My Articles‎ > ‎

Kehendak Allah Bagi Saudara

Inilah kehendak Allah sejak dahulu kala: Pada mulanya Allah menciptakan manusia (laki-laki dan perempuan) menurut rupa & gambar Allah (Kejadian 1:26-27).  

Memang patut disayangkan, karena manusia akhirnya memilih keinginannya sendiri dengan memberontak (tidak taat) kepada Allah sehingga jatuh ke dalam dosa (Kejadian 3). Akibat dosa itu manusia terpisah (putus hubungan) dengan Allah (Kejadian 3:22-24; Yesaya 59:2) atau istilah lain yang digunakan Alkitab adalah hilang kemuliaan Allah dan maut (Roma 3:23; 6:23; Kejadian 2:17).  

Tetapi rencana Allah dalam menciptakan manusia menurut rupa dan gambar-Nya, tidak berubah. Allah adalah kasih dan karena kasih-Nya yang begitu besar, sehingga Ia menyediakan jalan keselamatan. Allah mau menyatakan diri-Nya kepada manusia bahwa Ia penuh kasih dan Ia sendiri yang benar. Ia memberikan hukum-hukum-Nya untuk menguji anak-anak manusia dan ternyata tidak seorangpun dapat melakukannya. Setiap pelanggaran ada konsekwensi, namun bersamaan itu juga Allah menyediakan pengampunan dan jalan keselamatan.  
Ketika Adam dan Hawa jatuh dalam dosa, mereka mendapat konsekwensi diusir dari Taman Eden, tetapi Allah membunuh binatang untuk pakaian mereka (Kejadian 3:21). Lebih dari pada itu Allah membuat perjanjian dengan keturunan perempuan, yaitu janji kedatangan Mesias (Kejadian 3:15). Keturunan Adam semakin bertambah, dosapun semakin merajalela. Allah sangat kecewa sebab ternyata manusia lebih menyukai kejahatan, karena itu Allah hendak memusnahkan manusia dengan air bah.  

Tetapi Nuh mendapat kasih karunia Tuhan. Sekali lagi Allah menyelamatkan keturunan berikutnya melalui bahtera. Lalu Allah membuat perjanjian baru dengan Nuh (Kejadian 6-9). Nampaknya manusia tidak bisa berhenti berbuat dosa. Kesombongan dan kekuasaan memenuhi hati mereka. Hal ini dinyatakan oleh firman Tuhan dalam peristiwa menara Babel (Kejadian 11). Allah tidak memusnahkan manusia dengan air bah lagi, tetapi Ia menceraiberaikan mereka dengan mengacaukan bahasa mereka, sehingga sejak saat itulah keturunan Nuh berpencar diseluruh muka bumi. 

Maka Allah memilih Abram yang kemudian disebut Abraham dari keturunan Sem. Allah membuat perjanjian kepada Abraham bahwa dari keturunannya semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat (Kejadian 12:1). Sunat menjadi tanda perjanjian Allah dengan Abraham. Abraham memperanakkan Ishak, Ishak memperanakkan Yakub yang kemudian di sebut Israel.  

Israel menjadi bangsa pilihan Allah dan melui mereka Hukum Taurat diberikan dengan perantaraan Musa. Allah menunjukkan kasih-Nya melalui bangsa pilihan-Nya dengan membebaskan mereka dari Mesir dan memberi mereka Tanah Kanaan sebagai Tanah Perjanjian. Namun ternyata bangsa pilihan inipun memberontak kepada Allah, sehingga hanya Yosua dan Kaleb sajalah yang sampai di Tanah Perjanjian itu di antara mereka yang lahir di Mesir. Musa sendiri tidak bisa masuk akibat pelanggarannya terhadap kekudusan Tuhan.

Berdasarkan bukti sejarah umat Allah, ternyata manusia tidak bisa menyelamatkan dirinya. Sekalipun Allah selalu memberikan jalan keluar dari generasi ke generasi, tetapi manusia tetap saja memiliki hati yang condong kepada kejahatan. Oleh sebab itu, setelah genap waktunya Allah mengutus Anak-Nya (Yesus Kristus), yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada Hukum Taurat. Yesus harus takluk kepada Hukum Taurat, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya menjadi anak-anak Allah (dibenarkan bukan karena perbuatan-perbuatan, melainkan karena iman kepada Allah melalui Yesus). Allah mau supaya setiap orang yang menerima Kristus akan menjadi sempurna seperti Bapa, dewasa penuh dalam Kristus (Matius 5:48; Efesus 4:13-15), sebab itulah rencana Allah sejak semula: Allah menciptakan manusia itu menurut rupa dan gambar-Nya. Melalui iman kepada Yesus, kita menjadi ciptaan baru (Efesus 2:10).
Comments