Operasi Batu Empedu - Jenis, Biaya &Efek Samping

Operasi Batu Empedu - Jenis, Biaya &Efek Samping

Operasi batu empedu - Walaupun penyakit batu empedu sering kali tidak menyebabkan gejala yang khasiat pada penderitanya, namun beberapa kasus menjelaskan bahwa penyakit batu empedu ini juga dapat menimbulkan berbagai gejala seperti :

1. Nyeri perut berlangsung lebih dari 5 jam
2. Mual dan muntah
3. Demam-bahkan demam ringan-atau menggigil
4. Warna kekuningan pada kulit atau mata putih mata, disebut ikterus
5. Air kencing berwarna teh dan tinja berwarna terang

Baca juga : Pengobatan penyakit batu empedu tanpa operasi yang telah terbukti ampuh

Apa sebenarnya penyakit batu empedu ?

Batu empedu adalah partikel padat yang terbentuk dari kolesterol empedu dan bilirubin di kantong empedu. Empedu adalah cairan yang dibuat oleh hati untuk membantu pencernaan lemak. Ini mengandung beberapa zat yang berbeda, termasuk kolesterol dan bilirubin, produk limbah dari kerusakan sel darah normal di hati.

Batu empedu dalam kantong empedu sering tidak menimbulkan masalah. Jika ada banyak atau besar, mereka mungkin menyebabkan rasa sakit saat kantong empedu merespons makanan berlemak. Mereka juga dapat menyebabkan masalah jika mereka memblokir empedunya agar tidak meninggalkan kantong empedu atau keluar dari kantong empedu dan menghalangi saluran empedu.

Apa tanda jika penyakit batu empedu harus segera melakukan tindakan operasi ? Tanda atau ciri jika penderita penyakit batu empedu harus melakukan tindakan operasi ialah ketika merasakan gejala sakit perut yang intens dan menderita ikterus atau pankreatitis akut.

Operasi batu empedu

Pembedahan untuk mengangkat kantong empedu, yang disebut cholecystectomy, adalah salah satu operasi yang paling umum dilakukan di Amerika Serikat. Kandung empedu bukanlah organ penting, yang berarti seseorang dapat hidup normal tanpa kantong empedu. Setelah kantong empedu dilepaskan, empedu mengalir keluar dari hati melalui saluran empedu hati dan umum dan langsung ke duodenum, dan bukannya disimpan di kantong empedu.

Operasi pengangkatan kantong empedu yang paling umum direkomendasikan adalah operasi ‘lubang kunci’ atau kolesistektomi laparoskopik. Pada operasi ini, dokter akan membuat satu sayatan berukuran 2-3 cm di sekitar pusar, dan dua hingga tiga sayatan dengan ukuran yang lebih kecil di sisi kanan perut. Operasi ini dilakukan dengan penerapan bius total, jadi Anda akan tertidur selama prosedur berlangsung sehingga tidak akan merasa sakit. Masa pemulihan yang dibutuhkan pasien biasanya sekitar 1-2 minggu.

Walaupun operasi batu empedu laparoskopik merupakan salah satu jenis operasi yang paling sering dilakukan. Namun ternyata ada jenis operasi batu empedu lain yang mungkin perlu Anda ketahui, diantaranya :

Jenis operasi batu empedu

1. Kolesistektomi laparoskopi - Operasi 'lubang kunci'. Dokter bedah membuat sejumlah sayatan kecil (luka) melalui kulit, memungkinkan akses untuk berbagai instrumen. Dokter bedah menyingkirkan kantong empedu melalui salah satu sayatan. Kolesistektomi laparoskopi diperkenalkan pada tahun 1980an

2. Operasi terbuka (laparotomi) - Ahli bedah mencapai kantong empedu melalui insisi abdomen yang lebih luas. Anda mungkin perlu operasi terbuka jika Anda memiliki bekas luka dari operasi sebelumnya atau gangguan perdarahan. Pemulihan biasanya memerlukan 3-5 hari rawat inap, dengan kembali ke diet normal seminggu setelah pelepasan dan aktivitas normal beberapa minggu setelah pelepasan.

Berapa biaya operasi batu empedu ?

Biaya operasi batu empedu tentunya berbeda-beda pada tiap rumah sakit dan tergantung pada jenis operasi batu empedu yang Anda lakukan.

Kepala Rumah Sakit RSU Bunda dr Didid Winnetouw mengatakan pihaknya menawarkan bedah robotik atau laparaskopi untuk operasi berbagai gangguan pada kantung empedu tersebut. Di rumah sakitnya, biaya laparaskopi sangat tergantung pada tingkat kesulitan. Namun, apabila tidak ada komplikasi diperkirakan akan menghabiskan dana Rp 40-50 juta.

Sementara itu, untuk melakukan pengangkatan kandung empedu menggunakan tindakan bedah invansi minimal (laparoskopi) dibutuhkan biaya sebesar 20-30 juta. Pasien dengan usia berapapun bisa menggunakan teknik ini tergantung dari hasil tes toleransi operasi, apakah memenuhi syarat untuk melakukan laparoskopi.

Untuk lebih mengetahui biaya operasi pengangkatan batu empedu ada baiknya ditanyakan ke rumah sakit yang menyediakan layanan operasi batu empedu.

Dan benarkah operasi dari batu empedu ini dapat menyebabkan efek samping dan dampak berbahaya ? Benarkah ?

Walaupun operasi batu empedu ini banyak direkomendasikan dan disarankan oleh dokter, namun yang harus Anda ketahui ialah bahwa teknik pengobatan batu empedu dengan operasi ternyata memiliki sejumlah efek samping berbahaya, diantaranya :

Efek samping operasi batu empedu

Dikutip dari laman dokter.id menjelaskan bahwa terdapat beberapa efek samping operasi batu empedu yang mungkin terjadi ...

Infeksi. Infeksi dapat terjadi paska operasi perut apa pun dan biasanya terjadi pada 1 di antara 15 kasus kolesistektomi. Baik infeksi ringan pada luka bekas operasi maupun infeksi di dalam perut dapat diatasi dengan pemberian antibiotika.

Perdarahan. Perdarahan dapat terjadi setelah proses operasi selesai, walaupun jarang. Jika terjadi perdarahan, maka dokter mungkin harus melakukan tindakan operasi kedua di tempat yang sama dengan operasi pertama Anda.

Kebocoran cairan empedu. Saat kantong empedu Anda diangkat, maka dokter akan memasang suatu klip khusus untuk menutup saluran yang menghubungkan kantong empedu dengan saluran empedu utama. Akan tetapi, kadang-kadang cairan empedu dapat mengalami kebocoran.

Cairan empedu yang bocor ini biasanya dapat menghilang dengan sendirinya (diserap oleh tubuh). Akan tetapi, pada kasus yang jarang, mungkin dibutuhkan tindakan operasi kedua untuk mengeringkan cairan empedu yang bocor dan membersihkan seluruh isi perut. Kebocoran cairan empedu ini terjadi pada sekitar 1-2% kasus.

Cedera pada saluran empedu. Komplikasi paling berat pada operasi pengangkatan kantong empedu adalah cedera pada saluran empedu, yang terjadi pada sekitar 1 di antara 500 kasus. Jika saluran empedu mengalami cedera selama operasi berlangsung, maka dokter dapat langsung memperbaikinya. Pada sejumlah kasus, dibutuhkan operasi besar dan kompleks setelah operasi pertama untuk mengatasi cedera ini.

Cedera atau luka pada organ di sekitar kantong empedu. Berbagai instrument operasi yang digunakan untuk mengangkat kantong empedu dapat menyebabkan cedera atau luka pada organ di sekitar kantong empedu; seperti usus dan pembuluh darah. Resiko terjadinya cedera akan semakin tinggi bila kantong empedu mengalami peradangan.

Akan tetapi, cedera ini jarang terjadi dan biasanya dapat langsung diperbaiki saat operasi berlangsung. Kadangkala, cedera baru diketahui beberapa saat paska operasi sehingga operasi kedua pun diperlukan untuk mengatasi cedera.

Trombosis Vena Dalam (Deep Vein Thrombosis/DVT). Sejumlah orang memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami pembentukan bekuan darah selama operasi berlangsung. Keadaan ini disebut dengan trombosis vena dalam yang biasanya terjadi pada pembuluh darah balik (vena) kaki.

Untuk mencegah terjadinya DVT, dokter mungkin akan menganjurkan Anda untuk menggunakan stoking kompresi selama proses operasi berlangsung.

Sindrom Paska Kolesistektomi. ada sekitar 1 di antara 7 orang yang melakukan operasi kolesistektomi akan mengalami beberapa gejala yang sama seperti yang dialami paska operasi pengangkatan batu empedu, walaupun biasanya lebih ringan. Beberapa gejala yang dimaksud adalah: Nyeri perut, gangguan pencernaan, diare, jaundice, bagian putih mata dan kulit menjadi berwarna kuning, demam tinggi (38 derajat atau lebih).

Dan itulah artikel yang mungkin berguna bagi Anda yang saat ini sedang mencari informasi tentang operasi batu empedu dari mulai jenis operasi, biaya operasi dan efek samping dari operasi batu empedu.

Semoga bermanfaat :)

Sumber : Google.com

Operasi Batu Empedu - Jenis, Biaya &Efek Samping