Affiliations

Jasa Inspeksi Teknik K3 & Sertifikasi


Sertifikasi Bejana Tekan

Sebagaimana diketahui bahwa pemanfaatan bejana tekan akhir-akhir ini telah berkembang pesat di berbagai proses industri barang dan jasa maupun untuk fasilitas umum dan bahkan di rumah-rumah tangga. Bejana tekanan merupakan peralatan teknik yang mengandung resiko bahaya tinggi yang dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan atau peledakan. Oleh karena itu guna menghindari agar tidak terjadi kecelakaan atau peledakan, sebelum dalam periode pemakaian setiap bejana tekan dan alat pengaman / perlengkapannya harus dilakukan pemeriksaan , pengujian serta dirawat dengan baik dan teratur.
Sehubungan dengan hal tersebut di atas maka perlu dikeluarkan suatu petunjuk teknis pelaksanaan pemeriksaan dan pengujian serta penerbitan pengesahan pemakaian agar terwujud keseragaman dan penanganan bejana tekan sehingga bejana tekanan dapat dioperasikan dengan aman dan efisien.
Dasar Hukum
Undang-Undang No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI No. Per-01/MEN/1982 tentang Bejana Tekanan.

Sebagaimana diketahui bahwa pemanfaatan bejana tekan akhir-akhir ini telah berkembang pesat di berbagai proses industri barang dan jasa maupun untuk fasilitas umum dan bahkan di rumah-rumah tangga. Bejana tekanan merupakan peralatan teknik yang mengandung resiko bahaya tinggi yang dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan atau peledakan. Oleh karena itu guna menghindari agar tidak terjadi kecelakaan atau peledakan, sebelum dalam periode pemakaian setiap bejana tekan dan alat pengaman / perlengkapannya harus dilakukan pemeriksaan , pengujian serta dirawat dengan baik dan teratur.
Sehubungan dengan hal tersebut di atas maka perlu dikeluarkan suatu petunjuk teknis pelaksanaan pemeriksaan dan pengujian serta penerbitan pengesahan pemakaian agar terwujud keseragaman dan penanganan bejana tekan sehingga bejana tekanan dapat dioperasikan dengan aman dan efisien.
Dasar Hukum
Undang-Undang No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI No. Per-01/MEN/1982 tentang Bejana Tekanan.


Sertifikasi Boiler & Ketel Uap

Dengan semakin meningkatnya penggunaan pesawat uap di industri, akan berdampak pula kepada peningkatan resiko bahaya, oleh karena itu perlu dilakukan penanganan secara aman, efektif, efisien dan menyeluruh melalui pemeriksaan dan pengujian teknis keselamatan dan kesehatan kerja. Hal ini bersadarkan Undang-Undang No. 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja dan Undang-Undang Uap tahun 1930 ( Stoom Ordonnantie ).

Dengan semakin meningkatnya penggunaan pesawat uap di industri, akan berdampak pula kepada peningkatan resiko bahaya, oleh karena itu perlu dilakukan penanganan secara aman, efektif, efisien dan menyeluruh melalui pemeriksaan dan pengujian teknis keselamatan dan kesehatan kerja. Hal ini bersadarkan Undang-Undang No. 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja dan Undang-Undang Uap tahun 1930 ( Stoom Ordonnantie ).



Sertifikasi Forklift , Backhoe , Loaders , Excavators , Cranes

Sesuai dengan Undang-Undang No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, dan Permennaker No. PER.05/MEN/1985 tentang Pesawat Angkat dan Angkut.(misal , forklift , backhoe , loaders , excavators,cranes)
Sebagaimana diketahui bahwa Pesawat Angkat dan Angkut adalah suatu peralatan yang sangat berguna bagi proses industri khususnya dalam pemindahan barang. Pesawat Angkat dan Angkut merupakan peralatan teknik yang mengandung resiko bahaya tinggi yang dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan kerja, bilamana tidak ditangani secara baik dan benar.
Agar tidak terjadi kecelakaan kerja, maka sebelum pemakaian setiap Pesawat Angkat dan Angkut dan pengaman / perlengkapannya harus dilakukan pemeriksaan dan pengujian serta dioperasikan oleh seorang operator yang berkemampuan dan berketrampilan yang cukup serta dirawat dengan baik dan teratur.

Sesuai dengan Undang-Undang No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, dan Permennaker No. PER.05/MEN/1985 tentang Pesawat Angkat dan Angkut.(misal , forklift , backhoe , loaders , excavators,cranes)
Sebagaimana diketahui bahwa Pesawat Angkat dan Angkut adalah suatu peralatan yang sangat berguna bagi proses industri khususnya dalam pemindahan barang. Pesawat Angkat dan Angkut merupakan peralatan teknik yang mengandung resiko bahaya tinggi yang dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan kerja, bilamana tidak ditangani secara baik dan benar.
Agar tidak terjadi kecelakaan kerja, maka sebelum pemakaian setiap Pesawat Angkat dan Angkut dan pengaman / perlengkapannya harus dilakukan pemeriksaan dan pengujian serta dioperasikan oleh seorang operator yang berkemampuan dan berketrampilan yang cukup serta dirawat dengan baik dan teratur.


Sertifikasi Genset

Mengacu pada Undang-undang No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja pasal 3 ayat 1 hurup q jo. Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. PER-04/MEN/1985 tentang Pesawat Tenaga dan Produksi, harus dilakukan sertifikasi maupun re-sertifikasi setiap tahun sekali secara berkala.
Sertifikasi Genset
Prosedure :
Mengisi Surat Permohonan
Menyertakan Gambar dari pabrik pembuat
Menyertakan Gambar Lay Out Ruangan Genset
Diuji Kelayakannya dan hasilnya akan dilaporkan ke Disnaker Setempat

Mengacu pada Undang-undang No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja pasal 3 ayat 1 hurup q jo. Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. PER-04/MEN/1985 tentang Pesawat Tenaga dan Produksi, harus dilakukan sertifikasi maupun re-sertifikasi setiap tahun sekali secara berkala.
Sertifikasi Genset
Prosedure :
Mengisi Surat PermohonanMenyertakan Gambar dari pabrik pembuatMenyertakan Gambar Lay Out Ruangan GensetDiuji Kelayakannya dan hasilnya akan dilaporkan ke Disnaker Setempat


Sertifikasi & Pengujian Listrik

Berdasarkan Undang-Undang No. 1 Tahun 1970 pasal 3 ayat 1 huruf q jo No. KEP75/MEN/2002 tentang Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia (SNI) No.SNI-04-0225-2000 mengenai Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL) 2000 di tempat kerja.
Bahwa listrik mengandung potensi bahaya yang dapat mengancam keselamatan tenaga kerja atau orang lain yang berada dalam lingkungan tempat kerja, dan mengancam keamanan bangunan beserta isinya. Untuk menjamin keamanan dan keselamatan terhadap instalasi listrik, harus direncanakan, dipasang, diperiksa dan diuji oleh orang yang berkompeten dan memiliki ijin kerja sebagaimana dimaksud dalam Standar Nasional Indonesia SNI 04-0225 Tahun 2000 tentang Persyaratan Instalasi Listrik Tahun 2000 (PUIL) 2000
Metode pengujian Instalasi Listrik ada beberapa alternatif :
1. Thermografi / Pengujian panas
Pengujian panas pada panel instalasi listrik
peralatan yg bisa digunakan ada 2 macam
a. Thermal imager infrared
b.Thermal
2. Insulation Tester

Berdasarkan Undang-Undang No. 1 Tahun 1970 pasal 3 ayat 1 huruf q jo No. KEP75/MEN/2002 tentang Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia (SNI) No.SNI-04-0225-2000 mengenai Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL) 2000 di tempat kerja.
Bahwa listrik mengandung potensi bahaya yang dapat mengancam keselamatan tenaga kerja atau orang lain yang berada dalam lingkungan tempat kerja, dan mengancam keamanan bangunan beserta isinya. Untuk menjamin keamanan dan keselamatan terhadap instalasi listrik, harus direncanakan, dipasang, diperiksa dan diuji oleh orang yang berkompeten dan memiliki ijin kerja sebagaimana dimaksud dalam Standar Nasional Indonesia SNI 04-0225 Tahun 2000 tentang Persyaratan Instalasi Listrik Tahun 2000 (PUIL) 2000

Metode pengujian Instalasi Listrik ada beberapa alternatif :
1. Thermografi / Pengujian panas
Pengujian panas pada panel instalasi listrik
peralatan yg bisa digunakan ada 2 macam
a. Thermal imager infrared
b.Thermal
2. Insulation Tester


Sertifikasi Lift

Sertifikasi Lift





Comments