Melia Nature Indonesia
Updated Oct 20, 2011, 9:59 AM
Sebuah Rahasia Kesehatan dan Kejayaan
Use template

Penulis laman

  • Ilyas Idris
    Februari 9, 2011

Anda Pengunjung ke

Testimoni

Dahsyatnya Propolis untuk Menggempur Penyakit

diposkan pada tanggal 24 Jul 2011 23.26 oleh Ilyas Idris

Apa itu Propolis ?

Propolis adalah suatu substansi yang mengandung resin dan lilin lebah, bersifat lengket, yang dikumpulkan dari sumber tanaman, terutama bunga dan pucuk daun.

Propolis berasal dari bahasa Yunani, yakni Pro artinya di depan atau sebelum dan Polis artinya kota. Istilah ini diberikan untuk menggambarkan kegunaan propolis sebagai zat pelindung di pintu masuk sarang lebah madu baik terhadap invasi serangga lain maupun terhadap cuaca. Propolis digunakan untuk menutupi sel-sel atau ruang heksagonal pada sarang lebah.

Pernahkah anda membayangkan sarang lebah yang berbentuk labirin, mulai dari jalan masuk -dengan berbagai jalur didalamnya-samapai bagian pusat sarang yang steril, propolislah yang melapisi keseluruhan jalur tersebut. Dengan demikian propolis berperan sebagai filter alami yang melindungi sarang lebah dari udara luar yang mengancam kehidupan koloni lebah madu. Propolis juga menjadi lapisan anti septik yang dialui oleh lebah madu, sehinggal lebah madu seperti "baru mandi" setibanya dipusat sarang yang steril.

Selain itu propolis juga mampu menyelimuti bangkai hingga tidak menyisakan bau dan tidak membusuk, layaknya proses mumifikasi. 

 Komposisi Propolis

 Sejak tahun 1973 hingga tahun 1994, sudah ada 52 peneletian yang telah dilakukan oleh International Bee Research Institute, di Cardiff, Inggris, uang khusus mengungkap komposisi propolis. Jumalah itu belum termasuk 600-an peneleti lainnya yang meneliti berbagai aspek dari propolis.

Berikut komposisi propolis yang telah berhasil diungkap:

1. Resin

adalah bahan utama propolis yang paling banyak diperbinacngkan. Umumnya, resin berasal dari tumbuhan. Pada tumbuhan, resin berfungsi untuk melindunginya dari penyakit dan ancaman cuaca. Ibaratnya resin merupakan sistem daya tahan tubuh tumbuhan. Jika kulit tumbuhan dirusak, resin akan banyak diproduksi untuk menumbuhkan luka. Lebah madu mengumpulkan resin dan mengolahnya membentuk propolis dengan bantuan enzim. Lewat enzim ini dihasilkan elemen-elemen baru seperti gula, yang turut membuat propolis istimewa. Resin mengandung sekitar 40% flavonoid, fenol dan berbagai bentuk asam.

2. Flavonoid

banyak ditemukan pada tanaman buah dan sayur.  Biasanya, flavonoid banyak diteliti karena manfaatnya bagi kesehatan. Umuumnya dalam setiap propolis yang dihasilkan lebah, terkandung flavonoid jenis pinocembrin, galangin, akcetin, kaemperol, kaemperide dan ermanin.

Berikut ini berbagai fakta seputar kandungan Falvonoid pada Propolis.

a. Falvonoid telah banyak diteliti di bidang kesehatan. Manfaat flavonoid adalah untuk membentengi tubuh dari serangan kuman. Selain itu bioflavonoid juga memiliki fungsi untuk memblokade terbentuknya prostaglandin penyebab nyeri, menstimulasi sel darah putih serta meningkatkan daya serang terhadap kuman.

b. Bioflavonoid dapat mencegah alergi. Diduga, bioflavonoid mencegah kebocoran histamin dan serotonin dari dalam sel pada reaksi allergi. Kedua faktor ini memperkuat bukti bahwa flavonoid dapat dimanfaatkan sebagai obat untuk mencegah allergi.

c. Bioflavonoid dalam propolis terbukti dapat mengurangi peradangan gusi, sariawan, dan gangguan mulut lainnya. Cara kerjanya dengan menstimulasi pembentukan enzim yang memperkuat pembuluh darah gusi, sekaligus mengurangi rasa nyeri melalui blokade prostaglandin.

d. Flavonoid dalam propolis juga berperan sebagai antinyeri (anestetik), anti-inflamasi, anti-alergi, antasid, antibiotik, antijamur, anti radiasi, antioksidan, pengawet, antiseptik, antitumor serta imunostimulan.

3. Ikatan Fenol

adalah substansi penting dari resin yang mempunyai kekuatan sebagai anti biotik dan anti kanker. Propolis kaya akan kandungan ikatan fenol. Ikatan fenol yang banyak dikenal di dunia kedokteran adalah Caffeic Acid Phenethyl Ester (CAPE). Pada kultur sel, propolis memiliki efek sitotoksik terhada sel tumor binatang dan manusia. Penelitian lain menunjukkan adanya efek terhadap ovarium hamster dan tumor sarkoma pada tikus. Efek menghambat sel tumor ini paling efektif jika ditambahkan sebelum infeksi virus terjadi.

Diberbagai jurnal-jurnal kedokteran bisa ditemukan banyak sekali hasil-hasil riset yang menunjukkan hasil positif dari CAPE.

4. Liliin dan Asam Lemak

Lilin banyak mengandung mikro elemen yang sangat bermanfaat untuk tubuh. Lilin propolis juga banyak dimanfaatkan untuk mengobati luka bakar.

5. Minyak esensial

bersifat volatil dan memiliki aroma khas. Minyak esensial ini memiliki sifat anti bakteri dan jamur.

6. Pollen

Persentase pollen yang terkandung dalam propolis sekitar 5%. Pollen ini juga menjadi penyumbang kadar protein dalam

propolis. Dari semua asam amino yang terdapat dalam propolis, arginin dan prolin  tergolong yang terbanyak, yakni sekitar

45,8%. Diduga arginin inilah yang membuat propolis dapat menstimulasi regenerasi jaringan karena arginin memiliki peran

dalam produksi asn nukleat (DNA).

7. Mineral dan Vitamin

Sekitar 14 jenis mineral ditemukan dalam propolis. Zat besi (Fe) dan seng (Zn) adalah kandungan yang terbayak. Kedua zat

ini juga sangat dibutuh dalam membentuk sistim daya tahan tubuh. Selain itu resin juga mengandung beberapa komponen organik, seperti keton lakton, quinon, steroid, asam benzoat, dan ester, vitamin (B1, B2, B6, C, E dan A), serta Gula.

   

Manfaat Propolis di bidang Kesehatan dan Kedokteran

1. Antibodi : Zat penunjang kekebalan atau daya tahan tubuh berupa imunoglobulin dengan urutan asam amino spesifik, hanya bereaksi dengan antigen yang merangsang pembentukannya atau antigen yang mirip

2. Antioksidan : Zat anti oksidasi, zat sintetik, atau alami yang ditambahkan pada makanan, karet, cat atau minyak nabati untuk mencegah terjadinya oksidasi oleh oksigen.

3. Anti spasme : Pencegah kejang otot.

4. Anti koagulan : Pencegah pembekuan darah

5. Anti bakteri : Sifat membunuh bakteri

6. Anti klavus : Penghambat penebalan kulit akibat kutil (mata ikan)

7. Anti fungal : Anti jamur

8. Anti inflamasi : Pencegah radang, seperti panas, bengkak, merah, nyeri dan gangguan fungsi akibat reaksi tubuh terhadap jasad renik, zat asing atau trauma.

9. Antikanker : Anti kanker

10. Analgetik: Pereda rasa nyeri

11. Anti hepatotoksik : Komponen asam quinat dikafeoil, suatu campuran larut air diduga memiliki efek melindungi hati.

12. Anti virus: Pencegah perkembangan virus

13. Anti septik : Pencegah pertumbuhan dan perkembangan mikro organisme

14. Anti diabetik : Zat yang bersifat menurunkan kadar gula darah

15. Anti Tumor : Pencegah tumbuh kembang tumor

16. Anti alergi : Memiliki efek anti alerfi dan anti alergi non spesifik karena aktifitas histaminopeksia oleh komponen quercetine

17. Emolien : Pelembut dapat melembutkan kulit atau selaput lendir

18. Anestesia : Penghilang modalitas rasa suatu daerah dalam tubuh terutama nyeri dan kesadaran,

19. Anti infeksi dan disinfektan : Penghambat masuk dan berkembangnya mikroorganisme patogen kedalam tubuh yang mengakibatkan radang.

20. Imunomodulator : Zat yang mampu memodifikasi atau mempengaruhi fungsi sistem imunitas tubuh. Peran imunomodulator terbagi dua, yaitu sebagai imunosupresan atau menekan reaksi sistem imun yang berlebihan dan sebagai imunostimulan, yaitu menstimulasi daya tahan tubuh.

Sumber: Disarikan dari buku "Dahsyatnya Propolis untuk Menggempur Penyakit oleh, dr. Adji Suranto, SpA, cetakan pertama 2010, Penerbit: PT. AgroMedia Pustaka, Jakarta.

Obat Kanker Persembahan Lebah

diposkan pada tanggal 22 Feb 2011 09.07 oleh Ilyas Idris

'Peluang untuk sembuh hanya 1%,' kata dokter yang memeriksa Evie Sri. Sri mengidap kanker payudara stadium III. Celakanya sel kanker mengalami metastasis ke lever. 'Rasanya seperti ditusuk-tusuk jarum,' kata Sri. Namun, sebelas bulan kemudian Evie Sri masih bugar. Dokter yang memeriksa Sri terperangah, proses pengecilan sel kanker begitu cepat.

Evie Sri masih ingat ketika tangannya meraba sebuah benjolan di payudara kanan. Itu pada Februari 2008. Perempuan 50 tahun itu tak hirau lantaran benjolan tak menimbulkan sakit. Rasa sakit bagai ditusuk-tusuk jarum itu baru ia rasakan pada April 2008 sehingga ia bergegas ke rumahsakit. Saat itulah dokter mendiagnosis Evie Sri mengidap kanker payudara stadium III. Untuk mengatasi penyakit ganas itu, doker menyarankan biopsi dan 8 kali kemoterapi.

Biaya sekali biopsi Rp3,5-juta; kemoterapi, Rp6-juta. Artinya Sri mesti menyediakan dana Rp50-juta. Padahal, di tabungan cuma tersisa Rp7,5-juta. Itu yang membuat Evie Sri dan suami bimbang. Sri melakukan tes kadar CA15-3-untuk mengetahui antigen tumor payudara di darah, sekali lagi di sebuah laboratorium. Namun, hasilnya sama: kadar CA mencapai 172,95 µ/ml; kadar normal maksimal 30 µ/ml.

Hasil uji itu membuat mental Sri melorot. Sepekan lamanya ia menangis. Toh, akhirnya kepala sekolah dasar itu tak punya banyak pilihan. Ia menjalani 8 kemoterapi dengan interval 21 hari mulai Mei 2008. Setiap menyisir, ia melihat helaian rambut menempel di sisir. Itu salah satu efek kemoterapi, selain hilangnya nafsu makan sehingga badan kurus. Setelah 4 kali kemoterapi, dokter menyatakan bahwa kanker di lever Sri sembuh.

Muncul lagi

Setelah kemoterapi ke-8 pada September 2008, dokter menyarankan operasi pengangkatan payudara. Sri bergeming karena harus terbang ke tanahsuci untuk menunaikan ibadah haji. Sri kaget karena benjolan di payudara kian hari kian membesar dan mengeluarkan cairan kuning. 'Rasanya seperti disilet dan ditusuk kawat besar,' kata Sri.

Operasi pengangkatan akhirnya batal karena sel kanker membesar. Dokter menyarankan kemoterapi lanjutan. Menurut Dr Henry Naland Sp.B Onkologi, hampir semua manusia mempunyai onkogen alias gen pembawa kanker di kromosom sel. Dengan bantuan zat penyebab kanker alias karsinogen, sel normal berubah menjadi sel ganas. 'Namun, sistem kekebalan tubuh yang baik bisa menghambat timbulnya kanker,' kata Henry.

Menurut Henry ada beberapa faktor yang bisa menimbulkan kanker, termasuk kanker payudara. Makanan berlemak dan kurang serat salah satu pemicu kanker. Tak hanya itu, keletihan, merokok, stres, pencemaran lingkungan, dan faktor genetika pun turut berperan dalam timbulnya kanker.

Pada Januari 2009, Sri mengkonsumsi campuran propolis, madu, dan royal jeli yang sudah diolah dalam bentuk sirup. Sri mengkonsumsi 3 kali sehari masing-masing sesendok makan. Efek yang ia rasakan, tubuh merasa nyaman, rasa nyeri seperti tusukan kawat dan teriris silet hilang.

Hal penting lain, benjolan di payudara mengecil dari 4 cm menjadi 0,5 cm. Ketika memeriksakan diri, dokter sampai terheran-heran melihat perkembangan sel kanker yang mengecil.

Sitotoksik

Propolis ampuh mengendalikan sel kanker payudara? Propolis bermakna pelindung sarang lebah dari ancaman pihak luar. Ia bersifat desinfektan untuk mensterilkan lebah yang masuk sarang. Lebah rentan serangan virus dan bakteri. Propolis biasanya bersumber dari resin atau getah tanaman, kemudian dicampur dengan lilin dan direkat dengan air liur lebah.

Propolis yang dikonsumsi Evie Sri diuji oleh Laboratorium Penelitian dan Pengujian Terpadu (LPPT) Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Hasilnya, propolis kaya akan kandungan alkaloid, flavonoid sebagai antioksidan, polifenol, saponin, tanin dan quercetin. Menurut Costas Koumenis, asisten profesor di Pusat Kesehatan Baptis Universitas Wake Forest, Amerika Serikat, propolis pun kaya kandungan CEPA Caffeic Acid Phenetyl Eester. CEPA bersifat antiperadangan dan berfungsi melindungi kerusakan sel hati akibat pemberian obat-obatan kemoterapi.

Khasiat propolis sebagai pembunuh sel kanker dibuktikan oleh Tri Yuliati SKM dari LPPT UGM. Ia menguji keampuhan propolis untuk menguji sel HeLa dan sel SiHa (kanker rahim), sel T47D (kanker payudara), serta MCF7 (kanker payudara). Hasilnya, propolis mempunyai nilai LC50 15,625-62,5 g/ml. LC50 adalah konsentrasi yang menyebabkan kematian sel kanker sebesar 50%.

Hasil serupa dibuktikan oleh Dr drh Pudji Astuti MP dan drh Sitarina Widyarini, MP, PhD dari LPPT UGM. Caranya, 40 tikus betina galur Sprague dawley umur 5 minggu dibagi ke dalam tiga kelompok perlakuan. Masing-masing kelompok berjumlah 10 ekor.

Kelompok 1 diinduksi dengan DMBA dimetilbenz(a)ntrasen yang bersifat karsinogenik. Dalam kelenjar susu, DMBA ini akan diubah menjadi epoksida, suatu metabolik aktif perusak molekul DNA. Itu, suatu kondisi penyebab timbulnya kanker payudara. DMBA dilarutkan terlebih dahulu dalam minyak jagung dan diinduksikan dengan dosis 20 mg/kg bobot tubuh.

Kelompok II sepekan sebelum pemaparan DMBA, diberi propolis berdosis 2,5 ml/kg bb sebanyak 2 kali sehari. Tikus dalam kelompok ketiga diinduksi DMBA berdosis 20 mg/kg bb. Sepekan sebelum perlakuan tikus diberi minyak jagung yang diinduksi DMBA dengan dosis dan frekuensi yang sama dengan kelompok 2. Pemberian minyak jagung dan propolis dengan dosis yang sama tetap dilajutkan selama proses pemberian DMBA.

Hasilnya: ketika diukur sebulan kemudian pada kelompok I perkembangan nodul alias benjolan pada tikus semakin membesar, mencapai 87,5% dari 8 tikus yang tersisa. Bandingkan dengan kelompok 2 dan 3 yang memberikan hasil nodul semakin mengecil masing-masing mencapai 69,23% dan 66,66% dari hewan uji. Penelitian itu pun membuktikan terjadi pengecilan nodul dari diameter 1,8 cm menjadi 0,6 cm setelah 1 bulan pemberian propolis. Hasil itu persis yang dialami Evie Sri. (Faiz Yajri/Peliput: Rosy Nur Apriyanti) [Source: www.trubus-online.co.id]

Bukti Khasiat dari Lab

diposkan pada tanggal 22 Feb 2011 08.43 oleh Ilyas Idris

Siapa tak merinding mendengar kata AIDS - menurunnya sistem kekebalan tubuh akibat infeksi human immunodeficiency virus HIV yang memicu munculnya beragam penyakit? Menurut data World Health Organization (WHO), sekitar 2-juta penduduk dunia meninggal akibat AIDS sepanjang 2008. Jumlah itu mungkin turun jika para pengidap AIDS mengenal propolis.

Propolis memang belum dibuktikan secara klinis bisa mengatasi HIV. Namun, berdasar riset in vitro - di laboratorium - yang dilakukan para peneliti dari University of Minnesota, Minneapolis, Amerika Serikat, propolis berpotensi meningkatkan kekebalan tubuh para penderita HIV/AIDS. Tim peneliti menduga zat antiviral yang terkandung dalam propolis menghambat masuknya virus ke dalam CD4+ limfosit.

Propolis dosis 66,6 μg/ml dalam kultur sel CD4+ - sel T dalam sistem kekebalan yang memiliki reseptor CD4 mampu menghambat ekspresi virus HIV maksimal 85%. Lazimnya pada penderita HIV/AIDS, virus mematikan itu menginfeksi sel bereseptor CD4 dan merusaknya. Makanya, jumlah sel ber-CD4 pada penderita HIV/AIDS turun jauh di bawah angka normal. Pada orang sehat, jumlahnya sekitar 500 - 1.500/mm3 darah.

Penyakit berat

Berdasarkan riset di luar maupun dalam negeri, propolis memang terbukti ampuh melawan beberapa penyakit berat. Dr dr Eko Budi Koendhori Mkes, dari Departemen Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR), misalnya, membuktikan lem lebah itu membantu menekan kerusakan jaringan paru pada mencit yang diinfeksi Mycobacterium tuberculosis - bakteri penyebab penyakit tuberculosis (TBC).

Dari 100 mencit yang diinfeksi M. tuberculosis, tikus yang diberi kombinasi Isoniasid - obat antituberculosis - 25 mg/kg bobot badan dan propolis menunjukkan peningkatan kadar interferon γ. Interferon γ berperan mengaktifkan sel makrofag yang membunuh bakteri TBC. Mencit yang hanya diberi Isoniasid mengalami peningkatan kerusakan paru dari minggu ke-5 hingga ke-12. Sementara kondisi paru mencit yang diberi Isoniasid dan propolis dosis 800 mg pada minggu ke-12 sama seperti pada minggu ke-5.

Propolis berperan meningkatkan kekebalan penderita sehingga kerusakan jaringan dapat ditekan. Obat standar bekerja secara langsung menyerang bakteri TBC. Nah, kombinasi obat dan propolis mematikan bakteri TBC sekaligus  mengurangi kerusakan paru-paru akibat serangan bakteri. “Propolis sangat bagus untuk meningkatkan sistem imun. Selain itu saya duga memiliki kemampuan antikanker,” tutur Eko.

Kanker

Dugaan Eko tidak meleset. Berdasar riset yang dilakukan di laboratorium Pengujian dan Penelitian Terpadu (LPT) UGM, produk propolis yang diteliti dapat menghambat sel kanker HeLa (sel kanker serviks), Siha (sel kanker uterus), serta T47D dan MCF7 (sel kanker payudara) dengan nilai IC50 berkisar 20 - 41 µg/ml. Artinya, propolis dosis 20 - 41 µg/ml dapat menghambat aktivitas 50% sel kanker dalam kultur.

Itu sejalan dengan penelitian dr Woro Pratiwi MKes SpPD, dari Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (FK UGM). Propolis yang diberikan selama 1 bulan memiliki efek antikanker dalam organisme hidup. Itu ditunjukkan dengan menurunnya jumlah nodul atau tonjolan tumor dan menurunnya aktivitas proliferasi - penggandaan - sel tumor kelenjar payudara pada mencit. Namun, efeknya masih lebih rendah dibanding pada mencit yang diberi obat kanker standar, doksorubisin. “Sehingga, perlu dikaji penggunaan propolis dengan obat antikanker terstandar untuk memberikan efek terapi optimal dan efek samping minimal,” ujar Woro.

Polifenol dan flavonoid, sebagian senyawa yang terkandung dalam propolis, kemungkinan berperan menghambat proliferasi sel kanker. Menurut Dr Edy Meiyanto dari Fakultas Farmasi UGM, flavonoid biasanya mempunyai struktur khas yang mampu menghambat protein kinase yang digunakan untuk proliferasi sel. Jika protein kinase ini dihambat, proses fisiologi sel pun terhambat sehingga sel melakukan apoptosis alias membuat program bunuh diri.

“Senyawa golongan flavonoid dan polifenol yang ada dalam propolis juga memiliki efek antioksidan dan antitrombositopenia,” kata Prof Dr Mustofa MKes Apt dari Bagian Farmakologi & Toksikologi FK UGM. Penelitian tim FK UGM menunjukkan sediaan propolis yang diuji mampu mencegah penurunan trombosit pada mencit yang diinfeksi Plasmodium berghei - salah satu parasit penyebab malaria pada mamalia selain manusia. Dosis optimal 5 ml/kg bobot badan juga mampu meningkatkan jumlah eritrosit hingga 37% setelah 8 hari pemberian.


Aman

Khasiat lain propolis yang sudah dibuktikan lewat riset yaitu efek antimikrobanya. Uji yang dilakukan Eko pada 2007 menunjukkan propolis mampu membunuh 26 isolat bakteri Staphylococcus aureus penyebab infeksi pada kulit dan saluran pernapasan serta Escherichia coli penginfeksi saluran pencernaan. Propolis dosis 10% dan 20% mampu membunuh seluruh sampel kedua jenis bakteri.

Penelitian serupa oleh Dr Jessie Pamudji di Sekolah Farmasi, Institut Teknologi Bandung membuktikan efek antibakteri propolis terhadap S. aureus dan Propionibacterium acnes - biang jerawat. “Itu karena propolis mengandung senyawa yang bersifat antimikroba yaitu flavon pinocembrin, flavonol galangin, dan asam kafeat,” ujar Jessie.

Yang terpenting, riset membuktikan propolis aman meski dikonsumsi dalam jangka panjang. Menurut Dra Mulyati Sarto, MSi dari LPT UGM, toksisitas propolis sangat rendah. “Mencit yang diberi propolis tiap hari selama 1 bulan dengan dosis normal, fungsi dan kondisi organ tubuhnya tetap bagus, tidak bermasalah,” ujarnya.

Dosis normal yang dimaksud setara 1 sendok makan propolis dilarutkan dalam 50 ml air untuk konsumsi manusia. Propolis baru menyebabkan kematian separuh jumlah hewan uji pada dosis di atas 10.000 mg/kg bobot badan. Jika dikonversikan ke orang berbobot 60 kg, dosis itu setara konsumsi 0,6 kg propolis setiap hari. Artinya, keampuhan dan keamanan propolis telah terbukti. (Tri Susanti/Peliput: Faiz Yajri, Nesia Artdiyasa & Rosy Nur Apriyanti)

[Source: www.trubus-online.co.id]

Rahasia dalam Sebuah Sarang

diposkan pada tanggal 22 Feb 2011 08.22 oleh Ilyas Idris   [ diperbarui22 Feb 2011 08.54 ]

Kitab Suci Al Quran dalam Surat An Nahl 16: 68 - 69 (An Nahl berarti lebah, red) menyebut madu sebagai obat yang menyembuhkan manusia. Cendekiawan muslim, Harun Yahya, menerjemahkan ayat itu lewat penelitian yang dilakukannya. Yahya pun menuliskan dalam bukunya. Lebah tak hanya menghasilkan madu, pun getah yang punya nama beken: propolis.

Ratna Thapa PhD dari School of Science Mae Fah Lung University, Chiang Rai, Thailand, menyebut dalam presentasi pada acara pertemuan Asian Apiculture Association dan International Apitherapy and Bee Products Association di Chiang Rai pada 11 - 14 November 2009, setidaknya terdapat 8 produk komersial asal lebah. Yaitu madu, nambur madu, racun lebah alias sengat lebah, lilin, propolis, royal jelly, polen, dan bee bread - campuran madu dan polen.

Ir Hotnida CH Siregar MSi dari Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor menambahkan jasa sewa lebah madu untuk polinasi tanaman sebagai salah satu produk komersial lebah. Itu yang banyak digunakan pekebun di Amerika Serikat untuk meningkatkan produksi tanaman berbuah. “Di Indonesia produk lebah yang banyak dikembangkan baru sebatas madu,” tutur Hotnida.

Penyambung nyawa

Propolis, misalnya, dihasilkan lebah sebagai pembalsam benda asing yang masuk ke dalam sarang sekaligus dipakai untuk menambal retakan pada sarang. Pada sarang lebah ternak, propolis kerap ditemukan di kayu penutup sarang. Warnanya kehitaman. Karena itu oleh peternak kerap dianggap sebagai kotoran dan dibuang. Padahal riset di Jepang sejak 1990-an menunjukkan propolis sebagai panasea baru.

Propolis merupakan campuran getah tanaman seperti pinus dan akasia plus cairan khusus yang dikeluarkan lebah. Menurut Ir H Bambang Soekartiko, ketua Asosiasi Perlebahan Indonesia, kualitas propolis antara lain tergantung pada sumber tanaman penghasil getah. “Sumber tanaman penghasil propolis di daerah subtropis, seperti Rusia, Inggris, Jepang, Amerika Serikat, Argentina, dan Australia adalah poplar Populus sp,” ujar Bambang. Sementara green propolis asal Brasil didapat dari getah tanaman Baccharis dracunculifolia. Red propolis bersumber dari tanaman Dalbergia sp.

Tanaman-tanaman itu memiliki kandungan bioflavonoid tinggi. Flavonoid berperan sebagai antioksidan. Riset juga menunjukkan propolis bersifat antibakteri, anticendawan, dan antivirus. Pantas banyak penyakit bisa disembuhkan dengan konsumsi propolis. Sebut saja diabetes mellitus, stroke, hepatitis, kanker, hipertensi, tuberkulosis, batu ginjal, dan HIV/AIDS. Jika lebah sekadar memanfaatkan getah itu untuk menambal sarang dan balsam, maka bagi manusia propolis adalah penyambung nyawa. (Evy Syariefa/Peliput: Rosy Nur Apriyanti) [Source: www.trubus-online.co.id]

Menurut Saya...

diposkan pada tanggal 9 Feb 2011 23.32 oleh Ilyas Idris   [ diperbarui18 Feb 2011 09.22 ]

Banyak orang yang menawarkan peluang bisnis MLM kepada saya, dan sama banyaknya pula yang saya tolak setelah mencari tahu lebih jauh. Jujur saya tergolong tipe yang kurang suka dengan bisnis MLM, karena saya sudah trauma mencobanya. Kenapa? Ribet, bertele-tele, harus belanja tiap bulan untuk tutup poin, daftar ulang tiap tahun, bonus lama cairnya paling cepet ada yang mingguan tapi rata-rata bulanan, produk banyak macamnya, stokiest kurang terjangkau, dll. Dan setiap yang ditawarkan pada saya hampir semua seperti itu, dan bisa saya katakan sistemnya tidak atau kurang fair.

Saat seorang teman menawarkan Melia Nature, nyaris saja yang satu ini saya tolak mentah-mentah, karena saya berkesimpulan semua MLM sama saja. Tapi karena saya sebelumnya sudah pernah dengar reputasi yang baik tentang salah satu produknya, akhirnya saya coba iseng-iseng mencari tahu lebih jauh.

“Haaah… cuma 2 saja produknya…??? Sekecil-kecil itu…???” Itu yang pertama-tama membuat saya mulai tertarik dan penasaran mencari tahu. Mulai dari manfaat kedua produk mereka untuk melihat potensi pemasarannya, sistem jaringan binary yang sederhana, potensi bonus dan sistem pembayarannya yang harian, tidak ada tutup poin, membership selamanya, plus sistem on-line untuk memantau perkembangan bonus dan jaringan via internet. Sampai akhirnya mengambil keputusan… Okeeh saya ikut…!!!

Selanjutnya, setelah resmi bergabung saya mulai mempelajari lebih dalam lagi, dimulai dari “barang dagangannya”. Ternyata memang luar biasa manfaatnya, sudah begitu banyak member maupun yang non-member membuktikan khasiatnya untuk penyembuhan aneka penyakit, termasuk saya sendiri yang langsung mengkonsumsi setelah menerima paket produknya karena saat itu saya sedang batuk flu. Ditambah lagi bila kita menjual lagi produk-produknya sesuai harga konsumen, kita bisa memperoleh keuntungan lebih dari 30%.

Kemudian, bonus-bonus yang nantinya akan saya peroleh. Saya pikir besar sekali potensi bonusnya, dan sangat realistis. Mulai dari bonus Sponsor yang Rp. 100.000 per unit recruitment, lalu bonus Leadership yang potensinya mencapai Rp. 850.000 per-hari, dan kedua bonus tersebut dibayarkan harian. Lalu ada lagi yang bulanan, yaitu bonus Unilevel yang dihitung dari jumlah Automaintain Pembelanjaan Ulang Otomatis di jaringan kita, dimana potensinya jauh lebih besar lagi yaitu mencapai 86 Juta Rupiah per-bulan. Dan masih ada lagi, yaitu kita memperoleh produk dari Automaintain kita sendiri maksimal senilai Rp. 750.000,-. Wooow… menurut saya memang beda MLM yang satu ini, tidak kenal istilah belanja lagi untuk tutup poin untuk mencairkan bonus, tapi malah bonus diterima terlebih dahulu karena dibayar harian dan di akhir bulan bisa memperoleh produk mereka yang luar biasa secara cuma-cuma. [ilyas - site owner]

Kista

diposkan pada tanggal 9 Feb 2011 23.31 oleh Ilyas Idris

“Saya menderita kista selama kurang lebih 7 tahun dan selama itu mengkonsumsi berbagai macam obat dokter yang cukup mahal. Jika saya tidak mengkonsumsi obat tersebut, perut saya menjadi mules seperti ditusuk tusuk jarum. Kemudian saya mencoba mengkonsumsi propolis, malam sebelum tidur saya minum sebanyak 7 tetes. Jam 2 Pagi saya terbangun karna mengalami pendarahan, keluar semacam gumpalan Jelly sebesar hati ayam. Saya langsung bergegas melakukan pemeriksaan ke dokter kandungan. Saya sangat terkejut dari hasil pemeriksaan dokter yang mengatakan bahwa dalam rahim saya kini 90 % adalah darah dan masih banyak gumpalan kista yang akan keluar. Terimakasih DuniaPropolis kini saya kembali memiliki harapan untuk memperoleh anak lagi.”
– Arhami Arsyad–(ASM Manulife -Makassar)

Sinusitis

diposkan pada tanggal 9 Feb 2011 23.30 oleh Ilyas Idris


“Saya menderita sinus menahun yang cukup menggangu sehingga hampir setiap hari di kala bangun pagi atau melakukan aktifitas saya selalu bersin dan apabila cukup parah terkadang mata saya menjadi bengkak dan berair.kemudian secara tak sengaja saya browsing internet dan menemukan duniapropolis.com, Saya memesan 1 paket dulu untuk coba coba. Belum habis 1 botol saya sudah merasakan perubahan yang cukup signifikan. Kini setiap memberi training ke daerah Propolis menjadi barang yang wajib saya bawa. Dan karnanya Kini saya tidak perlu lagi ke dokter spesialis yang menghabiskan jutaan Rupiah “
–Kamaruddin Hadi–(Engineering’s Consultan- Balikpapan)

Stroke

diposkan pada tanggal 9 Feb 2011 23.28 oleh Ilyas Idris   [ diperbarui10 Feb 2011 00.16 ]

Pak Adang dan Bu Arum (isteri) bergabung menjadi member Melia Nature Indonesia, dengan meminjam satu paket propolis. Pak Adang bergabung pada hari Kamis, 21 Feburari 2008. Dengan modal produk pinjaman itu bersama Isterinya langsung memasarkan eceran. “Pasien” pertama yang diberi adalah uwaknya sendiri, Ibu Marsi yang menderita stroke berat. Tidak bisa berjalan dan tidak bisa bicara.



Ibu Marsi mengonsumsinya dengan teratur 3 kali sehari 5 tetes, sesuai petunjuk di brosur. Setelah mengonsumsi 4 hari, berarti baru 60 tetes (setengah botol), telah menunjukkan kesembuhan yang menakjubkan. Ibu Marsi sekarang sudah bisa berjalan dan berbicara jelas. Suatu penyembuhan yang sangat cepat dan murah untuk penderita stroke. Selain sembuh dari ‘kelumpuhan’ dan ‘kebisuan’ Ibu Marsi juga mengalami peningkatan nafsu makan. Hasilnya, Ibu Marsi semakin terlihat cerah dan segar.


Selain kepada Ibu Marsi - uwaknya - Ibu Arum juga menawarkan kepada tetangganya yang penderitaan Stroke-nya lebih parah. Beliau adalah Ibu Etih. Ibu Etih, selain tidak bisa bicara, kelumpuhannya lebih parah dibanding Ibu Marsi… Maka selain diberi Propolis, Ibu Etih dianjurkan untuk mengonsumsi Biyang Spray… Hasilnya juga luar biasa. Dalam 3 hari mengunsumsi kedua produk PT MNI itu, sekarang Ibu Etih sudah merasa semakin “lemas” pipinya, meskipun suaranya belum pulih, beliau sudah merasa sangat senang. Ketika kami menengoknya, berkali-kali beliau menepuk-nepuk pipinya dan “mulut” seakan mengucap “hatur nuhun Bu… hatur nuhum“. Nafsu makan Ibu Etih juga meningkat tajam, sehari makan 4 kali. Lekas bertambah baik, Ya Bu Etih.. Bu Marsi…. dan selamat serta sukses kepada Pak Adang dan Bu Arum… bahagia rasanya dapat menyaksikan orang lain sembuh atau berkurang penderitaannya dari penyakit.

1-8 of 8