Home

Siapa yang belum pernah mendengar kata Java? Rasa-rasanya kata tersebut tidak asing lagi bagi kita semua, karena mirip dengan kata Jawa. Ya, orang luar negeri menuliskan kata Jawa dengan Java. Anda pastinya sudah sangat familiar dengan kata tersebut. Seseorang yang tidak begitu akrab dengan dunia komputer, mengenal Jawa atau Java sebagai sebuah pulau utama di Indonesia yang dihuni oleh etnis Java berikut budaya dan bahasanya. Dalam dunia komputer, terutama dunia pemrograman, Java adalah sebuah bahasa pemrograman yang sangat berorientasi obyek yang demikian luas penggunaannya, mulai dari aplikasi desktop, jaringan, internet hingga perangkat mobile (contohnya Blackberry dan Android). Nah, melalui tulisan ini, kita akan belajar untuk mencoba membuat program java. Kita akan memulai dari program java paling sederhana, yang berbasis teks kemudian yang berbasis desktop atau GUI (Graphical User Interface). Latihan ini oleh Penulis dikerjakan dalam ditribusi Ubuntu 10.10 menggunakan java versi 1.6, namun karena sifatnya yang multiplatform tentunya dapat juga diterapkan pada distribusi Linux lainnya, bahkan dapat juga diterapkan pada platform yang berbeda seperti Windows maupun Macintosh.

Untuk menjalankan suatu aplikasi java pada suatu platform tertentu (Linux, Windows, Mach dsb.), maka pada platform tersebut harus terlebih dahulu di-install Java Virtual Machine (JVM) berupa Java Runtime Environment (JRE). Tetapi untuk dapat mengembangkan aplikasi java, JRE tidaklah cukup. Diperlukan suatu lingkungan pengembangan java yang dikenal sebagai Java Development Kit (JDK). Di dalam paket installer JDK sudah tercakup juga paket JRE. Installer JDK pada sistem operasi Windows tentunya berbeda dengan installer JDK pada sistem operasi Linux. Setelah JDK ini terinstall di komputer sesuai platform sistem operasi yang digunakan, maka komputer-komputer tersebut dengan sendirinya akan dapat mengkompilasi dan menjalankan kode-kode dan aplikasi-aplikasi java yang telah dibuat pada platform yang berbeda tanpa penyesuaian lebih lanjut. Artinya, apabila Anda baru saja mengkompilasi sebuah aplikasi java di sistem operasi Windows yang telah diinstall JVM, maka Anda dapat langsung menjalankannya di sistem operasi Linux yang juga telah terinstall JVM. Begitu juga suatu kode java yang telah dibuat dengan benar di sembarang sistem operasi dengan sembarang teks editor, dapat langsung dikompilasi dan dijalankan di komputer-komputer tersebut tanpa harus mengadakan penyesuaian walaupun berbeda platform. Hal inilah yang menjadikan baik kode maupun aplikasi java dapat didistribusikan dengan mudah dan memiliki portabilitas yang tinggi. Prinsip write once compiled everywhere betul-betul diterapkan pada kode-kode program java, untuk aplikasi-aplikasi java tepat sekali kalau dikenai istilah compiled once run everywhere.

Hakekat program java adalah file(-file) yang ber-ekstensi .class. Everything is class. Namun demikian, sebuah program java hanya dapat dijalankan oleh file berekstensi .class yang berisi method main. Dengan kata lain, sebuah aplikasi java dibangun dari file-file ber-ekstensi .class dan minimal harus ada satu file class yang berisi method main. Apabila aplikasi java tersebut hanya terdiri dari sebuah file, maka file tersebut wajib mempunyai method main. Tanpa adanya method main, maka suatu program java yang telah di buat tidak dapat dijalankan (dieksekusi).

Untuk mengecek apakah JRE dan JDK sudah terinstall di komputer Anda, buka program terminal Anda, lalu ketikkan perintah java pada terminal. Sedangkan untuk mengecek apakah kompilasi dapat dilakukan melalui terminal ketikkan perintah javac. Jika muncul beberapa baris teks berisi petunjuk tentang sintaks java dan javac beserta berbagai keterangan opsi di dalamnya, maka berarti komputer Anda sudah dapat digunakan menjalankan aplikasi-aplikasi java dan melakukan kompilasi file-file .java menjadi program (.class) java. Pada distro berbasis debian dan Ubuntu pada umumnya, bila program java dan javac tersebut (dan juga program-program lainnya) belum terinstall, biasanya akan ditampilkan keterangan bahwa program belum di-install disertai petunjuk untuk menginstallnya melalui terminal. Silahkan Anda ikuti petunjuk yang ditampilkan pada layar terminal untuk menginstall paket yang berkaitan degan program java dan javac tersebut.

Bila di layar terminal terdapat petunjuk paket tidak dikenal atau unable to locate package, kemungkinan distro Anda belum di-set ke sumber paket yang memuat paket program java dan javac tersebut. Anda harus mengesetnya terlebih dahulu, dengan cara masuk ke Administration > Software Sources untuk menampilkan kotak dialog Software Sources pada tab <Distro> Software (<Distro>=Ubuntu, Debian, Blankon dan lainnya). Penulis sendiri menggunakan repositori dari http://kambing.ui.ac.id. Koneksi internet yang memadai tentunya sangat diperlukan. Jika Anda tidak memiliki koneksi internet yang memadai (ada tetapi tidak cukup gegas untuk dowload paket-paket tersebut), Anda dapat menggunakan repositori dari CD atau DVD. Untuk itu Anda harus memesannya pada tempat-tempat yang menyediakan/menjual CD/DVD paket tersebut, contohnya di http://www.gudanglinux.com. Untuk mengeset repositori dari CD/DVD cukup ketikkan perintah sudo apt-cdrom add pada terminal, lalu ikuti petunjuk yang ditampilkan di layar terminal. Atau gunakan Kotak dialog Software Sources pada tab Other Software. Penulis tidak akan membahas lebih detail masalah installasi Java Development Kit yang menjadi syarat utama untuk dapat mengompilasi dan menjalankan program-program java. Selanjutnya diasumsikan bahwa komputer Anda telah terinstall dengan baik Java Development Kit, mungkin sun-jdk (untuk pengguna Windows OS dan distro Linux) ataupun open-jdk (untuk pengguna distro Linux).

Selain java dan javac yang sudah terinstall di komputer Anda, yang diperlukan dalam mengikuti pembahasan ini adalah sebuah program teks editor dan sebuah program terminal. Anda boleh saja menggunakan gedit, kate, kwrite, vim dan sebagainya yang merupakan aplikasi teks editor bawaan distro linux pada umumnya untuk menuliskan source code java Anda. Untuk mengkompilasinya bisa menggunakan gnome-terminal, Konsole ataupun program terminal lainnya. Penulis sengaja tidak menggunakan IDE java yang sudah sangat populer seperti eclipse maupun Netbeans, karena ingin memberikan gambaran paling mendasar mengenai bagaimana membangun sebuah program java dengan hanya menggunakan sebuah teks editor. Penulis sendiri menggunakan teks editor gedit untuk menulis kode-kode java dan gnome-terminal untuk melakukan kompilasi kode-kode tersebut. Terkadang menggunakan vim dan Konsole, terkadang menggunakan kate yang memiliki terminal terintegrasi didalamnya, bahkan terkadang menggunakan teks editor buatan sendiri (SaptoPad, yang juga dibuat dengan bahasa pemrograman java). Dalam menuliskan dan mengkompilasi kode-kode java Anda, harus diingat bahwa java bersifat case sensitive, yang berarti huruf kecil dan huruf besar diartikan sebagai huruf-huruf yang berbeda. Kata Public berbeda dengan public, Hello berbeda dengan hello.

Comments