الصعود للتقنية

Foto Kabogoh Jauh.

SELAMAT DATANG DI PONDOK PESANTREN BERBASIS TEKNOLOGI


Visitors  style="text-decoration:none"
Muqodimah

Assalamualaikum Wr.Wb

Segala puji bagi Allah yang telah mencuptakan manusia, dan memberi pengetahuan kepada manusia apa-apa yang manusia tidak mengetahuinya. Shalawat berseta salam semoga tercurahkan kepda jungjungan alam Nabi Muhammad SAW, Rasullallah yang terakhir. Amin. Redmore

Pesantren adalah sebuah pendidikan tradisional yang para siswanya tinggal bersama dan belajar di bawah bimbingan guru yang lebih dikenal dengan sebutan kiai dan mempunyai asrama untuk tempat menginap santri. Santri tersebut berada dalam kompleks yang juga menyediakan masjid untuk beribadah, ruang untuk belajar, dan kegiatan keagamaan lainnya. Kompleks ini biasanya dikelilingi oleh tembok untuk dapat mengawasi keluar masuknya para santri sesuai dengan peraturan yang berlaku. Ilmu yang dipelajari di Pesantren diantaranya: Ilmu Nahu, Ilmu Sorof, Ilmu Ma'ani, Ilmu Balagoh, Ilmu Tauhid, Ilmu Tasawuf, Ilmu Akhlak, Ilmu Fiqh, Ilmu Usul Fiqh, Ilmu Tafsir, Al-Qur'an, Ulumul Qur'an, Al-Hadits, Ulumul Hadits, Ilmu Falak dan lainya. Redmore

.

diposting pada tanggal 29 Jun 2018 17.13 oleh Drs. H.Muhammad Solihin   [ diperbarui17 Jul 2018 10.42 ]

Al-Qur'an (/kɔːrˈɑːn/ kor-ahn; Arab: القرآن al Qurʾān, Alquran secara harfiaberarti "bacaan"; juga diromanisasikan sebagai Qur'an atau Koran) adalah sebuah kitab suci utama dalam agama Islam, yang umat Muslim percaya bahwa kitab ini diturunkan oleh Tuhan, (Arab: الله, yakni Allah) kepada Nabi Muhammad Kitab ini terbagi ke dalam beberapa bab (dalam bahasa Arab disebut "surah") dan setiap surahnya terbagi ke dalam beberapa sajak (ayat). Redmore


Tafsir Alquran (Arabتفسير القرآن) adalah ilmu pengetahuan untuk memahami dan menafsirkan yang bersangkutan dengan Alquran dan isinya berfungsi sebagai mubayyin (pemberi penjelasan), menjelaskan tentang arti dan kandungan Alquran, khususnya menyangkut ayat-ayat yang tidak di pahami dan samar artinya. Kebutuhan umat Islam terhadap tafsir Alquran, sehingga makna-maknanya dapat dipahami secara penuh dan menyeluruh, merupakan hal yang mendasar dalam rangka melaksanakan perintah Allah (Tuhan dalam Islam) sesuai yang dikehendaki-Nya. Redmore

Pengertian Hadits

Hadits merupakan salah satu panduan yang digunakan oleh umat Islam dalam melaksanakan berbagai macam aktivitas baik yang berkaitan dengan urusan dunia maupun aktivitas yang berkaitan dengan urusan akhirat. Hadits merupakan sumber hukum agama Islam yang kedua setelah kitab suci Al-Qur’an. Jika suatu perkara tidak dijelaskan di dalam Al-Qur’an, maka umat Islam akan menggunakan sumber yang kedua yaitu Hadits. Redmore .

Tauhid (Arab :توحيد), adalah konsep dalam aqidah Islam yang menyatakan keesaanAllah. Dalam pengamalannya ketauhidan dibagi menjadi 3 macam yakni tauhidrububiyahuluhiyah dan Asma wa Sifat. Mengamalkan tauhid dan menjauhi syirik merupakan konsekuensi dari kalimat syahadat yang telah diikrarkan oleh seorang muslim. Redmore


Ilmu Akhlak. Kata “Akhlak” berasal dari bahasa Arab, jamak dari khuluqun (خُلُقٌ) yang menurut bahasa berarti budi pekerti, perangai, tingkah laku atau tabiat. Kata tersebut mengandung segi-segi persesuaian dengan perkataan khalqun (جَلْقٌ) yang berarti kejadian, yang juga erat hubungannya dengan khaliq (جَالِقٌ) yang berarti sang pencipta, demikian pula dengan mkhluqun (مَجْلُوْقٌ) yng berarti yang diciptakan. Redmore.

Tasawuf (Tasawwuf) atau Sufisme (bahasa Arab: تصوف ) adalah ilmu untuk mengetahui bagaimana cara menyucikan jiwa, menjernihan akhlaq, membangun dhahir dan batin serta untuk memperoleh kebahagian yang abadi. Tasawuf pada awalnya merupakan gerakan zuhud (menjauhi hal duniawi) dalam Islam, dan dalam perkembangannya melahirkan tradisi mistisme Islam. Tarekat (pelbagai aliran dalam Sufi) sering dihubungkan dengan Syiah, Sunni, cabang Islam yang lain, atau kombinasi dari beberapa tradisi. Pemikiran Sufi muncul di Timur Tengah pada abad ke-8, sekarang tradisi ini sudah tersebar ke seluruh belahan dunia. Sufisme merupakan sebuah konsep dalam Islam, yang didefinisikan oleh para ahli sebagai bagian batin, dimensi mistis Islam; yang lain berpendapat bahwa sufisme adalah filosofi perennial yang eksis sebelum kehadiran agama, ekspresi yang berkembang bersama agama Islam. Redmore

.

diposting pada tanggal 29 Jun 2018 17.12 oleh Drs. H.Muhammad Solihin   [ diperbarui17 Jul 2018 10.54 ]

Ilmu an-Nahwu (Arab: ﻋﻠﻢ اﻟﻦحو; bahasa Indonesia: nahu, sintaksis; bahasa Inggris: syntax) merupakan salah satu bagian dasar dari ilmu tata bahasa bahasa Arab untuk mengetahui jabatan kata dalam kalimat dan bentuk huruf/harakat terakhir dari suatu kata. Pengertian Ilmu nahwu adalah: Ilmu yang mempelajari tentang jabatan kata dalam kalimat dan harakat akhirnya, baik berubah (i'rab) atau tetap (bina). kaidah-kaidah yang dengannya diketahui hukum-hukum akhir-akhir kata bahasa arab dalam keadaan tersusun. Ilmu yang menunjukan kepada kita bagaimana cara untuk menggabungkan kata benda (ismun), kata kerja (fi'lun), atau partikel (huruf/harfun) untuk membentuk kalimat yang bermanfaat (jumlah mufidah) juga untuk mengetahui keadaan (i'rab) huruf akhir dari sebuah kata. Redmore

ILMU SHARAF adalah pengetahuan untuk menganalisa sebuah kata berbahasa Arab ketika dalam keadaan berdiri sendiri. Pembahasannya meliputi pembentukan kata serta aturan perubahannya menjadi kata-kata baru yang merupakan turunan dari sebuah kata berbahasa Arab. Dalam ilmu tata bahasa Indonesia disebut morfologi. Fungsi Sharaf untuk mengenal bentuk kata dasar dalam bahasa Arab serta mengenal cara perubahannya sesuai makna yang ingin dihasilkan dengan cara mentashrifnya. Kata dasar dalam bahasa Arab ini merupakan kata kerja lampau. TASHRIF adalah mengembangkan makna dari kata dasar dengan cara merubah pola kata dasarnya pada pola-pola yang pembetukannya diatur dalam ilmu shorof. Redmore. and please see vidio

Qira’at adalah bentuk pengucapan kata atau kalimat al-qur’an yang di dalamnya termasuk perbedaan-perbedaan dialek yang bersumber pada Rasulullah SAW. Antara Tajwid dan Qira’at walaupun secara lahiriyah nampak berbeda , namun keduanya merupakan suatu rangkaian yang tidak dapat terpisahkan. Pengertian Qira’at menurut bahasa adalah “bacaan” itilah ini berasal dari kata Qara’a yang berati “membaca”. Sedangkan pengertian qira’at menurut para ahli Al-Qur’an, khusunya bisdang ilmu qiraat yaitu, “suatu pengetahuan tentang tata cara pengucapan kalimat atau ayat-ayat al-qur’an baik yang di sepakati ataupun yang terjadi perbedaan yang di sandarkan kepada seorang imam qiraat” Redmore. 

Ulum Hadis (علوم حديث) adalah istilah ilmu hadits di dalam tradisi ulama hadits. ‘Ulum al-hadist terdiri dari 2 kata, yaitu ‘ulum dan Al-hadist. Kata ‘ulum dalam bahasa arab adalah bentuk jamak dari ‘ilm, jadi berarti ilmu-ilmu, sedangkan al-hadist di kalangan Ulama hadits berarti “segala sesuatu yang disandarkan kepada nabi SAW dari perbuatan, perkataan, taqrir, atau sifat.” Dengan demikian, gabungan kata ‘ulumul-hadist mengandung pengertian “ilmu-ilmu yang membahas atau berkaitan Hadits nabi sholallahu ‘alaihi wasallam”. Ilmu hadits adalah ilmu yang membahas kaidah-kaidah untuk mengetahui kedudukan sanad dan matan, apakah diterima atau ditolak. Menurut Tengku Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy: "ilmu hadits, yakni ilmu yang berpautan dengan hadits, banyak ragam macamnya". Menurut Izzudin Ibnu Jamaah: "Ilmu hadits adalah ilmu tentang kaidah-kaidah dasar untuk mengetahui keadaan suatu sanad atau matan (hadits) Redmore

Ulumul Quran adalah Ilmu untuk memahami lebih dalam kandungan ayat-ayat dalam Alquran. Ulumul Quran, mengurai secara terperinci tentang berbagai hal yang berhubungan dengan ilmu dan penafsiran Alquran. Seperti metode dan bentuk penafsiran Alquran, hubungan antara satu ayat dengan ayat lainnya, termasuk sejarah tentang cara penerimaan wahyu tersebut oleh Rasulullah SAW, hingga proses pengodifikasiannya. Redmore


Ilmu Yang harus dikuasai dalam memahami Al-Qur'an
  • Ilmu Qira’ah. para ahli qira’at mengkaji ketentuan bahasanya, menganalisis kata-katanya, mempelajari makhraj (tempat keluar) huruf-hurufnya, jumlah kata, ayat, surat, hizib, nishf, rubu’ dan ayat-ayat sajadahnya, mempelajarinya setiap sepuluh ayat, menghitung kata-kata yang mutasyabihat dan ayat-ayat yang serupa dan lain-lain tanpa membahas makna-maknanya.
  • Ilmu Nahwu (Gramatika Arab). Menjelaskan tentang isim (kata benda) dan fi’il yang mu’rab (berubah) dan mabni (tetap), huruf-huruf yang berfungsi menatransitifkan dan sebagainya. merekalah yang menjelaskan secara rinci isim-isim dengan berbagai permasalahannya. Berbagai bentuk fi’il yang transitif atau yang intransitif, dan segala sesuatu yang berkaitan dengannya. Sehingga ada sebagian ulama yang meng-i’rab (menjelaskan status setiap kata) yang musykil. Bahkan ada yang meng-i’rab Qur’an kata demi kata.
  • Ilmu Tafsir. Memperhatikan lafadz-lafadznya, mengetahui bahwa dalam al-Qur’an ada yang menunjukkan kepada dua makna atau lebih. Selanjutnya dijelaskan semua kata kata yang belum jelas artinya dan dikuatkan salah satu kemungkinan arti dari kata yang memiliki dua makna atau lebih tersebut.
  • Ilmu Ushul al-Dien. Membahas tentang dalil-dalil aqli dan bukti-bukti utama, seperti firman Allah: لَوۡ كَانَ فِيہِمَآ ءَالِهَةٌ إِلَّا ٱللَّهُ لَفَسَدَتَا‌ۚ “Sekiranya ada di langit dan di bumi tuhan-tuhan selain Allah, tentulah keduanya itu telah rusak binasa.” (Q.S.Al-Anbiya: 22). Dari ayat qur’aniyah mereka mengistinbath (mengeluarkan dalail-dalil) tentang wahdaniyat, keberadaan, keabadian, kekuasaan dan kesucian Allah dari segala sesuatu yang tidak layak bagiNya.
  • Ilmu Ushul Fiqih. Membahas tentang pembentukan kaidah-kaidah ushuliyah. Maka lahirlah ilmu ushul fiqh. Merekalah yang mencarikan dalil-dalil bagi hukum-hukum syari’at. Dengan demikian kaum Muslimin dapat mengenal ilmu furu’ (cabang) dan fiqh.
  • Ilmu Mawathin al-Nuzul. Yaitu ilmu yang menerangkan tempat-tempat turunnya ayat, masanya, awal dan akhirnya.
  • Ilmu Tawarikh al-Nuzul. Yaitu ilmu yang menerangkan dan menjelaskan masa turun ayat dan tertib turunnya, satu demi satu, dari awal turun hingga akhirnya, dan tertib turun surat dengan sempurna.
  • Ilmu Gharib al-Qur’an. Ilmu yang menerangkan makna kata-kata yang ganjil yang tidak terdapat dalam kitab-kitab biasa, atau tidak terdapat dalam percakapan sehari-hari. Ilmu ini menerangkan makna kata-kata yang halus, tinggi, dan pelik.
  • Ilmu I’rabil Qur’an. Ilmu yang menerangkan baris al-Qur’an dan kedudukan lafal dalam ta’bir (susunan kalimat).
  • Ilmu Wujuh wa al-Nazhair. Yaitu ilmu yang menerangkan kata-kata al-Qur’an yang banyak arti; menerangkan makna yang dimaksud pada satu-satu tempat.
  • Ilmu Ma’rifat al-Muhkam wa al-Mutasyabih. Ilmu yang menyatakan ayat-ayat yang dipandang muhkam dan ayat-ayat yang dianggap mutasyabih
  • Ilmu Al-Nasikh wa Al-Mansukh. Yaitu ilmu yang menerangkan ayat-ayat yang dianggap mansukh oleh sebagian mufassir.
  • Ilmu Bada’i Al-Qur’an. Ilmu yang membahas keindahan-keind¬ahan Al-Qur’an. Ilmu ini menerangkan kesusasteraan Al-Qur’an, kepelikan-kepel¬ikan dan ketinggian-keti-nggian balaghah-nya.
  • Ilmu I’dazAal-Qur’an. Yaitu ilmu yang menerangkan kekuatan susunan tutur al- Qur’an, sehingga ia dipandang sebagai mukjizat, dapat melemahkan segala ahli bahasa Arab
  • Ilmu Tanasub Ayat al-Qur’an. Ilmu yang menerangkan persesuaian antara suatu ayat dengan ayat sebelum dan sesudahnya.
  • Ilmu Aqsam al-Qur’an. Yaitu ilmu yang menerangkan arti dan maksud-maksud sumpah Tuhan atau sumpah-sumpah lainnya yang terdapat di dalam al-Qur’an.
  • Ilmu Jidal Al-Qur’an. Ilmu untuk mengetahui rupa-rupa debat yang dihadapkan Al- Qur’an kepada kaum musyrikin dan lain-lain. Ayat-ayat yang mengandung masalah ini
  • Ilmu Adab al-Tilawah al-Qur’an. Yaitu ilmu yang mempelajari segala bentuk aturan yang harus dipakai dan dilaksanakan di dalam membaca al-Qur’an. Segala kesusilaan, kesopanan dan ketentuan yang harus dijaga ketika membaca al-Qur’an. Salah satu kitab yang amat baik.
  • Ilmu Amtsal al-Qur'anIlmu yang menerangkan segala perumpamaan yang ada dalam al-Qur'an.(Kitab yang dapat dipelajari untuk ilmu ini antara lain Amtsal al-Qur'an karangan al-Mawardi)

  • Ilmu Ma'rifat al-Muhkam wa al-MutasyabihIlmu yang menyatakan ayat-ayat yang dipandang muhkam dan ayat-ayat yang dianggap mutasyabih. (Salah satu kitab mengenai illmu ini ialah al-Manzhumah al-Sakhawiyah, susunan Imam al-Sakhawy)

  • Ilmu TajwidIlmu yang menerangkan cara membaca al-Qur'an, tempat mulai dan pemberhentianny­a, dan lain-lain yang berhubungan dengan itu.

  • Ilmu Asbabal-NuzulYaitu ilmu yang menerangkan sebab-sebab turun ayat. (Diantara kitab yang menjelaskan hal ini ialah Lubab al-Nazul karangan al-Suyuthi)

  • Tawarikh al-NuzulYaitu ilmu yang menerangkan dan menjelaskan masa turun ayat dan tertib turunnya, satu demi satu, dari awal turun hingga akhirnya, dan tertib turun surat dengan sempurna.

 

.

diposting pada tanggal 29 Jun 2018 16.55 oleh Drs. H.Muhammad Solihin   [ diperbarui17 Jul 2018 10.40 ]



.

diposting pada tanggal 29 Jun 2018 16.52 oleh Drs. H.Muhammad Solihin   [ diperbarui17 Jul 2018 10.49 ]



.

diposting pada tanggal 30 Jul 2013 10.11 oleh Drs. H.Muhammad Solihin   [ diperbarui17 Jul 2018 10.53 ]



1-5 of 5