Navigation

Recent site activity

  • Home
    edited by mahardika alif
    comment removed by mahardika alif
  • Belajar IQRA
    edited by mahardika alif
    attachment from mahardika alif
  • Data
    attachment from mahardika alif
  • Belajar IQRA
    created by mahardika alif
  • Home
    edited by mahardika alif
  • View All
Contractor‎ > ‎Manajemen Mutu (ISO)‎ > ‎

Manajemen Mutu

posted Jan 13, 2009, 5:18 AM by mahardika alif

Sistem Manajemen Mutu: Antara Kebutuhan dan Keharusan

Beberapa tahun lalu, dari hasil riset sebuah lembaga di Amerika Serikat diketahui bahwa lebih dari 50% produk dan komponen yang dihasilkan oleh perusahaan mempunyai cacat atau kerusakan, dan untuk perusahaan yang bergerak di bidang teknologi tinggi, otomotif, dan aerospace angkanya lebih mencengangkan lagi yaitu mencapai lebih dari 75%. Komisi Keselamatan Produk Konsumen Amerika bahkan memperkirakan bahwa kematian, kecelakaan, dan kerusakan yang ditimbulkan akibat pemakaian produk konsumen yang tidak sempurna telah membebani negara lebih dari 700 miliar dolar per tahunnya.

Berdasarkan fakta-fakta tersebut maka tidak mengherankan jika perusahaan-perusahaan saat ini berusaha keras untuk menerapkan sistem manajemen mutu yang diharapkan akan membantu mereka dalam meningkatkan mutu produk/layanan yang dihasilkan, mengontrol biaya-biaya, mengurangi kerusakan dan cacat pada produk, meningkatkan kepuasan konsumen, dan pada akhirnya adalah meningkatkan keuntungan perusahaan.

Mutu

Setidaknya ada tiga hal mendasar yang sangat mempengaruhi tingkat kesuksesan suatu produk atau layanan di pasaran, yaitu harga, ketersediaan, dan mutu/kualitas. Konsumen sangat membutuhkan produk atau layanan yang bermutu tinggi dan tersedia pada waktu yang dibutuhkan dengan harga yang terjangkau dan sesuai dengan manfaat yang akan diperoleh. Organisasi atau perusahaan akan dapat sukses dan mampu bersaing di pasaran jika tingkat kepuasan pelanggan terhadap pemakaian produk dan layanannya cukup tinggi. Faktor harga dan ketersediaan adalah fitur transient saja, dalam arti pengaruhnya tidak berlangsung lama setelah terjadi transaksi. Lain halnya dengan mutu, yang mempunyai pengaruh dan implikasi yang cukup panjang, karena mutu suatu produk atau layanan ditentukan dari tingkat kesuksesan kegunaan produk atau layanan tersebut selama pemakaiannya (tidak terbatas pada point of sales saja).

Makna mutu atau kualitas suatu produk atau layanan sendiri erat kaitannya dengan: tingkat kesempurnaan, kesesuaian dengan kebutuhan, bebas dari cacat, ketidaksempurnaan, atau kontaminasi, serta kemampuan dalam memuaskan konsumen. Konsumen adalah pihak yang paling tepat dan adil dalam menilai masalah mutu dari produk atau layanan yang kita sediakan. Sebuah produk atau layanan yang memiliki fitur atau manfaat yang memuaskan kebutuhan konsumen dapat disebut sebagai produk atau layanan yang bermutu, demikian pula sebaliknya, produk atau layanan yang memiliki fitur atau manfaat yang tidak memuaskan kebutuhan konsumen dapat disebut sebagai produk atau layanan yang tidak bermutu. Anda akan dapat menilai tingkat kepuasan konsumen terhadap produk Anda melalui melalui berbagai cara, seperti feedback langsung dari konsumen, atau juga bisa dilihat dari tingkat kerugian penjualan, turunnya market share, dan pada akhirnya adalah kerugian bisnis. Pada pasar dengan tingkat persaingan usaha yang sangat ketat, mutu dari suatu produk atau layanan yang ditawarkan akan memiliki peranan yang sangat strategis terhadap perkembangan bisnis.

Sistem Manajemen Mutu

Adalah sesuatu yang tidak mungkin perusahaan Anda mempunyai kemampuan untuk menghasilkan dan mempertahankan suatu produk yang bermutu tanpa disertai adanya manajemen proses yang matang dan rapi di dalamnya. Mutu yang baik tidak akan dapat diraih hanya dengan mengandalkan keberuntungan semata, tapi mutlak harus dengan cara penerapan manajemen bisnis yang baik.

Sistem manajemen mutu akan memberikan kemampuan kepada perusahaan atau organisasi dalam melakukan kontrol, menciptakan stabilitas, prediktabilitas, dan kapabilitas bisnis Anda. Dengan adanya sistem mutu diharapkan perusahaan Anda akan lebih terbantu dalam mencapai, mempertahankan, dan meningkatkan mutu produk atau layanan yang Anda sediakan secara ekonomis. Sistem manajemen mutu akan sangat membantu Anda untuk dapat bertindak dengan lebih baik dibanding sebelumnya.

Standarisasi Sistem Mutu

Ketika Anda membeli suatu produk atau layanan dari suatu perusahaan, Anda tentunya berharap akan mendapatkan produk atau layanan dengan kualitas atau mutu yang persis sama seperti yang mereka janjikan. Jaminan bahwa Anda akan mendapatkan kualitas barang atau layanan yang sesuai dengan harapan Anda tersebut hanya dapat diberikan oleh perusahaan yang telah memiliki sertifikasi suatu standar sistem mutu.

Mengapa standarisasi itu penting? Sebagai pembeli atau pengguna suatu produk tentunya kita akan merasa sangat terganggu dan kecewa ketika produk yang telah dibeli tersebut ternyata memiliki kualitas yang sangat buruk, tidak layak pakai, tidak cocok dengan peralatan yang telah kita miliki sebelumnya, mudah rusak, atau berbahaya jika digunakan. Sebaliknya ketika produk yang dibeli atau digunakan telah memenuhi keinginan dan harapan kita dan tidak menimbulkan masalah selama pemakaiannya, kita kadang merasakan kenyamanan tersebut sebagai hal yang biasa saja. Itulah sebagian gambaran dimana kita terkadang kurang peduli terhadap peran dari suatu standar sistem mutu dalam meningkatkan level kualitas/mutu, keamanan, ketahanan, efisiensi, dan interchangeability dari suatu produk yang kita gunakan. Suatu standar mutu memberikan kontribusi yang sangat besar pada segenap aspek kehidupan kita, walaupun kadang kontribusinya sering tidak kita sadari.

Lantas, peran seperti apa yang dapat dilakukan oleh suatu standar sistem mutu seperti ISO 9000, TS 16949, QS 9000, Six Sigma, dan Malcolm Baldrige dalam membantu kesuksesan suatu perusahaan? Sistem-sistem tersebut merupakan tool atau alat untuk membantu perusahaan agar bekerja dengan lebih terorganisir serta membantu pengelolaan dan pengontrolan proses bisnis yang berjalan di perusahaan dengan berpegang pada standar mutu yang telah ditetapkan. Sistem mutu seperti ISO 9000, TS 16949, QS 9000, Six Sigma, dan Malcolm Baldrige adalah suatu sistem yang telah teruji dan terbukti luas di dunia. Salah satu keuntungan penerapan suatu sistem mutu tersebut yaitu Anda tidak perlu lagi membuat suatu standar sistem mutu baru, yang perlu Anda lakukan hanyalah mengadaptasi sistem tersebut untuk disesuaikan dengan model bisnis dan kondisi perusahaan Anda. Pemilihan suatu sistem mutu yang akan kita adopsi sangat ditentukan oleh beberapa faktor, diantaranya adalah regulasi perusahaan, sasaran bisnis, konsumen dan target pasar, bidang usaha, dan skala bisnis perusahaan.

Dengan penerapan suatu sistem mutu tertentu seperti ISO 9000, QS-9000, atau yang lain, tentunya akan membawa dampak positif bagi bisnis Anda, yaitu meningkatkan dan menjamin mutu dari produk atau layanan yang dihasilkan sehingga pada akhirnya akan meningkatkan tingkat kepuasan konsumen terhadap produk atau layanan yang kita sediakan. Mutu suatu produk/layanan dapat dijamin karena sistem secara otomatis akan berusaha mengontrol dan mencegah setiap potensi timbulnya ketidaksesuaian atau penyimpangan pada seluruh tahapan supply chain. Hal ini juga akan berpengaruh positif terhadap kinerja perusahaan yaitu akan terhindarnya pemborosan anggaran, meminimalisasi biaya-biaya, dan pada akhirnya adalah meningkatnya keuntungan perusahaan secara signifikan.

Kesimpulan

Pada pasar dengan tingkat persaingan bisnis yang ketat, perusahaan harus memiliki produk atau layanan dengan mutu yang baik dan tinggi agar tetap dapat meningkatkan nilai kompetitif perusahaan. Mutu yang baik hanya bisa dihasilkan oleh perusahaan yang memiliki sistem manajemen mutu yang handal. Tapi sistem manajemen mutu hanyalah sebuah alat yang membantu Anda untuk bekerja secara lebih efektif dan efisien. Ukurlah keberhasilan perusahaan Anda dengan tingkat kepuasan konsumen pada produk atau layanan yang Anda berikan, bukan dari keberhasilan Anda mendapatkan sertifikasi suatu standar sistem mutu tertentu. Dan perlu diingat, produk dan layanan perusahaan Andalah yang akan menciptakan konsumen dan pendapatan, bukan sistem manajeman mutu yang Anda gunakan.




MANAJEMEN MUTU
Definisi Mananajemen :
“The art of getting thing done through people (seni untuk menggerakan
orang melakukan suatu pekerjaan atau keahlian untuk mencapai hasil
tertentu melalui orang lain” (Lawrence A. Appley, presiden American
Management Association)
”Suatu proses yang melibatkan kegiatan perncanaan, pengorganisasian,
pengarahan dan pengendalian yang dilakukan untuk mencapai sasaran
perusahaan melalui pemanfaatan factor produksi yang dimiliki”(M.Fuad,
etal. “pengantar Business)

“Seni dan ilmu perencanaan, pengorganisasian, pengarahan,
pengkoordinasian dan pengontrolan daripada human and natural resource
untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan terlebih dulu”. (Prof. Oey
Liang Lee, Guru Besar Manajemen UI)
Dari pengertian diatas dijumpai ada aktifitas khusus untuk mencapai
tujuan ;
1.      Memanfaatkan factor produksi
2.      Menggunakan metode ilmiah yang meliputi kegiatan :
        - Mengetahui adanya persoalan
        - Mendefinisi persoalan
        - Mengumpulkan fakta, data dan informasi.
        - Menyusun alternative penyelesian
        - Mengambil keputusan dengan memilih salah satu alternative
penyelesaian.
        - Melaksanakan keputusan serta melakukan tindak lanjut.
        - Manajemen sebagai seni dalam menyelesaikan masalah.

Definisi Mutu/Kualitas (Quality)
MUTU/KUALITAS:
o       sesuatu yang yang dapat disempurnakan dan memiliki nilai yang bisa
ditawarkan kepada konsumen (Masaaki Imai).
o       Kesesuaian dengan tujuan atau manfaatnya. (J.M.Juran)
o       Kesesuaian dengan kebutuhan yang meliputi availability, delivery,
reliability, maintainability dan cost effectiveness.(Crosby)
o       “Suatu kondisi dinamis yang berkaitan dengan produk,
pelayanan,orang,proses dan lingkungan yang memenuhi atau melebihi apa
yang diharapkan. (David L.Goetsch dan Stanley David)
o       Keseluruhan cirri dan karakteristik produk atau jasa yang
kemampuannya dapat memuaskan kebutuhan, baik yang dintakan secara
tegas maupun tersamar. (ISO 8402 & SNI 19-8402-1991)

ISTILAH LAIN :
o       Kendali mutu : cara untuk memproduksi barang dan jasa secara
ekonomis sesuai dengan keinginan pelanggan.
o       Gugus kendali mutu : suatu kelompok kecil yang dengan sukarela
melaksnakaan kegiatan pengendalian mutu ditempat kerja yang melakukan
pekerjaannya secara berkesinambungan sebagai bagian dari program di
seluruh perusahaan dibidang pengendalian mutu, pengembangan diri,
pendidikan bersama, pengendalian arus dan penyempurnaan ditempat
kerja.
o       Pemastian mutu : menjamin bahwa mutu produk memuaskan, dapat
dipercaya tetapi ekonomis bagi pelanggan.
o       Penyebaran mutu :teknik untuk menyebarkan persyaratan pelanggan
kedalam desain karakteristik dan menyebarkan kedalam sub-sistem
seperti komponen, suku cadang dan proses produksi.
o       Manajemen jepang Mutu diistilahkan KAIZEN sesuatu yang yang bisa
“disempurnakan” secara berkesinambungan sehingga identik dengan
istilah kendali mutu, pengendalian mutu statistical, gugus kendali
mutu.

Perkembangan Manajemen mutu
Masa pertama (1970-an)
1.      Pasar berkembang dengan pesat
2.      konsumen semakin kritis terhadap produk
3.      SDM murah dan berlimpah, tetapi sedikit sekali tingkat kualitasnya.
4.      kepercayaan bahwa sukses dengan produk yang dieprbaiki dapat
memperbaiki kelambanan operasional tradisional
5.      Mananjemen lebih mengutamakan peningkatan penjualan daripada
penguranagan biaya.

Situasi baru (2000-an)
1.      peningkatan tajam biaya material, energi dan karyawan.
2.      sarana produksi yang melebihi kapasitas
3.      Peningkatan persaingan antar perusahaan dengan pasar yang jenuh
4.      Perubahan nilai pelanggan yang menuntut mutu yang lebih baik.
5.      Kecenderungan untuk lebih cepat yang memperkenalkan produk baru
6.      Kecenderungan untuk menurunkan titik inpas

Tahapan manajemen kualitas
o       Inspeksi (Inspection)
Konsep mutu modern dimulai pada tahun 1920-an kelompok mutu utama
adalah inspector yang mengukur hasil produksi berdasarkan spesifikasi
kemudian melapor ke pabrik. Tokohnya : Walter A.sewhart (1924),
H.P.Dodge & H.G. Romig (1920).
o       Pengendalian mutu (Quality Control)
Tahun 1940-an kelompok inspeksi berkembang manjadi pengendalian mutu
yang pertama berkembang di dunia militer, dimana tanggungjawab mutu
dialihkan kebagian QC yang independent dan dibekali dengan perangkat
statistic seperti diagram kendali dan penarikan sample. Tokohnya :
Feigenbaum (1983) dengan total quality control (1960) yang berkembang
menjadi konsep total quality control organizationwide (1970) dan
kemudian menjadi konsep total quality system.

3.      Pemastian mutu (Quality Assurance)
Rekomendasi dari statistic sering tidak dilayani strruktur pengambilan
keputusan. Sehingga pengedalian mutu berkembang menjadi pemastian mutu
yang bertugas : memastikan proses dan mutu produk melaui audit
operasi,pelatihan, nails kinerja teknis dan petunjuk operasi untuk
peningkatan mutu.
4.      Manajemen mutu (Quality Management)
Pemastian mutu bekerja berdasarkan status quo sehingga upaya yang
dilakukan hanyalah memastikan pelaksnaan pengendalian mutu, tetapi
sangat sedikit pengaruh untuk meningkatkannya. Karena itu untuk
mengantisipasi persaingan, aspek mutu perlu selalu dievaluasi dan
direncanaklan perbaikannya melalui penerapan fungsi manajemen mutu.
5.      Manajemen mutu terpadu (Total Quality Management)

Dalam manajemen mutu ternyata bukan hanya fungsi produksi yang
mempengaruhi kepuasan pelanggan terhadap mutu dan tanggungjawab mutu
tidak cukup hanya dibebankan kepada bagian tertentu, teapi menjadi
tangungjawab seluruh individu diperusahaan.

W. Edwards Demings (Filosofi Deming’s 14 Points) :
1.      Rumuskan dan umumkan kepada semua karyawan, maksud dan tujuan
organisasi
2.      mempelajari dan melaksnakan filosofi baru, baik oleh manajer maupun
karyawan.
3.      memahami tujuan inspeksi yaitu untuk memperbaiki proses dan
mengurangi biaya.
4.      mengakhiri praktik bisnis yang menggunakan perngahargaan
berdasarkan angka atau uang saja.
5.      memperbaiki secara konstan dan continue, kapanpun system produksi
dan pelayanan.
6.      membudayakan dan melembagakan pendidikan dan pelatihan.
7.       mengajarkan dan melembagkan kepemimpinan.
8.      menjauhkan rasa ketakutan.Ciptakan kepercayaan.Ciptakan iklim yang
mendukung inovasi.
9.      Mengoptimalkan tujuan perusahaan,tim,atau kelompok.
10.     Menghilangkan desakan atau tekanan-tekanan yang menghambat
perkembangan karyawan.
11.     Menghilangkan kuota berdasarkan angka-angka,tetapi secara terus-
menerus melembagakan metode perbaikan.Menghilangkan manajemen
berdasarkan sasaran ( management by objective ),tetapi mempelajari
kemampuan proses dan bagaimana memperbaikinya.
12.     Menghilangkan hambatan yang membuat karyawan tidak merasa bangga
akan pekerjaan atau tugasnya.
13.     Mendukung pendidikan dan perbaikan atau peningkatan prestasi
setiap orang.
14.     Melaksanakan tindakan atau kegiatan untuk mencapai semua tujuan
atau sasaran itu.

Model Manajemen mutu Philip B. Crosby.
Memperkenalkan empat dimensi manajemen mutu :
o       Mutu : kesesuaian dengan kebutuhan.
o       System pencapaian mutu : pendekatan rasional untuk mencegah cacat
atau kesalahan.
o       Standar performansi : standar performansi perusahaan atau organisasi
yang mempunyai orientasi mutu adalah tidak ada keslahan (zero depect)
o       Pengukuran : pengukuran performansi yang digunkaan adalah biaya mutu
(biaya pemuangan dan pekerjaan ulang produk cacat, biaya persediaan,
biaya inspeksi dan pengujian)

Selain memperkenalkan 14 langkah perbaikan mutu :
1.      Komitmen manajemen
2.      Tim perbaikan mutu
3.      Pengukuran mutu
4.      Biaya evaluasi mutu
5.      Kesadaran mutu
6.      Tindakan koreksi
7.      Dewan insidentil untuk program pencegahan cacat (zero depect)
8.      Pelatihan bagi supervise.
9.      Hari-hari yang bebas cacat (zero depect day)
10.     Menyusun sasaran atau tujuan
11.     Kesalahan mengebabkan adanya perubahan.
12.     Pengenalan
13.     Dewan mutu
14.     Kerjakan semua itu secara berulang

Joseph M. Juran, Ph.D
Memperkenalkan tiga proses mutu yang meliputi :
1.      perencanaan mutu Quality planning) :
o       identifikasi pelanggan.
o       Menentukan kebutuhan pelanggan.
o       Mengembangkan karakteristik produk
o       Menyusun sasaran mutu
o       Mengembangkan proses mewnghasil produk sesuai karakteristik.

2.      pengendalian mutu (Quality control) :
o       memilih subjek atau dasar pengendalian.
o       Memilih unit pengukuran
o       Menyusun pengukuran
o       Menyusun standar performansi
o       Mengukur performansi yang sesungguhnya.
o       Menginterretasikan perbedaan antara standar dengan data nyat
o       Mengambil tindakan atas perbedaan tersebut.

3.      Perbaikan atau peningkatan mutu (Quality Improvement) :
o       peningkatan kebutuhan untuk mengadakan perbaikan
o       mengidentifikasikan proyek-proyek perbaikan khusus
o       mengorganisisr proyek
o       mengorganisisr untuk mengdiagnosi penyebab kesalahan
o       menemukan penyebab kesalahan
o       mengadakan perbaikan-perbaikan.
o       Peruses yang telah dieprbaiki ada dalam kondisi operasional yang
efektif
o       Menyediakan pengedalian untuk mempertahankan perbaikan atau
peningkatan yang telah dicapai.

8 perspektif mutu menurut David A Garvin
o       Performance : kesesuaian produk dengan fungsi utama produk itu
sendiri atau karakteristik operasi dari suatu produk.
o       Feature : cirri khas produk yang membedakan dari produk lain yang
merupakan karkateristik pelengkap dan mampu menimbulkan kesan baik
bagi pelanggan.
o       Reliability : kepercayaan pelanggan terhadap produk karena
kehandalannya atau karena kemungkinan rusaknya rendah.
o       Conformance : keseuaian produk dengan syarat atau ukuran tertentu
atau sejauhmana karakteristik desain dan operasi memmenuhi standar
yang telah ditetapkan.
o       Durability : tingkat keawetan produk atau lama umur produk.
o       Serviceability : kemudhaan produk itu bila akan diperbaiki atau
kemudhaan memperoleh komponen produk tersebut.
o       Aesthetic : keindhaan atau daya tarik produk tersebut.







 






Comments