IKUTI WEB DI MEDIA SOSIAL

PROYEKSI LABA-RUGI

Pemilik situs

  • Zona Manajemen
  • Rumah Manajemen
Anggaran Komprehensif dan Anggaran Parsial
Oleh Hendra Poerwanto


Anggaran Komprehensif
        Komprehensif artinya menyeluruh atau secara keseluruhan. Dalam menyusun anggaran, perusahaan dapat melakukannya dengan dua cara, yakni secara sebagian demi sebagian (partial) dan secara keseluruhan (comprehensive). Karena itu dikenal Comprehensive Budget. Comprehensive budget (Anggaran komprehensif) yakni penyusunan rencana perusahaan (Business budget) secara keseluruhan.

        Anggaran komprehensip merupakan anggaran dengan ruang lingkup yang menyeluruh. Aktivitas yang tercakup dalam anggaran komprehensip mencakup seluruh aktivitas perusahaan baik dalam bidang pemasaran, produksi, keuangan dan administrasi.

        Penyusunan anggaran komprehensif akan mendatangkan manfaat berupa adanya pendekatan secara sistematis terhadap kebijaksanaan manajemen, serta memper¬mudah diadakannya evaluasi tujuan akhir perusahaan secara kuantitatif. Dengan menyusun anggaran komprehensif juga membantu fungsi pengawasan yang lebih dinamis terhadap pelaksanaan kebijaksanaan-kebijaksanaan manajemen. Secara lebih tegas istilah "Comprehensive" dalam penganggaran dapat di¬artikan sebagai:
  • Pemakaian secara lebih luas konsep-konsep penganggaran dalam setiap kegiatan perusahaan.
  • Pemakaian total sistem approach dalam pelaksanaan kegiatan sehari-hari.
Ada beberapa pedoman umum yang perlu diperhatikan dalam penyusunan ang¬garan komprehensif, yaitu:

1.    Mengadakan spesifikasi terhadap tujuan yang luas daripada perusahaan.
2.     Mempersiapkan rencana-rencana pendahuluan secara keseluruhan.
3.    Menyusun rencana jangka panjang dan jangka pendek.

Dengan berdasarkan pedoman di atas, anggaran komprehensif dapat diuraikan menjadi komponen:
A. Substantive Plan:
Substantive Plan merupakan rencana yang mencerminkan tujuan apa yang ingin dicapai oleh suatu perusahaan baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang, strategi yang dipakai serta asumsikannya. Substantive Plan sedapat mungkin disusun dalam bentuk yang formal sehingga dapat dijadikan pedoman yang sungguh-sungguh bagi perusahaan.

B. Financial Plan:
Financial Plan merupakan penjabaran segala hal yang direncanakan tersebut menjadi suatu anggaran yang memiliki perspektive financial. Dengan kata lain, financial plan merupakan usaha untuk mengkuantitaskan segala tujuan, rencana dan kebijaksanaan perusahaan. Secara lebih jauh financial plan merupakan penyajian secara lebih terperinci semua tujuan, rencana dan strategi tersebut untuk periode-periode waktu tertentu. Sehingga dengan berdasarkan pada jangka waktunya maka financial plan dikelompokkan menjadi:

1. Anggaran jangka panjang (Strategic Plan)
Anggaran jangka panjang merupakan suatu perencanaan perusahaan untuk jangka waktu yang lama, yakni lebih dari satu tahun atau bahkan lebih dari lima atau sepuluh tahun. Penyusunan anggaran ini dilakukan sesuai dengan pola tujuan yang telah disusun pada saat perusahaan didirikan. Perusahaan didi.rikan tidak hanya untuk jangka waktu satu atau dua tahun saja. Karena itu perusahaan perlu menyusun perencanaan yang menyeluruh tentang kegiatan-kegiatan yang akan dilakukannya dalam jangka panjang.

    Rencana jangka panjang merupakan suatu kesatuan yang utuh darl rencana-rencana yang disusun untuk kegiatan-kegiatan setiap tahun. Kadang-kadang perusahaan yang tidak menyusun perencanaan jangka panjang akan mengalami kesulitan dalam menyusun anggaran tahunan.


2.    Anggaran tahunan (Tactical Plan).
Anggaran Tahunan merupakan perencanaan kegiatan-kegiatan tahunan suatu perusahaan. Anggaran tahunan dikelompokkan menjadi:
a.    Anggaran Operasional
Anggaran operasional merupakan rencana seluruh kegiatan-kegiatan perusahaan untuk mencapai tujuannya. Umumnya tujuan perusahaan adalah mendapatkan keuntungan. Anggaran operasional ini dibagi menjadi 2 bagian yakni:
  • Anggaran Proyeksi Rugi/Laba. Dalam anggaran ini dihitung atau ditaksir besarnya laba, baik menurut bagian, menurut jenis produk maupun laba yang merupakan keseluruhan.
  • Anggaran pembantu laporan Rugi/Laba (Income Statement Sup¬porting Budget). Anggaran ini meliputi seluruh anggaran kegi¬atan-kegiatan yang menyokong penyusunan suatu laporan Rugi/ Laba (Income Statement), yakni:
AnggaranPenjualan
Pada pokoknya anggaran ini akhirnya akan meng¬gambarkan berapa revenue yang diterima sebagai akibat dilakukannya penjualan-penjnalan pada periode yang akan datang.<
Anggaran penjualan ini meliputi data:
  • Jenis produk yang dijual
  • Volume produk yang dijual
  • Harga produk per satuan
  • Wilayah pemasaran.
Anggaran penjualan akan menjadi dasar untuk penyu¬sunan anggaran-anggaran lainnya. Atau dengan kata lain anggaran-anggaran lainnya disusun dengan terlebih dahulu memperhatikan rencana kegiatan penjualan. Perusahaan tidak boleh begitu saja menyusun rencana produksinya. Apabila tidak diperhitungkan, maka kemungkinan seba¬gian (sebagian besar) produk tidak dapat terjual.

Dalam pelaksanaannya, penyusunan anggaran pen¬jualan ini agak sulit dilakukan, karena harus mempertimbangkan beberapa faktor pembatas, seperti kemampuan menjual yang dimiliki perusahaan. Akibatnya penyusunan anggaran penjualan memerlukan teknik forecasting (peramalan) yang tepat, yang membuat esdmasi kegiatan masa depan dengan mendasarkan diri pada pengalaman-¬pengalaman masa lalu. Tentu saja perlu dieprhatikan pula kemungkinan terjadinya perubahan-perubahan di masa yang akan datang seperti:
  • Perubahan selera konsumen
  • Perubahan tingkat harga
  • Penemuan-penemuan baru (kemajuan teknologi). Kesalahan penyusunan anggaran penjualan akan berakibat anggaran-anggaran lain juga ikut mengalami kesa¬lahan-kesalahan, yang akhimya merugikan perusahaan.
Anggaran Produksi
Anggaran ini disusun dengan memperhatikan segala kegiatan produksi, yang diperlukan untuk menunjang anggaran penjualan yang telah disusun. Anggaran produksi ini terdiri dari beberapa sub-anggaran (sub-budget) yakni:
1.    Anggaran jumlah yang harus diproduksi
Rencana tentang jumlah produk yang harus diha¬silkan dengan memperhatikan terlebih dahulu ang¬garan penjualan, Persediaan awal dan persediaan akhir tahun.
Contoh:
Rencanapenjualan                         1.000 unit
Persediaan akhir                                100 unit (+)
Barang yang harus tersedia         1.100 unit
persediaan awal                                200 unit  (-)
Jumlah yang harus diproduksi      900 unit

2.    Anggaran Bahan Mentah,
yang terdiri dari:

  • Anggaran kebutuhan bahan mentah (dalam unit).
  • Anggaran pembelian bahan mentah (dalam unit dan harga).
  • Anggaran biaya bahan mentah yang habis digunakan dalam produksi (dalam harga).
3.     Anggaran Tenaga Kerja Langsung.

4.    Anggaran Biaya Overhead Pabrik
yakni anggaran semua jenis biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan produk, selain biaya materi dan biaya tenaga kerja langsung.

Anggaran BiayaDistribusi
Anggaran ini mencakup semua biaya-biaya yang akan dikeluarkan oleh perusahaan dalam hubungannya dengan kegiatan memasarkan produk.
Termasuk ke dalamnya antara lain:
  • Biaya untuk para salesman, supervisor dan tenaga-tenaga penjualan lainnya.
  • Ongkos pengangkutan.
  • Biaya-biaya perjalanan seperti: <
  • Biaya transport
  • Biaya penginapan
  • Biaya makan.
  • Biaya-biaya advertensi dan promosi.
  • Depresiasi (peralatan distribusi)
  • Biaya-biaya administrasi penjualan.
  • Biaya asuransi dan lain-lain.
Anggaran Biaya Umum dan Administrasi
Anggaran biaya umum adalah anggaran yang berisi semua biaya-biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk direksi dan stafnya, bagian keuangan dan bagian administrasi. Anggaran administrasi yaitu anggaran yang berisi biaya-biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk kegiatan-kegiatan yang menunjang usaha perusahaan di luar kegiatan pabrik. Bersama-sama dengan anggaran distribusi, maka anggaran biaya umum dan administrasi ini akan membentuk anggaran biaya operasional (Operating Expenses Budget).

Anggaran Type Appropriasi.
Anggaran ini merupakan anggaran biaya yang tidak dapat dikategorikan sebagai bagian dari anggaran-anggaran sebelumnya.
Umpamanya:
  • Anggaran Pemeliharaan
  • Anggaran Penelitian.

b. Anggaran Keuangan
Anggaran keuangan ini disusun sebagai akibat terjadinya per¬ubahan kekayaan, utang dan piutang perusahaan. Perubahan tersebut diakibatkan oleh kegiatan yang dilakukan perusahaan.
Anggaran keuangan meliputi:

Anggaran Proyeksi Neraca
Anggaran Proyeksi Neraca mencerminkan perkiraan semua aktiva dan pasiva yang akan dimiliki oleh perusahan pada akhir suatu periode produksi.
Aktiva:
-    Aktiva tetap
-    Akdva lancar
Pasiva:
- Utang jangka pendek
- Utang jangka panjang
-    Modal sendiri.

Anggaran Pembantu Proyeksi Neraca.
Anggaran ini memerinci masing-masing pos yang ada dalam neraca, terutama pos-pos yang berhubungan dengan ma¬salah likuiditas perusahaan.
Pos-pos tersebut antara lain:
Anggaran Kas yang terdiri dari:
-    Aliran kas masuk
-    Aliran kas keluar
Aliran kas masuk dapat berasal dari:
-    penjualan produk secara tunai
-    penagihan piutang-piutang dari penjualan kredit.
-    penerimaan-penerimaan lain (bunga, dividen dan lain¬-lain)
-    penjualan aktiva.
-    pinjaman-pinjaman.

Sedangkan aliran kas keluar dapat berasal dari:
<
  • pembelian bahan mentah untuk keperluan produksi.
  • pembayaran upah tenaga kerja (buruh).
  • macam-macam biaya yang dikeluarkan (biaya sewa, listrik, telepon, alat-alat tulis dan lain-lain).
  • pengeluaran-pengeluaran untuk kepentingan expansi (pembelian mesin-mesin baru, perluasan bangunan pabrik dan lain-lain).
Anggaran Penambahan Modal
Anggaran penambahan modal pada dasarnya disusun untuk jangka Panjang.

Anggaran Penyusutan Aktiva
Anggaran depresiasi perlu disusun secara khusus oleh perusahaan, karena aktiva tetap yang dimiliki perusahaan lebih dari satu (banyak), usia masing-masing akdva tetap berlainan dan metode penghitungan penyusutan masing¬-masing aktiva tetap berlainan pula.

        Anggaran operasional (operation budget) dan anggaran finansial (financial budget) adalah bagian dari Planning atau Forecasting Budget. Selain anggaran Forecasting, maka selanjutnya dalam anggaran Comprehensive anggaran dikenal pula:
  1. Anggaran Variabel untuk berbagai biaya/pengeluaran (Variable Expenses Budget).
  2. Data Siatistik Pembantu (Supplementary Statistics).
  3. Laporan anggaran kepada manajemen tentang pelaksanaan anggaran (Internal Report).

Komponen-Komponen Anggaran Komprehensif
        Komponen-komponen anggaran komprehensif secara lengkap adalah sebagai berikut:
I.     Substantive Plan
-    Tujuan-tujuan umum perusahaan.
-    Tujuan khusus pensahaan.
-    Strategi-strategi perusahaan.
-    Penentuan berbagai asumsi dasar yang akan dipakai perusahaan seterusnya.

II.     Financial Plan
A.     Anggaran Jangka Panjang:
1.    Penjualan, biaya dan laba.
2.    Penentuan besarnya modal.
3.    Penentuan tambahan modal.
4.    Perkiraan arus dana.
5.    Perkiraan kebutuhan tenaga kerja.

B.    Anggaran Tahunan:
1.        Anggaran operasional.
a.    Anggaran proyeksi Rugi/Laba.
b.    Anggaran pembantu laporan Rugi/Laba.
i.    Anggaran penjualan.   
ii    Anggaran produksi.
iii    Anggaran biaya distribusi.
iv    Anggaran biaya umum dan administrasi.
v    Anggaran type appropriasi
-    Anggaran iklan dan promosi.
-    Anggaran penelitian.
-    Anggaran pemeliharaan dan lain-lain.
2.    Anggaran finansial.
a. Anggaran neraca.
b.    Anggaran pembantu neraca.
-    Anggaran kas.   
-    Anggaran piutang.
-    Anggaran utang.
-    Anggaran penambahan modal
-    Anggaran penyusutan aktiva
-    Anggaran persediaan
-    Anggaran Biaya Finansial<

Berikut skema anggaran komprehensif. Dari skema tersebut dapat dilihat kaitan antara anggaran bidang tertentu dengan yang lain, sekaligus juga menunjukkan bagaimana proses penyusunan anggaran pada sebuah perusahaan.



Anggaran Parsial

         Anggaran Parsial. Anggran parsial merupakan anggaran yang disusun dengan ruang lingkup yang terbatas atau dalam ruang lingkup yang sempit. Misalnya perusahaan hanya menyususn anggaran produksi saja, penjulan atau keuangan saja. Dalam anggaran parsial masing-masing bagian menyusun anggaran secara sendiri-sendiri, sehingga rencana tersebut disusun tidak terpadu, dibandingkan dengan anggaran komprehensip anggaran parsial lebih mudah disusun karena belum begitu kompleks. Ada bebenpa alasan yang menyebabkan perusahaan menyusun anggaran secara partial.
  1. Perusahaan tidak mempunyai kemampuan untuk membuat anggaran secara keseluruhan karena tidak adanya skill sehingga anggaran dibuat sebagian yang diperlukan saja.
  2. Tidak tersedianya data yang lengkap tentang keseluruhan bagian dalam perusahaan. Penyusunan anggaran mempunyai hubungan yang sangat erat dengan tersedia atau tidaknya data serta ketepatan data.
  3. Kekurangan biaya untuk membuat anggaran yang lengkap sehingga disusun anggaran yang perlu saja.


*****