NKA Zaytun- Neo Khawarij
 

Ciri-ciri Kaum Khawarij diantaranya adalah :

5. Mengkafirkan pelaku dosa (besar), menghalalkan darah dan harta kaum muslimin, dan menganggap negeri mereka (kaum muslimin) sebagai negeri kafir yang boleh diperangi. Beliau berkata, “Firqah yang kedua tentang Khawarij dan ahli bid’ah, bahwa mereka (Khawarij) telah mengkafirkan pelaku dosa (besar) dan kesalahan sehingga mereka menghalalkan darah dan harta kaum muslimin, dan (menganggap) negeri-negeri Islam (Darul Islam) sebagai negeri kafir yang boleh diperangi (Darul Harbi). Sedangkan negeri mereka adalah negeri Iman (Darul Iman).” (Al-Fatawa VI/73).

Khawarij generasi awal bukan termasuk ahli kalam (filsafat) menurut makna istilah, namun mereka adalah ahli jidal (debat) dan khusumah (suka berselisih). Dalam tahap ini perkataan-perkataan Khawarij tampak jauh dari pengaruh filsafat (kalam), penuhanan akal, dan takwil Yaitu menyimpangkan makna asal kepada makna lain tanpa dalil.

Hal tersebut baru tampak pada Khawarij setelah kemunculan Mu’tazilah dan Ahli Kalam dari kalangan Syi’ah.

Adapun pergeseran Syi’ah hingga terpengaruh oleh paham Mu’tazilah dan Jahmiyah adalah setelah kemunculan Zaidiyyah (sekte dalam Syi’ah), namun kemudian menjadi Rafidhah Imamiyyah (Syi’ah Imamiyah Itsna ‘Asyariyah). Di mana pada waktu itu abad ke 2 H sudah ada Musyabbihah (Yaitu kelompok atau orang yang menyerupakan Allah dengan makhluq-Nya atau sebaliknya – red) kemudian Mu’tazilah Jahmiyah.

Demikian pula, Khawarij yang terus ada yaitu Ibadhiyyah. Mereka selain tetap berpegang kepada prinsip-prinsip Khawarij juga menambahnya dengan mengadopsi aqidah Jahmiyah, Mu’tazilah, dan Ahli Kalam.

Abu al-Hasan al-Asy’ari (wafat tahun 324 H) menyebutkan dalam kitabnya Maqalat Islamiyah perkataan-perkataan Khawarij ketika itu.

  1. Tentang tauhid, sama seperti perkataan Mu’tazilah.
  2. Tentang al-Qur’an, seluruhnya menyatakan al-Qur’an makhluk.
  3. Tentang takdir, sebagian mengikuti Mu’tazilah (Qadariyah) –yang menolak takdir- dan sebagian menetapkan takdir.
  4. Tentang al-wa‘id (ancaman), sama dengan perkataan Mu’tazilah.
  5. Tentang pedang (perang), semua Khawarij berpendapat demikian (bolehnya memerangi -siapa saja- yang menyelisihi mereka).

Dikutip dari :

 http://muslim.or.id/2007/01/31/khawarij-bahaya-laten-bagi-kaum-muslimin

Sebab-Sebab Umum Munculnya Paham Khawarij Sepanjang Zaman

  1. Minimnya ilmu agama, atau mengambil ilmu tanpa manhaj (cara) yang benar.
  2. Sikap ekstrim dalam beragama.
  3. Semangat tinggi tanpa bekal ilmu dan hikmah.
  4. Menjauhi ulama dengan tidak belajar dan mencontoh mereka.
  5. Merasa berilmu, dan merasa lebih tinggi daripada ulama dan orang lain secara umum.
  6. Usia belia lagi kurang pengalaman.
  7. Menyebarnya kemungkaran, kerusakan serta kezaliman di tengah-tengah masyarakat, dan pada saat yang bersamaan kurang atau bahkan tidak ada amar makruf nahi mungkar.
  8. Kebencian kepada realita keadaan yang dihadapi dan masyarakatnya.
  9. Ancaman dan rintangan musuh terhadap para pemuda dan dakwah serta tipu daya kepada agama dan penganutnya.
  10. Kurang sabar dan lemahnya hikmah dalam berdakwah.