Selamat Datang di Situs Kami


     Tahukah  Anda  kalau   sampah   peralatan  elektronik (e-waste) yang biasa  dibuang  itu ternyata  masih sangat berharga? Bahkan, tiap tonnya mengandung emas 17 kali lebih  banyak  dari  bijih  emas  dan 40 kali lebih  banyak  mengandung  tembaga  dibanding bijih tembaga.  Vnunet melansir,  hal  tersebut  dikemukakan sebuah situs berita Foreign  Policy  dalam  laporannya   yang  berjudul 'Inside the  Digital Dump'.  Dalam  laporan  tersebut,  sekitar  20 sampai  50   juta    ton   sampah   elektronik    memenuhi tempat    pembuangan   akhir   di  seluruh   dunia   setiap tahunnya.  Sebagian besar sampah berasal dari pengguna yang  meng-upgrade  komputer   dan   peralatan   rumah  elektronik  lain.  Meski  sudah  menjadi  sampah  namun rongsokan ini masih harus mengeluarkan biaya untuk pengelolaannya.



        Diperkirakan  biaya  yang  dikeluarkan pada  2009  bisa mencapai US$ 11 miliar  dan  biaya  tersebut dapat  lebih  murah   10   kali     lipatnya     jika      perusahaan 'mengirimkan'   rongsokan   tersebut    ke    luar negeri  dibanding  dikelola sendiri.  Negara  yang   menampung sampah  yang  masih bisa  terpakai tersebut    biasanya  adalah  negara  berkembang   seperti  Cina,  India   dan  Nigeria.    Walau      terkadang     negara      berkembang menyatakan     pelarangan    terhadap   rongsokan    ini, namun perkembangan   ekonomi   lokal  justru    sangat berpengaruh.
        Terbukti      di      wilayah     Guiyu,     Cina,    telah memperkerjakan     lebih    dari    100.000  orang  untuk mengelola sampah ini.   Wilayah   ini   dikenal   sebagai  tempat    penampungan   sampah    elektronik   terbesar di dunia. Pekerjanya rata-rata mendapatkan pemasukan sekitar   US$2   sampai  US$ 4 per  hari  hanya   untuk  men-sorting,  membongkar  atau menghancurleburkan peralatan elektronik.




        Dari      aktivitas      tersebut,        mereka      dapat mengumpulkan   berbagai   komponen  metal termasuk  emas,   tembaga    dan    aluminium  yang  sebelumnya  telah    dilelehkan.   Di   sisi   lain,    meski   berpotensi  menghasilkan     logam   mulia,     pengolahan   sampah
elektronik bisa mencemari lingkungan sekitar.  Proses   pelelehan  sampah elektronik  akan   melepaskan logam berat merkuri dan cadmium ke udara, tanah, dan air.





Dengan Membeli E-Book Panduan Mendulang Emas Ini
Hanya Seharga Rp. 79.000,-
Silahkan Klik Di Sini