Halaman 2

Bukan sulap bukan sihir. Bagaimana ujian kemarin?? Kesaksian dari orang-orang yang membeli ringkasan ini via SMS sebagai berikut :
1. Alhamdulillah, modulx membantu sekali. 2. Lumayan, banyak yang keluar kok dari ringkasan. 3. Lumayan, ada yang lupa sih dikit-dikit, tapi karena multiplechoice, jadi masih bisa dikerjain. 4. Alhamdulillah, yang bisa ya bisa, yang gak bisa dibisa-in. Ntar disangka soal bocor kalau bisa semua. 5. dll banyak lagi. TESTIMONI ASLI bukan karangan. Segera bergabung sebelum ketinggalan.
Ada 29 macam MATERI KULIAH. Sudah dijilid dan diberi daftar isi + pengantar. Untuk kamus juga bisa. Semua cuma seratus lima puluh lembar (300 halaman). Harganya  300 ribu aja. Transfer ke :

> DARSO WIDODO
> BANK MANDIRI NO.REK : 119.000.422.9249
Kirim alamat pos untuk kirim bukunya. HUBUNGI : 0813 867 69910 ATAU email : darsowidodo@gmail.com ***** BILA MEMBELI AKAN MENDAPAT AKSES JUGA VIA INTERNET TANPA BATAS DAN TANPA GANGGUAN ******* Ingin pasang FOTO KENANGAN/PROFIL atau gambar lain untuk dilihat Alumni UT dan adik-adik kelas/angkatan??? (Hub. Darso : 081386769910)


TEORI PRODUKSI

Adalah hubungan spesifik antara output dan input dalam proses produksi. Produksi, pengertian umum = aktivitas menciptakan barang/jasa. Teori produksi terdiri dari analisis pengusaha/wiraswasta dalam tingkat teknologi tertentu mengkombinasi input untuk menghasilkan produk seefisien mungkin. Asumsi kesederhanaan dalam teori produksi :

1.       hanya satu input variabel, misalnya tenaga kerja

2.       hanya satu input tetap, misalnya tanah

3.       input dapat dikombinasi.

Fungsi produksi adalah skedul yang menggambarkan jumlah output yang dapat dihasilkan (sumbu tegak) dari satu set input (horizontal).

Produksi rata-rata (RQ) : jumlah produksi per jumlah input variabel yang digunakan (input-output rasio).

Produksi marjinal (MQ) : tambahan jumlah produksi yang disebabkan tambahan 1 (satu) input variabel.

MQ > RQ, saat kenaikan RQ

MQ = RQ, bila RQ maksimum

MQ < RQ, saat RQ menurun.

The law of diminishing return : bila input variabel ditambah terus, pada titik tertentu MQ akan semakin kecil.

Isoquant : kurva kombinasi input (K = vertikal dan L = horizontal) yang menghasilkan output sama besar (seperti indiferen pada teori konsumsi).

Marjinal Rate of teknik substitution (MTRS) : mengukur jumlah input K yang harus dikorbankan per unit input L yang ditambah untuk mempertahankan tingkat output yang sama.

MTRS(KL) = (–)K/L= (–)dK/ dL

Monopsonist = pembeli di pasar hanya satu/tunggal. Oligopsoni = ada beberapa pembeli.

C  = rK + wL

C : biaya produksi

K : kapital

L : labour

r : harga/marjinal kapital = bunga

w: harga/marjinal labour = upah

Isocost : kombinasi input yang dapat dibeli dengan tingkat pengeluaran tertentu (sama dengan budget line). KOMBINASI INPUT OPTIMAL adalah titik singgung isoquant dengan isocost atau titik MTRS (L/K) = w/r. Isocline : garis perluasan produksi/extension path = kurva yang menghubungkan titik-titik pada semua tingkat MTRS yang sama. Isocline yang umum bukan garis lurus (belok-belok). Isocline lurus/linear berlaku untuk fungsi produksi homogenous berderajat satu, yaitu constant return to scale : apabila semua input ditambah dengan proporsi sama, maka output juga bertambah dengan proporsi itu. Increasing return to scale : fungsi berderajat lebih dari satu = apabila semua input ditambah dengan proporsi sama, maka output bertambah dengan proporsi lebih besar. Decreasing return to scale : fungsi produksi berderajat kurang dari satu.

Elastisitas pengeluaran input L adalah perubahan proporsi input L dibagi perubahan proporsi input K (EL)  :

(EL)  =  dL / L  =   dL.    K.

           dK/ K        dK     L

(EL) < 0 adalah  : sifat input inferior

(EL) : 0 s.d 1 : input normal,

(EL) > 1 : input superior.

Efek substitusi dan Efek output : perubahan input labour yang khusus disebabkan kenaikan harga labour (misalnya : upah naik), maka posisinya diganti oleh tambahan kapital sehingga tingkat output yang dihasilkan tetap. Perbedaan penting : teori perilaku konsumen menjelaskan keseimbangan, teori perilaku produsen hanya mencari cara mencapai biaya terkecil.

 

BIAYA PRODUKSI

Besarnya biaya produksi ditentukan : 1)kondisi fisik proses produksi  2)harga input  3)efisiensi kerja.

Opportunity cost : biaya alternatif untuk memproduksi satu unit barang X adalah jumlah produksi barang Y yang dikorbankan, termasuk biaya sosial untuk memproduksi X.

Private cost : biaya pribadi (selain biaya sosial) adalah pengeluaran khusus untuk penggunaan input dalam proses produksi.

Biaya eksplisit : biaya pembelian faktor produksi dari pihak luar.

Biaya implisit : biaya alternatif penggunaan faktor produksi yang dimiliki sendiri. Sering dianggap biaya yang tetap jumlahnya dalam jangka pendek.

Proses produksi jangka pendek : suatu jangka waktu proses saat ada satu/lebih input produksi yang tidak dapat ditambah/dikurangi jumlahnya. Dalam jangka panjang semua input dapat diubah jumlahnya. Makin pendek kurun waktu, semakin mahal biaya memproduksi output sejumlah tertentu. Pembelian input tetap termasuk biaya tetap jangka pendek.

Total biaya tetap (TFC) : semua biaya tetap eksplisit/implisit.

Total biaya variabel (TVC) :  semua biaya input variabel.

Total biaya (TC) : TFC + TVC.

Planning horizon : istilah perencanaan jangka panjang bila kombinasi input optimal tercapai.

Biaya tetap rata-rata (AFC) : TFC  per output (= TFC/Q). Biaya variabel rata-rata (AVC) = TVC/Q

Produksi rata-rata (AP) = output dibagi input variable (Q / V).

Produksi Marginal (MP) = (ΔQ/ΔV). Biaya total rata-rata (ATC) :

TC /Q  =  AFC + AVC

Biaya Marginal (MC) : ΔTC/ΔQ, karena ΔTFC = 0 maka :

MC = ΔTC/ΔQ = ΔTVC/ΔQ

Skala produksi didasarkan pertimbangan besarnya biaya rata-rata (ATC).

Kurva biaya rata-rata jangka panjang (LAC) : bisa disebut perencanaan jangka panjang adalah yang menghubungkan titik-titik biaya rata-rata minimum (kurva AC) pada berbagai tingkat output.

Kurva biaya marjinal jangka panjang (LMC) : yang menghubungkan titik-titik tambahan biaya minimum (kurva MC) pada berbagai tingkat output.

Bentuk kurva : kurva biaya rata-rata jangka pendek (SAC) berbentuk U adanya law of diminishing return. Kurva LAC bentuk U karena return to scale (economic/dis-economic of scale), yaitu perubahan output yang disebabkan per-ubahan input dalam proporsi sama.

Economic of scale : kondisi skala produksi saat lereng kurva LAC menurun. Sebab menurunnya LAC :

1)      dengan spesialisasi dan pembagian kerja Adam Smith (tambah labour)

2)      menurunkan biaya per unit (dengan teknologi/mesin)

3)      lereng LAC yang selalu turun dapat terjadi pada perusahaan dengan natural monopoli.

Disekonomi of scale : kondisi lereng kurva LAC menaik. Umumnya disebabkan naiknya harga input. Terjadi pada tingkat output (produksi) relatif kecil sebab pada tingkat produksi tinggi ada law of diminishing.

Kenaikan harga input  menyebabkan :

1)lereng LAC dan LMC menaik

2)lereng LMC turun bila input termasuk barang inferior.

 

EQUILIBRIUM PASAR PERSAINGAN SEMPURNA

Dalam teori ekonomi mikro, pasar persaingan sempurna artinya : tidak ada rivalry/persaingan pribadi.

Kurva MC adalah kurva supply produk. Kurva MR atau AR.= kurva permintaan.

Ciri pasar persaingan sempurna :

1.       penjual-pembeli banyak

2.       barang homogen

3.       produsen bebas keluar-masuk pasar

4.       faktor produksi bebas bergerak

5.       pembeli-penjual memiliki informasi lengkap tentang pasar.

Titik keseimbangan jangka pendek perusahaan didapat dengan cara :

  • penerimaan total dikurangi pengeluaran total :

π  = TR – TC

π  = 0  jika : MC = MR = P

  • penerimaan marjinal dikurangi biaya marjinal.

1)MR = MC (necessity condition)

2)kurva MC memotong kurva MR dari bawah (sufficient condition). Berkaitan dengan bentuk "U"

  • tingkat produksi dan harga produk minimal : perpotongan SMC dengan SAVC, yaitu harus menutup biaya variabel.
  • f(MC) = f ' (TC) : fungsi MC = turunan pertama dari fungsi TC.

Titik keseimbangan jangka panjang  : produsen hanya mungkin menerima pendapatan sekedar keuntungan normal (normal profit), TR = TC. Sebab seandainya dicari excess profit maka banyak perusahaan masuk pasar sehingga supply naik dst.

Syarat keseimbangan produsen :

§         LMC = LATC = P

§         SMC = LMC = SAC = P = MR

Syarat keseimbangan pasar :

§         LMC = SMC = P = MR

§         LAC = SAC = P  (pasar dalam kondisi normal profit)

Asumsi keseimbangan jangka panjang :

a.       output diproduksi di tingkat biaya produksi minimum

b.       konsumen membeli di tingkat harga minimum (P = MC)

c.       skala produksi penuh tidak ada disekonomi (pemborosan).

d.       semua perusahaan mendapat π normal (TR = TC).

 

PASAR MONOPOLI

Ciri pasar monopoli :

1.       hanya satu penjual

2.       output unique (closed substitute)

3.       ada halangan produsen lain untuk masuk pasar.

Sebab timbulnya pasar monopoli  :

Ø      eksklusif knowledge tentang teknik produksi

Ø      hak paten output/proses

Ø      ijin khusus pemerintah

Ø      pasar sangat kecil untuk lebih dari satu produsen (monopoli natural)

Ø      produsen dapat mengatur limit harga agar tidak ada pesaing.

Keseimbangan monopoli :

Kurva permintaan pasar = kurva permintaan produsen. Kurva MC bukan kurva supply.

Titik keseimbangan jangka pendek :

v      MC = MR

v      Slope MC > slope MR, atau kurva MC memotong kurva MR dari bawah

v      P > MR, dimungkinkan

v      tergantung elastisitas demand

v      P (maksimum) = kurva D (demand)

v      π  = TR – TC, dst

Titik keseimbangan jangka panjang :

skala produksi optimum SAC = SMC. Skala produksi yang maksimum (over utilised) cenderung mempertinggi biaya produksi, contoh : BUMN/barang publik.  Kasus-kasus di pasar monopoli :

1.       Perubahan D (demand)

Perubahan D ke kanan (permintaan bertambah) selalu menyebabkan keuntungan naik.

Pergeseran D ke kanan menyebabkan harga naik    naik).

Perubahan D ke kanan dengan intersep menyebabkan harga tetap.

Perubahan D ke kanan dan slope bergeser menyebabkan harga turun.

2.       Kenaikan biaya produksi

Kenaikan biaya tetap : titik keseimbangan jangka pendek tidak berubah sebab kurva SMC dan permintaan tetap. Titik keseimbangan jangka panjang : tetap juga, kecuali kurva SAC bergeser di atas kurva permintaan akibatnya "gulung tikar". Kenaikan biaya variabel : kurva MC bergeser ke kiri. Keseimbangan baru terjadi pada output yang lebih kecil dan harga lebih tinggi. Perubahan yang terjadi di pasar persaingan sempurna lebih tinggi sebab ΔQ & ΔP lebih tinggi. Penetapan pajak : untuk pajak lumsum dan pajak keuntungan tidak merubah titik keseimbangan. Untuk pajak penjualan berakibat kurva MC geser ke kanan atas, harga naik dan jumlah output turun.

Perbandingan pasar persaingan sempurna (pps) dengan monopoli (pm) :

  •  Tujuan perusahaan : sama yaitu memaksimumkan untung dan rasional
  •  Asumsi dasar : beda sifat, jenis produk, jumlah produsen dll
  •  Perilaku : produsen pps = price taker dengan masalah tingkat output yang akan diproduksi. Produsen pm = price maker dengan masalah : tingkat output dan tingkat harga secara simultan.
  •  Pertimbangan waktu : pps = keuntungan normal pada tingkat produksi optimal. Kurva MC = kurva penawaran. Pm = mencari keuntungan murni dengan tingkat produksi terserah produsen disesuaikan dengan demand. Tidak ada kurva penawaran.
  •  Pergeseran demand : pps = naiknya garis demand, naik harga & output jangka pendek. Jangka panjang = output naik, tapi harga bisa tetap, bisa naik (untuk biaya menaik), bisa turun (law diminishing). Dalam pm : pengaruh jangka pendek = jangka panjang.

Monopoli Bilateral : pasar dengan satu penjual – satu pembeli. Pembeli (monopsoni) dianggap sadar kedudukannya, dan memaksimumkan keuntungan dengan cara menetapkan tingkat harga beli. Tingkat harga yang terjadi tergantung keahlian tawar-menawar.

Diskriminasi harga : menjual output yang sama pada tingkat harga yang berbeda-beda dengan pembeli berbeda, tergantung preferensi pembeli, pendapatan pembeli, lokasi. Mengakibatkan kurva permintaan untuk masing-masing segmen konsumen berbeda elastisitasnya. Sering terjadi di pasar monopoli. Masalah diskriminasi harga :

  1. berapa output yang diproduksi ? Ditentukan dengan titik potong MC dengan MR (permintaan) agregat.
  2. tingkat harga masing-masing sub-pasar ? Menyamakan MC dengan MR sub-pasar. Ada 3 macam diskriminasi (Marshall Pigou) :

Diskriminasi harga derajat tiga (thirth degree) : tingkat harga diambil dari titik potong MC dengan MR sub-pasar masing-masing saja, meskipun ada yang sangat rendah/tinggi. Derajat dua : tingkat harga di tiap sub-pasar ditentukan di atas tingkat harga MR agregat dan di bawah titik MR terbesar salah satu sub-pasar secara berjenjang sehingga profit lebih besar daripada derajat tiga. Derajat satu : harga ditetapkan tanpa batasan sehingga dapat mengambil semua surplus konsumen & profit terbesar.

Syarat memaksimumkan profit (derajat tiga) :

v      π  = TR1 + TR2 – TC

v      MC = MR1 = MR2

v      Q = Q1 + Q2

Monopoli Pemerintah : biasanya pada monopoli natural. Tingkat output pada titik potong MC = MR. Tingkat harga ada 3 kemungkinan :

1.  P =  MC bukan Pm (monopoli biasa) dengan hasil profit murni relatif lebih kecil

    
    KURVA TIDAK BISA TAMPIL ....


      P

                           MC   AC

         Pm

                          P1

                                P2    

 

                                     D

                        MR           

                    Qm                        Q

2.       P = AC,  keadaan normal profit

3.       Melakukan diskriminasi harga.


Bersambung .............. Halaman 3

 

Comments