MODEL BELAJAR

Cooperative Learning (CL) merupakan salah satu model pembelajaran berbasis dari teori belajar sosial Robert Bandura. Cooperative Learning dipopulerkan oleh Spencer Kagan,  Robert Slavin dan Johnson&Johnson. CL didefinisikan sebagai grup pelajar yang bekerja bersama-sama sebagai sebuah tim untuk memecahkan masalah, menyelesaikan tugas, atau menyelesaikan sebuah tujuan (Artz &Newman,990, p.448). model cooperative learning memerlukan kerjasama siswa dan ketergantungan dalam struktur tugas, tujuan dan hadiahnya. Idenya adalah setiap pelajaran dibentuk dengan suatu cara dimana siswa harus bekerja sama (berkooperasi) untukmeraih tujuan pembelajaran mereka.
Tujuan pembelajaran dapat dicapai dengan beberapa cara, diantaranya secara:
  1. Kooperatif
  2. Kompetitif, dan
  3. Individualistik

Ad.1Pencapaian tujuan secara kompetitif memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
  • Seseorang dapat memperoleh tujuannya jika dan hanya jika yang lainnya gagal untuk memperoleh tujuannya
  • Terciptanya korelasi negatif diantara tujuan yang dicapai
  • Ketergantungan negatif
  • "Jika saya berenang, kamu tenggelam, jika kamu berenang, saya tenggelam"
  • Pencapaian tujuan individu
  • Evaluasi dengan cara membandingkan (Norm Referenced)
  • Pemenang diberi hadiah
Ad.2 Pencapaian tujuan secara individual memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
  • Setiap pencapaian tujuan seseorang tidak berhubungan dengan pencapaian tujuan yang lainnya
  • Tidak ada korelasi antara pencapaian tujuan-tujuan
  • Tidak ada saling ketergantungan
  • "Dalam hal ini kita sendirian"
  • Tujuan individual
  • Hadiah untuk hasil kerja sendiri
Ad.3 Pencapaian tujuan secara kooperatif ditandai dengan ciri-ciri:
  • Ketika salah seorang anggota mencapai tujuannya, demikian pula dengan anggota lainnya
  • Korelasi positif diantara tujuan-tujuan yang tercapai
  • Ketergantungan positif
  • Kita berenang dan tenggelam bersama-sama
  • Tujuan kelompok
  • Evaluasi berbasis kritesia dan dorongan
  • Hadiah untuk hasil kelompok

Mengapa Menggunakan CL?
Hasil penelitian menunjukkan bahwa model CL, mampu:
  1. Mendorong proses belajar dan kemampuan akademik siswa
  2. Meningkatkan kemampuan mengingat siswa (retention)
  3. Meningkatkan kepuasan siswa dengan pengalaman belajar yang dialaminya
  4. Membantu siswa mengembangkan kecakapan dalam komunikasi oral
  5. Mengembangkan kecakapan sosial siswa
  6. Membangun harga diri (self-esteem) siswa.
  7. Membantu mendorong hubungan positif antar ras/suku/bangsa.er
Lima Elemen Kunci dari  Cooperative Learning:
  1. Ketergantungan positif
  2. Interaksi face-to-face
  3. Tanggung jawab individual
  4. Pengembangan kecakapan sosial
  5. Penilaian kelompok
Metoda CL:
  1. Student Teams-Achievemenet Division (STAD),
  2. Team Game Tournament (TGT)
  3. Jigsaw
  4. Number Head Together
  5. Group Investigation
  6. Team Assisted Individualization (TAI)
  7. Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC)
Untuk bisa berhasil dalam penyusunan dan pengumpulan tugas kelompok dari siswa
To be successful in setting up and having students complete group tasks within a cooperative learning framework, a number of essential elements or requirements must be met. The exact number, name, and order of these requirements vary from one author to another. However, nearly all agree that, in one way or another, the elements listed below are essential.

1.STAD: students are assigned to four-member learning teams that are mixed in performance level, sex, and ethnicity.  After the teacher presents a lesson, students work within their teams to make sure that all members have mastered the lesson.  Finally, all students take individual quizzes on the materials, at which they may not help one another.
2.TGT: Using the same teacher presentations and teamwork as STAD, TGT replaces the quizzes with weekly tournaments in which students compete with members of other teams to contribute points to their team scores
TAI: shares with STAD and TGT the use of four-member mixed ability learning teams and certificates for high-performing teams.  Students using TAI enter an individualized sequence according to a placement test and then proceed at their own pace.  In general, team members work on different units.  Teammates check each other’s work against answer sheets and help one another with any problems.  Then, without help, they take final unit tests that are scored by student monitors



Model CL tampaknya menjanjikan pengaruh positif pada siswa, yang terlihat dari adanya peningkatan kemampuan akademik dan perilaku dan sikap sosial siswa (Courtney K. Miller & Reece L. Peterson)7.  Secara umum prinsip dari CL adalah bahwa siswa bekerja secara bersama-sama sebagai sebuah tim untuk menyelesakan tujuan yang sama, yaitu setiap siswa belajar nilai sesuatu dari kegiatan kooperatif. Meskipun kegiatan CL lebih banyak membutuhkan persiapan dari guru tentang kelompok materi dan monitoring kegiatan kelompok, hadiah dan keuntungan untuk guru dan siswa terus bertambah.

A. Spencer  Kagan
Kagan membagi beberapa contoh model CL mulai dari yang sederhana sampai yang termasuk model CL yang kompleks. 
Model CL yang sederhana diantaranya adalah:
1. Round Robin
 Sebuah teknik oral dimana guru mengumumkan terlebih dahulu topik yang akan dibagi dengan anggota tim. setiap anggota tim saling berbagi dengan tim. Kelaoras dibagi kedalam kelompok kecil (4-6 orang) dengan salah satu anggota ditunjuk sebagai recorder (pencatat). Sebuah pertanyaan yang mengandung banyak jawaban  diberikan pada siswa dalam waktu yang telah ditentukan untuk berpikir tentang jawaban pertanyaan. Setelah "waktu berpikir" setiap anggota tim saling berbagi jawaban dengan cara round robin style. Siswa yang bertugas sebagai recorder menuliskan semua jawaban dari semua anggota. Siswa yang paling dekat dengan pencatat  memulai untuk menjelaskan jawaban secara bergiliran sampai waktu yang diberikan habis. 

2. Think - Pair - Share
    Think: setiap siswa berpikir secara mandiri tentang pertanyaan yang diajukan guru, menyusun sebuah ide sendiri.
    Pair: Siswa berpasangan untuk mendiskusikan hasil pemikirannya. Langkah ini memberikan kesempatan pada siswa untuk menjelaskan ide mereka dan                                  membandingkan dengan ide temannya. 
    Share: Pasangan siswa saling membagi ide mereka dengan grup yang lebih besar (seluruh kelas).
 
3. Numbered Heads Together 
    Langkah-langkah:
  1. Setiap siswa dalam tim diberi nomor 1 s/d 4.
  2. Berikan sebuah pertanyaan atau masalah (misalnya: Bagaimana tumbuhan memperoleh energi?)
  3. Siswa dalam kelompok mengumpulkan ide-ide mereka bersama untuk mendiskusikan jawaban. Mereka harus mampu meyakinakan setiap anggota tim tahu            jawabannya.  
  4. Secara random panggil sebuah nomor antara 1- 4 (gunakan sebuah dadu atau diundi didalam sebuah wadah)
  5. pada setiap kelompok, siswa yang memiliki nomor yang dipanggil menuliskan jawabannya pada tabel jawaban kelompok. Siswa yang dipanggil tidak boleh dibantu oleh teman kelompoknya
  6. Bila semua tim siap, siswa menunjukkan jawabannya pada kelas. Periksa setiap jawaban tim
  7. Ulangi dengan pertanyaan lainnya. 
 
Complex
Jigsaw/Expert Jigsaw
Each teammate has part of the answer or a clue card. Teammates put their information cards together to solve the problem.
Expert Jigsaw Variation
One member from each team goes to a station to gather knowledge when s/he returns, the new “expert” shares knowledge with the team.
Pairs Check
Students work first as pairs with a problem, coaching and praising each other. Then each pair checks with another pair every two problems.
Same-Different
Students try to discover what is the same and different in two pictures, but neither can look at the other's picture.

Selected and reprinted with permission of Dr. S Kagan from his book, Cooperative Learning, with permission from 1.800.WEECO-OP or www.kaganonline.com

B. Robert Slavin




Sumber:
  1. http://olc.spsd.sk.ca/DE/PD/instr/strats/jigsaw/
  2. http://www.jigsaw.org/overview.htm
  3. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC152788/
  4. http://jalt.org/pansig/PGL2/HTML/Nakagawa.htm
  5. http://www.journeytoexcellence.org/practice/assessment/cooperative/kagan.phtml
  6. http://www.ericdigests.org/1995-1/elements.htm
  7. http://www.indiana.edu/~safeschl/cooperative_learning.pdf
  8. http://homepage.ntlworld.com/i.hedley/sen/collab.htm
  9. http://www.teachervision.fen.com/group-work/cooperative-learning/48547.html
  10. http://www.tolerance.org/tdsi/author/robert-slavin
Comments