HOME

DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

KABUPATEN KAPUAS


 Persebaran Sekolah

SD

SMP

SMA/ SMK

Perguruan Tinggi

 

 

 

 

 

 

 

 

Ke Blog 

Perencanaan Pendidikan

Kawasan pesisir

Sweet Family

 

PROFIL PENDIDIKAN KABUPATEN KAPUAS

 

         Keadaan Umum Pendidikan

               Kemajuan pendidikan Kabupaten Kapuas  cukup menggembirakan.  Pelaksanaan program pembangunan di daerah ini telah menyebabkan makin maraknya suasana belajar di berbagai jenis dan jenjang pendidikan.  Dengan dilaksanakannya program-program pembangunan, pelayanan pendidikan sudah mulai menjangkau daerah terpencil dan bahkan penduduk miskin dengan dibangunnya beberapa sekolah di daerah tersebut.

Angka partisipasi kasar (APK) SD/MI  sebesar 86,84 persen dan angka partisipasi murni (APM) sebesar 83,56 persen.  Jumlah siswa SD+MI Negeri dan Swasta sebanyak 54.336 siswa, dengan persebaran lokasi SD + MI di seluruh kelurahan/desa.  Jumlah sekolah SD+MI seluruhnya 486 sekolah. Untuk menampung siswa sebanyak tersebut tersedia ruang kelas sebanyak 2.992 ruang, dengan jumlah rombongan belajar (kelas) sebanyak 3.160 sehingga terdapat shift sebesar 0,95. Guru yang mengajar di SD+MI tersebut sebanyak 3.168 guru, di antaranya sebanyak 1.840 Guru (59,95%) layak mengajar, sebanyak 923 guru (30,07 %) semi layak mengajar,  dan 306 guru (9,97 %) tidak layak mengajar.

Pada jenjang SLTP+MTs  APK dan APMnya masing-masing sebesar 41,02 % dan 36,82 %,. Jumlah siswa SLTP dan MTs seluruhnya sebanyak 11.751 Jumlah SLTP+MTs seluruhnya adalah 72 sekolah, dengan persebaran lokasi SLTP di 12 Kecamatan dan MTs di 7 Kecamatan. Untuk menampung jumlah siswa tersebut tersedia 466 ruang kelas, rombongan belajar (kelas) sebanyak 373, sehingga rasio kelas/ruang kelas atau shift sebesar 1,25. Jumlah guru yang mengajar SLTP+MTs sebanyak 842 guru, di antaranya sebanyak 340 ( 55,56 %) layak mengajar, sebanyak 217 (35,46 %) semi layak mengajar dan sebanyak 55( 8,99 %) tidak layak mengajar. Jumlah sekolah dan siswa SLTP Terbuka masing-masing adalah 8 sekolah dan  643  siswa, sedangkan pada jenjang sekolah menengah APK dan APMnya sebesar 29,46 % dan 25,17 %,. Jumlah sekolah SMU, SMK dan MA, masing-masing adalah 14, 7, dan 13 sekolah yang tersebar di 12 kecamatan. Untuk menampung jumlah siswa SM tersebut  telah tersedia ruang sebanyak    251 dan  rombongan belajar kelas sebanyak 222 sehingga rasio  ruang kelas dengan Rombongan belajar atau shif sebesar 0,88.

Jumlah siswa SMU dibanding SMK adalah 3.608/935 yang memberi gambaran tentang minat dan peranan SMK untuk menghasilkan lulusan yang berketerampilan.  Dilihat dari kebutuhan sektor-sektor pembangunan dan jenis lapangan kerja, maka bidang-bidang keahlian pada SMK yang perlu dikembangkan adalah Tehnik dan Industri selain jurusan yang ada sekarang seperti Pertanian dan Kehutanan serta Bisnis dan Manajemen dan Perabot.

Untuk mengoptimalkan kebijaksanaan pendidikan sistem ganda (PSG) “Dual System”  terdapat 7 SMK atau 99  persen telah melaksanakan kebijaksanaan tersebut. 

Pada SMU/MA dan SMK, guru yang layak mengajar adalah  282/49 (91,26% / 44,14% ), semi layak mengajar adalah 25/44 (8,09% / 39,64 % ), tidak layak mengajar  2 / 18  (0,65 % / 16,22 % ) untuk SMK  layak mengajar  107 (69,93%), semi layak  32 (20,29%) dan tidak layak mengajar 14 ( 9,15%)

Angka mengulang kelas dan putus sekolah akan berpengaruh terhadap perkembangan pendidikan. Pada SD/MI angka mengulang dan putus sekolah adalah 3.219 (6,33 %) dan 931 (1,83% %), pada SLTP/MTs sebesar 84 (0,80 %) dan 168 (1,60 %) pada SMU/MA sebesar 30 (0,70 %) dan 16 (0,37 %) pada SMK 7 (0,73%) dan 38 (3,95%).  Angka mengulang dan putus sekolah perlu diperhatikan untuk pengembangan pendidikan baik dalam rangka meningkatkan perluasan/pemerataan maupun efisiensi pengelolaan pendidikan.

Mengenai angka melanjutkan memperlihatkan bahwa angka melanjutkan ke SLTP/MTs sebesar 47,02% / 23,00%  atau 70,00 % dan angka melanjutkan ke SM/MA dan SMK sebesar 33,30%/10,58%/8,44% atau 52,32.  Hal ini menunjukkan perkembangan yang mengembirakan.  pada jenjang SD/MI dan perkembangan yang cukup memadai  pada jenjang SLTP/MTs.