IKD 1‎ > ‎

Stress dan Adaptasi

STRESS & ADAPTASION

Oleh  : Darsini Skep.,Ns.MKes


STRESSOR DAN STRESS

·            Hans Seyle (1976) : The non-specific response of the body to any kind of demand made upon it

·            Stressor : Any factor that produce stress; that is, it is a factor that disturb the body’s equilibrium

·            All kind of stressor make common changes on the body (stress syndrome)

 

STRESSOR

·            Stressor found in internal and external environment of body

·            Stressor = Physiologic or Psychologic

·            The degree to which a stressor affect an individual depend on : the nature, number, duration of stressor; and experience with a comparable stressor

 

STRESSORSTRESS

STRESS

IS STATE OF DISHARMONY OR THREATENED HOMEOSTASIS PROVOKED BY STRESSOR.

STRESSOR ARE

A. PSYCHOLOGICAL,

B. PHYSICAL

C. ENVIRONMENTAL.


 

Stressor(Smeltzer, 2002)
·      Terjadi dg berbagai bentuk dan kategori
·      Dapat berupa :
Ø  Fisik
Suhu dingin, panas, bahan kimia
Ø  Fisiologis
Nyeri dan kelelahan
Ø  Psikososial
Reaksi emosi, pengalaman hidup : kehilangan
Ø  Kimiawi   
Obat, zat beracun, hormon
Ø  Mikrobiologi
Kuman, virus, bakteri dan parasit
Ø  Proses Tumbang
Pubertas, perkawinan, lansia

 

STRESS
Kozier & Erb, Fundamentals of nursing, Addison-Wesley Publ. Co. Philadelphia,1983

·         Because stress is a state of the body, it can be observed only by the changes it produces in the body

·         The stress syndrome causes certain changes in the structure and chemical composition of the body. Some of these changes are signs of changes; others are signs of the body’s adaptive (defense)

 

Stress

Ø  Setiap perubahan yg memerlukan penyesuaian (Davis, 1993)

Ø  Realita kehidupan setiap hari yg tidak dapt dihindari (Keliat, 1999)

Ø  Segala masalah / tuntutan penyesuaian diri dan menggangu keseimbangan tubuh

Ø  Respon tubuh yg sifatnya non-spesifik thdp setiap tuntutan

Ø  Reaksi tubuh thdp situasi yg menimbulkan tekanan, perubahan, ketegangan emosi dll.

 

Sumber Stress Psikologis
(Maramis, 2004)

Frustasi

  • Timbul bila ada aral melintang antara kita dan maksud tujuan tak tercapai.

Konflik

  • Kegagalan memilih antara dua pilihan atau kebutuhan dan tujuan.

Tekanan

  • Mengejar cita-cita yg terlalu tinggi

Krisis

Kondisi mendadak spt : sakit, kematian dan kecelakaan

Tahap Stress

Reaksi Peringatan

  • Merupakan reaksi alarm (respon siaga)
  • Hipotalamus menginduksi adrenalin
    • Nadi meningkat, RR dangkal & cepat
    • Wajah mjd pucat dan dingin
 Resistensi
  • Glukokortikoid merangsang konversi lemak dan protein mjd glukosa
  • Penekanan fungsi seksual dan reproduksi
Kelelahan
  • Tanpa ada pemulihan & mrpk masalah kes yg serius

Tahap Stress

Tahap pertam

  • Tahap ringan, adanya semangat kerja yang besar   
Tahap kedua
  • Peraasaan letih saat bangun tidur, lelah saat makan
Tahap ketiga
  • gangguan pd lambung misal gastritis. BAB tidak teratur, perasaan tidak enak, gangguan tidur.
Tahap keempat
  • smua kerjaan dianggp membosankan, ADL tdk bisa dilakukan.
 Tahap kelima
  • Kelelahan fisik yg mendlm, perasaan takut dan cemas yg dlm
 Thap keenam
  • thp puncak mengalami panik

       

Tahapan Stress
(Robert J.V.A, 1979)

Ringan

       Semangat bekerja besar, penglihatan tajam, merasa mampu, namun tanpa disadari cadangan energi habis

 Sedang

       Gangguan lambung dan usus semakin nyata, ketegangan otot semakin nyata, tdk tenang, emosi meningkat dan terasa mau pingsan

Berat

     Tidak mampu menyelesaikan pekerjaan ringan dan sederhana, mudah bingung dan panik

       Debaran jantung meningkat, sekujur badan serasa gemetar

 

Faktor pengaruh Respon terhadap Stresor

1.      Sifat stresor

2.      Durasi stresor

3.      Jumlah stresor

4.      Pengalaman masa lalu

5.      Tipe kepribadian

6.      Tingkat perkembangan ( anak s.d dewasa tua)


 

Reaksi  Tubuh terhadap Stress

1.      Perubahan wrn rambut

2.      Ketajajaman penglihatan menurun

3.      Suara berdengging pada telinga

4.      Penurunan konsentrasi

5.      Sering pusing / sakit kepala

6.      Ekspresi wajah tegang

7.      Bibir kering, Urtikaria

8.      Sering berkeringat dan kadang panas dingin

9.      Sesak,mual muntah,

10.  Penuruan libido dan kegairahan seksual

Indikator Stress
(Smeltzer, 2002)

 A.   Subyektif

a)     Psikososial

Ø  Rasa putus asa, tidak bergairah, malas untuk aktivitas

Ø  Aktivitas mental meningkat

B.   Obyektif

a)     Fisiologis

Ø  Neurotransmiter : katekolamin, epinefrin dan norepinefrin

Ø  Aktivitas jantung meningkat, glukosa darah meningkat, pupil dilatasi

 

Faktor-Faktor Yang Mengubah Pengalaman Stres

A.     Variabel dalam kondisi individu :

Ø  Umur, tahap kehidupan, jenis kelamin, tingkat pendidikan, kepribadian & koping

B.     Variabel hubungan dg lingkungan sosial :

Ø  Status perkawinan, keluarga, pekerjaan dan pendapatan.

Manajemen Stress

1.      Pengaturan diet dan nutrisi

2.      Istirahat dan tidur yang cukup

3.      Olah raga dan latihan teratur

4.      Berhenti merokok

5.      Menghindari minuman keras

6.      Pengaturan berat badan

7.      Pengaturan waktu

8.      Terapi psikofarmaka

9.      Terapi somatik

10.  Psikoterapi dan psikoreligius

 

HOMEOSTASIS

IS AN INTEGRATED PROCESS INVOLVING INTERACTIONS AMONG THE NERVOUS, ENDOCRINE AND IMMUNE SYSTEM.

·               Adaptasi

Mrp suatu proses perubahan yang menyertai individu dalam berespon terhadap perub. Lingkungan yang ada dan dpt mempengaruhi keutuhan tubuh baik scr fisiologis maupun psikologis yg menghasilakan perilaku adaptif.

 

·               Macam – macam adaptasi

1.      Adaptasi Fisiologi

              - alarm reaction è flight of fligth

              - resistensi (stange of resistance)

              - stage of exhaustionè rest or death

2.      Adaptasi psikologis

              -  Kopingè task oriented 9problem solving strategi)

              - mekanisme pertahanan diri (ego oriented)

3.         Adaptasi sosial – budaya

4.             Adaptasi Spiritual




Stage of Resistance

·         The body’s adaptation taken place 

·         The body attempts to cope with the stressor and to limit the stressor to the smallest area of the body that can deal with it

 

Stage of Exhaustion

·     During third stave, the adaptation that the body made during the second stage cannot be maintained. This means that the ways used to cope with stressor have been exhausted

 

Task Oriented Reaction

A.    Meliputi :

1.      Afektif

2.      Kognitif

3.      Psikomotor 

B.     Reaksi yng dapat dilakukan:

1.      Benicara dg orla ttg mslh yg dihadapi

2.      Membaca buku

3.      Berhubungan dg supranatural

4.      Latihan 2 mengurangi stres

C.     Ego Oriented Reaction

1.      Rasionalisasi

2.      Displacement

3.      Kompensasi

4.      Proyeksi

5.      Regesi

6.      Supresi

7.      Denial

 

 

Comments