PELUANG DAN TANTANGAN
Dewasa ini, pendidikan di negeri kita telah mengalami berbagai kemajuan yang pesat. Teknologi, seperti internet, telah masuk ke sekolah-sekolah. Bahkan mulai tahun 2008 lalu, Departemen Pendidikan Nasional telah menyediakan e-book gratis bagi semua siswa. Kemajuan juga terjadi pada prestasi siswa dengan berhasilnya mereka memperoleh gelar olimpiade tingkat internasional pada berbagai mata pelajaran. Selain itu, keberhasilan memperoleh prosentase kelulusan yang tinggi pada Ujian Nasional, yang setiap tahun mengalami kenaikan passing grade, juga merupakan prestasi tersendiri

Di balik berbagai keberhasilan yang telah diperoleh, pendidikan kita juga menyisakan permasalahan yang tidak kalah pelik. Lembaga pendidikan, terutama persekolahan, pada awalnya didirikan oleh penjajah untuk menyediakan tenaga kerja bagi perusahaan-perusahaan Barat yang sedang dikembangkan di Indonesia. Dengan kata lain, sekolah mengabdi pada kepentingan ekonomi. Berbagai usaha telah dilakukan untuk mengubah haluan pendidikan tersebut. Salah satunya adalah Ki Hadjar Dewantara yang mengembangkan sekolah sebagai sistem pendidikan milik, untuk dan oleh masyarakat. Bahasa, kesenian dan berbagai nilai serta norma masyarakat masuk ke dalam kurikulum sekolah. Akan tetapi, usaha tersebut kurang berhasil, untuk tidak mengatakan sebagai gagal. Tekanan bisnis dunia menjadikan persekolahan kita harus kembali mengabdi pada kepentingan ekonomi. Akibatnya, persekolahan menjadi dunia asing bagi kehidupan sehari-hari guru maupun siswa. Mereka merasa hidup benar-benar hidup bukan di sekolah, tetapi ketika pulang ke rumah dan beraktivitas dalam keluarga, kemasyarakatan, Sekolah tidak mampu memberi kehidupan batiniah baik bagi guru maupun siswa.

Inilah tantangan utama dunia pendidikan kita, agar ke depan mampu melahirkan generasi yang berkepribadian atau istilah Driyarkara, "manusia muda yang manusiawi". Tantangan tersebut menuntut kerja keras semua pihak untuk memanfaatkan peluang yang ada, sekecil apapun, agar persekolahan tidak terjebak menjadi agen-agen penjajahan ekonomi dunia.

Selamat berjuang!



Sub-laman (2): IPS Umum