Peluang Bisnis Jasa Pengiriman Barang

Peluang Bisnis Jasa Pengiriman Barang - Secara umum, sebuah bisnis mempunyai siklus yang disebut sebagai masa panen dan masa paceklik. Ada saat mengalami pasang, ada saat tertentu mengalami surut/seret. Berbeda dengan Tips Memilih Jasa Ekspedisi Pengiriman Barang. Bisa dikatakan, bisnis kurir dan kargo tidak mengenal siklus naik-turun, trennya cenderung stabil sepanjang tahun. Setiap waktu orang selalu mempunyai alasan untuk mengirimkan sesuatu (barang atau dokumen) kepada orang lain.

Pada bisnis tertentu, kemajuan teknologi kadang-kadang menjadi ancaman bagi keberlangsungan bisnisnya. Contoh: Kejayaan wartel berakhir dengan hadirnya ponsel. Kejayaan PC digeser laptop. Keberadaan Warnet terancam oleh laptop, notebook dan smartphone. TV tabung digantikan TV layar datar, dsb. Bagaimana dengan prospek bisnis jasa pengiriman? Dalam perspektif konsep waralaba, International Franchise Association mengategorikan jasa pengiriman dan kargo sebagai satu dari sepuluh usaha unggulan sampai 20 tahun ke depan. Ini berarti bisnis kurir mempunyai prospek masa depan yang cerah.

Untuk waktu yang cukup panjang, berkirim surat dan kartu ucapan pernah menjadi alat komunikasi utama masyarakat. Sampai hadirnya ponsel yang menyederhanakan dan memudahkan proses komunikasi, masa kejayaan Kantor Pos pun terancam. Tapi tidak mati, hanya berkurang volumenya. Dari sini layanan kantor pos yang dulunya sering dikeluhkan akibat beban yang selalu overload, justru makin baik dengan beban kerja yang 'normal'. Sampai sekarang dan untuk waktu yang masih lama, Perkiraan Modal Usaha Pengiriman Barang dan Prospeknya bisnis jasa pengiriman diprediksi tetap eksis.

Kenapa? Karena sampai sekarang belum ada teknologi yang bisa memindahkan atau mengirimkan suatu benda ke ke tempat lain secara elektronis bak mesin waktu, tanpa melewati proses pengiriman dengan alat transportasi fisik (motor, mobil, kereta api, pesawat, kapal). Memang kita bisa kirim informasi dan data secara elektronik lewat fax dan email, tapi banyak berkas Asli yang tetap harus dikirim secara fisik dan fungsinya tidak bisa diganti dengan duplikatnya karena menyangkut pembuktian otentifikasinya. Surat atau dokumen penting (ijazah, surat keterangan, SIM, KTP, Passport) dan surat berharga (STNK, BPKB, sertifikat) misalnya. Begitu juga dengan pengiriman barang/paket.

Orang yang naik Haji bisa dengan mudah memberi kabar sanak keluarganya via telepon selama menjalankan ibadah Haji. Tapi untuk oleh-olehnya seperti air zam-zam tetap harus dibawa secara fisik atau dikirim via jasa pengiriman kalau jumlahnya terlalu banyak.

Ada banyak alasan orang harus mengirimkan barang ke suatu tempat, sekalipun di tempat tujuan itu barang sejenis bisa diperoleh dengan mudah. Misal sebagai oleh-oleh, hadiah, atau mengirimkan barang pesanan. Ada juga alasan kepraktisan membuat orang lebih memilih mengirimkan barang lewat jasa ekspedisi kurir daripada membawanya sendiri.

Ini menunjukkan, sekalipun teknologi sudah sangat maju, jasa pengiriman paket dan dokumen secara fisik tetap dibutuhkan. Tidak mengherankan bisnis jasa kurir dan cargo tetap eksis, bahkan jumlah pemainnya terus bertambah dari waktu ke waktu.

Disinilah uniknya, perkembangan teknologi tidak mematikan tapi malah menumbuhkan industri jasa kurir.  Keduanya justru saling menunjang. Faktanya, dengan berkembangnya internet, aktivitas jual-beli via online justru semakin marak dan akan menjadi tren gaya hidup praktis di masa mendatang. Bisnis online justru membutuhkan jasa pengiriman/kurir sebagai mata rantai tak terpisahkan! Di Yogyakarta misalnya, perkembangan bisnis online memicu pertumbuhan industri jasa pengiriman hingga 25%, dimana 80% pelanggan terbesar jasa kurir adalah pelaku bisnis online (Solopos).

Tidak hanya prospek bisnisnya cerah, ceruk jasa pengiriman ini memberikan peluang usaha yang terbuka lebar bagi masyarakat untuk menikmati legitnya kue bisnis ini sebagai mitra kerjanya. Yaitu menjadi Agen Kurir dengan modal yang minim namun menjanjikan keuntungan yang cukup besar.

Apalagi, bisnis kurir life cyclenya cenderung stabil sepanjang tahun, namun memiliki 'bonus' masa booming pada saat tertentu. Apa saja itu?

1. Tahun Baru
Menjelang tahun baru volume pengiriman barang di masyarakat cenderung meningkat. Selain karena ada perayaan Natal di sebagian masyarakat, pada masa pergantian tahun ada kecenderungan masyarakat ingin merayakannya dengan kemeriahan. Hal ini berpengaruh terhadap aktivitas pengiriman barang, baik berupa pangan maupun   nonpangan.

2. Tahun Ajaran Baru
Pada saat siswa kembali bersekolah pada tahun ajaran baru, kebutuhan akan pakaian seragam, sepatu dan perlengkapan sekolah akan terjadi serentak di seluruh Indonesia. Sehingga membutuhkan distribusi barang dalam jumlah besar.

3. Lebaran

Memasuki hari puasa hingga menjelang lebaran adalah masa panen raya bagi usaha jasa kurir/cargo. Hari-hari selama hari puasa hingga mendekati hari H Lebaran, jumlah kiriman masyarakat melonjak signifikan. Pada saat ini pola konsumsi masyarakat juga meningkat drastis.