MINAHASA SELATAN

Senin, 15 Mei 2011


DEKAB MINSEL MENDUKUNG PEMEKARAN DESA

 

 

Minsel-SS,
  Kabupaten Minahasa Selatan bakal ketambahan desa baru, terbukti pada beberapa hari yang lalu (10/5), legislator dari Komisi I Dekab, turun langsung kelapangan, untuk mengecek keberadaan kesiapan administrasi dan kelengkapan desa. 


"Hal ini tentunya, sikap legilator Dekab Minsel bahwa sangat mengsuport bagi desa-desa yang akan dimekarkan, disamping sudah menunjangnya program Bupati Minsel yang dipimpin oleh Christiany Euginia Paruntu, di dalam meningkatkan pembangunan pedesaan." red).


Untuk itu, dengan adanya kunjungan legislator Komisi I Dekab Minsel di kecamatan Modoindang, adalah merupakan suatu kepedulian di dalam memenuhi akan aspirasi masyarakat, dimana dengan adanya pemekaran di desa Kakenturan Barat dan Pinasungkulan Utara Kecamatan Modoinding, sudah berarti telah memberikan suport bagi desa yang akan dimekarkan. 


Dari kunjungan kerja yang dilakukan oleh legislator Komisi I Dwan Kabupaten Minahasa Selatan, menurut penjelasan Ketua, Setly Khodong,SH, kepada wartawan SEPUTAR SULUT, dimana semenjak tahun 60-an dibentuk kecamatan Modoinding bahwa belum pernah ada pemekaran dilakukan, malahan baru kali ini ada pemekaran, jelasnya.


Kemudian, saat ini kecamatan Modoinding 8 (delapan) desa, dan akan bertambah 2 (dua) desa lagi dari hasil pemekaran, hingga menjadi 10 (sepuluh) desa, ungkapnya, melihat jumlah KK tersebut sudah mencapai hingga 500KK, makanya perlu dimekarkan, ucap Khodong, pada wartawan SEPUTAR SULUT. red).

 


Sabtu 09 April 2011

HASIL POHON AREN, DESA MALOLA PRODUKSI EMPAT DOKTOR

 

Minsel-SS,  Desa Malola Kecamatan Kumelembuai Kabupaten Minahasa Selatan sebentar lagi akan memproduksi empat orang gelar doctor dari berbagai latar belakang jurusan yang ada di perguruan tinggi. 

     

“Walaupun dalam mata pencarianya sebagian besar hanya bertahan hidup sebagai petani pohon aren (captikus), namun dibalik itu desa Malola sebentar lagi di tahun 2011, akan membuktikan pada masyarakat sulawesi utara dan pemerintah khususnya, bahwa dengan hasil olahan dari pohon aren (captikus) dapat memproduksikan empat doctor, diantaranya Ferry Liando (Doktor dari Unsrat), Nita Liando (Doktor dari Australia), Joppy Liando (Doktor dari Unima), Meiske Liando (Doktor dari Unima)”, red*).

     

Hal ini tentunya, sudah memberikan suatu apresiasi yang terbaik bagi masyarakat dan pemerintah di desa Malola dan Malola Satu Kecamatan Kumelembuai, disamping telah membawah harum nama desa, juga telah membuktikan pada pemerintah dan masyarakat lainnya bahwa desa kita juga memiliki kualitas yang ada. walaupun hanya baru mendapat gelar Doktor.        

Untuk itu, masyarakat dan pemerintah desa Malola dan Malola Satu Kecamatan Kumelembuai, patut merasa bangga bila desa kita dapat memproduksi empat Doktor dari hasil olahan pohon seho (captikus) di tahun 2011, sehingga dengan demikian desa kita dapat memberikan suatu warna yang memiliki suatu nilai yang sangat berharga dimata pemerintah dan masyarakat khususnya di provinsi Sulawesi Utara. “Dan, desa kita akan lebih maju dan berkembang sesuai harapan yang sedang kita upayakan secara bersama-sama, sebagaimana melihat keadaan dan kodisi tentang jalan masuk dan keluar kampung sudah semakin rusak para.”

Tentunya, dengan memproduksikan empat Doktor ditahun 2011 ini, kiranya dapat memberikan apresiasi yang terbaik bagi masyarakat dan pemerintah desa di dalam rangka menunjangnya peningkatkan perekonomian rakyat, “terlebih khusunya warga berharap agar dapat mengusulkan / memperjuangkan pembangunan jalan baru sebagai jalan alternative lintas kecamatan yang menghubungkan Desa Malola dengan Desa Wanga pada pemerintah Kabupaten Minsel dan Provinsi Sulawesi Utara, guna kelancaran arus transportasi dan mempercepat peningkatan perekonomian rakyat di desa kita”.  red*)


Sabtu 09 April 2011


Flu burung Masuk Minsel

 
Minsel – Setelah terdeteksi adanya flu burung di Kota-mobagu disebabkan adanya virus H5N1, dan kini penyakit mematikan itu mulai masuk Minsel. Adanya virus flu burung di Minsel diduga berawal dari beberapa pedagang dari kotamubagu yang menjual hewan ternak unggas jenis ayam yang disinyalir terdeteksi virus itu dan dijual di minsel yang seharusnya unggas tersebut sudah harus dimusnakan di kotamubagu.

Selain itu, mewabahnya virus yang mematikan tersebut, didu-ga akibat lemahnya upaya antisipasi yang dilakukan permerintah.

Walaupun  demikian, langkah cepat langsung dilakukan Pemkab Minsel melalui instansi terkait, langsung melakukan pemusnahan terhadap unggas jenis ayam di Kecamatan Mo-doinding. Dari informasi yang diperoleh Wartawan SG, sebanyak 154 ayam di sejumlah desa di tiga kecamatan yakni Tompaso Baru, Maesaan dan Modoinding telah dimusnakan oleh Dinas Perta-nian dan Peternakan (Dis-pertanak) Minsel.

Bahkan dari petugas peternakan yang dibantu oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Minsel langsung mensterilkan sejumlah desa yang diduga terindikasi positif Flu Burung serta beberapa pasar tradisional yang diketahui menjual unggas. Diduga kuat, virus Flu Burung ini masuk melalui Bolmong me-lewati Kecamatan Modoin-ding meski penjagaan sangat ketat telah dilakukan Dis-pertanak dan Dinkes Minsel.

Kepala Dispertanak Minsel, Ir Decky Keintjem melalui Kabid Peternakan dr I Ketut Hermawan saat dikonfirmasi berada di Modoinding dan Tompaso Baru mengatakan, pihaknya telah melakukan langka pencegahan di sejumlah kecamatan termasuk pasar-pasar tradisional yang ada. “Kalau di Kecamatan Tom-paso Baru belum kami temukan hewan yang positif. Namun untuk di Modoin-ding, 2 ekor ayam telah positif tertular flu burung, dan sekitar 154 ekor telah kami musnakan,” ujar dokter hewan tersebut.

Sementara itu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Selatan (Minsel) mengkarantina sejumlah wilayah yang terjangkit virus flu burung pada ternak ayam, sehingga tidak berdampak luas lagi ke daerah lainnya. “Desa-desa yang dilokasir itu guna mengantisipasi akan adanya ternak ayam keluar atau dibawa ke tempat lain,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Minsel Decky Keintjem, di Manado, pecan lalu. Sebelumnya ada dua desa di Kecamatan Modoinding, yakni Desa Paleloan dan Sinisir positif ditemukan virus flu burung setelah ada beberapa ternak ayam mati mendadak dan sudah melalui uji sampel di laboratorium. Menurutnya, jika ternak ayam dibawa keluar secara otomatis dan cepat berkembang penularan virus H5N1 itu terhadap sesama unggas, dan turut membahayakan kesehatan manusia juga.

 “Tindakan ini sengaja diambil untuk meminimalisir kemungkinan penyebaran virus itu. Kami juga telah menerjunkan dokter hewan guna melakukan pemeriksaan setiap hewan unggas di wilayah itu,” tambahnya.

 Dinas Kesehatan Minsel telah menerjunkan petugas penyuluh di tiap-tiap Puskesmas dan mendistribusikan obat pencegahan flu burung berupa tamiflu dan oseltamivir. Selain itu juga telah membuka posko pengaduan dan tim reaksi cepat, sehingga warga diharapkan berpartisipasi melaporkan adanya ternak ayam yang mati mendadak serta penanganan cepat.

“Sampai sekarang belum ada laporan warga yang telah terjangkit flu burung, tapi ada tindakan perawatan cepat bila telah terjadi mutasi pada manusia,” ujar tukas Kadis Kesehatan Jeffry Rogi.

Tapi sebelumnya, Bupati Minsel Christiany Paruntu bersama jajaran Muspida seperti Ketua dan Wakil DPRD, Kapolres, Dandim 1302, Kajari, Kepala Pengadilan Negeri, melakukan pertemuan khusus membahas masalah penyebaran virus flu burung itu. Dari pertemuan itu, dicetuskan untuk membentuk tim terpadu dari seluruh elemen yang ada, untuk meningkatkan upaya pencegahan penyebaran flu burung dan penindakan cepat.  Dari evaluasi dari pemerintah setempat bahwa lolosnya sejumlah ayam yang telah terjangkit virus H5N1 lebih disebabkan pengamanan dan pembentukan pos di jalan raya tidak berjalan optimal. Ditempat terpisah kami menemui Wakil Gubernur Sulut Drs Djouhari Kansil Mpd, menegaskan agar flu burung di Kabupaten Minahasa Selatan tepatnya di Modoinding dan Tompaso Baru, harus segera diatasi. “Pihak terkait seperti Dinas Kesehatan, Dinas Peternakan, baik dari Pemprov Sulut dan Pemkab Minsel, harus cepat mengatasi virus flu burung ini,” ujar Kansil, pekan kemarin.

Disampaikannya lagi, harus ada langkah yang signifikan dalam mengatasi flu burung, sebab seperti diketahui banyak dampak berbahaya jika virus ini masuk ke manusia.

Lanjutnya mengatakan, masyarakat juga diminta untuk tetap waspada dengan virus flu burung ini, dan diharapkan berkoordinasi dengan Dinkes dan Dinas peternakan, jika ada temuan gejala flu burung. (fly)



KAWIN MASAL MINSEL SEBANYAK 420 PASANGAN

Minsel SG – Kabupaten Minahasa Selatan yang di nakodai Bupati Christiany Eugeneia Tetty Paruntu dan Wakil Bupati Sonny Frans Tandayu kali ini mendapat pujian yang hebat dari kalangan masyarakat Minsel pasalnya dengan adanya program Kawin Masal yang digelarkan di kabupaten minahasa  selatan mendapat respon yang sangat positif tercatat  420 pasangan calon suami istri yang ikut kawin masal di Kabupaten Minahasa Selatan, ini di lakukan untuk membantu keluarga kurang mampu. Program ini juga dibuat salah satunya guna mengurangi warga yang hidup bersama tanpa pernikahan, program ini terselenggara atas kerja sama Pemerintah kabupaten Minahasa selatan melalui Dinas Capilduk dengan PKK Minsel. 

Data yang diperolah Setiap Pasangan diambil dari 17 kecamatan yang ada di minsel yang sesuai dengan rencananya dari bupati bahwa yang bertindak sebagai wali perempuannya adalah bupati sendiri sedangkan sebagai saksi dari pihak laki-laki adalah dari ketua DPRD Minsel Boy Tumiwa . dan cara tersebut tidak dipungut biaya seserpun alias gratis termasuk atribut pernikahan dan sebagainya. 

Dibalik kemeriahan kawin masal ini terlihat suatu pemandangan yang unik karena didalam perkawinan masal ini terdapat pasangan yang paling tua yaitu Opa Yustus  Gerung (81) dengan Oma Opi Sondakh (64) pasangan usia lanjut ini mengaku telah hidup bersama sejak tahun 1982pasca ditinggalkannya pasangan masing-masing, selama dari hidup kebersamaan mereka ini tidak dikaruniai anak tapi dari pernikahan sebelumnya masing-masing dari mereka telah mempunyai anak. 

Sementara ini data yang diperoleh wartawan SG semua pasangan yang terdata pada pernikahan masal ini mengaku sudah hidup bersama-sama tanpa pernikahan. 

Kegiatan ini mendapat respon yang baik dari berbagai denominasi gereja yang ada Walaupun ada oknum tertentu yang menafaatkan kegiatan pernikahan masal tersebut dengan menagih uang administrasi sebesar. 200rb (pungli). Tapi suasana acara pernikahan masal tersebut tetap meriah. 

Sementara itu Bupati Minsel Tetty Paruntu ketika dikonfirmasi tentang adanya pungutan liar kepada peserta kawin masal dengan tegas meminta agar supaya instansi tersebut harus bertanggungjawab dengan masalah ini,sebab ini sudah mencoreng program pemerintah dengan memunggut biaya. “Bila hal ini memang benar terjadi saya akan tindak, dan apabilah kedapatan saya tak segan-segan untuk memecat oknum tersebut, apalagi ini program dari pemerintah untuk keluarga kurang mampu,” tandas Paruntu. 

Walaupun demikian kegiatan ini tetap terus berjalan bahkan dengan adanya kegiatan ini masyarakat minsel mengangkat jempol bagi kepemimpinan bupati yang diusung dari partai Golkar ini PANTAS. 

Ketua Tim Penggerak PKK Ivone Tandayu mengatakan bahwa acara ini memang sengaja digelarkan sebagai wujud kepedulian dan juga menyukseskan program bupati untuk menciptakan minsel yang religius. “ini adalah bagian dari PKK untuk menunjang pemerintah membangun SDM serta mewujudkan daerah religius. (fly)


Sosialisasi penempatan dan perlindungan TKI

 

Minsel SG - Sosialisasi penempatan dan perlindungan tenaga kerja Indonesia keluar negeri dikabupaten Minahasa Selatan tahun 2011 oleh BP3TKI manado kali ini dilaksanakan di Amurang tepatnya di kambiow Resort kamis kemarin, kegiatan ini mendapat dukungan dan respon yang sangat baik dari masyarakat minsel khususnya.

Sosialisasi yang di gelarkan dari BP3TKI manado mengenai penempatan dan perlindungan tenaga kerja Indonesia keluar negeri di kabupaten Minahasa Selatan ini dihadiri oleh Dinas tenaga kerja dan transmigrasi, dinas perhubungan, para camat, para Lurah/hukum tua dan dari masyarakat.

Menurut salah satu warga masyarakat mengatakan bahwa kegiatan sosialisasi ini sangat baik dan sangat bermanfaat karena melalui kegiatan ini para calon TKI mendapat dorongan, motifasi dan mendapat pembekalan secara terarah agar supaya terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan pada saat bekerja di negeri orang, karena kita ketahui bersama bahwa sering kali terdengar melalui berbagai media yang ada selalu terjadi permasalahan bagi TKI yang bekerja di negeri luar,  untuk itu dengan adanya kegiatan sosialisasi ini para calon TKI mendapat arahan yang sesuai dengan program, prosedur dan atau mekanisme yang diterapkan dari BP3TKI. Ujar salah satu masyarakat yang mengikuti pelatihan tersebut.

Kegiatan ini dibuka oleh asisten satu Drs. Danny Rindengan, dalam pembukaannya mengatakan bahwa ini sangat penting untuk diketahui proses/prosedur yang baik bagi masyarakat yang berkesempatan ingin mengadu nasib di negeri orang alias menjadi TKI yang aman, terhindar dari kejahatan yang tidak diinginkan.

Kepala BP3TKI Drs. Fransiskus Lumi dan didampingi oleh Hard F. Marentek S.sos mengatakan penampatan dan perlindungan tenaga kerja diluar negeri melalui BP3TKI segala sesuatu dapat dipertanggung jawabkan asalkan para calon tenaga kerja Indonesia mengikuti atau melalui proses mekanisme yang resmi, sehingga setiap permasalahan atau keganjalan yang timbul bisa segera teratasi dengan prosedur yang ada, termasuk  PJTKI (Perusahan Jasa Tenaga Kerja) yang sudah diakui atau mempunyai hubungan koordinasi dengan BP3TKI sehingga tenaga kerja formal maupun informal dalam hal penyaluran dan penempatan tenaga kerja di Negara tujuan sesuai prosedur, sasaran dan harapan, ujar Lumi.

Dan khusus bagi para PECAKER (Pencari Kerja) di kabupaten minsel ini agar teliti dan lebih berhati-hati dalam menerima tawaran untuk kerja di luar negeri apalagi bagi oknum yang sama sekali tidak dikenalnya, setidaknya orang tersebut dapat menunjukan identitas yang jelas atau bukti sebagai PJTKI yang resmi, jika tidak dapat menunjukan identitas dan bukti yang akurat jangan sama sekali untuk mempercayainya agar supaya ridak menjadi korban mengingat human trafficking sudah semakin tinggi, tegasnya, tambahkannya lagi untuk tenaga kerja yang nantinya akan dikirim adalah tenaga yang berkualitas, terampil dalam bidangnya, bermartabat serta mampu menjaga nama baik dirinya dan Indonesia di mata negara lain. Menurutnya, para TKI ini adalah duta bangsa sebagai pahlawan devisa negara. hal ini dikarenakan melalui usaha keras mereka yang bisa mendatangkan devisa untuk Indonesia. Untuk itulah pihak BP3TKI akan mengirimkan TKI formal yang punya kualitas terbaik dan handal. 

Hard F. Marentek S.sos juga menambahkan, penempatan dan perlindungan tenaga kerja Indonesia keluar negeri mempunyai dasar hukum undang-undang no 39 tahun 2004, jadi bagi masyarakat yang ingin menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke luar negeri tidak perlu kuatir asalkan menaati peratutan yang ada atau melalui prosedur dari BP3TKI semua pasti terkendali apalagi dalam undang-undang 1945 pasal 27 ayat 2 mengatakan setiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penggidupan yang layak bagi kemanusiaan). Ujar marentek. (fly)


Mawitjere : Bupati Minsel Peduli Pembangunan Desa

Sekertaris Desa Kumelemuai Satu Kecamatan Kumelembuai Kabupaten Minahasa Selatan, Telly Mawitjere mengatakan bahwa Program Pembangunan Infrastruktur Pedesaan (PPIP) merupakan suatu terobosan percepatan pembangunan di pedesaan, terlebih di desa terpencil. Program ini terlaksana dengan baik ketika pemerintah kabupaten selalu berupaya melakukan pola pendekatan pada pemerintah provinsi dan pusat, sehingga kemajuan pembangunan di pedesaan dapat dirasakan oleh masyarakat, terlebih dapat meningkatkan perekonomian di pedesaan.

Menurt Telly, hal itu juga sudah tentu merupakan suatu upaya dan terobosan dari pemerintah kabupaten Minahasa Selatan yang dipimpin Christiany Euginia Paruntu dan menandakan bahwa orang pertama di Misel tersebut peduli bangun desa. Di dalam memenuhi keterpangilan menjadi Bupati, pembangunan dipedesaan dapat lebih maju dan berkembang, sebagaimana diprogramkan oleh pemerintah kabipaten.

Di balik perjuangan ini juga, Telly Mawitjere berupaya untuk terus melakukan pendekatan dengan pemerintah kecamatan dan kabupaten, guna pengembangan pembangunan infrastruktur dan lain-lain, yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat di pedsaan.

Akan tetapi, menurut Telly, dalam perjuangan ini, tidak akan berhasil bila tidak ada dukungan dari warga masyarakat untuk membantu pemerintah di desa, di dalam upaya pembangunan dimaksud, demikian ungkapannya, sambil berharap agar rencana dan program di desa mendapat perhatian besar dari pemerintah kabupaten dan provinsi di dalam memenuhi kebutuhan masyarakat yang ada saat ini. (fanny)


MENERAPKAN SIKAP DISIPLIN DALAM KERJAANNYA

Alfons Sumenge SSTP

Sepertinya tak pernah lepas dari sosok pemilik nama Janhein Alvons Sumenge SSTP. Dengan senyum khas serta pembawaan yang enerjik, pria yang kini dipercayakan sebagai Plt Kabag Humas dan Protokoler Setdakab Minsel ini, mengaku jika dirinya terus berusaha enjoy dalam menjalani pekerjaan.
Namun begitu, pemilik sapaan akrab Alvons ini mengaku, disiplin merupakan hal yang harus dikedepankan dalam menjalani tugasnya sebagai birokrat. “Salah satu prinsip saya adalah bagaimana bersikap disiplin baik itu pekerjaan maupun hal lainnya, apalagi sebagai birokrat saya diikat dengan aturan,” ujar pria kelahiran Tondano 27 April 1979 ini.
Mengenai tugas barunya sebagai Plt Kabag Humas Setdakab Minsel yang menuntutnya harus bekerja ekstra, jebolan STPDN angkatan 10 tahun 2002 ini mengaku jika dirinya sudah terbiasa dengan bidang kehumasan dan protokoler. “Sebenarnya saya sudah cukup lama di bagian Humas dan Protokoler. Makanya, sudah banyak tahu soal apa yang harus saya lakukan, meski tentunya harus ada penyesuaian dengan jabatan yang baru dipercayakan pimpinan,” tandas mantan Sekcam Amurang Timur ini sembari menambahkan jika kepercayaan yang diberikan top eksekutif kepadanya akan dijalaninya dengan penuh rasa tanggung jawab.( fly)


Kapolres Diminta Evaluasi Ajudan Pejabat di Minsel

Ajudan pejabat merupakan salah satu penentu keamanan seorang pejabat di kabupaten Minahasa selatan (Minsel) termasuk didalamnya keselamatan Bupati Minsel Christiany Eugenia Paruntu.

Namun belakangan tugas dan fungsi ajudan mulai mendapat kritikan dari masyarakat. Tak heran mereka meminta supaya Kapolres Minsel segera melakukan evaluasi penempatan ajudan dikalangan pejabat apalagi pada kedudukan Bupati Minsel. “Masakan kami warga justru mendapat pelayanan tak enak dari ajudan. Harusnya dibedakan fungsi ajudan dengan sespri bahkan juga dengan pegawai yang ada, bukan penentu bisa bertemu bupati atau tidak,” keluh sejumlah masyarakat yang mengaku kecewa.
Warga yang meminta nama mereka jangan ditulis, itu juga menanyangkan penyambutan tamu yang dilakukan orang-orang dekat Bupati. Sistim birokrasi yang ada dikatakan warga harus dievaluasi ulang. “Mungkin ibu Bupati tidak tahu soal ini. Tapi ini hanya sebagai masukan saja. Sebab kami justru binggung, masakan orang dekat Bupati kemudian pelayanan kepada masyarakat mengecewakan. Harusnya kalau mengatasnamakan Bupati harus memberikan citra yang baik,” tutur mereka kepada beberapa wartawan saat berada di kantor Bupati,.
Bupati Minsel Christiany Eugenia Paruntu belum berhasil memberikan keterangan sebab sedang tidak di kantor. Sedangkan dihubungi via telepon selular sedang tidak aktif.
Kabag Humas dan protokoler Minsel Alvons Sumenge SSTP ketika diknfirmasi mengaku akan memberikan laporan ini kepada Bupati sebagai bahan masukan. “Ini merupakan satu koreksi yang baik untuk pelayanan kepada masyarakat dan akan kami tindaklanjuti hal tersebut,” janjinya. (fly)


Pondaag: Lengkapi Berkas Pemekaran Minsela

Masyarakat merasa legah saat panitia pembentukan kabupaten baru, Minahasa Selatan Atas "Minsela" mulai merampungkan berkasnya. Walaupun kelengkapan tersebut sempat terulur waktu, akan tetapi semangat dan perjuangan panitia tetap ada. Setelah merampungkan berkas dan dapatkan apresiasi masyarakat, usulan diharapkan diterima pemerintah.

Namun demikian, disadari pula bahwa dalam kajiannya masih dalam tahap kelengkapan pemberkasan yang sedang dirampungkan, sebagaimana dikatakan Rommy Pondaag, SH.MH  Ketua Komisi II DPRD kabupaten Minahasa Selatan, masih dalam tahap penglengkapan pemberkasan oleh pemerintah kabupaten untuk diteruskan ke DPRD, dan kemudian akan dibawa kepada gubernur Sulawesi Utara.

Rencana pembentukan kabupaten baru, sudah melalui kajian sesuai amanat undang undang, sehingga panitia berketetapan untuk tetap berjalan terus memenuhi keinginan masyarakat, sebagaimana yang diharapkan, meskipun perjuangan ini cukup memakan waktu panjang. Namun demikian, panitia tetap jalani dan hadapi untuk menjawab keinginan masyarakat.

Menanggapi adanya penghentian pemekaran oleh pemerintah pusat, menurut Rommy, tidaklah menjadi pesoalan, akan tetapi panitia tetap berjuang terus untuk menjawab keinginan masyarakat, Dalam hal ini, tidak ada dasar hukum yang menghalangi pembentukan kabupaten baru. (fanny)


Sat Pol PP Harus Ramah pada Warga, Jangan Sombong.


Suasana Sosialisasi Polda Sulut kepada Sat Pol PP Minsel

Anggota Sat Pol PP di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) diminta harus jujur. Selain itu tidak boleh sombong. Jangan karena sudah menggunakan pakaian diatas, maka sebagian anggota Sat Pol PP menunjukkan kesombongannya. Sat Pol PP juga kan sebagai Polisi Khusus (Polsus). Tetapi, sekali lagi jangan anarkis atau seenaknya melakukan berbagai tindakan terhadap warga. Khususnya membela Peraturan Daerah (Perda) yang ada di Minsel. demikian ditegaskan Ketua Tim AKBP Jeanne A Gosal, BSc saat menyampaikan beberapa hal tentang kondisi Sat Pol PP dalam acara sosialisasi sesuai Surat Perintah Kapolda Sulut No.Sprin.277/111/2011 tanggal 1 Maret 2011 tentang Tim Pelaksana Sosialisasi Kewilahan Jajaran Polda Sulut tahun 2011. Sebelumnya, sosialisasi dibuka Bupati Tetty Paruntu diwakili Kepala Kesbangpol dan Linmas Minsel Drs Alex Slat. Hadir diantaranya, Kapolres Minsel diwakili Kasat Bimas AKP Willy Paat dan Kasat Pol PP Minsel Drs Nofriet Dady Ransulangi diwakili Kasubag TU.

''Sekali lagi, yang akan menyampaikan hal-hal lebih kedalam adalah Kompol F Londa. Olehnya, sebelum dijelaskannya, saya pesan kepada anggota Sat Pol PP Minsel untuk kiranya melakukan sesuai aturan. Jangan seenaknya berbuat kurang terpuji kepada warga. Lebih khusus juga dengan pedagang atau lain sebagainya,'' sebut Gosal dihadapan puluhan anggota Sat Pol PP Minsel. 

Kesempatan itu, Kompol F Londa menjelaskan, dari jumlah anggota Satpol PP di Minsel baru 23 orang yang PNS. Selain itu, sebagian besar adalah tenaga kontrak. Hal ini ditegaskan, sekalipun tenaga kontrak, tapi sudah menggunakan pakaian (seragam) harus bertugas. Tapi, saat bertugas anggota jangan arogan. Harus sopan dan senyum. Jangan ada kesan yang tidak baik terhadao masyarakat.

''Polri adalah kepolisian nasional yang merupakan satu kesatuan dalam melaksanakan peran pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat. Menegakkan hukum serta memberikan perlindungan, pengayom dan pelayanan kepada masyarakat dalam rangka terpeliharanya keamanan dalam negeri,'' ujar Londa.

Selain itu, anggota Polsus adalah pejabat PNS tertentu, pegawai organik tetap pada instansi atau badan pemerintah, BUMN yang oleh atas kuasa UU diberikan wewenang untuk melaksanakan fungsi kepolisian terbatas dibidang teknis masing-masing. ''Sementara itu, Sat Pol PP harus menggunakan KTA khusus. Dan KTA adalah pengenal diri sebagai Polsus yang disesuaikan UU yang ditegakkan,'' sebut Londa. (fly)







Comments

DATA

Radio D'GIS FM 102.2

Lucu Banget (grap-grap)