Dilarang Porno!


Pemerintah Suharto juga melarang buku-buku yang dianggap mengandung unsur pornografi. Beberapa diantaranya adalah buku Adik Baru: Cara Menjelaskan Seks Kepada Anak (dilarang pada 1989), Menjaga Keseimbangan Kebutuhan Seks dan (dilarang pada 1990), Pesona Seks Wanita (dilarang pada 1990) dan Madam D Syuga (dilarang pada 1993). Berikut adalah alasan pelarangan buku-buku tersebut:


“Saya sudah membaca. Ini merusakkan moral anak-anak. Dari halaman pertama sudah kelihatan merusakkan moral. ... Cobalah baca, “Akibatnya penis ayah membesar dan tegang”. Aduh, begini ini kan membahayakan pendidikan anak. ... Berilah pendidikan dengan nilai-nilai keagamaan. Kita ini orang Timur. Maaf saja, kehidupan seks tidak usah diajari. Itu tumbuh sesuai dengan kedewasaan kita” (Jaksa Agung Sukarton Marmosudjono tentang Adik Baru: Cara Menjelaskan Seks Kepada Anak, Majalah Tempo, 1989)

“Gambar dan artikel di dalam buku tersebut cenderung mengandung unsur pornografi dan secara tidak langsung mendorong pembaca untuk melakukan hubungan-hubungan seksual yang tidak senonoh” (Kepala Humas Kejaksaan Agung H. Soeprijadi tentang Menjaga Keseimbangan Kebutuhan Seks dan Pesona Seks Wanita, Jakarta Post, 1990) 

Buku 'Madame D Syuga'

“Tetapi dalam pengertian kita sebagai orang Indonesia dan sebagai orang Islam, itu adalah pelanggaran terhadap nilai-nilai budaya Indonesia dan Islam. Kalau saya pemerintah, saya akan cabut dia dari daftar para janda presiden RI yang diberi sokongan negara. Bila perlu saya cabut hak kewarganegaraannya" (Muchtar Lubis tentang Madame D Syuga, BBC Indonesia, 1993)










































ą
Alit Ambara,
27 Mar 2010 04.32