan gizi inilah yang sewaktu-waktu akan dibakar menjadi energi, jika tubuh tidak mendapat suplai pangan dari luar. Ketika berpuasa, cadangan energi yang tersimpan dalam organ-organ tubuh dikeluarkan sehingga melegakan pernapasan organ-organ tubuh serta sel-sel penyimpanannya. Peristiwa ini disebut peremajaan sel. Dengan meremajakan sel-sel tubuh, akan bermanfaat untuk meningkatkan kekebalan dan kesehatan tubuh serta kulit kita. Oleh karena itu, orang yang sering berpuasa kulitnya akan terlihat lebih segar, sehat, lembut, dan berseri karena proses peremajaan sel dalam tubuhnya berjalan dengan baik.
Makanan dan minuman yang kita konsumsi setiap hari, selain mengandung zat-zat gizi yang berguna untuk tubuh kita, juga mengandung bahan toksik atau racun yang kemudian tertimbun dalam tubuh. Bahan toksik atau racun yang ada dalam tubuh kita, jika sudah terlalu banyak dapat menyebabkan masalah pada tubuh antara lain, tubuh menjadi mudah lelah, daya tahan tubuh menurun, sehingga mudah sakit. Dengan melakukan puasa, tubuh akan menggunakan energi cadangan. Penggunaan energi cadangan ini menyebabkan racun-racun terbuang dan sel-sel tubuh dibersihkan. Selain itu, di bagian pencernaan terjadi juga pengeluaran racun karena alat-alat pencernaan beristirahat sehingga dapat membersihkan diri, juga termasuk usus besar yang merupakan pusat kotoran.
Berpuasa selain bermanfaat untuk detoksifikasi atau proses pengeluaran racun secara menyeluruh, juga bermanfaat untuk menambah tenaga. Hal tersebut disebabkan racun-racun yang ada pada sel-sel dan jaringan tubuh telah dibersihkan, sehingga organ tubuh menjadi lebih bersih dan zat gizi yang masuk lebih mudah diserap. Berpuasa dapat membantu meningkatkan penyerapan gizi dari makanan yang dikonsumsi karena dalam saluran pencernaan, sebelum makanan diserap harus mengalami proses perubahan terlebih dahulu dari bentuk padat menjadi komponen-komponen yang sangat halus. Pada saat berpuasa, saluran pencernaan beristirahat selama beberapa jam. Dengan diistirahatkannya saluran pencernaan tersebut akan menjadi lebih baik dalam memproses dan menyerap makanan yang dikonsumsi, sehingga akan lebih bertenaga, sehat, dan kuat.
Wallahu’alam.

KONSTRUKSI PIRING TERBANG DALAM AL QURAN

Sungguh, Allah menahan planet-planet dan bumi agar tidak luput /dari garis
orbitnya/, Jika semua itu sampai luput, adakah yang dapat menahannya selain Dia ?
Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun. (QS. 35:41)
Semesta raya ini berasal dari Alma' yang diberi Rawasia. Rawasiya merupakan turunan
kata rasa /meneguhkan, mengikat, menambat/, dan dengan demikian memiliki arti
peneguh, pengikat, penambat atau gaya alami yang menyusun tata letak dan tata gerak
semesta.
Para ilmuwan sendiri telah merumuskan empat gaya alami yang mengatur
matematika tata letak dan tata gerak semesta. Pertama adalah gravitasi yang membuat
materi bermassa saling tarik. Kedua adalah elektromagnetika yang bekerja pada muatan
listrik yang diam dan bergerak, termasuk antara inti atom dan elektron. Ketiga adalah
interaksi lemah yang mengikat inti atom. Dan keempat adalah interaksi kuat yang
mengikat partikel yang menyusun inti atom.
Dengan berbagai sistem Rawasia itu terwujudlah berbagai macam benda angkasa,
terpisah menurut keadaan dan susunan sebagaimana yang terlihat sekarang. Namun meski
semua benda-benda angkasa, terutama planet-planet memiliki Rawasia tetapi masingmasingnya
mempunyai daya tarik yang berbeda. Hal itu tergantung pada jarak sesuatu
planet dari matahari selaku titik pusat yang dikitari.
Semakin dekat suatu planet pada matahari semakin kecillah daya tarik magnetnya
dan semakin teballah atmosfir yang melingkupi planet itu. Sebaliknya bila suatu planet
jauh dari matahari maka nilai tarik magnetnya lebih besar dan atmosfirnya lebih tipis.
Demikian pula susunan bintang-bintang yang mengorbit dalam daerah suatu galaksi,
berbeda-beda pula nilai tariknya.
Bumi dan planet lainnya memiliki Rawasia dengan sistem yang dinamakan Simple,
untuk contohnya kita pakai planet bumi ini sendiri: Dari utara keselatan membujur
Rawasia atau batang magnet yang memutar bumi ini 3600 dalam waktu 24 jam /tepatnya
23 Jam 56 menit/.
Hal itu berlaku berkepanjangan. Kutub utara bumi adalah ujung Rawasia dengan
magnet negatif dan diselatannya positif, yaitu kebalikan dari unsur magnet yang dimiliki
matahari pada kedua kutubnya, dan hal inilah yang menyebabkan adanya tarik menarik
antara bumi dan matahari disepanjang jaman. Bumi berputar disumbunya sambil beredar
mengelilingi matahari pada jarak tertentu yang diperkirakan sejauh 93.000.000 mil.

Kutub utara bumi menarik unsur positif dari permukaan matahari sembari
membuang unsur negatif yang ditarik oleh kutub utara matahri. Kutub selatan bumi
menarik unsur negatif sembari membuang unsur positif yang ditarik oleh kutub selatan
matahari. Unsur magnet yang dikutub utara dan selatan bumi berpapasan dalam perut bumi
dan perantukannya bisa menimbulkan gempa dan letusan gunung. Jadi magnet bumi ini
hanya keluar dikutub-kutubnya dan karenanya permukaan planet ini membeku praktis
dipakai untuk tempat kehidupan. Fungsi Rawasia yang demikian kita namakan dengan
sistem Simple.
Kalau orang memperhatikan kedudukan pool magnet bumi di utara dan di
selatan,terbuktilah bahwa pool atau ujung Rawasia itu senantiasa berpindah tempat sejauh
maximal 100 dari kutub putaran bumi atau sejauh 1.100 kilometer. Hal ini cocok dengan
maksud ayat berikut :
“Dan Dia tempatkan Rawasia di bumi untuk memberi kekuatan padamu, dan siang-siang
dan garis edaran agar kamu mendapatkan petunjuk, dengan kompas dan dengan matahari
/bintang-bintang/ mereka /akan/ mendapat petunjuk.” (QS. 16:15-16)
Maksudnya adalah bahwa adakalanya matahari tepat menyinari daerah equator
bumi, waktu itu tercatat tanggal 21 Maret dan 22 September. Jika pada kedua tanggal itu
orang memperhatikan kompas akan kelihatanlah kedua jarumnya tepat menunjuk kearah
utara dan selatan kutub putaran bumi. Ini memperlihatkan bahwa antara kedua ujung
Rawasia bumi terbentuk segitiga sama kaki dengan matahari sebagai titik sudut ketiga.
Adakalanya matahari itu miring keselatan, penanggalan waktu itu mencatat tanggal
22 Desember, berlakulah puncak musim panas dibelahan selatan bumi dan puncak musim
dingin dibelahan utara bumi. Sebaliknya tanggal 21 Juni, matahari berada maksimal
diutara dan berlakulah siang yang panjang dibelahan utara bumi dan malam yang panjang
dibelahan selatan.
Pada kedua tanggal itu orang akan dapat memperhatikan bahwa jarum kompas
berpindah sejauh 100 dari kutub utara putaran bumi karena sebagai dikatakan tadi : Ujung
Rawasia bumi senantiasa membentuk segitiga sama kaki dengan matahari.
Bumi yang beratnya sekitar 600 trilyun ton tidak jatuh pada matahari karena daya
lantingnya (centrifugal) dalam mengorbit, sebaliknya dia tidak terlanting jauh keluar garis
orbitnya ditahan oleh daya jatuhnya /gravitasi/ pada matahari sebagai pusat orbit. Daya
lanting bumi dan daya jatuhnya sama besar disebut orang dengan Equillibrium, karena itu
sampai sekarang bumi yang kita diami ini senantiasa berputar beredar mengelilingi
matahari.
Artikel Studi Krisis Pemahaman Islam By R4ngg4
AlQur'an sering menjelaskan persoalan rotasi dan orbit benda-benda angkasa, tidak
bertiang dan tidak bertali, semuanya bergerak dalam keadaan bebas terapung. Hanya
Rawasialah yang berlaku sebagai tenaga sentrifugal dan gaya tarik universal yang
menyebabkan setiap planet itu berputar disumbunya sembari membawanya berkeliling
matahari. Kini kita misalkan saja, bagaimana kalau daya lanting bumi dipakai sedangkan
daya jatuhnya ditiadakan ? Waktu itu praktis bumi ini akan melayang jauh meninggalkan
matahari sebagaimana yang diungkapkan dalam surah 35:41 diatas. Jadi tenaga centrifugal
demikian dapat dipakai untuk terbang jauh jika tenaga gravitasi dihilangkan. Akhirnya kita
terbentur kepada : Bagaimana cara menghilangkan daya jatuhnya itu ?
Suatu cara adalah dengan memutar bagian pesawat secara horizontal, bila putaran
itu semakin cepat akan semakin besarlah daya centrifugal dan semakin kecillah daya
gravitasi, akhirnya daya jatuh itu akan hilang sama sekali dan mulailah pesawat terangkat
dengan mudah tanpa pengaruh tarikan bumi.
Tentu orang akan heran : bagaimana pula pesawat dapat berputar terus menerus tanpa
tumpuan ?
Dari itulah kita namakan pesawat itu dengan Shuttling System yaitu pesawat berupa piring
dempet yang ditengahnya tempat penumpang :
1. Bagian atas, kita namakan Positif, berputar kekanan, semakin kepinggir massanya lebih
tebal dan berat.
2. Bagian bawah, kita namakan Negatif, berputar kekiri, semakin kepinggir massanya
lebih tebal dan berat.
3. Bagian tengah, kita namakan Neutral, tempat awak pesawat serta perlengkapan dan
mesin yang memutar positif dan negatif sekaligus.
Perlu ada satu mesin yang memutar dua piring pesawat itu dari dalam. Tidak jadi
masalah apakah mesin itu sama dengan yang memutar propeller kapal udara ataukah yang
mengangkat roket Apollo dari bumi.
Keliling pinggiran positif dan negatif boleh diberi gerigi yang menolak udara
sewaktu berada dalam atmosfir. Udara yang ditolak kekiri oleh Negatif disambut tolakan
kekanan oleh Positif. Keadaannya dapat diatur begitu rupa hingga hal itu jadi tenaga untuk
mengangkat pesawat yang bebas gravitasi atau pinggiran itu boleh pula licin saja maka
tenaga naiknya harus ditimbulkan oleh ledakan dari dalam seperlunya.
Keseimbangan putaran Positif dan Negatif yang berlawanan arah ditimbulkan oleh
satu roda gigi yang digerakkan oleh mesin dalam ruang Neutral. Semakin cepat putarannya
Artikel Studi Krisis Pemahaman Islam By R4ngg4
akan semakin hilanglah bobot pesawat itu untuk jatuh kebumi, karenanya pesawat itu dapat
turun naik dengan mudah atau berhenti diudara.
Bagian Neutral yang memang tebal ditengahnya, disana ada mesin yang memutar
Positif dan Negatif berlawanan arah hingga pesawat itu tidak goncang. Kecepatan putaran
itu akan menghilangkan bobot Neutral itu sendiri, karenanya pinggiran Negatif dan Positif
harus lebih berat.
Bagian Neutral memiliki saluran keatas dan kebawah pada pusat Positif dan
Negatif. Saluran itu diperlukan untuk radar dan peneropongan. Pintu masuk terdapat
dipusat Positif, yaitu diatas pesawat. Pinggiran yang tipis dari Neutral diberi saluransaluran
penembakan untuk keseimbangan dan pembelokan serta untuk keperluan lainnya.
Akhirnya pesawat itu berupa piring terbang kebal peluru, tak membutuhkan
landasan tertentu, dapat bergerak dengan kecepatan tinggi, water proff, dapat leluasa untuk
berbagai keperluan didarat dilaut dan diangkasa bebas tanpa bobot. Baik dalam keadaan
damai maupun dalam keadaan perang, efektif, tidak memerlukan bantuan dan pengawasan
dari pangkalannya.
Pesawat seperti ini sudah pernah dibuat pada jaman Nabi Sulaiman, hal ini terlihat
dari ayat AlQur'an berikut :
Lalu Kami jadikan Sulaiman memahaminya. Setiap orangnya Kami beri hukum dan
pengetahuan; dan Kami edarkan bersama Daud gaya-gaya alamiah/Rawasia dan burungburung
yang bertasbih. Dan Kamilah yang melakukannya. (QS. 21:79)
Dan bagi Sulaiman angin; yang perjalanannya di waktu pagi sama dengan sebulan
perjalanan dan diwaktu sorenya sebulan (pula) dan Kami suruh menyelidiki baginya
sumber logam. Diantara Jin ada yang bekerja dihadapannya dengan izin Tuhannya; dan
siapa yang menyimpang di antara mereka dari perintah Kami, Kami rasakan kepadanya
siksaan api yang menyala.
Mereka mengerjakan untuknya apa yang dia kehendaki dari gedung-gedung
pencakar langit dan patung-patung, serta piring-piring seperti kolam dengan roda-roda
yang bersumbu.
Bekerjalah hai keluarga Daud sambil bersyukur, dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu
yang berterima kasih. (QS. 34:12-13)
Analisis saya, bahwa Nabi Sulaiman dengan kecerdasan dan ilmu pengetahuan
yang dipahaminya berkat kebijaksanaan Allah, telah mampu memahami hukum-hukum
alam termasuk apa yang kita sebut sekarang dengan aerodinamika, kekekalan massa,
kekekalan energi dan lain sebagainya sehingga beliau dapat menundukkan alam yang pada
Artikel Studi Krisis Pemahaman Islam By R4ngg4
konteks disini khususnya adalah angin sehingga dengan tekhnologinya beliau mampu
melakukan perjalanan secepat kilat yang perjalanannya diwaktu pagi lamanya dengan
perjalanan yang ditempuh oleh manusia biasa adalah satu bulan !
Jelas Nabi Sulaiman meskipun berkedudukan sebagai seorang Nabi, ia tetaplah
manusia biasa yang mempunyai keterbatasan dalam bertindak, makanya tidak mungkin
beliau itu menundukkan angin seperti cerita-cerita dongeng Abrakadabra layaknya sosok
Superman atau Gatot Kaca meskipun jika dia mau bisa saja melakukannya, tapi Allah
senantiasa menetapkan hukum-hukumNya kepada manusia secara logis dan dinamis.
Tentunya sang Nabi telah mempergunakan pesawat didalam bepergiannya yang
sangat cepat itu ! Dan bahan pesawat tersebut sebagimana yang tersirat dalam ayat
AlQur'an diatas adalah terbuat dari logam dengan menggunakan sumbu-sumbu pada
bagian bawahnya sebagai tenaga naik mula-mula keatas untuk menghindari pengaruh
gravitasi bumi.
Istimewanya lagi, pesawat kendaraan Nabi Sulaiman ini berbentuk piring yang
laksana kolam besarnya dan mampu untuk mencapai gedung-gedung pencakar langit yang
dibuat oleh umatnya, sehingga memudahkan semua urusannya, termasuk memonitor kerja
para prajurit dan umatnya dari ketinggian.
Ingat .. selain berpangkat sebagai Nabi Allah Sulaiman juga berkedudukan sebagai
seorang raja waktu itu. Apa yang sudah dicapai oleh Nabi Sulaiman dalam konstruksi
pesawat terbang waktu itu, belumlah bisa kita wujudkan secara keseluruhan pada masa ini,
kita baru bisa memotong kompas yang amat sederhana, jika sebelumnya perjalanan dari
Palembang ke Jakarta ditempuh berkendaraan darat memakan waktu l/k 1 hari penuh
/tanpa berhenti/, dengan pesawat terbang bisa dicapai dalam waktu 1 jam.
Namun Nabi Sulaiman ?
Perjalanannya di waktu pagi sama dengan sebulan perjalanan manusia biasa !
Bayangkan .. berapa kecepatan yang dapat ditempuh oleh beliau dalam mengelilingi bumi
ini bahkan hingga naik keluar angkasa dalam satu perjalanan waktu Sulaiman.
Disini kita kembali berurusan dengan masalah ruang dan waktu yang selalu menjadi salah
satu topik utama Qur'an. Pada pembahasan yang lalu kita telah mengadakan perhitungan :
1 hari Allah = 1000 tahun manusia (QS. 22:47)
47. Dan mereka meminta kepadamu agar azab itu disegerakan, padahal Allah sekali-kali tidak akan
menyalahi janji-Nya. Sesungguhnya sehari disisi Tuhanmu adalah seperti seribu menurut perhitunganmu.
Artikel Studi Krisis Pemahaman Islam By R4ngg4
1 hari malaikat = 50.000 tahun manusia (QS. 70:4)
4. Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya
limapuluh ribu tahun.[1510]
[1510] Maksudnya: malaikat-malaikat dan Jibril jika menghadap Tuhan memakan waktu satu hari.
apabila dilakukan oleh manusia, memakan waktu limapuluh ribu tahun.
1 hari Nabi Sulaiman = 2 bulan manusia (QS. 34:12)
12. Dan kami (tundukkan) angin bagi Sulaiman, yang perjalanannya di waktu pagi sama dengan
perjalanan sebulan dan perjalanannya di waktu sore sama dengan perjalanan sebulan (pula)[1235] dan kami
alirkan cairan tembaga baginya. dan sebahagian dari jin ada yang bekerja di hadapannya (di bawah
kekuasaannya) dengan izin Tuhannya. dan siapa yang menyimpang di antara mereka dari perintah kami,
kami rasakan kepadanya azab neraka yang apinya menyala-nyala.
[1235] maksudnya bila Sulaiman mengadakan perjalanan dari pagi sampai tengah hari Maka jarak
yang ditempuhnya sama dengan jarak perjalanan unta yang cepat dalam sebulan. begitu pula bila ia
mengadakan perjalanan dari tengah hari sampai sore, Maka kecepatannya sama dengan perjalanan sebulan.
Bandingkan dengan waktu tempuh Rasulullah Muhammad Saw Al-Amin selaku Nabi
penutup dalam perjalanannya ke Muntaha melewati garis tengah bima sakti yang dalam
perhitungan sekarang = 10 milyard tahun cahaya dalam waktu 1 malam atau 1/2 hari
manusia untuk menghadap Allah !
Sungguh .. Allah maha besar dan maha berkuasa atas segala sesuatunya. Pada
bahagian yang lain, AlQur'an juga menyatakan bahwa tekhnologi yang dimiliki oleh Nabi
Sulaiman juga telah mencakup tekhnologi tranformasi, ingat pada peristiwa pemindahan
singgasana ratu Saba' yang dilakukan oleh seorang manusia yang mempunyai ilmu dari
kitab dari kerajaan Nabi Sulaiman. Dia berkata: "Wahai masyarakat, siapakah di antara
kamu sekalian yang sanggup membawa singgasananya kepadaku sebelum mereka datang
kepadaku sebagai orang-orang yang muslimin ?".
Berkatalah 'Ifrit dari golongan Jin: "Aku akan datang kepadamu dengan membawa
singgasana itu kepadamu sebelum kamu beranjak dari tempat dudukmu; sesungguhnya aku
benar-benar kuat membawanya lagi dapat dipercaya".
Berkatalah seorang yang mempunyai pengetahuan dari kitab: "Aku akan membawa
singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip". Maka tatkala Sulaiman melihat
singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata:"Ini karunia Tuhanku untuk menguji
aku apakah aku bersyukur atau mengingkari ? Dan barangsiapa yang bersyukur maka
Artikel Studi Krisis Pemahaman Islam By R4ngg4
sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka
sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia". (QS. 27:38-40)
Dr. Yahya Sa'id al-Mahjari, seorang sarjana Muslim Arab dari Mesir yang sekarang
bertugas sebagai konsultan utama tentang keadaan energi dan lingkungan pada pusat
Pengkajian Teknologi di Finlandia mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh orang
tersebut dipandang dari sudut ilmu pengetahuan modern yang ada pada kita sekarang ini
benar-benar suatu langkah maju sekali.
Pertama, dia telah mengubah singgasana Ratu Saba' menjadi semacam energi
/tidaklah penting apakah energi itu berupa panas seperti yang kita dapatkan dari peralatan
atomik model sekarang yang berkapasitas rendah/ namun suatu energi yang menyerupai
listrik atau cahaya dapat dikirim lewat gelombang listrik magnetik.
Kedua, ia berhasil mengirim energi itu dari negri Saba' di Yaman kenegri Nabi
SUlaiman di Palestina. Karena kecepatan penyebaran gelombang listrik magnetik sama
dengan kecepatan cahaya, yaitu 300.000 km perdetik, maka waktu yang ditempuh energi
itu untuk sampai kenegri Nabi Sulaiman adalah kurang dari satu detik, meskipun jarak
antara Saba' dan kerajaan Nabi Sulaiman mencapai 3.000 kilometer.
Ketiga, ia mampu mengubah energi itu, ketika tiba dikerajaan Nabi Sulaiman,
menjadi materi sama persis seperti gambaran materi sebelumnya /proses materialisasi/,
artinya, setiap benda, bagian dan atom kembali kebentuk dan tempat asalnya semula.
Sesungguhnya energi /at-thaqqah/ dan materi /al-maddah/ adalah dua bentuk
berbeda dari benda yang sama. Materi bisa berubah menjadi energi dan sebaliknya.
Manusia saat ini telah berhasil mengubah materi menjadi energi dalam berbagai
perlengkapan atau peralatan dengan memanfaatkan energi atom antara lain melahirkan atau
memproduksi energi listrik untuk kemaslahatan peradaban manusia banyak.
Meskipun demikian, kemampuan manusia dalam mengubah materi menjadi energi
masih berada dalam tahap perbaikan serta pengembangan. Demikian pula, manusia telah
berhasil kendatipun dalam kadar sangat minim dan rendah, mengubah energi menjadi
materi dengan alat yang disebut Akselerator partikel /particel accelerator/.
Walaupun demikian, kadar kemampuan dalam hal itu masih terus ditingkatkan dan
disempurnakan, sehingga kita akan sampai pada satu kesimpulan, pengubahan materi
menjadi energi dan sebaliknya merupakan pekerjaan yang dapat dilakukan secara ilmiah
dan praktis.
Jika manusia kelak bisa melakukan perubahan antara materi dan energi dengan
mudah, maka pasti ia akan menghasilkan perubahan total dan mendasar. Bahkan, boleh
Artikel Studi Krisis Pemahaman Islam By R4ngg4
jadi, manusia melahirkan revolusi besar-besaran dalam kehidupan modern sekarang. Salah
satu sebab yang memungkinkan pengiriman energi adalah menggunakan kecepatan cahaya
pada gelombang mikro ketempat mana saja yang kita inginkan, yang kemudian kita ubah
kembali menjadi energi.
Dengan cara itu, kita bisa mengirim peralatan atau perlengkapan apa saja, bahkan
rumah berikut isinya bisa dipindahkan kedaerah mana saja dimuka bumi ini menurut
pilihan kita atau malah dipindahkan kebulan atau Mars sekalipun hanya dalam beberapa
detik atau beberapa menit saja, sebagaimana yang sering kita tonton dalam serial televisi
StarTrex.
Tetapi satu hal yang masih diakui sebagai kendala utama oleh para sarjana fisika
untuk membuktikan mimpi ini adalah menggabungkan dan merangkaikan bagian-bagian
atau atom-atom partikel dalam bentuk aslinya secara sempurna sehingga setiap atom
diletakkan pada tempat semula sebelum atom itu diubah menjadi energi guna melakukan
tugas pokoknya.
Masih ada kesukaran lain yang harus dihadapi oleh Sains modern, yaitu
kemampuan menghimpun gelombang elektro magnetik yang ada sekarang, yang
tampaknya hanya 60% saja. Ini disebabkan berpencarnya gelombang itu diudara.
Mengubah materi menjadi gelombang mikro telah tercapai sekarang ini dengan
metode yang ditempuh manusia dalam bentuk aslinya yang memerlukan pengubahan
materi menjadi energi panas, lalu energi mekanik kemudian energi listrik dan terakhir
dikirimkan lewat gelombang mikro.
Itulah sebabnya kita mendapatkan bahwa bagian terbesar dari materi yang kita
dahulukan membuatnya itu tercerai-berai dicelah-celah perubahan tersebut, dan sisanya -
hanya bagian kecil- saja yang dapat kita kirimkan lewat gelombang mikro. Kemampuan
pengubahan energi mekanik menjadi energi listrik tidak akan lebih dari 20%.
Meskipun kita telah melewati kelemahan teknologi sekarang dalam mengubah
uranium menjadi energi, maka yang berubah menjadi energi itu hanyalah bagian kecil dari
uranium. Sementara sisanya ada pada panas nuklir yang memancarkan energinya pada
ribuan dan jutaan tahun dan berubah menjadi anasir lain sehingga akhirnya menjadi timah.
Jika saja kita bisa memanfaatkan sebagian lagi dari materi yang tercerai-berai itu,
tentulah berarti jika kita mulai membuat singgasana Ratu Saba', lalu kita ubah menjadi
energi melalui suatu metode tertentu dan kita kirimkan energi ini via gelombang mikro
kemudian gelombang ini kita terima lagi lalu kita ubah sekali lagi menjadi energi atau
Artikel Studi Krisis Pemahaman Islam By R4ngg4
diubah menjadi materi, maka kita tidak akan mendapatkan lebih dari 5% dari singgasana
Ratu Saba' itu.
Sisanya tercerai-beraikan dicelah-celah perubahan-perubahan itu jika kita lihat
kemampuan paling minimal dalam praktik ini. Yang 5% dari materi asli itu tidak akan
cukup untuk membangun satu bagian kecil saja dari singgasana Ratu Saba', baik kakinya
maupun tangannya.
Namun hasil yang dicapai oleh prajurit Nabi Sulaiman itu adalah 100% sehingga
sang Nabi sendiri berkata sebagaimana disebutkan dalam AlQur'an, Ia berkata: Ubahlah
singgasananya itu; Akan kita lihat apakah dia mengenalinya ataukah tidak. Maka tatkala ia
datang ditanyakanlah kepadanya:"Serupa inikah singgasanamu ?" Dia menjawab:"Seakanakan
singgasana ini adalah singgasanaku ! kami telah diberi pengetahuan sebelumnya dan
kami adalah orang-orang yang berserah diri". (QS. 27:41-42)
Sayangnya, sebagaimana yang umum terjadi disetiap negri yang makmur, akan
selalu ada kelompok-kelompok tertentu yang iri dan dengki dengan keberhasilan orang
lain, begitupula halnya dengan pemerintahan Nabi Sulaiman, ada orang-orang yang ingkar
kepada Allah dan kenabiannya mengatakan hal-hal yang mereka buat-buat :
Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh setan-setan tentang kerajaan
Sulaiman padahal Sulaiman tidaklah kufur, melainkan setan-setan itu yang kufur. Mereka
mengajarkan sihir kepada manusia dan yang diturunkan atas dua orang berkuasa di Babilon
bernama Harut dan Marut. Padahal tidaklah keduanya mengajar seseorang sebelum
mengatakan: "kami tidak lain hanya ujian, karenanya jangan kamu kufur". (QS. 2:102)
Sulaiman, adalah seorang yang cerdas dan mumpuni serta mendalam ilmunya, baik
dibidang tekhnologi maupun psikologi, dia juga mengetahui bahwa betapa kekuasaan yang
telah diberikan oleh Allah kepadanya adalah suatu hal yang berat dan penuh tanggung
jawab, ia pesimis bahwa sepeninggalnya kelak kerajaannya akan tetap langgeng, aman
sejahtera sebagaimana sewaktu dia masih ada, selain itu ia juga khawatir bahwa ketinggian
tekhnologi kerajaannya itu akan menimbulkan kekacauan dan malapetaka bagi manusia
jika sampai jatuh ketangan yang tidak bertanggung jawab.
Karenanya Sulaiman dengan kedudukannya sebagai seorang Nabi telah berdoa
kepada Allah :
Ia berkata:"Ya Tuhanku ! berilah perlindungan kepadaku dan karuniailah untukku kerajaan
yang tidak dimiliki oleh siapapun sesudahku, karena Engkau sungguh Yang Maha
pemberi". (QS. 38:35)
Artikel Studi Krisis Pemahaman Islam By R4ngg4
Sungguh besar perhatian Nabi Sulaiman bagi peradaban manusia, melalui doanya
itu, beliau bukan ingin menghalangi orang lain mencapai peradaban yang tinggi melampui
apa yang dicapainya, melainkan malah ingin menghindarkan kerusakan yang dapat
ditimbulkan oleh kemajuan itu sendiri.
Apa yang telah dicapai oleh Nabi Sulaiman, sebuah kerajaan yang besar dan
megah, beristanakan kaca serta dipenuhi dengan berbagai gedung yang menjulang tinggi
dan pesawat udara canggih berbentuk piring yang kecepatannya dalam sehari dua bulan
perjalanan manusia biasa disertai pula kemampuannya berbahasa binatang sekaligus
mampu mengendalikan prajurit dan buruh tangguh yang terdiri dari Jin dan manusia serta
pasukan burung yang dapat ia perintah menurut apa yang dikehendakinya lengkap dengan
segala kemajuan tekhnologinya, termasuk transformasi.
Bagi Sulaiman angin yang berpusar dan berhembus dengan perintahnya kenegeri
yang telah Kami berkati. Dan adalah Kami Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS. 21:81)
Dan dihimpunkan untuk Sulaiman tentaranya dari jin, manusia dan burung lalu mereka itu
diatur dengan tertib. (QS. 27:17)
Juga segolongan syaitan-syaitan yang menyelam untuknya serta mengerjakan
pekerjaan selain daripada itu; dan Kami peliharakan mereka /bagi Sulaiman/. (QS. 21:82)
Dikatakan kepadanya: "Masuklah ke dalam istana itu." Maka ketika dia melihat lantai
istana itu, dikiranya kolam, dan disingsingkannya dari kedua kakinya. Berkatalah dia
/Sulaiman/:
"Sungguh itu adalah istana licin yang terbuat dari kaca". Berkata dia : "Ya Tuhanku,
sesungguhnya aku telah berbuat zalim terhadap diriku dan aku berserah diri bersama
Sulaiman kepada Allah, Tuhan semesta alam". (QS. 27:44)
Apa jadinya jika kekuasaan yang dicapai oleh Nabi Sulaiman itu dipegang oleh orang lain
dan dibuat untuk kerusakan sesama manusia ? Sungguh sukar untuk dibayangkan.
Dengan tidak mempersempit pemikiran mengenai fenomena UFO, ETI, dan hal-hal
lainnya yang berbau makhluk luar angkasa, ada satu kemungkinan yang prosentasenya
berbanding sama, bahwa apa yang kita lihat selama ini dengan UFO dan berbagai
fenomena mengelilinginya tidak lain adalah sisa-sisa peradaban yang dilestarikan oleh
para Jin & Setan hingga hari ini dan diajarkan kepada beberapa orang manusia tertentu
/Dajjal ?/ untuk membuat keributan didunia ramai.
Selanjutnya anda bisa membaca secara lebih luas dan dalam mengenai
kemungkinan ini pada buku :Dajjal akan muncul dari segitiga Bermuda karangan
Muhammad Isa Dawud terbitan Pustaka Hidayah 1996, yang dilengkapi dengan berbagai

dalil dan fakta yang tentunya bentuk penguraian beliau akan berbeda dengan apa yang
saya uraikan dan pahami.
Selain itu, anda juga saya sarankan untuk membaca buku Makhluk Angkasa Luar
& AlQur'an karangan Su'ud Muliadi SM HK, terbitan PT. Garoeda Boeana Indah
Pasuruan, disana anda akan mendapatkan banyak sekali fakta-fakta dan data-data yang
otentik seputar UFO dan kejadian-kejadian yang melingkupinya dari abad keabad. 


Analisis dimensi waktu pada peristiwa Isra Mi'raj




Jika kita mengacu ke banyak ayat al-Quran, kejadian di alam, penelitian tentang alam semesta dan teori relativitas Einstein bahwa Allah mencipta semesta dari awal terbentuknya, termasuk mungkin istilah surga-neraka dalam 6 hari (QS. 11:7, 50:38), maka bolehlah saya asumsikan bahwa 6 hari dalam dimensi Tuhan tersebut sama kadarnya dengan miliaran tahun dimensi alam semesta dan manusia dari tahun 'ke-0' termasuk Big Bang (QS. 21:30) sampai menjelang hari Kiamat (atau bahkan termasuk sesudah Kiamat?).

Sebagai perbandingan waktu, dimana 1 tahun Bima Sakti sama dengan 225 juta tahun waktu sistem solar atau 1 hari di Bima Sakti = 4281 tahun waktu bumi. Padahal 'Arsy Allah meliputi seluruh langit dan bumi (QS. 2:255). Sehingga automatis 1 hari 'Arsy adalah sama panjang dengan suatu masa yang lama daripada waktu segala apa yang ada di alam semesta.

"Dan mereka meminta kepadamu agar azab itu disegerakan, padahal Allah sekali-kali tidak akan menyalahi janjiNya. Sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun dari tahun-tahun yang kamu hitung. " (QS. 22:47)

Waktu di bumi atau bumi yg lain saat ini hanyalah seperseribuan sekian per satuan waktu di masing-masing lokasi jagat raya terhadap waktu Arsy. Dengan demikian satu peristiwa penting bagi perjalanan hidup manusia yaitu perjalanan Isra Mi'raj, kemungkinan adalah sebuah fakta time travel atau quantum leap menembus ruang dan waktu ke 'masa depan' bagi nabi Muhammad dalam perspektif manusia, dimana beliau seperti beberapa saat saja dalam kondisi waktu berpergiannya.

Hal ini didasarkan karena telah terjadi penyesuaian atau percepatan terhadap waktu antara waktu ekuivalen Arsy dengan waktu bumi dan terhadap jarak diantara keduanya, time vs time sekaligus time vs distance sehingga nabi dengan seijin Allah sebagiannya dapat melihat gambaran masa depan, 'surga dan neraka' pada saat 'satelit super' dan 'monitor canggih' di 'piring terbang' diarahkan ke bumi dan alam semesta selama dalam perjalanan. Bahkan perangkat 'teknologi canggih komputer' inipun dapat menangkap dan menerjemahkan frekuensi Jibril sehingga nabipun dapat melihat wujud asli Jibril (dugaan ini bisa saja terjadi pada frekuensi yang muncul saat dua bintang kembar paling terang yang bergerak saling mendekati (Sirius A dan Sirius B), QS. 53:9). Karena itu saya berharap para ilmuwan dapat menyingkap penjelasan fenomena bertemunya dua bintang ini.

Namun bisa juga
penglihatan nabi yang sudah dibuka mata batinnya ini terjadi saat hijab atau ruang (sumber neutron berpancaran super kuat) yang berfungsi sebagai perekam/kohesi segala energi alam (bukankah gelombang radio mampu menampilkan gambar dan suara sekaligus seperti yang kita kenal sebagai televisi) ataupun peralatan shooting live atau on air dari satelit dan high-end super computer, terhadap kejadian di alam yang terkini dan kasat mata menurut waktu Arsy, disingkap saat di Sidratul Muntaha (flashback sebagian peristiwa penting sampai ke waktu dimana nabi mulai berangkat menuju langit). Meski tidak menutup kemungkinan bahwa penglihatan ini mungkin sekedar visualisasi dari sebuah simulasi visioner (ala virtual reality) atau bisa juga bahwa nabi benar-benar mengalami perubahan badaniyah (jism) untuk penyesuaian dimensi alam gaib. Wallahu 'alam bish shawwab.

"Saya diutus bersama dengan kiamat, sungguh dia hampir mendahuluiku". (HR. Ahmad dan Thabrani, dengan sanad hasan)

Hadis tersebut seolah bermaksud bahwa nabi mengetahui jika dirinya telah mengalami lompatan kuantum (saya tidak tahu persis apakah hadis tersebut muncul saat nabi belum melakukan Miraj atau sesudahnya). Dan ini tentu lebih logis menurut saya. Dengan kata lain, nabi berpergian ke langit, bertemu dengan Allah dan menerima perintah shalat 5 waktu tepat di hari ke-6 atau lebih tepatnya pada sisa waktu hari ke-7 (pada 'malam hari' waktu Arsy) saat Allah bersemayam di atas Arsy yang mana bahkan Jibril sendiri tidak mampu mencapai keadaan atau waktu/momentum tersebut, dan bukan di hari ke-5,5 ataupun 5,75 dalam masa penciptaan di sisi Allah SWT. Wallahu 'alam bish shawwab.

Saat mana peristiwa Mi'raj berawal dari tahun 621 masehi di bumi, sebagai waktu terbaik bagi Allah untuk nabi agar dapat melakukan perjalanan panjang (saat beliau mulai berangkat ke langit), dimana waktu di bumi terus berputar menuju akhir jaman dalam dimensi perjalanan nabi, sampai akhirnya beliau tiba di langit (waktu 'Arsy dan waktu bumi bergerak beriringan secara sistematis, namun dipengaruhi adanya time dilation factor). Kronologi peristiwa Isra Mi'raj ini seolah digambarkan dan dapat diikuti berdasarkan urutan ayat sebagai berikut: QS. 7:54, 57:4, 7:54, 25:59, 10:3, dan 32:4.

Coba kalau kita membuka Al-Qur'an, maka disana ada 7 surat dengan masing-masing 7 ayat yang menyebutkan kalimat penciptaan dalam enam masa yang diikuti dengan kata bersemayam, Arsy, atau 'beristirahat' tanpa keletihan (QS. 7:54, 10:3, 11:7, 25:59, 32:4, 50:38, dan 57:4). Asumsi ini tentunya sedikit bertentangan dengan penulis di http://www.speed-light.info, yg seolah menyatakan bahwa Isra Miraj bukanlah sebuah time travel, melainkan hanyalah sekedar konsekuensi pemangkasan atau pemendekan/delay waktu di dalam wormhole/lubang cacing.

Persepsi penulis tsb dapat saya artikan sebagai berikut: "On the other hand for this assumption, that result is assumed that heaven's time in one space side vs heaven's time in another distant space side are the same and 'not changed', but the times just reduce in the wormhole because its big gravity acceleration".

Penulis tsb mengatakan karena cepatnya perjalanan di dalam wormhole, menghasilkan rasio perjalanan 1 hari di wormhole sama dengan 50.000 tahun waktu bumi sehingga ketika sampai di sisi lain galaksi maka waktu yang didapat adalah waktu saat ini di galaksi tersebut, tanpa selanjutnya memperhatikan adanya pengaruh jarak atau perbedaan gravitasi antar wilayah vs waktu.

Hal ini sedikit membingungkan menurut saya. Karena kalau nabi hanya sekedar berpindah tempat (tanpa mengalami mekanisme atau konsekuensi penyesuaian waktu), kenapa harus jauh-jauh ke Sidratul Muntaha? Apa bedanya? Apa hikmahnya bagi kita? Apakah peristiwa Isra Mi'raj adalah suatu misteri yang berlangsung tanpa melalui proses alamiah atau sekedar ilusi alam gaib saja seperti anggapan orang kafir (QS. 11:7) yang tidak bisa diambil pelajaran?

Padahal kenyataan yang kita tahu bahwa nyaris semua kejadian di alam (sebagai bagian makhluk Allah) adalah menggunakan atau terikat konsep sunnatullah (kausalitas) untuk mengatur alam dan kehidupan, yang semuanya itu merupakan hukum milik Allah SWT sendiri. Hanya saja kenyataan ini tidak semuanya disadari oleh manusia, termasuk saya juga. Tanpa adanya hukum alam bagaimana manusia bisa membuat komposisi sinar laser, radar, komputer, refrigerator (pengawetan dengan pembekuan), kapal selam atau pesawat ulang-alik?

Energi, panas, sinar, air, gravitasi, magnetudo, getaran, matahari adalah buatan Allah dan bukan sesuatu yang abstrak atau tak tersentuh oleh hukum alam. Bahkan hukum alamiah ini juga tampak jika kita melihat cara kerja organ dalam tubuh manusia yang susunannya sepintas mirip dengan gambaran alam semesta. Karena itu tidaklah menjadi sesuatu yang aneh bila kedatangan nabi di Sidratul Muntaha adalah untuk menjelaskan suatu fenomena alam bagi orang yang mau berfikir (QS. 11:7, 13:2) dan semestinya tidak dalam rangka pulang kampung semata seperti yang dilakukan oleh kebanyakan orang Islam pada saat Idul Fitri. Wallahu 'alam bish shawab.

Asumsi ini sejalan dengan pendapat para peneliti saat ini, seperti yang diungkap oleh Edwin Hubble pada tahun 1929, bahwa alam terus mengembang (seperti kelopak bunga mawar, QS. 55:37, 51:47) dan akhirnya suatu ketika menangkup kembali/Big Crunch (QS. 21:104). Artinya alam masih dalam proses penciptaan sebagian dari keseluruhan yang akan menjadi total 7 langit atau lebih beserta apa diantaranya termasuk 'surga-neraka' (QS. 79:28, 13:2). Atau dengan kata lain proses penciptaan belumlah usai menurut ukuran waktu manusia pada saat ini, akan tetapi 'sudah selesai' di sisi Allah SWT. Wallahu 'alam bish shawwab.

Ayat lain mengatakan:

"Demi langit yang mempunyai jalan-jalan". (QS. 51:7) "Malaikat-malaikat (the light) dan Jibril (the soul) naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun". (QS. 70:4)

Hal tsb dapat dicerna bahwa jika manusia melakukan perjalanan secara normal dengan menggunakan wahana berkecepatan (mendekati) cahaya (kecepatan cahaya di ruang hampa udara = 299.792,5 km/detik dan bisa berkurang karena pengaruh gaya gravitasi), maka konsekuensinya atau ukurannya adalah 50.000 tahunan sekian per waktu bumi dimana manusia baru sampai di langit semenjak waktu keberangkatannya (disertai dengan catatan bahwa waktu lokal Arsy berbeda 1000 tahun dengan waktu lokal bumi ataupun tempat lain di jagat raya, termasuk mungkin juga waktu di Sidratul Muntaha), yang berarti logika rumusnya adalah sama dengan tiba di masa mendatang setelah 50.000 tahun atau setelah 50.000 kali putaran bumi terhadap matahari.

Namun jika nabi beserta Jibril melakukan perjalanan melalui semacam medan dan lorong gravitasi black hole (QS. 86:3-4) dan wormhole berpintu banyak (tempat-tempat naik, QS. 70: 3), yang berfungsi sebagai gaya dorong dari satu langit ke langit lainnya, maka logislah bahwa usaha nabi tsb disamping 'menggunakan piring terbang' maka waktu 'mendatang' yang disebut '50.000' sekian tahun tsb dan bukan sekedar perbandingan rasio waktu, secara nyata dapat dicapai secara singkat saat melakukan Mi'raj (tentunya berarti dengan melakukan percepatan perjalanan ke 'masa depan' menurut versi manusia, dimana arti istilah masa depan sebenarnyalah hanya untuk mencapai atau menyamakan satu waktu tertentu di sisi Allah SWT yang ekuivalen dengan waktu di bumi).

Pemahaman ini sesuai dengan teori relativitas Einstein yang mengatakan 'a faster moving object (accelerated object) appears (gets) to experience slower time (equivalent of times to one another). It means fast moving then (gets equivalent to) clocks run slower'. Kita juga tentu ingat dengan permainan ular tangga dimana seorang pemain dapat mencapai nomor terakhir tanpa melewati nomor-nomor dibawahnya. Demikian pula dia dapat kembali ke nomor awal atau yang lebih rendah jika berhenti di petak bertanda ekor ular. Sementara pemain lain harus melewati satu demi satu nomor jika tidak bertemu dengan petak bertanda tangga. Wallahu 'alam bish shawab.

Bahkan lebih jauh asumsi ini mungkin relevan untuk sedikit memahami bagaimana aktivitas atau cara syetan yang mencoba mencuri berita di langit terjadi. Dan juga persepsi tentang bagaimana dengan adanya langit yang bertingkat-tingkat. Dimana makin dekat Arsy maka waktu semakin pendek di sisi Allah tetapi makin panjang menurut waktu bumi yang menjauhi Arsy (mengikuti teori relativitas Einstein dimana 'time passes slower near bigger mass',
http://www.speed-light.info). Wallahu 'alam bish shawwab.

Dengan demikian, untuk kasus 'mengetahui masa depan' suatu jaman (yang berarti mendekati atau presisi sama dengan waktu di sisi Allah SWT at Allah's present time), dapat 'dicapai atau diketahui' jika dan hanya jika makhluk Allah tersebut menempuh dan dalam perjalanan ke arah atau menuju langit secara instan/cepat (Mi'raj) yaitu menuju tempat yg berupa persesuaian antara waktu bumi dg waktu yg mendekati waktu Arsy (terlepas dari apa sebenarnya makna Arsy Allah tersebut), dan bukan dengan istilah menembus ke tempat atau ke dimensi yang lain seperti Alice's Looking Glass yang tidak masuk akal, kecuali bilamana relevansi Lookin' Glass hanyalah cocok untuk istilah menembus alam jin. Wallahu 'alam bish shawab.

Hal ini tetaplah selaras dan berimbang, misalnya jika secara teoritis peradaban manusia nantinya mampu melakukan time travel ke langit saat gerbang langit 'dibuka' (QS. 15:14) atau bebas hambatan menurut kadar teknologi manusia atau oleh makhluk lain di alam semesta, dan manusia tersebut kembali lagi ke bumi (local area), manusia akan tetap berada di masa sekarang menurut waktu bumi atau waktu setempat, dan bukan di masa depan, karena peristiwa yang terjadi 'semata-mata hanyalah' persesuaian waktu antara langit dan bumi.

Dengan kata lain, manusia 'tidaklah' dapat mengubah sejarah atau melakukan perulangan dimensi (reinkarnasi) seperti dalam film-film dan juga tidak dapat mengubah hukum alam (God's values consistency, tidak seperti watak dan kadar iman seseorang yang naik turun), karena waktu tidak pernah berhenti atau mundur (clocks always tick constantly) kecuali adanya faktor time dilation antar wilayah semata yang disebabkan adanya perbedaan massa (volume) dan jarak.

Hal ini sekaligus menjawab pertanyaan, bahwa nabi 'tidak akan' mengalami hal yang sama di satu tempat atau satu waktu, dimana suatu waktu nabi pernah berada di atau MENJELANG 'hari Akhir' (saat Isra Mi'raj dengan posisi beliau di Sidratul Muntaha) dan suatu saat beliau juga akan berada TEPAT (mengalami) di hari Akhir (ada selisih waktu dan kita juga belum tahu dimana posisi beliau saat itu berada entah di bumi atau di langit yang mana). Dan ini juga tidak berarti bahwa nabi tahu secara tepat jam dan waktu hari esok, namun hanya sekedar ancar-ancar atau tanda-tanda karena waktu kiamat secara pasti hanyalah Allah yg tahu (QS. 67:26, 31:34). Wallahu 'alam bish shawwab.

Contoh lain tentang aspek dilatasi waktu ini yaitu dalam suatu riwayat lain tentang keberadaan ruh (the soul) orang mukmin yang seperti tidur beberapa saat saja (di langit) padahal jarak waktu di bumi sampai hari dibangkitkan adalah terasa lama bagi manusia di bumi. Dan terdapat pula kisah Ashabul Kahfi yang tidur hingga 350 tahun.

"Yaitu pada hari Dia memanggil kamu, lalu kamu mematuhi-Nya sambil memuji-Nya dan kamu mengira, bahwa kamu tidak berdiam (di dalam kubur) kecuali sebentar saja." (QS. 7:52)

"Dan (ingatlah) akan hari (yang di waktu itu) Allah mengumpulkan mereka (mereka merasa di hari itu) seakan-akan mereka tidak pernah berdiam (di dunia) hanya sesaat saja di siang hari, (di waktu itu) mereka saling berkenalan. Sesungguhnya rugilah orang-orang yang mendustakan pertemuan mereka dengan Allah dan mereka tidak mendapat petunjuk". (QS. 10:45)

"Allah bertanya: "Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi. Mereka menjawab: "Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung. Kamu TIDAK TINGGAL (di bumi) melainkan sebentar saja kalau kamu sesungguhnya mengetahui". (QS. 23:112-114)

Berdasarkan adanya relativitas waktu langit vs. bumi maka tidaklah menyalahi sunnatullah, mubazir ataulah bertentangan (inkonsisten) jika semisal nabi Isa (dengan jasad kasarnya, QS. 3:145) akan turun kembali (tentunya dalam kapasitas makmum risalah Muhammad tanpa 'jabatan' kerasulan) sebagai legitimasi penegasan/stempel hidup kebenaran agama yang dibawa Muhammad di akhir jaman (QS. 61:6).

Dari Abu Sa'id, ujarnya: Rasulullah saw. bersabda: "Bila masjid-masjid kamu dihias dengan mewah dan mushaf kamu (Al-Quran) dihias dengan indah, pastilah kehancuran akan menimpamu." (HR. Ibnu Abi Syabiah)

Dimana Al-Quran meski nilainya cukup teruji dan terbuktikan dengan sendirinya (QS. 5:3) namun hanyalah 'benda mati' dan nabi Isa mungkin disiapkan sebagai counter fitnah dimana terjadi jaman (peristiwa besar) berupa kekalapan, kekacauan sosial, intimidasi, kejenuhan, perpecahan serius, penyelewengan agama Islam, masjid dan Quran ditinggalkan dan kerusuhan skala global yang sangat tidak kondusif dan tidak teratasi dalam peradaban umat Islam, sehingga dengan figur kepemimpinan nabi Isa maka kebenaran Al Quran sulit dibantah secara kasat mata oleh kecerdasan dan kekuatan sang Dajjal dan oleh kebingungan dan keraguan orang kafir di jaman modern (kontroversi akal manusia modern) yang menyimpulkan kebenaran ayat/ilmu pengetahuan modern sebagai bentuk keajaiban sihir alam supranatural (QS. 3:53-55, 61:6). Wallahu 'alam bish shawwab.

"Jika Musa dan Isa hidup, mereka harus mengikuti aku" (Alyawaqit Waljawaahir, Abdul Wahab Sya'rani, Al Haramain, Singapura, hal. 22, bab ke 32).

Kembali ke alur cerita, kalau begitu bagaimana dengan nasib ruh orang jahat? Mungkin malah sebaliknya, yaitu malah masuk mendekati ke inti bumi yang panas dan lebih lama... ;) (QS. 57:4) Na'udzubillah. Wallahu 'alam bish shawwab.

Dengan adanya time dilation factor, secara logika bisa saja ada makhluk Allah yang lain masih berada di jaman dinosaurus relatif terhadap waktu bumi, seperti tulisan pak Armansyah dimana satu detik bumi sama dengan 1.000 juta tahun elektron atau 1 tahun Bima Sakti (local area) sama dengan 225 juta tahun waktu sistem solar (local area). Namun kehidupan tsb tentunya hanya terjadi di galaksi lain dan bukan di bumi. Akan tetapi menurut hemat saya, mestinya hal seperti itu tidak terjadi atau bahwa bumi sudah merupakan 'generasi' terakhir dan menempati tingkatan paling bawah dari tujuh langit. Karena nabi pernah bersabda bahwa datangnya kiamat atau hari azab tidaklah lama sesudah masa diutusnya (berjarak '1 masa' yaitu 1000 tahun, QS. 22:47 dan dalam satu hadis riwayat Imam Thabrani) sebagaimana bahwa nabi menjadi utusan terakhir/penutup. Wallahu 'alam bish shawab.

Hikmah apa yang dapat dipetik jika terdapat asumsi bahwa penciptaan alam 'benar-benar telah selesai' di mata Allah, jika acuan yang kita pakai adalah adanya besaran dilatasi waktu? Hal ini secara absolut menyingkap bahwa semua pemikiran, argumen, ataupun usaha yang dibuat oleh sepanjang sejarah manusia diluar nilai-nilai dan sistem Islam adalah menjadi tertolak dengan sendirinya. Atau kata lainnya bahwa hukum alam dan AlQur'an telah menjadi suatu sistem atau nilai deduksi yang konstan dan valid. Konsekuensinya, segala eksperimen yang dilakukan oleh manusia (termasuk pencarian hakekat kebenaran dan hakekat Tuhan) di dunia dari dulu sampai hari akhir tidak akan melampaui/mengungguli tatanan kebenaran atau nilai-nilai dalam Al-Qur'an/Islam (QS. 3:19,85), entah metodologi yang digunakan manusia menggunakan cara simulasi, deduksi atau induksi matematis (
Induksi Matematika Benarkah Ada?). Walhasil, ide paragraf ini menunjukkan bahwa ajaran Alquran sudah mencukupi kebutuhan seluruh manusia dan makhluk Allah sampai akhir jaman (universal).

"Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agama kamu dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama untuk kamu." (QS. Al-Mâ`idah: 3)

"Dan Kami turunkan kepadamu Adz-Dzikr (Al-Qur’an), agar kamu menerangkan kepada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan." (QS. An-Nahl, 16: 44)

"Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?" (QS. Al-Mu’minuun, 23: 115)

"Dan mengapa mereka tidak memikirkan tentang (kejadian) diri mereka?, Allah tidak menjadikan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya melainkan dengan tujuan yang benar dan waktu yang ditentukan. Dan sesungguhnya kebanyakan di antara manusia benar-benar ingkar akan pertemuan dengan Tuhannya." (QS. Ar-Ruum, 30: 8)

Tentang kemungkinan adanya kehidupan lain di alam semesta mungkin ayat di bawah dapat memberikan petunjuk:

"Dan orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan sedang orang-orang kafir Mekah itu belum sampai menerima sepersepuluh dari apa yang telah kami berikan kepada orang orang dahulu itu lalu mereka mendustakan rasul-rasulKu . Maka alangkah hebatnya akibat kemurkaanKu". (QS. Saba', 34: 45)

"Hingga apabila dibukakan (tembok) Ya'juj dan Ma'juj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat-tempat yang tinggi". (QS. Al-Anbiyaa', 21: 96)


Akhirul kalam, saya menganggap bahwa pengetahuan akan adanya dilatasi waktu antar galaksi adalah suatu fenomena menarik bagi kaum muslimin. Fenomena inipun banyak terjadi pada peristiwa sehari-hari dan bahkan dipelajari oleh ilmuwan barat untuk mempelajari peristiwa di alam raya. Dan mestinya bukanlah sesuatu yang dilarang atau berlebihan untuk lebih memahami fenomena di alam. Untuk selanjutnya yang kita tunggu adalah adanya kemajuan dalam bidang ilmu pengetahuan untuk dapat mengungkapkan desain dari black hole dan wormhole yang gabungan keduanya mirip bentuk teratai (Sidrah atau Sidratul,
http://armansyah.swaramuslim.net) dan bentuk otak pada tubuh manusia. Sehingga semua ini mudah-mudahan dapat meningkatkan ketakwaan kita dihadapan sang Pencipta.

Terlepas dari itu semua, dimana saya meski masih cukup awam dalam ilmu agama maupun ilmu yang lain, bukan pakar ataupun guru dan tidak bermaksud sebagai ahli mujtahid profesional, sehingga mungkin apa yang tersampaikan terasa kurang pas proporsinya dalam mengurai peristiwa berdasarkan suatu asumsi. Karena tujuan awalnya memang hanya untuk mengupas suatu khasanah pemikiran yang sesuai dengan hukum alam (meski saya tetap berlandaskan pada QS. 3:7), maka saya mohon maaf untuk itu.

Adapun segala pendapat yang termasuk perkara mutasyabihat dalam bidang akidah dan terasa bertentangan sementara belum ada keterangan atau kesepakatan dari ulama mutakhirin dan juga tidak terukur dengan bukti ilmiah, kita kembalikan saja kepada kitabullah (QS. 3:7, 4:59, 86:9) agar kita tidak terlalu cepat menyimpulkan sesuatu dan terjebak dalam kekufuran yang tidak disadari.

Wallahu'alam bish shawwab.








  



















                           




 
                                            
Comments