Contoh Pendekatan Stabilitas Produksi Dalam Penyusunan Anggaran Produksi
Oleh Hendra Poerwanto



PT GM akan membuat Anggaran Produksi untuk tahun 20XY. Berikut Data dan informasi yang dimiliki untuk dijadikan dasar menyusun Anggaran produksi.

  • Rencana Penjualan yang dicuplik dari Anggaran Penjualan PT GM tahun 20XY

  • Kebijakan Tingkat Persediaan th 20XY adalah sebagai berikut:
Persediaan awal tahun = 2.000 unit
Persediaan akhir tahun = 1.500 unit

Berdasarkan Data dan Informasi Tersebut di atas PT GM hendak membuat Anggaran Produksi yang mengutamakan Stabilitas Produksi

Berikut langkah-langkah membuat Anggaran Produksi yang mengutamakan Stabilitas Produksi adalah sbb:

Langkah 1. Menghitung Tingkat Produksi satu tahun untuk tahun 20XY




Langkah 2 Melakukan Alokasi produksi ke satuan waktu yang diinginkan
(Dalam kasus ini satuan waktunya adalah bulanan)
    
Pengalokasian tingkat produksi setiap bulan dapat dilakukan dengan salah satu cara dari dua cara berikut:
1. Membagi tingkat produksi per tahun dengan jumlah satuan waktu (bulanan =12, mingguan 54, triwulan=4, catur wulan =3), dimana hasil bagi tersebut langsung dipakai sebagai tingkat produksi per satuan waktu
        Produksi selama 1 tahun = 13.700 unit
        Produksi rata-rata selama 1 bulan = 13.700/12 = 1.141.67 unit

Kelemahan cara pertama ini adalah sering diperoleh angka produksi rata-rata yang tidak bulat sehingga sukar diiplementasikan. Oleh karena itu, langkah 2 berikut ini menjadi alternatif untuk mengatasi kesulitan yang timbul sehubungan dengan penggunaan  cara pertama

2. Membagi tingkat produksi per tahun sedemikian rupa sehingga dihasilkan bilangan-bilangan bulat dan mudah untuk dilaksanakan secara tepat. Kelebihan hasil pembagian dialokasikan ke bulan-bulan dimana tingkat penjualannya tinggi.
Produksi rata-rata per bulan = 1.141,67 unit.
Bilangan bulat yang paling mudah untuk digunakan adalah 1.100 unit.
Apabila produksi per bulan 1.400 unit,
maka kekurangannya adalah 13.700 – (12 x 1.100) = 100 unit.

Selanjutnya, kekurangan 100 unit dialokasikan kepada bulan-bulan dimana tingkat penjualannya tertinggi,yakni :
-Januari dengan tingkat penjualan 1.500 unit
-Februari dengan tingkat penjualan 1.600unit
-Maret dengan tingkat penjualan 1.600 unit
-April dengan tingkat penjualan 1.400 unit
-Desember dengan tingkat penjualan 1.400 unit

Sehingga kelima bulan tersebut masing-masing akan mendapatkan tambahan sebanyak
100/5 x 1 unit = 100 unit.

Dengan demikian secara keseluruhan adalah :
-5 bulan (Januari, Februari, Maret, April, Desember) masing-masing
                       5 x (1.100 + 100 )=5 x 1.200 unit    =6.000 unit
-7 bulan (Mei, Juni, Juli, Agustus, September, Oktober, November) masing-masing
                        7 x 1.400 unit                                =7.700 unit(+)
                                        JUMLAH             = 13.700 unit

Langkah 3 Menyajikan Anggaran Produksi dalam format Tabel
Cara pembuatannya adalah sebagai berikut:
  • Membuat Format Tabel yang disesuaikan dengan  Informasi yang Perlu Ditampilkan

  • Mengisi Tabel dengan informasi yang telah tersedia yakni: Penjualan, Persediaan awal tahun, Persediaan akhir tahun, dan Tingkat produksi bulanan

  • Melengkapi tabel yang perhitungannya dimulai dari bulan Desember.

Menghitung Tingkat Kebutuhan

Tingkat Kebutuhan = Rencana Penjualan + Persediaan Akhir = 1.400 + 1.500 = 2.900


Menghitung Persediaan Awal

Persediaan Awal = Tingkat Kebutuhan - Rencana Produksi = 2.900 - 1.200 = 1.700


Selanjutnya Persedian Awal bulan Desember merupakan Persediaan Akhir bulan November sehingga Persediaan Akhir bulan Novemer sebesar 1.700. Dengan cara yang sama seluruh isian tabel dilengkapi.


Tabel selengkapnya Anggaran Produksi PT GSM adalah sebagai berikut:


#