PROYEKSI LABA-RUGI

STAF DUKUNGAN ONLINE


Fungsi Perencanaan Dan Pengendalian Anggaran Tenaga Kerja Langsung
Oleh Hendra Poerwanto




        Penyusunan anggaran kerja langsung yang baik, dapat memberikan keuntungan bagi perusahaan, yaitu sebagai berikut:
1.    Penggunaan tenaga kerja lebih efisien.
2.    Biaya tenaga kerja dapat direncanakan dan diatur lebih efisien.
3.    Penghitungan harga pokok barang dapat dihitung secara tepat.
4.    Alat pengendalian tenaga kerja langsung

Laporan pelaksanaan tenaga kerja langsung merupakan kelanjutan pelaksanaan untuk bahan mentah.

Contoh :

Data anggaran sebagai berikut :
Produksi bulan Februari = 16.000 unit, dengan standar pemakaian tenaga kerja langsung = 2,5 jam per unit barang, tariff upah = Rp 100,00/jam.

Data realisasi sebagai berikut :
Produksi bulan Februari = 15.000 unit yang menghabiskan 37.000 jam tenaga kerja langsung dan upah yang dibayarkan Rp 4.070.000,00.

Berdasarkan data tersebut dapat disusun tabel berikut:


Rencana * Disesuaikan Realisasi* 
 Penyimpangan   %
Produksi   16.000     15.000 15.000     

Standar Pemakaian TK 2,5 DLH 2,5 DLH   2,467 DLH 0,033 DLH  1%
Jumlah DLH 40.000 DLH   37.500 DLH 37.000 DLH   +500 DLH  2%
Upah / DLH Rp.100,00  Rp100,00 Rp110,00 (Rp 10,00)  10%
Jumlah Upah Rp  4000.000,00 Rp 3.750.000,00  Rp4.070.000,00 (Rp320.000,00) 8%
*) Data soal
        

Laporan pelaksanaan dan analisa variansi untuk data di atas adalah sebagai berikut:
Analisa variansi:

Penyimpangan efisiensi = (JTKL standar – JTKL actual) x tarif standar
                                    = (37.500 – 37.000) x Rp 100,00 = Rp 50.000,00

Penyimpangan upah   = (tarif standar – tarif aktual) x JTKL aktual
                                = Rp 100,00 – Rp 110,00) x 37.000
                                = (Rp 370.000,00)

Total variansi = Rp 50.000,00 +(Rp 370.000,00)
                   = (Rp 320.000)



***