IKD 1‎ > ‎

Personal Hygiene

PERSONAL HYGIENE

BY : JANES JAINURAKHMA, SKp

PERSONAL HYGIENE

merupakan perawatan diri, yg bertujuan untuk mempertahankan kesehatan, baik secara fisik maupun psikologis.

Tujuan umum perawatan diri :

  • Mempertahankan perawatan diri, baik secara mandiri maupun dengan bantuan.
  • Melatih hidup sehat dan bersih dengan memperbaiki gambaran atau persepsi thd kesehatan dan kebersihan
  • Menciptakan penampilan yang sesuai dengan kebutuhan kesehatan

Dengan adanya personal hygiene membuat seseorang merasa nyaman, relaksasi untuk menghilangkan kelelahan , mencegah infeksi, mencegah gangguan sirkulasi darah, dan mempertahankan integritas pada jaringan.

Faktor yang mempengaruhi Personal Hygiene

Hal- hal yang mempengaruhi pemenuhan perawatan diri :

            a. budaya

            b. nilai sosial pada individu dan keluarga

            c. pengetahuan thd perawatan  diri

            d. persepsi terhadap perawatan diri

 

Jenis Perawatan Diri Berdasarkan Waktu Pelaksanaan

  1. Perawatan Dini Hari

              Pada saat  pasien bangun tidur, kegiatan yang biasa dilakukan adalah : pengambilan bahan pemeriksaan (urine & feses), mencuci muka, tangan dan mulut.

             

  1. Perawatan Pagi Hari

              dilakukan setelah melakukan makan pagi.

              Ex. : pertolongan dalam melakukan kebutuhan eliminasi (BAK,BAB), mandi atau mencuci rambut, perawatan kulit, memberikan pijatan pada punggung, membersihkan mulut, kuku, rambut, merapikan tempat tidur pasien.

 

  1. Perawatan Siang Hari

              perawatan ini biasa dilakukan pada saat setelah melakukan berbagai tindakan pengobatan atau pemeriksaandan setelah makan siang.

              Ex. : pemeliharaan kesehatan lingkungan, merapikan tempat tidur, membersihkan mulut, mencuci muka dan tangan,

4. Perawatan Menjelang Tidur

perawatan ini biasa dilakukan pada saat menjelang tidur, agar pasien dapat beristirahat dengan tenang.

Ex. : pemenuhan kebutuhan Eliminasi (BAK, BAB), mencuci tangan, muka, membersihkan mulut, memijit daerah punggung. 

Kebutuhan Kebersihan Lingkungan Pasien

Kebersihan linngkungan yang dimaksud adalah kebersihan pada tempat tidur.

tujuan kebersihan tempat tidur adalah :

Diharapkan pasien dapat tidur dengan nyaman tanpa gangguan selama tidur, sehingga dapat membantu proses penyembuhan.

Jenis Perawatan Diri

  1. Perawatan Diri Pada Kulit
  2. Personal Hygiene rambut
  3. Personal Hygiene pada Mulut
  4. Personal Hygiene pada Kuku
  5. Personal Hygiene pada Kaki
  6. Perawatan Perineum dan Genetalia

Perawatan Diri Pada Kulit

 

Kulit memiliki fungsi  :

a.      Melindungi tubuh dari masuknya kuman dan trauma jaringan bagian dalam.

b.      Menjaga dan mengatur keseimbangan suhu tubuh ( membantu produksi keringat serta penguapan)

c.       Alat raba. Membantu tubuh menerima rangsangan dari luar ( rasa sakit, sentuhan, tekanan, atau suhu)

d.      Alat ekskresi keringat, melalui pengeluaran air, garam, nitrogen.

e.      Mengatur keseimbangan cairan dan elektrolit, bertugas mencegah pengeluaran cairan tubuh secara berlebihan.

f.        Memproduksi dan menyerap vit D, sebagai penghubung atau pemberi vit D dari sinar UV matahari.


Faktor Faktor yg Mempengaruhi  Kulit

Kulit dapat mengalami perubahan dan keutuhannya, hal tersebut dipengaruhi oleh :

a.      Umur

Pada bayi, kondisi kulit sangat rawan thd trauma atau masuknya kuman.

Pada orang dewasa, keutuhan kulit sudah memiliki kematangan sehingga fungsi kulit sebagai pelindung sudah baik.

b.      Jaringan kulit

Perubahan dan keutuhan kulit  dapat dipengaruhi oleh struktur jaringan kulit. Apabila jaringan kulit rusak, maka terjadi perubahan pada struktur kulit.

Kondisi / keadaan lingkungan

Ex. Keadaan panas, adanya nyeri akibat sentuhan dan tekanan.

 

Perawatan Diri Pada Kuku dan Kaki

Perawatan diri pada kuku penting untuk mempertahankan perawatan diri, karena ada berbagai macam kuman yang masuk melalui kuku.

Tujuan perawatan kuku disini agar kondisi kuku tetap bersih dan sehat.

1. KUKU

Secara anatomis kuku terdiri atas : dasar kuku, badan kuku, dinding kuku, kantung kuku, akar kuku, lunula.

a. MASALAH / GANGGUAN PADA KUKU

Ingrown nail, kuku tangan yang tidak tumbuh dan dirasakan sakit pada daerah tersebut.

Paronychia, radang disekitar jaringan kuku.

Ram’s horn nail, gangguan kuku yang ditandai pertumbuhan yang lambat disertai kerusakan dasar kuku atau infeksi.

Bau tidak sedap, reaksi mikroorganisme yang menyebabkan bau tidak sedap.

- Paronychia

- PARONYCHIA

- RAM’S HORN NAIL

PERAWATAN DIRI PADA RAMBUT

Rambut memiliki fungsi sebagai proteksi serta pengatur suhu, melalui perubahan status kesehatan rambut dapat diketahui pila status kesehatan diri seseorang (to identified).

SECARA anatomis, rambut terdiri : batang, akar rambut, folicle rambut, kelenjar sebacea

HAIR ANATOMY

MASALAH / GANGGUAN PADA RAMBUT

KUTU

KETOMBE

BOTAK (ALOPECIA)

RADANG PADA KULIT DI RAMBUT (seborrheic dermatitis)

PERAWATAN DIRI PADA MULUT DAN GIGI

Gigi dan mulut merupakan bagian penting yang harus dipertahankan kebersihannya, karena banyaknya kuman yang dapat masuk melalui bagian ini.

MASALAH / GANGGUAN PADA MULUT DAN GIGI

  1. HALITOSIS

Bau nafas tidak sedap (oleh kuman)

  1. GINGGIVITIS

Radang pada daerah gusi

  1. CARIES

Radang pada gigi

  1. STOMATITIS

Radang pada daerah mukosa atau rongga mulut

  1. PERIDONTAL DISEASE

Gusi berdarah atau bengkak

  1. GLOSTITIS

Radang pada lidah

  1. CHILOSIS

Bibir yang pecah pecah.

PERAWATAN DIRI PADA ALAT KELAMIN

H al-hal yang berkaitan dengan perawatan diri pada alat kelamin, banyak terjadi pada pasien yang mengalami iritasi, adanya perdarahan, lochea, pasien postpartum dengan adanya luka jahitan.

Dengan adanya perawatan ini, diharapkan dapat mencegah atau mengurangi terjadinya infeksi atau infeksi berlanjut. Serta mempertahankan kebersihan dan kesehatan daerah vital tsb.

-          ALAT KELAMIN PRIA

-          Kelamin wanita

  1. Organ genitalia yang tampak dari luar disebut genitalia eksterna (=luar) yang terdiri atas:

(1) Vulva/pudendum meliputi :

(2) Mons pubis/bagian yang ditutupi rambut kemaluan,

(3) labia mayora (bibir yang menutupi kemaluan) yang berfungsi menutupi dan melindungi labia minora dan vestibulum.

(4) Kelentit/klitoris (jaringan erektil yang sangat sensitif) berada pada bagian depan atas kemaluan.

(5) Labia minora (bibir yang lebih kecil di bagian dalam).

(6) Muara saluran kemih (uretra) tempat keluarnya air seni (urin).

(7) Selaput dara (himen) merupakan selaput yang tipis dan berlubang yang dapat mengeluarkan darah pada saat berhubungan seksual pertama kali atau dapat pula robek akibat terbentur/tertembus benda padat.

(8) Vestibulum (merupakan ruang tempat berlokasi muara saluran kemih dan muara vagina yang berbatasan dengan selaput dara. Pada bagian belakang, genitalia berbatasan dengan anus.

Č
ć
ď
Basuki Margotomo,
22 Nov 2011 09.40
Comments