Ternate dan Tidore: Panorama Alam Nan Eksotik

Bukan hanya kekayaan sejarah saja yang dimiliki Maluku Utara. Pulau Ternate dan sekitarnya ternyata juga memiliki potensi wisata lain berupa panorama alam pantai yang eksotik dan berbagai gejala alam yang unik.

Sejak tiga tahun terakhir ini roda perekonomian di Maluku Utara yang sempat dilanda kerusuhan sosial sudah bergerak kembali. Penduduk setempat yang pada saat kerusuhan sempat mengungsi pun sudah kembali.
Demikian pula dengan pelaku ekonomi dari daerah lain juga sudah berdatangan untuk mengembangkan usahanya ke daerah ini. Buktinya, di kota Ternate, ibu kota Maluku Utara, tampak sejumlah proyek properti, seperti pusat perbelanjaan dan hotel berbintang sedang dibangun.

Wilayah Maluku Utara pada zaman dahulu dikuasai oleh empat kerajaan besar, yakni Ternate, Tidore, Bacan, dan Jailolo. Tak heran jika saudagar Arab kala itu memberi nama wilayah ini dengan Jazirat Al-Mulk atau negeri raja-raja. Sampai saat ini menelusuri tapak sejarah kerajan itu menjadi salah objek wisata menarik.

Untuk mejangkau pulau kecil yang menyerupai lingkaran dengan diameter hanya sekitar 10 km ini dapat melalui jalur udara dari Manado (Sulawesi Utara) atau Makassar (Sulawesi Selatan).

Penerbangan langsung dari Bandara Hasanuddin Makassar ke Bandara Sultan Baabullah Ternate tersedia dalam beberapa kali sepekan. Sedangkan dari Manado yang hanya membutuhkan waktu tempuh sekitar 45 menit terdapat beberapa kali penerbangan setiap hari.

Kota Ternate terletak di kaki Gunung Gamalama, gunung berapi yang telah beberapa kali memuntahkan lava panas. Karena keberadaan gunung itu pula terdapat berbagai gejala alam yang unik nan mengagumkan sehingga menarik untuk ditelusuri.

Objek lainnya berupa pemandangan laut yang mengelilingi Ternate dan pulau-pulau kecil yang tampak menghijauh di seberang lautan juga cukup memesona. Dari pusat kota Ternate akan terlihat gunung atau Pulau Tidore yang bersebelahan dengan Pulau Mitara.

Sementara itu pada sebuah dataran tinggi sebelah selatan Ternate merupakan salah satu tempat strategis untuk menikmati pemandangan matahari terbit dari balik Pulau Hiri yang berada di sebelah timur pulau ini. Pancaran sinar matahari pagi yang kemerahan menerpa deburan ombak yang berlarian ke bibir pantai.

Di tempat dan pada saat yang sama juga terlihat jelas puncak Gunung Tidore yang sejak sore hari sebelumnya terbalut kabut tebal. Demikian pula dengan puncak Gunung Gamalama yang menjulang tinggi. Di puncak gunung berapi yang telah beberapa kali memuntahkan lava panas itu tampak garis-garis berwarna hitam bekas aliran lava panas. Garis itu menyerupai rumbai-rumbai yang saling bergelantungan di puncak Gamalama.

Konon Gunung Gamalama ini pernah mengalami letusan hebat pada beberapa ratus tahun silam. Batu panas yang disemburkan dari dalam perut gunung itu tersebar hingga ke pinggiran kota Ternate saat ini.

Batu Hangus

Tumpukan batu yang oleh warga setempat disebut dengan batu hangus itu juga menjadi salah satu objek wisata yang sering dikunjungi turis. Ketika pertama kali melihat tumpukan batu hangus itu dari balik jendela pasawat sebelum mendarat di Bandara Sultan Baabullah saya menyangka hal itu sebuah lahan pertambangan batu bara, karena warna batu itu tampak hitam legam.

Sekitar satu kilometer dari tumpukan batu hangus itu terdapat dua buah danau yang mirip sumur raksasa. Namanya Danau Tolire Besar dan Tolire Kecil.

Konon Danau Tolire terbentuk ketika dua warga kampung yang memiliki hubungan darah terlibat perbuatan mesum, sehingga keduanya terkena kutukan dan masing-masing teggelam di kedua danau tersebut. Sementara menurut sejarah geologi, lubang itu terbentuk pada 1775 akibat gempa tektonik yang diikuti oleh letusan freatik Gunung Gamalama.

Berdiri di bibir Danau Tolire lalu memandang ke bawah cukup terasa cukup dingin. Betapa tidak, permukaan airnya yang berwarna hijau tua itu berada pada kedalaman sekitar 50 meter. Menurut Munir Amal Tomagola, seorang warga Ternate, sejauh ini belum diketahui ada orang yang berani masuk ke dalam Danau Tolire Besar itu.

Bagi yang menyukai wisata bahari, di Pulau Ternate terdapat sebuah pantai unik di Tanjung Sulamadaha. Jika air laut pantai itu sedang surut akan muncul sebuah sumber mata air panas yang keluar dari celah batu karang.

Dari Pelabuhan Bastiong Ternate hanya butuh waktu sekitar 10 menit untuk tiba ke Pelabuhan Rum, Tidore dengan menggunakan perahu motor cepat. Dari Pelabuhan Rum, perjalanan dilanjutkan dengan naik mobil menuju ke Dusun Akisahu di Kecamatan Tidore Selatan selama sekitar 20 menit.

Perjalanan selama itu tidak membosankan sebab sepanjang jalan tampak pemandangan pantai dengan air lautnya yang tampak bening.

Tiba di Akisahu Anda akan mendapati sebuah pantai berpasir putih yang biasa dikunjungi oleh penduduk setempat maupun wisatawan. Pengunjung bisa menikmati pantai ini dengan duduk santai di bawah pohon yang teduh. Sejumlah tempat istirahat lain juga dapat dimanfaatkan sembari melepaskan pandangan ke lautan biru.

Selain dengan air laut, pengunjung juga dapat mandi di sumber air panas yang hanya terletak sekitar 10 meter dari bibir Pantai Akisahu ini. Konon mandi di air panas berkhasiat untuk mengobati gatal-gatal pada kulit dan membuat badan jadi segar. Air panas tersebut diduga mengandung belerang yang biasa digunakan sebagai bahan baku obat penyakit kulit.

Jika air laut sedang surut pengunjung dapat melihat sebuah sumur unik di bibir Pantai Akisahu yang hanya berjarak sekitar 500 meter dari sumber air panas tadi. Diameter sumur itu terus bertambah lebar dari tahun ke tahun. Cerita tentang sumur ini seakan menambah deretan daftar gejala alam yang unik di Pulau Ternate dan Tidore.

Objek wisata lainnya yang bisa dinikmati di Pulau Tidore ini adalah sisa-sisa peninggalan sejarah Kerajaan Tidore. Ada bangunan bekas kraton Sultan Tidore yang kini dijadikan sebuah museum. Di museum ini terdapat Mahkota Sultan Tidore dan potongan rambut sultan yang terus bertambah panjang dari masa ke masa.

Sebelum meninggalkan Pulau Tidore untuk kembali ke Ternate pengunjung masih dapat menyaksikan panorama matahari terbenam di Pelabuhan Rum. Aktivitas di pelabuhan kecil itu dengan latar belakang panorama matahari yang terbenam di antara Pulau Ternate dan Pulau Maitara tampak sebagai pemandangan yang menarik.

Pesona dan keunikan gejalah alam di Pulau Ternate, Tidore, dan sekitarnya seakan menantang hasrat bertualang di alam bebas.
Comments