makalah ttg sistem sentra

MEMBANGUN KECERDASAN ANAK

MELALUI METODE BCCT (SENTRA)

 

Oleh: Siska Y. Massardi

 

 

Apa yang dimaksud dengan BBCT?

 

BCCT adalah kependekan Beyond Centers and Circle Time,

atau yang lebih dikenal di sini dengan sebutan “Sistem Sentra” -- pembelajaran yang menggunakan prinsip-prinsip yang terpusat, fokus, dalam lingkaran-lingkaran kecil, yang membangun segenap potensi anak agar otak, tubuh dan akhlaknya berfungsi secara positif dan optimal.

 

 

Apa yang dimaksud dengan Sistem Sentra?

 

·        Pembelajaran dengan sistem lingkaran-lingkaran, yang masing-masingnya terfokus pada satu bidang studi dan mendalam.

·        Sistem kurikulumnya diberikan secara individual: disesuaikan dengan tahapan dan kemampuan setiap anak didik.

·        Artinya, kurikulum Sistem Sentra tidak klasikal, yang mengajarkan materi yang sama kepada semua anak.

·        Pembelajaran diberikan secara langsung/kongkret

·        Tidak ajar langsung (direct teaching) satu arah dari guru ke murid, melainkan lebih mengembangkan potensi dan kreatifitas anak (guru justeru “belajar” dari murid).

·        Para guru secara tegas harus menerapkan sikap “3 M”: (TIDAK)  Melarang, Menyuruh, Marah (menghukum anak).

·        Belajar dilakukan melalui bermacam-macam permainan, dengan prinsip Happy Learning (Bahagia Belajar, Belajar Bahagia).

 

Kenapa Sistem Sentra harus melalui proses tersebut?

·        Karena, setiap anak mempunyai tahap perkembangan yang tidak sama. Allah menciptakan semua makhluk di bumi ini tidak ada yang sama.

·        Oleh karena itu, kita perlu mempelajari/Iqro atas keunikan anak satu per satu.

·        Agar potensi anak dapat tergali dan dikembangkan.

·        Agar anak dapat belajar dengan cara yang sangat menyenangkan.

·         

 

Apa saja Sentra yang diselenggarakan?

 

1.      SENTRA BALOK

2.      SENTRA PERSIAPAN

3.      SENTRA PERAN BESAR

4.      SENTRA PERAN KECIL

5.      SENTRA SENI

6.      SENTRA IMTAQ

7.      SENTRA BAHAN ALAM

 

Idealnya, setiap sekolah memiliki ke-7 sentra tersebut. Tetapi, berapa pun yang bisa kita selenggarakan saat ini, itu sudah lebih baik daripada menggunakan sistem klasikal (direct teaching) atau belajar dengan cara menggurui.

 

 

Bagaimana cara memulainya?

 

·        Sebelum menggunakannya, semua guru harus memahami terlebih dahulu Sistem Sentra (BCCT) melalui pelatihan-pelatihan yang intensif, dan melaksanakannya secara konsisten: tekun, sabar, dan mau melakukan perbaikan terus-menerus.

·        Para guru dan murid harus menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, memenuhi kaidah SPOK.

·        Semua guru yang terlibat harus merupakan satu tim kerja yang kompak, berdisiplin tinggi, mau bekerja keras dan cerdas, saling menghargai dan saling membantu.

·        Dimulai dengan yang paling mudah dilakukan oleh para guru dan murid.

 

 

Berapa beaya untuk membangun Sistem Sentra?

 

·      Investasi terbesar bagi penerapan Sistem BCCT adalah pada beaya pelatihan guru-guru, dan waktu pelatihan yang cukup panjang, yang tidak bisa dituntaskan dalam sekali pelatihan. Ada enam (6) modul yang masing-masingnya memerlukan waktu pelatihan selama satu minggu.

 

·      Untuk materi-materi/sarana penunjang BCCT, besarnya beaya relatif. Sebab, sejumlah sarana bisa menggunakan bahan-bahan yang murah dan mudah didapatkan. Di sini, guru dituntut untuk kreatif. Contoh: untuk membuat aneka model cetakan huruf dan bidang-bidang geometri, bisa menggunakan karton bekas, atau menggunakan daun-daun kering aneka warna yang bisa dicari bersama di sekitar. Untuk menghitung, bisa menggunakan lidi warna, biji-bijian, atau batu kerikil.

·      Sambil berjalan, sekolah bisa menabung untuk menambah kelengkapan APE (Alat Penunjang Edukatif) secara bertahap.

 

 

Bagaimana pelaksanannya?

 

·        Buatlah kelompok sesuai dengan jumlah Sentra yang ada.

·        Satu kelas maksimum hanya untuk 10 anak.

·        Untuk kelompok A maksimum 6 anak.

·        Guru memilih sendiri Sentra yang dikuasai dan disukainya.

·        Menginvestarisasi dan klasifikasi alat-alat bantu yang dimiliki.

·        Membuat ruangan untuk kelas sesuai dengan nama Sentra

·        Membuat materi dasar sesuai dengan tema.

·        Observasi anak setiap hari.

·        Membuat agenda harian, mingguan, bulanan dan tahunan

·        Membuat rencana kerja harian atau Lesson Plan.

 

 

 

Contoh kegiatan harian Sentra:

 

            Waktu:                        Kegiatan:

 

·        07.00                         Menyambut murid datang

·        07.30                         Jurnal pagi (Transisi)

·        08.00                         Main bebas di dalam dan di luar

·        09.00                         Bersih-bersih diri

·        09.15                         Snack pagi

·        09.30                         Mulai kegiatan Sentra

·        11.00                         Beres-beres

·        11.15                          Makan siang bersama

·        11.45                         Beres-beres perlengkapan makan,

                                  lalu sikat gigi

·        12.00                         Persiapan solat Dzuhur berjamaah

                                  di tiap kelas

·        12.15                         Iqro atau tadarus bersama

·        12.30                         Jurnal siang

·        13.00                         Pulang

 

 

 

 

Comments