KECAMATAN‎ > ‎

KEC.SETU

 

 


 

Camat Setu
NamaMAHPUDIN, SH, M.Si
AlamatJl. KH. Mas'ud No.2 Kp. Sasaktiga Ds.Tridayasakti Rt.05/06 Kec.Tambun Kab.Bekasi

ROFILE KECAMATAN BANYUSARI

 

GAMBARAN UMUM/POTENSI KECAMATAN

Setu adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat, Indonesia dengan membawahi 11 desa yang meliputi ..... dusun, ....... RW dan .......... RT. Jarak kecamatan Setu ke Ibu Kota Kabupaten berjarak ± ...... Km, merupakan kecamatan pemekaran dari Kecamatan .......... dan dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah nomor........... tahun ...........yaitu tentang Pembentukan dan Pemekaran Kecamatan dan diresmikan pada tanggal ......bulan.......tahun........ oleh Bupati Bekasi.

Letak geografis Kecamatan Setu berada pada sebelah selatan  Kabupaten Bekasi dengan batas-batas wilayah sebagai berikut :

  • Sebelah utara : Kecamatan Cikarang Selatan
  • Sebelah selatan : kecamatan Cileungsi Bogor.
  • Sebelah Barat : Kecamatan Bantar Gebang Kota Bekasi.
  • Sebelah Timur : Kecamatan serang Baru.

Secara administratif, Kecamatan Setu yang terletak di sebelah selatan Kabupaten Bekasi dengan luas wilayah 5.432,69Ha terbagi menjadi 11 desa/kelurahan, yang terdiri dari:


Ditinjau dari topografinya, Kecamatan Setu termasuk dataran rendah dengan ketinggian rata-rata 20 meter di atas permukaan laut. Berdasarkan pemanfaatan ruang pada tahun 2006, sebanyak 45% luas wilayah Kecamatan Setu merupakan permukiman yang didominasi permukiman  perdesaan. Kecamatan setu masih didominasi oleh kawasan pertanian, dengan 30% pertanian lahan basah dan 21% pertanian lahan kering. Di sisi lain, luas kawasan peruntukkan industri hanya terbatas 4% pada Kecamatan Setu.

Berdasarkan data tahun 2008, Kecamatan Setu memiliki 79.375 jiwa penduduk, dengan penduduk laki-laki (40.221 jiwa) yang lebih banyak daripada perempuan (39.154 jiwa). Persebaran penduduk di Kecamatan Setu tidak merata, penduduk terkonsentrasi pada wilayah permukiman yang tumbuh berkembang di sekitar pusa-pusat kegiatan ekonomi. Hal tersebut ditunjukkan oleh kepadatan penduduk pada Desa Lubangbuaya (37 jiwa/Ha), Burangkeng (21 jiwa/Ha), dan Tamanrahayu (20 jiwa/Ha), dimana daerah-daerah tersebut memiliki sumber penghasilan utama dari sektor perdagangan besar/eceran, rumah makan dan jasa. Adapun daerah yang digerakkan oleh sektor pertanian memiliki kepadatan penduduk yang rendah.

GAMBAR 3.17
PEMANFAATAN RUANG KECAMATAN SETU
TAHUN 2006

Sumber: RTRW Kabupaten Bekasi, Tahun 2009-2029

Kecamatan Setu memiliki 253 industri kecil yang tersebar di hampir seluruh desa dengan karakteristik tersendiri, contohnya Tamanrahayu dengan kerajinan dari logam dan Kertarahayu dengan kerajinan anyaman. Bentuk industri kecil dan kerajinan rumah tangga yang cukup berkembang di Kecamatan Setu adalah kerajinan dari kayu, kerajinan dari logam, anyaman, kerajinan dari kain, dan industri makanan. Ditinjau dari angka sementara PDRB Kecamatan Setu tahun 2007 yaitu sebesar Rp 357.298.740.000,00 maka sektor industri pengolahan memegang peranan sangat penting dengan menyumbang 36% bagi PDRB serta sektor perdagangan, hotel, dan restoran yang menyumbang 33% bagi PDRB. Laju pertumbuhan PDRB dari sektor industri pengolahan cukup stabil dari tahun ke tahun, yaitu sekitar 7%. Di sisi lain, sektor pertanian juga turut andil dalam pengembangan perekonomian Kecamatan Setu dengan berkontribusi 12% bagi PDRB, sektor lainnya hanya memberi kontribusi yang kecil.

Sebagian besar kebutuhan tenaga listrik bagi rumah tangga di Kecamatan Setu disuplai oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang sudah menjangkau hampir seluruh rumah tangga. Pada tahun 2008, jumlah pelanggan listrik mencapai 21.798 yang didominasi oleh pelanggan rumah tangga di Desa Burangkeng, Lubangbuaya, Cibening dan Cikarageman. Dalam hal penyediaan air bersih, baru terdapat 144 rumah tangga yang sudah disuplai oleh PDAM dengan kapasitas produksi 12.305.978 m3 dan distribusi 12.250.948 m3. Sebagian besar penduduk masih memanfatkan sumur-sumur air maupun air tanah dangkal untuk kebutuhan air bersihnya.

Dari sisi sarana telekomunikasi, sampai dengan tahun 2008 hanya tercatat 235 pelanggan di 5 desa, yaitu Desa Tamansari, Burangkeng, Cileduk, Cijengkol, dan Lubangbuaya yang sudah terlayani oleh telepon kabel. Penggunaan telepon kabel yang masih rendah menggambarkan minimnya tingkat komunikasi antar penduduk di Kecamatan Setu. Berkembangnya sarana dan prasarana telekomunikasi di Kecamatan Setu juga ditunjukkan dengan penempatan 35 BTS yang tersebar pada beberapa desa yang memiliki pelanggan telepon selular yang banyak. Sedangkan, penggunaan jaringan internet masih terbatas terutama di daerah-daerah yang merupakan pusat-pusat kegiatan industri dan bisnis.

Pada umumnya, ketersediaan prasarana jalan sudah cukup baik, terutama dalam menghubungkan pusat-pusat kegiatan. Berdasarkan adminitratif jalannya, maka terdapat jalan kabupaten sepanjang 33,0 km dan jalan desa sepanjang 158,5 km. Ditinjau dari kondisi permukaan jalan pada 2008, 58% jalan di Kecamatan Setu masih berbutir, sedangkan 25% jalan sudah diaspal dan sisanya sudah dilakukan perkerasan beton. Banyaknya kendaraan berat yang melewati jalan-jalan di Kecamatan Setu mengakibatkan kualitas jalannya terus menurun, sehingga diperlukan peningkatan pengelolaan dan perbaikan secara berkelanjutan. Sedangkan, ditinjau dari sarana angkutannya hanya sebagian kecil daerah di Kecamatan Setu yang dapat diakses dengan angkutan umum. Kondisi lalu lintas di Kecamatan Setu cukup ramai terutama pada daerah-daerah yang memiliki aktivitas ekonomi tinggi seperti pada Desa Lubangbuaya yang juga berbatasan langsung dengan Kecamatan Cikarang Barat.

Kondisi masyarakat di wilayah Kecamatan Setu Kabupaten Bekasi Propinsi Jawa Barat mata pencahariannya bekerja sebagai Petani, Buruh Tani, Peternak, Pedagang, Pengusaha Home Industri, Karyawan Swasta, PNS, Anggota TNI dan Polri dan lain-lain. Jenis usaha yang digeluti oleh sebagian masyarakat Kecamatan Setu diantaranya :

1)    Perdagangan  :

a. Toko Kelontong, Sembako, Pakaian

b. Warung nasi, bakso, Mie ayam, bubur ayam

c. Warung Telekomunikasi (Wartel)

d. Toko Besi, Material, Bahan Bangunan

e. Toko pupuk dan obat pertanian

f. Warung Selular, dll

2)    Kerajinan/Home Industri    :

a. Penggilingan beras (PB/Huller)

b. Pengrajin besi bekas

c. Pengrajin masakan ikan laut/pindang

d. Pengrajin makanan tradisional dan makanan basah 

3)    Peternakan/Perikanan        :

a. Peternak ayam buras

b. Pengusaha jamur merang

c. Pengusaha rumah walet 

4)    Jasa :

a. Tukang Ojek

b. Tukang Cukur, Salon dll. 

5)    Pertanian : Padi dan Palawija


STRUKTUR ORGANISASI


Item Thumbnail

Item Thumbnail

Item Thumbnail


SELAYANG PANDANG KECAMATAN SETU

diposkan pada tanggal 29 Mei 2011 09.04 oleh abdul kholik   [ diperbarui29 Mei 2011 09.32 ]

 Item Thumbnail

 

 WARTA PERSADA.COM. Kecamatan Setu merupakan salah satu dari 23 kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Bekasi. Kecamatan Setu letaknya di daerah selatan Bekasi, tepatnya berbatasan langsung dengan kecamatan Cileungsi Bogor di bagian selatan dan kecamatan Bantar Gebang Kota Bekasi di bagian barat.dan Kecamatan Cikarang Selatan dan serang Baru di bagian timur.


Kecamatan Setu terdiri dari 11 desa yaitu Desa Burangkeng, Cibening, Cijengkol, Cikarageman, Ciledug, Kertarahayu, Lubang Buaya, Muktijaya, Ragemanunggal, Taman Rahayu, dan Taman Sari.

Kecamatan Setu merupakan salah satu daerah penghasil komoditas perkebunan, diantaranya rambutan dan salak serta melinjo. Sedangkan untuk pertanian, berupa  tanaman padi, tidak terlalu berpotensi karena di daerah ini pegairannya hanya mengandalkan curah hujan.Bisa di sebut daerah tadah hujan.Lebih banya ladang dari pada sawahnya.

Kecamatan Setu belum ada industri besar, namun dibeberapa daerah Setu industri kecil mulia tumbuh. Bahkan,pada masa orde baru ada satu daerah di kecamatan Setu yang dijadikan sebagai pusat industri kerajinan imitasi, namun di era sekarang ini, pusat industri kecil tersebut kondisinya lesu.

Kecamatan Setu berdekatan dengan kawasan industri yang terletak di wilayah Kecamatan Cikarang Barat yaitu MM2100, saat ini Setu sedang menuju sebagai wilayah permukiman dengan berbagai pengembang yang membangun perumahan dengan segala tipe.Sudah banyak di Setu berdiri berbagai Perumahan diantaranya Griya Mustika Media dan lain sebagainya.

Jika dilihat dari segi penduduknya, Setu terbagi kedalam 2 kelompok besar, di wilayah utara yang terdiri dari desa Cijengkol dan Lubang Buaya adalah desa yang bersuku Betawi, sedangankan 8 desa di wilayah selatan adalah desa yang bersuku Sunda. Namun ada satu lagi yang menarik, yaitu satu desa diwilayah tengah yang berbahasa Betawi, padahal desa ini dikelilingi oleh desa-desa yang berbahasa Sunda.

Di Kecamatan Setu masalah pembangunan infrastruktur di wilayah ini belum merata. Masih banyak jalan-jalan yang belum beraspal/ cor Beton.Bahkan masih ada kampung yang masih terisolir dan sulit dimasuki saat musim hujan tiba karena akses jalan menuju wilayah itu tidak bisa dilalui kendaraan.Di jalan utama pun dari Kecamatan menuju Kalimalang Cikarang Barat juga masih Hancur dan belum ada perbaikan.Ini di sebabkan  banyak truk tanah yang melewati jalan ini dan kelas jalannya masih tergolong jalan kelas 3.

Demikianlah sedikit tentang Kecamatan Setu di Kabupaten Bekasi.Yang masih banyak Sarana umum /Jalan yang belum diperbaiki dan di urus.Masih banyak juga ketertinggalan – ketinggalan  yang masih membutuhkan penanganan yang serius dari Pemerintah Kabupaten Bekasi.

 

1-1 of 1