dwaris

Do'a Warisan

Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari rasa sedih dan gelisah, serta aku berlindung kepadaMu dari sifat lemah dan malas, serta aku berlindung kepadaMu dari sikap pengecut dan bakhil, serta aku berlindung kepadaMu dari cengkeraman hutang dan penindasan orang, do'a yang di wariskan Rasulullah SAW. seribu tahun lebih yang lalu ini sebenarnya lebih cocok untuk masa sekarang dibandingan pada masanya dulu.


Do'a tersebut diatas lebih pas untuk dimasa-masa kini bahkan mungkin sampai nanti di akhir jaman, merajalela nya preman dari mulai ujung gang hingga lembaga tinggi negara, aparat yang seharusnya diandalkan malah ikut-ikutan hawa preman yang juga dimulai dari perempatan, negara kuat yang demi alasan membela diri berbuat sewenang-wenang menyerang negara-negara kecil yang telah dihancurkan dahulu dengan embargo ekonomi dan embargo militer, lalu di porak porandakan tanpa ada rasa kasihan sedikitpun terhadap anak-anak dan perempuan, seperti burung pipit yang diikat kaki serta sayapnya tanpa diberi makan dan minum hingga lemah, lalu kemudian di geranat, provokasi yang membuat perang saudara dengan korban ribuan manusia, pelajaran sejarah di sekolahan hanya menyisakan ingatan tahun dan tahun saja tanpa membawa pengertian sebenarnya dari provokasi atau adudomba yang selalu berhasil membuat hasutan semenjak ratusan tahun yang lalu sehingga kini, semua hal tersebut sangatlah membuat kita merasa sedih dan gelisah yang sebenarnya sesuai dengan adanya do'a tersebut sebenarnya kita tidaklah diidzinkan untuk berlarut dalam kesedihan serta kegelisahan yang sangat melalaikan itu.

 

Begitu pula segala kemudahan teknologi yang serba mahal itu membuat kita lemah dan malas, ditambah lagi cuaca di negara kita yang seperti surga yang membuat kita dapat bercelana pendekan selama setahun penuh, menambah kecilnya semangat juang, sebab tidak ada ancaman cuaca yang mematikan, ditambah lagi kehidupan yang sembrawut, aturan yang mawut-mawut, biaya belajar yang mahal, harga-harga yang naik terus, ditambah lagi lagi dan banyak lagi faktornya yang menambah makin merosotnya semangat juang dan menjadikan malas, bahkan untuk berfikirpun sudah menjadi malas, sekali lagi do'a tersebut mengingatkan kita agar meminta bantuan kepada Allah serta berusaha sungguh-sungguh untuk memerangi penyebab kelalaian yang berupa sifat lemah dan malas tersebut, sekaligus berusaha mencegah penyebabnya, dengan pola hidup yang islami.

 

Kebiasaan dengan beramai-ramai mengesahkan keburukan menjadi biasa menurut umum, yang menjadi penyebab kita menjadi bersifat pengecut dan bakhil, umumnya kalau orang bersendiri akan kecil hatinya, namun bila mempunyai teman apalagi banyak, maka akan besarlah hatinya walaupun harus melakukan hal yang sangat keji sekalipun, karena secara jumlah yang banyak mereka merasa menjadi sah melakukan apa saja, apakah itu korupsi, pornografi, maksiat, judi dan lain sebagainya yang serupa, memang jumlah yang banyak dapat membuat sikap seseorang berubah, baik itu jumlah orang, jumlah kekuatan, jumlah harta, serta jumlah-jumlah lainnya, sebagai contoh jumlah harta yang banyak akan cenderung menjadikan orang bakhil atau pelit atau kikir, dikarenakan setiap orang merasa sulit untuk menerima penurunan apalagi kehilangan, dari sulit menerima sampai akhirnya menjadi takut, takut miskin, takut mati yang akhirnya menjadi takut mati miskin, komplit sudah, takut mati adalah pengecut, sedangkan takut miskin adalah bakhil, setelah di gabung maka akan menjadi pengecut dan bakhil, lagi-lagi Allah dan Rasulnya melalui do'a tersebut memberi peringatan kepada kita untuk memohon perlindungan kepada Allah dari sikap tersebut, serta berusaha menjauhinya.

 

Orang yang berhutang adalah orang yang boleh menerima zakat, ini berarti menujukan bahwa orang tersebut fakir yang berarti juga lemah, sebab kefakiran sangat dekat dengan kekufuran, seringkali  pendapat kita maupun umum melihat kefakiran itu dari penampilan, misalnya pengemis yang berpenampilan compang-camping adalah fakir miskin, gelandangan, pemulung dan yang semodelnya, padahal dinegara yang dianggap paling maju dan super sembilan puluh sembilan persen rakyatnya berhutang ke bank, baik dalam bentuk kartu hutang, pinjaman rumah, mobil dan lain sebagainnya janji kemudahan yang mengarahkan pada lemah dan malas tersebut sudah menjadi hal yang sangat-sangat lumrah, selumrah orang makan kira-kira, selumrah kita yang tidak boleh suudzon bahwa bank atau lembaga keuangan itu kebanyakan milik siapa, orang yang berhutang posisinya dibawah orang yang menghutangi alias lebih rendah, bahkan para negara pun berlomba-lomba untuk berhutang sehingga sangat sulit untuk mandiri karena terikat hutang, baik itu hutang harta ataupun hutang budi, yang pasti ya tetap hutang, terikat berarti tidak berdaya alias tercengkeram, yang lemah, dibawah, tidak berdaya sekaligus terikat atau tercengkeram sangat potensil menjadi yang tertindas, atau bahkan mungkin sudah tertindas, demi Allah dan Rosulnya sekali lagi, lagi dan lagi do'a tersebut memperingatkan kita untuk selalu waspada serta selalu memohon perlindungan kepada Allah dari cengkeraman dan tindasan para mahluk iri dengki dan keji tersebut.

 

Melihat akhir jaman seperti sekarang ini kisruhnya, betapa mengejutkannya bahwa ada do'a yang telah dipersiapkan dari seribu tahun lebih yang lalu yang begitu cocok untuk menangkal sistem penghacuran ummat yang entah dihembuskan oleh siapa yang kita tidak tahu karena tidak boleh menuduh tanpa bukti, sistem yang sedemikian sistematik nya menyerang dari seluruh sisi kehidupan kita, yang memaksa kita mencopot agama atau setidak-tidaknya mengikuti jalan hidup yang dihembuskan tersebut, karena ini akhir jaman jadi mungkin saja ini semuanya adalah yang disebut jaman fitnatun masihi dajal yang berpengikut.

 

Hosh.. hosh.. terlalu bersemangat jadi cape... istirahat dulu ah...

 

-=*=-

 
 
 
 
 
 
Comments