PROGRAM KERJA
PERPUSTAKAAN
SMP NEGERI 229 JAKARTA
TAHUN PELAJARAN 2019 – 2020
PEMERINTAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA
JAKARTA
DEPARTEMEN PENDIDIKAN
SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) NEGERI 229 JAKARTA
Jl. Kebon Jeruk Raya No. 39 Jakarta Barat Telp : 021- 533 0627
Kata Pengantar
Assalamu'alaikum warahmatullahi wa barokatuh,
Alhamdulillahirabbil‘alamin, dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga pengelola Perpustakaan SMP Negeri 229 Jakarta dapat menyelesaikan Laporan dan Penyusunan Rencana Kerja Perpustakaan tahun 2019-2020.
Laporan Program Kerja Perpustakaan ini disusun untuk memaparkan tujuan pengelolaan perpustakaan itu sendiri. Salah satu tujuan umum perpustakaan adalah menyediakan bahan pustaka untuk memenuhi kebutuhan anak didik dan pendidik dalam kegiatan belajar sehari-hari. Kemudian tidak kalah penting adalah tujuan perpustakaan yaitu sebagai sumber tempat pengembangan kemampuan berpikir intelektual yang mandiri dan berwawasan global untuk membentuk sikap kreatif, inovatif, dan mengembangkan minat dan bakat siswa, baik dalam kegiatan intrakulikuler maupun kegiatan ekstrakulikuler. Oleh karena itu sangat penting sekali perpustakaan sekolah perlu perhatian dari pihak warga sekolah dan memerlukan pengembangan khusus demi terbentuk sebuah perpustakaan ideal di SMP Negeri 229 Jakarta yang merupakan jantung sebuah sekolah.
Guna meningkatkan mutu pendidikan serta pemanfaatan sarana penunjang yang terdapat dalam perpustakaan. Maka laporan dan penyusunan rencana kerja kami buat seefisien dan sesederhananya, walaupun dalam laporan dan penyusunan rencana kerja perpustakaan ini kurang sempurna, kami telah berusaha dengan maksimal tetapi kami menyadari keterbatasan kemampuan kami. Oleh sebab itu kami mengharapkan saran yang dapat membantu dan menambah wawasan kami dalam pengelolaan manajemen perpustakaan di SMP Negeri 229 Jakarta.
Jakarta, Juli 2019
Kepala Perpustakaan SMPN 229 Jakarta
Yuhelmi, S,Pd
NIP. 196002071982022006
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Perpustakaan berkembang pesat dari waktu ke waktu menyesuaikan dengan perkembangan pola kehidupan masyarakat, kebutuhan, pengetahuan, dan teknologi informasi. Perkembangan tersebut juga membawa dampak kepada "pengelompokkan" perpustakaan berdasarkan pola-pola kehidupan, kebutuhan, pengetahuan, dan teknologi informasi tadi. Istilah-istilah perpustakaan "membengkak" menjadi sangat luas namun cenderung mempunyai sebuah spesifikasi tertentu. Dilihat dari perkembangan teknologi informasinya perpustakaan berkembang dari perpustakaan tradisional, semi-tradisional, elektronik, digital hingga perpustakaan "virtual". Kemudian dilihat dari pola kehidupan masyarakat berkembang mulai perpustakaan desa, perpustakaan masjid, perpustakaan pribadi, perpustakaan keliling, dan sebagainya. Kemudian juga dilihat dari perkembangan kebutuhan dan pengetahuan sekarang ini banyak bermunculan istilah perpustakaan umum, perpustakaan khusus, perpustakaan anak-anak, perpustakaan sekolah, perpustakaan akademik (perguruan tinggi), perpustakaan perusahaan, dan lain sebagainya.
Pengertian perpustakaanpun berkembang dari waktu ke waktu. Pada abad ke-19 perpustakaan didefinisikan sebagai " suatu gedung, ruangan atau sejumlah ruangan yang berisi koleksi buku yanng dipelihara dengan baik, dapat digunakan oleh masyarakat atau golongan masyarakat tertentu. Kemudian ALA (The American Library Association) menggunakan istilah perpustakaan untuk suatu pengertian yang luas yaitu termasuk pengertian "pusat media, pusat belajar, pusat sumber pendidikan, pusat informasi, pusat dokumenstasi dan pusat rujukan ". Sedangkan menurut Keputusan Presiden RI nomor 11, disebutkan bahwa " perpustakaan merupakan salah satu sarana pelestarian bahan pustaka sebagai hasil budaya dan mempunyai fungsi sebagai sumber informasi ilmu pengetahuan, teknologi dan kebudayaan dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan menunjang pelaksanaan pembangunan nasional.
Kemudian perpustakan jika tinjau secara umum adalah sebuah bangunan yang berisi kumpulan koleksi buku dari berbagai kategori didalamnya dan koleksi penunjang pustaka lainnya. Sedangkan Perpustakaan sekolah adalah perpustakaan yang tergabung pada sebuah sekolah, dikelola sepenuhnya oleh sekolah yang bersangkutan dengan tujuan usaha membantu sekolah untuk mencapai tujuan khusus sekolah dan tujuan pendidikan pada umumnya (Sulistyo Basuki, 1993).
Di samping itu dalam penjelasan Undang-Undang Pendidikan Nasional kita, di sebutkan bahwa salah satu sumber belajar di sekolah yang amat penting tetapi bukan satu satunya adalah perpustakaan. Sebagai salah satu sumber belajar di sekolah perpustakaan membantu tercapainya misi dan visi sekolah tersebut. Mengingat pentingnya peran perpustakaan sekolah maka perlu adanya suatu pengelolaan atau manajemen yang tepat dan cepat sehingga fungsi perpustakaan sekolah benar-benar terwujud. Namun masalahnya sekarang adalah tidak sedikit perpustakaan sekolah yang pengelolaannya masih kurang profesional. Kalaupun sudah baik, bagaimana perpustakaan sekolah mampu memenuhi kebutuhan penggunanya akan berbagai pengetahuan dan informasi secara mudah dan cepat di era globalisasi ini. Untuk itu diperlukan suatu sistem informasi managemen perpustakaan (SIM Perpus) dengan memanfaatkan komputer. Akan tetapi mampukah para pengelola perpustakaan terutama kepala sekolah sebagai stake holder di sekolah mewujudkan perpustakaan sekolah yang berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi ( TIK ) dengan menggunakan SIM Perpustakaan?. Jawabannya sebenarnya tidak terlalu rumit karena rata-rata sebuah sekolah hanya memiliki ratusan koleksi buku tidak seperti perpustakaan daerah atau provinsi yang mempunyai ribuan atau ratusan ribu koleksi buku. Dengan kemampuan sederhana dan pengelolaan sederhana, InsyaAllah manajemen perpustakaan sekolah akan tertata dengan benar sesuai dengan yang diharapkan banyak pihak.
Karena pentingnya keberadaan perpustakaan sekolah maka ada sebuah pepatah mengatakan "Perpustakaan sebagai jantung sebuah lembaga pendidikan". Oleh karena itu sudah selayaknya mendapatkan porsi dan posisi yang strategis guna merealisasikan visi dan misi sekolah. Semua pihak, khususnya kepala sekolah harus memberi perhatian lebih akan eksistensi perpustakaan di sekolah, dan tidak lagi dianggap sebagai tempat menyimpan buku bekas, barang-barang tidak terpakai, bahkan hanya sebagai tempat bermain anak-anak murid saat tidak ada KBM. Itulah yang kebanyakan terjadi disekolah-sekolah yang ada dinegri ini. Hal ini tentu sangat ironis dan tidak mendidik.
Dari berbagai sudut pemikiran diatas, Pengelola Perpustakaan SMP Negeri 229 Jakarta berupaya melakukan terobosan dan revitalisasi peran dan fungsi perpustakaan sekolah untuk mendukung program dan visi-misi sekolah. Berbagai program dan terobosan yang direncanakan, diharapkan dapat memberi ruang yang lebih besar agar perpustakaan sekolah sebagai center of knowledge (pusat ilmu pengetahuan) dapat terealisasi secara optimal.
B. Visi dan Misi Perpustakaan Sekolah
1. VISI
Terciptanya Layanan Prima terhadap siswa untuk gemar berkunjung dan membaca di perpustakaan. Sehingga terciptanya Siswa berprestasi berwawasan lingkungan, berdasarkan iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2. MISI
a. Menjadikan Perpustakaan sebagai jantungnya pendidikan sekolah.
b. Memberikan Pelayanan yang baik, santun dan ramah.
c. Menjadikan Perpustakaan sebagai tempat belajar yang menyenangkan.
d. Melaksanakan layanan perpustakaan terautomasi
e. Mengelola informasi serta menyebarluaskan informasi
f. Mewujudkan kualitas dan kuanitas buku bacaan dan referensi
g. Melayani semua warga sekolah dengan layanan prima
h. Menerapkan administrasi pustaka yang professional dan akuntabel
C. Landasan Progam Kegiatan
Terwujudnya perpustakaaan sekolah yang berdaya guna dan berhasil guna di sekolah, menjadi pusat kegiatan belajar mengajar, dan terbinanya anak didik menjadi gemar membaca, bisa membaca. Untuk pembinaan dan pengembangan tersebut dapat dipetik beberapa langkah sebagai landasan antara lain :
1. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No.0103/0/1981 tanggal 11 Maret 1981. Mengenai pokok-pokok kebijakan Pembinaan dan pengembangan perpustakaan sekolah di Indonesia
2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem pendidikan Nasional
3. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
4. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 43 tahun 2007 tentang Perpustakaan
D. Maksud dan Tujuan
Dengan melihat latar belakang maka maksud dan tujuan perpustakaan sekolah diselenggarakan untuk :
1. Menyediakan buku-buku pengetahuan sebagai bahan ajar bagi guru dan sumber bacaan bagi siswa
2. Mengembangkan minat, kemampuan, dan kebiasaan membaca khususnya serta mendayagunakan budaya tulisan dalam berbagai sektor kehidupan
3. Mengembangkan kemampuan mencari dan mengolah serta memanfaatkan informasi
4. Mendidik siswa agar memelihara dan memanfaatkan bahan pustakan secara tepat guna dan berhasil guna
5. Meletakkan dasar kearah proses pembelajaran mandiri
6. Memupuk dan mengembangkan minat dan bakat siswa
7. Menumbukan penghargaan siswa terhadap pengalaman imajinatif
8. Mengembangkan kemampuan untuk memecahkan masalah yang dihadapi atas tanggungjawab dan usaha sendiri
9. Mengembangkan kemampuan berpikir siswa secara kreatif dan inovatif dalam memecahkan masalah
10. Membantu siswa, guru, dan staf sekolah dalam mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
11. Sumber pengembangan kebudayaan dan peradaban ilmu sekolah terkait.
E. Fungsi Perpustakaan Sekolah
Perpustakaan Sekolah berfungsi sebagai pusat belajar mengajar, pusat informasi, pusat penelitian sederhana dan rekreasi sehat melalui bacaan dan tontonan pendidikan. Dalam kaitan dengan kurikulum yang diterapkan di SMP Negeri 229 Jakarta, perpustakaan sekolah berfungsi:
1. Wadah atau wahana pengetahuan, administrasi dan organisasi yang sesuai sehingga memudahkan penggunaannya
2. Sumber rujukan (reference centre) siswa, guru, tenaga bimbingan, tenaga administrasi dan pegawai yang berada dibawah naungan SMP Negeri 229 Jakarta
3. Sarana pendukung dalam proses belajar mengajar, guna mencapai tujuan pendidikan nasional
4. Pusat informasi bagi kegiatan belajar mengajar
5. Sumber yang menyediakan bahan-bahan yang bermanfaat bagi kegiatan penunjang kegiatan belajar mengajar, seperti kegiatan yang berkaitan dengan budaya, seni, kreasi dan budaya.
F. Ruang Lingkup
Untuk memperjelas program pengembangan perpustakaan sekolah khususnya Perpustakaan SMP Negeri 229 Jakarta, ruang lingkup sekolah antara lain :
1. Administrasi
2. Pengadaan Sarana / Prasarana
3. Operasional
4. Laporan
G. Sumber Dana
Untuk mengembangkan perpustakaan perlu adanya sumber dana. Adapun sumber dana untuk pengembangan perpustakaan SMP Negeri 229 Jakarta antara lain :
1. Dana BOP
2. Dana BOS
H. Program Kerja Perpustakaan SMP Negeri 229 Jakarta
Rencana kerja perpustakaan sekolah yang tertuang dalam program kerja perpustakaan secara umum akan mengacu pada tugas pokok perpustakaan sekolah, tujuan institusi, visi dan misi sekolah. Hal ini didasari oleh kepentingan bersama untuk menciptakan suasana kegiatan belajar mengajar yang efektif dan efisien.
1. Program Kerja Bulanan
2. Program Jangka Pendek
a. Menyediakan dan menghimpun bahan pustaka, informasi, sesuai kurikulum sekolah
b. Menyediakan dan melengkapi fasilitas perpustakaan sesuai kebutuhan
c. Mengolah dan mengorganisasikan bahan pustaka dengan system tertentu sehingga memudahkan penggunaannya
d. Melaksanakan layanan perpustakaan yang sederhana, mudah dan menarik
e. Meningkatkan minat baca murid, guru, dan staf
f. Menambahkan koleksi bahan pustaka secara berkala untuk memenuhi kebutuhan pengguna layanan perpustakaan
g. Pembuatan proposal permintaan buku/majalah/jurnal pada beberapa lembaga/instansi/penerbit tertentu
h. Memelihara bahan pustaka agar tahan lama dan tidak cepat rusak
i. Menerbitkan kartu perpustakaan bagi siswa, guru dan staf
j. Menerbitkan berbagai administrasi perpustakaan (kartu buku, kantong, labeling, catalog OPAC, dll
k. Inventarisasi, klasifikasi dan katalogisasi bahan pustaka
m. Pelayanan peminjaman buku perpustakaan secara digital
n. Penerbitan Surat Tandan Bebas Perpustakaan (STBP) bagi siswa kelas IX sebagai syarat pengambilan Ijazah
o. Mengikuti beberapa lomba perpustakaan sekolah, baik tingkat kabupaten, provinsi atau nasional
3. Program Jangka Panjang
a. Menerapkan system layanan perpustakaan berbasis Web (Intra dan Internet)
b. Menerapkan E-Library learning
c. Merealisasikan kualitas dan kuantitas buku minimal 5000 Judul buku fiksi.
d. Terciptanya ruangan perpustakaan yang memadai, kondusif dan menyenangkan.
e. Menjadikan Perpustakaan sebagai sumber Referensi Data dan Informasi Sekolah
f. Pengadaan Lemari Kaca
g. Pengadaan Karpet
h. Penambahan AC
i. Pengadaan DLP (Infocus)
j. Pengadaan Internet dan wifi perpustakaan tersendiri
k. Pengadaan CCTV di dalam ruangan perpustakaan
BAB II
PENGORGANISASIAN
A. Struktur Organisasi Perpustakaan SMP Negeri 229 Jakarta
· Kepala Sekolah : Drs. Ruhadi, M.Pd
· Kepala Perpustakaan : Yuhelmi, S.Pd
· Pustakawan dan Bag.Pelayanan : Hafiz, S.Kom
Bagan Sesuai Standar Nasional Perpustakaan (SNP) RI - Tahun 2011
B. Tugas Masing-Masing Bagian Dalam Sistem Organisasi Perpustakaan
1. Kepala Sekolah :
a. Bertugas dan bertanggungjawab utama segala penyelenggaraan kegiatan dibidang perpustakaan sekolah.
b. Membina dan membimbing pengembangan organisasi perpustakaan sekolah
2. Kepala Perpustakaan :
a. Bertugas dan bertanggungjawab tentang penyelenggaraan dan pengelolaan seluruh unit perpustakaan sekolah.
b. Mengorganisir dan mengkoordinir tata kerja dan tata hubungan seluruh staf perpustakaan sekolah.
c. Menetapkan kebijakan intern yang khusus dalam bidangnya.
d. Pembuatan program / perencanaan bulanan.
e. Merancang program kerja dan rencana pengembangan perpustakaan setahun kedepan
f. Membuat laporan dsb.
3. Pustakawan dan Bagian Pelayanan (Bagian Teknis & Administrasi)
Bertugas mengadakan pengadaan bahan pustaka dan pengolahannya :
a. Administrasi Surat-Menyurat
b. Menginventaris Koleksi dan Sarana Perpustakaan
c. Membuat Katalogisasi deskriptif.
d. Mengklasifikasi Koleksi Perpustakaan
e. Menginput data di Komputer
f. Penyelesaian koleksi
g. Perencanaan dana dan penggunaannya.
h. Penyusunan koleksi dan kartu katalog/OPAC
i. Peminjaman dan pengembalian bahan pustaka
j. Pelayanan referensi
k. Pelayanan jam perpustakaan
l. Menyiapkan buku tamu, buku penunjang, dan buku induk dll.
BAB III
Fungsi Perpustakaan Sekolah
Perpustakaan Sekolah dalam perannya di dunia pendidikan mempunyai fungsi sebagai :
a. Pusat kegiatan belajar-mengajar untuk pendidikan seperti tercantum dalam kurikulum sekolah
b. Pusat Penelitian sederhana yang memungkinkan para siswa mengembangkan kreativitas dan imajinasinya.
c. Pusat membaca buku-buku yang bersifat rekreatif dan mengisi waktu luang (buku-buku hiburan)
d. Pusat Belajar Mandiri bagi siswa
Dari beberapa fungsi tersebut maka dapat dilihat bahwa sudah semestinya perpustakaan menjadi bagian integral dari sistem pembelajaran, bukan lagi menjadi 'pelengkap' saja bagi keberadaan sebuah sekolah.
Pendanaan dan Pengadaan
Pendanaan adalah masalah yang sering menjadi 'momok' bagi sebagian pengelola perpustakaan dalam mengembangkan perpustakaannya. Untuk itu masalah pendanaan ini harus direncanakan sedini mungkin. Melalui sebuah 'assesment' terhadap koleksi dan tujuan pengembangan program-program, sebuah rencana pendanaan dapat dilakukan dan dikeluarkan dalam sebuah dokumen perencanaan bagi perpustakaan sekolah. Sebuah rencana pendanaan akan membantu kita dalam meyakinkan pihak sekolah untuk menyetujui dan juga sebagai bukti akuntabilitas dari program-program perpustakaan. Rencana pendanaan harus menjadi bagian 'integral' dari pendanaan rutin sekolah. Langkah selanjutnya apabila sudah disetujui, maka tugas dari pengelola perpustakaan untuk merancang dan mengawal penggunaan dana yang sudah diajukan. Hal ini harus dilakukan secara sistematis dan sesuai dengan prosedur yang sudah dirancang sebelumnya. Kegiatan pendanaan ini sangat erat hubungannya dengan sebuah kegiatan pengadaan. Pengadaan di perpustakaan dapat meliputi pengadaan koleksi, fasilitas, ruang, alat maupun lainnya.
Tiap sekolah atau institusi mungkin mempunyai format perbedaan dalam hal pendanaan, yakinkan bahwa hal ini sesuai dengan kebijakan yang ada
Sumber Pendanaan Perpustakaan 229 Jakarta diperoleh dari RKAS dan BOS tahun berjalan.
4. Fasilitas
Fasilitas perpustakaan menjadi sisi lain yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan perpustakaan. Seringkali yang terjadi masalah perpustakaan adalah masalah 'ketiadaan' atau 'ketidakberdayaan' fasilitas. Mulai dari ketiadaan tempat, ketiadaan koleksi, ketiadaan sarana pendukung, dan sarana prasarana lainnya. Biasanya tiap level sekolah mempunyai karakteristik masing-masing dalam perencanan fasilitas. Namun yang penting dalam pengelolaan fasilitas harus diperhatikan 3 hal yakni:
· Nyaman (Comfort)
· Terbuka (Welcome)
· Kemudahan bagi pengguna (User-friendly)
Fasilitas yang ada di ruang Perpustakaan SMPN 229 antara lain :
1. Meja 1 buah
2. Lemari Kaca 2 buah.
3. Lemari Arsip 2 buah
4. Rak Buku Kayu 15 Buah
5. Rak Buku Besi 12 Buah
6. Meja Baca sekat 2 buah
7. Meja Komputer 1 set (ada 6 buah)
8. Komputer 1 set (1 Server 5 Client)
9. Rak Pajang Koran 3 buah
10. Rak Pajang Buku 4 buah
11. Rak Kartu Katalog 1 buah
12. Kursi 7 buah
13. TV 42 Inchi 1 buah
14. Printer 2 buah
15. Pigura Gambar Mantan Presiden 7 buah
16. Pigura Gambar Mantan Gubernur DKI 17 buah
17. Pigura Gambar Pahlawan 24 buah
18. Pigura Gambar Presiden dan wakil Presiden saat ini 2 buah
19. Pigura Gambar Gubernur dan wakil Gubernur saat ini 2 buah
20. Jam dinding 1 buah
21. AC 2 buah
22. Kipas 1 buah
23. Papan Informasi 1 buah
24. Komputer library 1 unit
25. Luas Ruangan Perpustakaan 15 m x 7 m
26. Karpet lipat ukuran 30x30 cm sebanyak 250 buah
27. Kipas exhaust 1 buah
28. Scanner merk Kodak i1600 1 buah
29. Dispenser panas 1 buah
BAB IV
PENUTUP
Dalam manajemen perpustakaan sebetulnya ada banyak faktor yang mempengaruhi kesuksesannya. Akan tetapi hal yang paling penting sebetulnya adalah sejauh mana pengelola dapat mensinergikan program-program perpustakaan dengan visi-misi sekolah serta kebutuhan kurikulum yang diterapkan. Proses manajemen perpustakaan adalah sebuah proses kreatif dan inovatif yang mestinya menjadi bagian penting dalam kegiatan belajar-mengajar di sekolah.
Akhir kata kami menyadari banyak kekurangan dalam Laporan program kerja perpustakaan ini oleh karena itu kritik dan saran sangat kami harapkan. Terima Kasih
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wa barokatuh
Jakarta, Juli 2019
Kepala Perpustakaan Pustakawan
Yuhelmi, S.Pd Hafiz
NIP. 196002071982022006
Mengetahui
Kepala SMPN 229 Jakarta
Drs. Ruhadi, M.Pd
NIP. 196507161998021001