Halaman 3

Bukan sulap bukan sihir. Bagaimana ujian kemarin?? Kesaksian dari orang-orang yang membeli ringkasan ini via SMS sebagai berikut : 1. Alhamdulillah, modulx membantu sekali. 2. Lumayan, banyak yang keluar kok dari ringkasan. 3. Lumayan, ada yang lupa sih dikit-dikit, tapi karena multiplechoice, jadi masih bisa dikerjain. 4. Alhamdulillah, yang bisa ya bisa, yang gak bisa dibisa-in. Ntar disangka soal bocor kalau bisa semua. 5. dll banyak lagi. TESTIMONI ASLI bukan karangan. Segera bergabung sebelum ketinggalan.
Ada 29 macam MATERI KULIAH. Sudah dijilid dan diberi daftar isi + pengantar. Untuk kamus juga bisa. Semua cuma seratus lima puluh lembar (300 halaman). Harganya  300 ribu aja. Transfer ke :

> DARSO WIDODO
> BANK MANDIRI NO.REK : 119.000.422.9249
Kirim alamat pos untuk kirim bukunya.HUBUNGI : 0813 867 69910 ATAU email : darsowidodo@gmail.com***** BILA MEMBELI AKAN MENDAPAT AKSES JUGA VIA INTERNET TANPA BATAS DAN TANPA GANGGUAN *******Ingin pasang FOTO KENANGAN/PROFIL atau gambar lain untuk dilihat Alumni UT dan adik-adik kelas/angkatan??? (Hub. Darso : 081386769910)



PASAR MONOPOLISTIC

Keseimbangan pasar monopolistis pertama kali dikembangkan tahun 1930an oleh E Chamberlin dan Joan Robinson. Asumsi dasar :

  • ciri pasar monopolistis
  • antara produk kemampuan mengganti (substitusi) besar
  • kurva permintaan dan kurva biaya produksi dianggap sama untuk se-mua produsen dalam satu kelompok
  • berarti tidak mungkin ada satu kelompok memproduksi yang sama dengan biaya produksi beda
  • bila kurva biaya penjualan berbentuk "U", mampu menggeser kurva permintaan dan mengurangi elastisitasnya
  • kurva permintaan dipengaruhi style produk, service, dan advertensi
  • ada perbedaan produk dalam arti sebenarnya, dan arti semu (kemasan dsb), akibatnya produsen menentukan harga jual (price maker). Tetapi dihalangi oleh saingan dalam tingkat harga
  • kurva permintaan = kurva rencana penjualan, diasumsikan tidak mempengaruhi pesaing terhadap perubahan tingkat harga.

Tiga jenis keseimbangan : (1)jangka pendek : menerima profit murni, mendorong produsen lain masuk pasar (2)keadaan optimum/normal profit : kurva permintaan bersinggungan dengan kurva AC. Maka kurva permintaan disebut kurva penjualan aktual/kurva pembagian pasar,  (3)gabungan 1, 2 dan keseimbangan tercapai dengan kompetisi harga. Kompetisi harga membuat perusahaan lemah keluar dari pasar dan yang besar semakin besar bagian pasarnya.

Pasar duopoli model Cournot, tahun 1938, ditemukan pertama kali. Asumsi-asumsinya :

  1. barang duopoli identik biaya produksi strukturnya sama
  2. tiap perusahaan tidak menggunakan pengalaman dalam mengantisipasi saingannya
  3. kedua produsen sebenarnya saling bergantung (interdependen) dan selalu gagal menebak reaksi pesaing dalam jumlah produksi sehingga tercipta gabungan output ⅔ (⅓ masing-masing) dari seluruh permintaan pasar
  4. bila bergabung dapat mencapai profit maksimum dengan gabungan output ½ (¼ masing-masing)
  5. rumus gabungan =  1 / (n + 1) dan n = jumlah produsen
  6. bisa juga dengan analisa : kurva isoprofit (berbentuk cekung) perusahaan A menggambarkan reaksi perusahaan A dengan aksi jumlah output perusahaan B dengan tujuan tingkat profit tertentu (analisa kurva indiferen stakelberg)
  7. atau analisa : kurva reaksi A menunjukkan tingkat output dengan profit maksimal A, saat B pada tingkat output tertentu (linier). Kurva reaksi juga adalah garis yang menghubungkan titik-titik isoprofit (indiferen) yang maksimum.
  8. Keseimbangan Cournot adalah titik potong kurva reaksi A dan B. Sehingga pasar/industri tidak ada keuntungan sama sekali.
  9. adanya kurva kontrak Edgeworth (gabungan titik-titik singgung kurva isoprofit A dan B) selalu di bawah titik keseimbangan Cournot yang maksimum. Maka, ada keuntungan industri.

Keseimbangan Cournot :

v      Δ π1   = (π1)' =  0

    ΔQ1

v      MR  =  Δ TR  =   P +   Q  Δ P

                    ΔQ                      ΔQ

v      Δ² πi   <  0

         ΔQi²

v      Δ² πi   =   Δ² TRi     Δ² TCi   

         ΔQi²          ΔQi²           ΔQi²

v      Δ² TRi   <   Δ² TCi   

          ΔQi²            ΔQi²

Pasar duopoli model Bertrand, tahun 1983. Asumsi sama dengan Cournot, yaitu : tiap perusahaan tidak menggunakan pengalaman dalam mengantisipasi saingannya, dengan menganggap saingan tetap mempertahankan harga jual. Bedanya :

v      isoprofitnya bentuk cembung

v      kurva kontrak edgeworth-nya terletak di atas titik E

v      memaksimumkan profit (kebalikan Cournot) adalah mengambil harga di kurva kontrak Edgeworth-nya.

    GAMBARNYA GAK BISA TAMPIL ...
   

  B                              kurva reaksi A

                              

                                  kurva reaksi B 

  Pb           E               

       B1              

 

 

                                     

        A1       Pa                   A


E  = keseimbangan stabil Bertrand/Cournot (disebut Model duopoli klasik). Saat produsen A memutuskan harga di A1 (singgung kurva B), produsen B akan mengambil harga B1 dst hingga di E. Lebih besar dari titik E, maka aksi produsen A dan B adalah menurunkan harga.

Pasar oligopoli model Chumberlin : keseimbangan pasar terjadi bila ditetapkan satu harga kesepakatan. Bila para produsen tidak sadar ketergantungannya akan terjadi keseimbangan Cournot. Bila para produsen menganggap saingannya mempertahankan tingkat output dan harga akan terjadi keseimbangan Bertrand. Bila para produsen sadar saling ketergantungan akan terjadi keseimbangan "ala monopoli" (output dibagi sama besar) dan tanpa penggabungan cukup dari "pengalaman".

Kurva permintaan patah Sweezy (The Kinked), tahun 1939. Bila produsen oligopoli menurunkan harga jual maka ia mengharap saingannya mengikuti menurunkan harga jual. Tetapi, bila menaikkan harga mengharap tidak diikuti. Sehingga terjadi "hilangnya sebagian konsumen" ke produk lain (karena harga naik). Maka, kurva permintaan "patah" akibat hilang konsumen. Akibatnya kurva MR juga patah. Posisi keseimbangan tidak didefinisikan oleh titik potong kurva MC dan MR yang patah. Tetapi, naiknya biaya produksi tetap mendorong produsen menaikkan harga, meskipun kurva MC memotong kurva MR pada bagian yang tidak sambung. Analisa ini untuk oligopoli yang persaingannya kuat. Tetapi tidak dapat menjelaskan dimana titik patahan hanya menjelaskan kecenderungan harga-harga tetap.

Pasar duopoli model Stakelberg : pengembangan model Cournot, tahun 1952. Ada produsen yang lebih kuat sehingga saingannya mengekor saja sampai keseimbangan stabil terbentuk. Tetapi bila 2 produsen sama kuat stakelberg disekuilibrium, akan perang harga. Bila penggabungan terjadi harga akan berada pada kurva edgeworth Cournot (bukan Bertrand).

Teori harga output dalam oligopoli yang bergabung : banyak negara melarang penggabungan dengan alasan menyebabkan perilaku monopoli cenderung merugikan konsumen. Dua jenis penggabungan W Fellner :

1.       Kartel

2.       price leadership

Kartel : para produsen monopoli dengan (a)tahu berapa tingkat harga seharusnya (b)struktur biaya identik dan garis demand sama. Kartel dengan tujuan memaksimumkan profit produsen = penggabungan langsung secara rahasia/tidak, syaratnya oligopoli murni yaitu barang dapat saling mengganti. Produsen dengan struktur biaya rendah akan memproduksi output dengan jumlah lebih banyak.

Syarat kartel sama dengan monopoli :

v      π  =   π1  +  π2

v      π  = TR1 + TR2– TC1– TC2  =  TR – TC1– TC2

v     MR = MC1 = MC2

v      Δ² πi   <  0

         ΔQi²

Hambatan kartel : salah perkiraan per-mintaan pasar karena kurva demand pasar elastisitasnya < kurva demand sendiri, kejadiannya :

  • jumlah kurva MC para produsen tidak persis kurva MC pasar. Karena tiap perusahaan melaporkan ke kartel strukur biaya yang lebih rendah agar mendapat jatah output yang besar.
  • proses gabung lamban sehingga kurva-kurva telah berubah saat mulai kartel
  • kekakuan harga
  • kartel sembunyi-sembunyi, takut Pemerintah.

Kartel dengan tujuan membagi pasar = lebih banyak dijumpai. Pasar dibagi dengan : (a)tingkat harga, (b)kuota (c)daerah/wilayah. Kebebasan tetap ada dalam : bentuk produk, kegiatan promosi dll. Kasus kartel : (1)anggota kartel yang lemah bersedia menjual dengan tingkat harga tertentu atau lebih rendah. Disebut penggabungan tidak stabil karena produsen dengan struktur biaya lebih rendah akan mendorong produsen lain keluar pasar. (2)produsen dengan struktur biaya sama akan membagi pasar sama besar. Struktur biaya lain dengan kuota dan negosiasi. Untuk menghalangi pesaing baru, tingkat harga ditetapkan tidak terlalu tinggi dan perang harga dengan produsen baru.

Price Leadership : banyak terjadi produsen terkuat menentukan harga. Kuat sebab : (a)struktur biaya terendah. Rumus :  TC1 < TC2, (b)dominasi produsen besar dengan menghitung semua kurva penawaran dan mengambil sisa demand yang tidak ter"cover". Rumus : Q = D – S, (c)barometris : semua perusahaan sepakat ikut 1 produsen karena dianggap lebih mengenal pasar dan reputasi baik. Rumus :

k1 = Q1/Q,     k2 = Q2/Q

Q  = Q1+Q2,    k1 + k2  = 1

 

BIAYA INPUT

Dalam teori ekonomi input : PENJUAL INPUT ADALAH KONSUMEN. Sumbu horizontal teori input adalah jumlah input variabel (Qx).

Bila persaingan sempurna (pps) :

1)      MRPx = ΔTR /Δx (turunan I)

2)      MRa  = ΔTR / Δa  = Pa

3)      MPx  = ΔTP /Δx  =  ΔQa /Δx

4)      Px = ARCx = MRCx

Satu input variable :

MRPx  = MPx *MRa = MPx *Pa

MRPx : marginal revenue produksi input X

MPx : marjinal produksi input x

MRa : marjinal revenue output a

Pa : harga output a per unit

MRCx : marjinal resource cost X

Keseimbangan input :

Qa  =  f(x)

Qa : jumlah output a

x : input variabel

v      Δ π   =  0

    Δ x

v      Px  =  Pa  MPx

v      MRPx  =  MRCx  (maks profit)

Dua input variabel/lebih : ada efek output, efek substitusi, efek MRC dll. Dengan prinsip = pps.

Bila output persaingan tidak sempurna (non-pps), input pps

Persaingan tidak sempurna = monopoli, duopoli, monopolistis, monopsonistis dsb.

Satu input variabel : bentuk kurva MRP miring dari kiri atas ke kanan bawah. Untuk pasar non-pps lebih tegak daripada MRP pps. Lebih inelastis. Untuk menentukan tingkat penggunaan input variabel X optimal, perlu diperhatikan juga bentuk kurva penawaran input X yang ada di pasar. Berarti kurva S input = MRCx. Dan kurva MRPx = kurva permintaan input x.

Dua input variabel/lebih : ada efek output, efek substitusi, efek MRC dll. Dengan prinsip = pps.

Bila output dan input pada persaingan tidak sempurna (non-pps)  :

Pasar persaingan monopsonistis : pasar input dengan banyak pembeli/produsen, meskipun antara pembeli tidak heterogen dan ada saling ketergantungan (satu industri).

Satu input variable :

    GAMBAR TAK BISA TAMPIL ...
   
    
  P                                  MRCx

                               

                   E               ARCx

                       

                                 

                          P1

                                     MRPx                                      

                        X1                     X

Tingkat harga input keseimbangan didapat dengan menarik garis vertikal dari titik E (keseimbangan) sampai berpotong dengan kurva ARCx yaitu supply. Syarat memaksimumkan profit :

MRPx1   =  MRPx2  =  MPRxn

MRCx1       MRCx2     MRCxn

Dua input variabel : Input dikombinasi agar biaya minimum. Dalam pps :

MPx1MPx2 =   MPxn

  Px1       Px2        Pxn

Dalam non-pps :

MPx1..   =    MPx2…   =    MPxn…

MRCx1         MRCx2          MRCxn

Bila :     MPx1..   >   MPx2..

            MRCx1        MRCx2

dapat melakukan substitusi x1 untuk x2 dengan menambah input x1 sehingga memperbesar output dengan biaya sama, atau menekan biaya untuk menghasilkan jumlah output sama. Syarat untuk maksimum profit :

MRPx1 =MRPx2 = MPRxn  =  1

MRCx1   MRCx2    MRCxn

 

 

------- Selesai -------

Soal-Jawab

Comments