Halaman 1

Bukan sulap bukan sihir. Bagaimana ujian kemarin?? Kesaksian dari orang-orang yang membeli ringkasan ini via SMS sebagai berikut :
1. Alhamdulillah, modulx membantu sekali. 2. Lumayan, banyak yang keluar kok dari ringkasan. 3. Lumayan, ada yang lupa sih dikit-dikit, tapi karena multiplechoice, jadi masih bisa dikerjain. 4. Alhamdulillah, yang bisa ya bisa, yang gak bisa dibisa-in. Ntar disangka soal bocor kalau bisa semua. 5. dll banyak lagi. TESTIMONI ASLI bukan karangan. Segera bergabung sebelum ketinggalan.
Ada 29 macam MATERI KULIAH. Sudah dijilid dan diberi daftar isi + pengantar. Untuk kamus juga bisa. Semua cuma seratus lima puluh lembar (300 halaman). Harganya  300 ribu aja. Transfer ke :

> DARSO WIDODO
> BANK MANDIRI NO.REK : 119.000.422.9249
Kirim alamat pos untuk kirim bukunya.HUBUNGI : 0813 867 69910 ATAU email : darsowidodo@gmail.com***** BILA MEMBELI AKAN MENDAPAT AKSES JUGA VIA INTERNET TANPA BATAS DAN TANPA GANGGUAN *******Ingin pasang FOTO KENANGAN/PROFIL atau gambar lain untuk dilihat Alumni UT dan adik-adik kelas/angkatan??? (Hub. Darso : 081386769910)


SOSIOLOGI EKONOMI

INTRODUKSI

Kekuatan ekonomi tidak terlepas dari dunia sosial.


PAHAM KLASIK/NEO-KLASIK

1.      Merkantilisme Ekonomi

Abad 17-18 di Eropa disebut jaman Merkantilis. Abad 19 ekonomi disebut Ekonomi Politik. Tema pokok merkantilisme :

§         cara meningkatkan kekuasaan negara dengan meningkatkan kekayaan

§         negara menjajah untuk meningkatkan kekayaan dan akumulasi logam mulia

§         kekayaan negara = jumlah uang negara = logam mulia, emas, dan perak negara itu

§         asaznya : jumlah kekayaan dunia tetap, keuntungan satu pihak adalah kerugian bagi pihak lainnya.

2.      Paham Adam Smith

Buku Wealth of Nation tahun 1723-1790.  Temanya :

§         menyangkal akumulasi logam mulia, sebaliknya harus dengan cara memperluas distribusi pasar

§         asaznya : pasar persaingan sempurna = perekonomian mengatur dirinya sendiri

§         doktrin laizzes faire (perdagangan bebas) = negara jangan mengatur, tapi memberikan kekuasaan kepada agen komersial (realokasi kekuasaan bukan absentia kekuasaan, yaitu Negara memberikan setting moral, legal-konstitusional untuk mencegah pengusaha sewenang-wenang).

Pada tahun 1933,  Robinson /Chamberlain : menemukan penyimpangan atas teori persaingan sempurna sbb :

Beberapa agen bergabung mengatur harga dan output (membentuk kartel = harga diambil tidak atas dasar biaya tapi dengan persetujuan diantara agen = bergabungnya analisa ekonomi dan analisa politik. Hal ini menyebabkan munculnya pasar persaingan tak sempurna. Muncul kebijakan anti-trust (hukum negara menentang kartel). Menyebabkan negara kembali kuat dan menjadi seperti merkantilis.

3.    Paham Keynes

John Maynard Keynes (1883-1946) memperbaiki ekonomi klasik dari 2 segi :

Ø      konsep analisa ekonomi yaitu output dan harga dibahas secara aggregat, yaitu tidak hanya perusahaan individual

Ø      mengingkari konsep ekuilibrium, yaitu sumber-sumber ekonomi digunakan seluruhnya dan stabil, namun selalu ada sumber yang tidak digunakan (disekuilibrium).

Pengingkaran Keynes tentang tingkat pendapatan dan penyerapan tenaga kerja :

Ø      Penghasilan individu, yaitu : Y = C + S, mengingkari = suatu saat kenaikan Y tidak digunakan untuk konsumsi lagi, tapi ditabung semua sehingga ada sumber yang tidak digunakan

Ø      Produksi :  Y = C + I, mengingkari = kenaikan Y tidak selalu digunakan untuk I, tapi lebih ke C. Investasi  tergantung tingkat bunga (i) (bila i tinggi, I rendah) dan marginal efisiensi of capital (laba dari modal). Tingkat bunga = tergantung total cadangan/supply uang dan liquidity preference (lebih suka pegang tunai atau efek)

Ø      Dimensi Politik Pemerintah, yaitu :  Y = C + I + S

Kebijakan pemerataan de-ngan cara meningkatkan  C, maka Y sektor individu naik dan C individu naik karena kelas bawah ekonomi cenderung belanja semua Y (S = 0). Ketika pada tahap C maksimum (ekonomi equilibrium) maka S individu meningkat pesat. Bila tingkat  S individu sudah terlalu tinggi maka ekonomi collapse.

4.      Herbert Spencer (1820-1903)

Temanya : evolusi sosial serupa dengan evolusi biologis, kecil à membesar à mati. Perang sebagai sebab utama, masyarakat homogen menjadi heterogen. Ada 2 tipe masyarakat : masyarakat militer dan masyarakat  industrial. Masyarakat militer terintegrasi dengan kerjasama yang bersifat wajib. Masyarakat industri berintegrasi dengan prinsip kebebasan yang diikat kontrak sementara, integrasi tidak wajib sekedar produk sampingan dari interaksi individu, pengaturan politik tidak perlu karena peta politik terbentuk sendiri.

5.      Emile Durkheim (1858-1917),

bukunya The Division of Labour in Society. Masyarakat dibagi 2 : segmental dan differentiated. Segmental : homogen, pembagian kerja atas dasar jenis kelamin dan usia, integrasi dengan solidaritas mekanis, yaitu setiap tindakan merusak akan dibalas dengan keras, mirip dengan masyarakat militer. Differentiated mirip dengan masyarakat industri Spencer, bedanya : ikatan kontrak diganti dengan solidaritas organis yang langgeng, contoh : pabean, konvensi dagang, hak paten, pemahaman implicit antara agen ekonomi, integrasi tidak sekedar produk sampingan (ada paksaan).

6.      Max Weber (1864-1920)

Pendukung kapitalis sebagai konstruk ideal. Kapitalisme Industri atau Kapitalis Borjuis atau Kapitalisme Tinggi adalah badan produksi, yaitu  pabrik-pabrik dan kantor-kantor. Ditandai 2 faktor : (1)bangkitnya protestania (calvinisme), (2)dukungan birokrasi. Temanya :

§         Buruh tidak memiliki pekerjaannya (sewa-kontrak)

§         Manajer tidak memiliki pekerjanya (anti-budak)

§         Pekerja tidak memiliki alat produksi sendiri

§         Kaum kapitalis seharusnya tidak menguasai semua kesempatan memperoleh laba dari pasar.

PAHAM EKONOMI MODERN

1.   Ekonomi Kesejahteraan

Menerapkan ilmu ekonomi dalam bidang politik untuk meningkatkan kesejahteraan individu dan masyarakat. Misalnya, sistem subsidi medis, sistem pola stratifikasi dan corak kehidupannya, pendidikan, pola-pola pajak progresif, dan kebijakan yang menyangkut negara.

2.   Teori Pengambilan Keputusan

Mengidentifikasi kapan perusahaan/organisasi memerlukan informasi, mengubah sasaran, dan mengendalikan konflik internal.

3.   Teori Permainan

Teori permainan matematis mengubah asumsi klasik tentang memaksimumkan keuntungan, meminimumkan kerugian, cara orang lain berperilaku, model perilaku, kondisi menang/kalah, kondisi persaingan, kondisi kerja sama, dll.

4.    Ekonomi Grant

Sejumlah ahli ekonomi yang diketuai Boulding : paham pertukaran 2 arah dalam situasi pasar tidak cukup untuk analisa ekonomi, perlu studi tentang hadiah/pemindahan 1 arah, misalnya : pajak, subsidi, hibah.

5.   Ilmu Ekonomi Radikal

Kecaman kepada ekonomi kapitalis (distribusi kekayaan, militerisme, rasisme) dan ahli ekonomi konvensional atas keterlibatannya dalam kejahatan ini dengan menghidupkan isu-isu politik internasional, biaya eksploitasi ekonomi, ciri-ciri politik, kesenjangan sosial.

6.   Sosiologi Industri

Awalnya di bengkel kerja Hawthorne perusahaan listrik di Chicago menyelidiki efek penerangan, waktu istirahat, dan prestasi kerja. Ternyata faktor fisik ini tidak mempengaruhi moral kerja dan produktivitas. Faktor manusia lebih penting seperti penerimaan status, pimpinan yang sabar, tanggap dll. Inilah yang disebut Human Relations, dasar teori sosiologi industri oleh Elton Mayo dkk.

7.      Sosiologi Radikal

Gerakan protes tahun 1960an. Misinya : ketimpangan, kemiskinan, gender, rasial, perang.

Berger / Luckmann (1966) : kebiasaan muncul di masyarakat karena cara-cara tsb mampu mencapai tujuan yang sama di bidang verbal, intelektual, perilaku, teknik, mekanik dll yang berhubungan dengan kebutuhan pokok manusia disebut Institusi Sosial. Institusi bukan hanya badan/lembaga.

Ruang Lingkup Sosiologi Ekonomi : struktur sosial dan sistem sosial.

a)   Struktur Sosial

adalah konsep untuk menggambarkan pola interaksi yang berulang-ulang. Satuan dasarnya bukan orang tapi aspek interaksinya, yakni : status sosial dan peranan sosial (suami/isteri, produsen/konsumen, buruh/majikan, guru/murid). Status sosial : posisi orang dalam struktur sosial, terkait hak dan kewajiban. Peranan sosial : perilaku yang diharapkan. Dalam struktur sosial ada : nilai-nilai (luhur), norma (aturan pelaksana), sanksi (imbalan/hukuman). Suatu perusahaan disebut institusi bila ada nilai, norma, dan sanksi yang langgeng. Contoh sanksi dalam kelas sosial :

Ø      sanksi ekonomi pembagian keuntungan, rekruitmen, terjadi pada masyarakat maju

Ø      politik : tekanan politik

Ø      sanksi integrative (pengucilan) : terkait kelompok askriptif, terjadi pada masyarakat tradisional

Ø      sanksi nilai : budaya organisasi.

b)  Sistem Sosial

Adalah : bagaimana struktur peranan jabatan dalam perusahaan, struktur peranan keluarga dalam masyarakat, konflik politik yang timbul akibat kegiatan ekonomi, jenis dan hubungan antara kelas sosial, kebijakan negara, konflik buruh dll.

Dalam ekonomi-kebudayaan, terdapat 2 macam pertanyaan :

1.       Evaluational,  seberapa jauh sistem nilai budaya dalam kegiatan ekonomi

2.       Existensional, bagaimana keberadaan ekonomi dalam hakikat masyarakat & hakikat individu?

Max Weber : nilai keagamaan modern mendorong manusia untuk menilai lebih penguasaan atas kehidupan sosial-budaya, khususnya ekonomi. Sedangkan, nilai keagamaan tradisional tidak memberikan dorongan untuk motivasi ekonomi.

Kingsley Davis : kepercayaan-kepercayaan sekuler, khususnya nasionalisme berpengaruh langsung pada maju-mundurnya ekonomi.

Bert F Hozelitz : agama tradisional dan nasionalisme dapat menghambat ekonomi.

Ekonomi dan Kelompok Solidaritas, yaitu keluarga dan kelompok etnis. Keluarga : hubungan sosial atas dasar hubungan biologis perkawinan. Kelompok etnis : warisan sosial-budaya dari generasi ke generasi, warna kulit, daerah asal, agama, dan gabungan faktor itu. Keluarga kecil (ibu-bapak-anak) dan tradisional hidup dari mengejar binatang buruan (makanan). Keluarga extended (ibu-bapak-anak-kakek-nenek-paman-keponakan-dst)  dan modern mengejar pekerjaan. Pada masyarakat petani tradisional : peranan ekonomi atas dasar posisi dalam keluarga (anak/ kakak/dst), tugas ekonomi atas dasar umur. Dalam masyarakat modern : alokasi itu tidak dibatasi. Di Jepang, Irlandia, dll yang berhak atas harta adalah anak lelaki tertua, sehingga yang lebih muda meninggalkan desa. Di Perancis enggan memisahkan urusan keuangan keluarga dengan keuangan perusahaan (firma), penerimaan pegawai bukan atas dasar kemampuan berbisnis, menye-babkan perusahaan tetap kecil dan memperlambat pembangunan.

Talcott Parsons : struktur baru keluarga akibat industrialisasi adalah keluarga kecil/inti lebih efektif daripada extended. Pendapat kedua, keluarga extended tetap hidup meskipun lokasi geografis terpisah.

R Bendix menemukan bahwa dalam proses manajemen, manajer membuat buruh takluk. Disimpulkan, fungsi ideologi adalah untuk melegitimasi dan mempertahankan pengaturan kelembagaan. Dalam hal kelompok etnis, ada fusi antara kelompok etnis dengan kelompok ekonomi. Interaksi antar-anggota lebih banyak daripada antar-kelompok.

Hubungan antara strata sosial dan kehidupan ekonomi. Arthur Combe : hubungan diantara usaha pertanian-pun ada strata.

Joseph Schumpeter sosiologi ekonomi berkaitan dengan konteks institusional ekonomi sedangkan ilmu ekonomi adalah ekonomi itu sendiri.

Alex Inkeles / Peter Rossi : hubungan strata terlihat dalam masyarakat industri. Okupasi yang berhubungan dengan industri mempunyai posisi reputasi yang sama. Okupasi yang tidak berhubungan dengan industri, misalnya ulama, perwira militer dan dokter sangat berbeda dalam prestige diantara masyarakat. Oleh karena itu, sangat penting untuk tidak menekankan identitas stratifikasi atas dasar prestige. Sistem stratifikasi yang betul/normal didasarkan atas askripsi (kekeluargaan, umur, jenis kelamin, suku, ras, lokasi) atau pencapaian prestasi (achievement), Bila masyarakat memegang achievement,  maka masyarakat menekankan pada prestasi. Bila askriptif sangat melembaga, mobilitas cenderung kolektif (misalnya : India dengan sistem kasta). Bila achievement melembaga, maka mobilitas individualistik (misalnya : Amerika). Dimensi achivement menyebabkan penolakan atas "kesejahteraan sosial". Namun, mobilitas lebih erat dengan struktur sosial daripada sistem stratifikasi. Yaitu, pada saat orang mencapai okupasi tertentu dan umur 30 tahun maka mobilitasnya secara individu berakhir dan berganti dengan mobilitas kolektif dengan orang-orang pada posisi sama.

Lipset dan Bendix : bukan ideologi dan kebudayaan yang mempengaruhi mobilitas, tapi struktur okupasi. Contoh : spesialisasi tingkat bawah hilang karena otomatisasi mesin, tetapi spesialisasi tingkat atas (yang butuh keahlian) bertambah. Kenyataan lain : setiap konflik masyarakat di bidang ekonomi, politik, dll, akan membawa konflik antar-etnis. Konflik yang lebih besar bukan karena konflik kepentingan, tapi konflik nilai.

 

SUMBER DAYA

Sumber ekonomi/faktor produksi :

1.       sumber alam (bahan mentah)

2.       manusia (fisik/mental)

3.       barang modal  (mesin/alat)

4.       kepengusahaan/wiraswasta (oleh Budiono, 1991)

Swedberg : fenomena ekonomi : gejala-gejala cara orang memenuhi kebutuhan hidup mereka atas barang/ jasa yang langka.

Smelser : ilmu ekonomi adalah studi mengenai cara manusia/masyarakat memilih menggunakan sumber daya untuk memproduksi, untuk distribusi sekarang dan masa depan di antara kelompok orang dalam masyarakat. Tindakan ekonomi didasari 3 kegiatan : a)produksi, b)teknik mengelola, c)distribusi penghasilan. Ketiganya dipengaruhi supply-demand.

Asumsi-asumsi Smelser/Swedberg :

·         rasionalitas dalam analisa ekonomi

·         hubungan ekonomi dan masyarakat terfokus pada jual-beli, pasar, dan ekonomi itu sendiri.

Granovette : fokus perhatian ekonomi = pasar dengan pendekatan jaringan sosial untuk memahami pasar.

Max Weber : sosiologi ekonomi memperhatikan tindakan ekonomi yang memiliki dimensi sosial dan melibatkan makna yang berhubungan dengan kekuasaan.

Richard Swedberg : ada kecenderungan : 1)ekonom memperluas kajian yang digeluti sosiolog, 2)sosiolog memperluas kajian yang digeluti ekonom, 3)muncul perpaduan baru antara ekonomi dan sosiologi.

Damsar : sosiologi ekonomi adalah studi mengenai cara individu/masyarakat memenuhi kebutuhan hidupnya atas barang dan jasa dengan pendekatan sosiologi. Sosiologi adalah kajian ilmiah tentang kehidupan sosial manusia, menjelaskan kenyataan/fenomena sosial yang terjadi dalam masyarakat, disiplin ilmu yang menganalisis interaksi individu yang terpolakan, tertarik pada pikiran dan tindakan seseorang sebagai anggota kelompok/masyarakat (bukan individu/Psikologi). Persfektif Sosiologi :

  1. Persfektif Fungsional : (Augus Comte-1898, Herbert Spencer-1898, Talcott Parson-1937, Kingsley Davis-1937, Robert Merton-1957), masyarakat dianalogikan dengan organisme biologis, masing-masing unsur memiliki fungsi khas, anti-individualistis, titik berat perhatian pada kebutuhan sistem bukan kebutuhan individu.
  2. Persfektif Konflik (Karl Marx-1818-1883, C Wright Mills 1956-1959, Lewis Coser-1956, Dahrendorf-1959, Chambliss-1973, Collins-1975), masyarakat bukan impersonal saja tapi pertemuan kelompok-kelompok yang memiliki kepentingan. Keteraturan sosial, moral, norma adalah hasil dari kekuatan kelompok yang berkuasa merupa-kan hasil konflik terus-menerus dan berkala dengan kelompok lain yang ingin berkuasa.

Sistem sosial dilihat dari 2 sudut :

  • Struktur Kelompok, sejumlah individu dalam satu kelompok yang berinteraksi – fokus pada : kolektivitas yang terorganisir
  • Struktur Sosial, interaksi berulang-ulang 2 orang/lebih dengan  melihat status dan peranan – fokus : hubungan antar-peranan.

Levi Strauss (1963) : struktur sosial adalah kumpulan aturan yang membuat masyarakat teratur.

Smelser : ada kondisi strain/ketidakseimbangan antar-individu sehingga sistem sosial tidak pernah terintegrasi sempurna. Tipe Strain :

a)keraguan dalam harapan peranan,  misalnya : peran ibu atau karir

b)konflik antar-peranan

c)perbedaan antara harapan peranan dengan kenyataan masyarakat

d)konflik nilai-nilai.

Dalam Ekonomi : rasionalitas adalah asumsi. Dalam Sosiologi : rasionalitas hanya satu variable. Dalam Sosilogi Ekonomi, ekonomi dianggap salah satu subsistem saja. Sosiologi Ekonomi mencakup :

  1. Fenomena Ekonomi. Holton : yaitu, konsumsi, produksi, produktivitas, inovasi teknologi, pasar, kontrak, uang, tabungan, organisasi ekonomi (bank, koperasi dll), kehidupan tempat kerja, pembagian kerja kelas ekonomi, faktor gender dan et-nik terhadap ekonomi, kekuatan ekonomi dan ideologi ekonomi
  2. Pendekatan Sosiologis. Yaitu : kerangka acuan dan model-model yang digunakan sosiolog untuk menjelaskan fenomena dalam masyarakat. Weber : sosiolog harus bebas nilai.

Fokus Sosiologi Ekonomi : Joseph Schumpeter : kegiatan ekonomi yang berhubungan dengan variabel sosiologi dalam konteks non-ekonomis.

Bersambung ............ Halaman 2