Halaman 1

Bukan sulap bukan sihir. Bagaimana ujian kemarin?? Kesaksian dari orang-orang yang membeli ringkasan ini via SMS sebagai berikut : 1. Alhamdulillah, modulx membantu sekali. 2. Lumayan, banyak yang keluar kok dari ringkasan. 3. Lumayan, ada yang lupa sih dikit-dikit, tapi karena multiplechoice, jadi masih bisa dikerjain. 4. Alhamdulillah, yang bisa ya bisa, yang gak bisa dibisa-in. Ntar disangka soal bocor kalau bisa semua. 5. dll banyak lagi. TESTIMONI ASLI bukan karangan. Segera bergabung sebelum ketinggalan.
Ada 29 macam MATERI KULIAH. Sudah dijilid dan diberi daftar isi + pengantar. Untuk kamus juga bisa. Semua cuma seratus lima puluh lembar (300 halaman). Harganya 300 ribu aja. Transfer ke :

> DARSO WIDODO
> BANK MANDIRI NO.REK : 119.000.422.9249
Kirim alamat pos untuk kirim bukunya.HUBUNGI : 0813 867 69910 ATAU email : darsowidodo@gmail.com ***** BILA MEMBELI AKAN MENDAPAT AKSES JUGA VIA INTERNET TANPA BATAS DAN TANPA GANGGUAN *******



MANAJEMEN  R E S I K O

INTRODUKSI

Resiko = sesuatu yang kita hindari. Resiko adalah :

  1. berbagai cara  

  2. kejadian yang merugikan
  3. kemungkinan hasil.

Alat ukur resiko :

A. Deviasi standar

B. Probabilitas

Resiko muncul karena kondisi ketidakpastian. Tingkat ketidakpastian :

  • tidak ada (pasti) = hasilnya bisa diprediksi : hukum alam dll.
  • ketidakpastian objektif = hasil bisa diidentifikasi dan probabilita diketahui : dadu, kartu dll
  • ketidakpastian subjektif = hasil bisa diidentifikasi, tapi probabilita tidak diketahui : kebakaran, kecelakaan dll
  • sangat tidak pasti  =   hasil tidak bisa diidentifikasi, probabilita tidak diketahui : eksplorasi luar angkasa dll.

Fluktuasi harga meningkatkan ketidakpastian, resiko cenderung meningkat. Faktor pendorong fluktuasi :

v      Globalisasi dunia : kejadian di suatu negara mempengaruhi negara lain.

v      Liberalisasi dunia : membuka pasar domestik terhadap asing efeknya sama dengan globalisasi

v      Info makin cepat (teknologi) : reaksi pasar makin cepat.

Tipe resiko : (1)resiko murni/spekulasi, (2)resiko dinamis/statis, (3)resiko subjektif/objektif.

  1. Resiko murni : kemungkinan rugi ada, kemungkinan untung tidak ada = kecelakaan, kebakaran, banjir dll.
  2. Resiko spekulatif : ada kemungkinan rugi/untung = usaha bisnis (resiko bisnis).
        • Po  =  Di / (bm – g)
        • Po : harga saham saat ini
        • Di : deviden th depan
        • bm : persen biaya modal sendiri
        • g : persen pertumbuhan laba setelah deviden
  3. Resiko statis : ada resiko padahal di posisi stabil/seimbang/tetap. Contoh = tersambar petir. Resiko dinamis : dari perubahan kondisi = teknologi berubah, dll
  4. Resiko objektif : didasarkan observasi parameter = deviasi standar, IRR. Resiko subjektif : persepsi kondisi mental/gaya yang menimbulkan resiko = konservatif/radikal, agresif/pasif dll.

Manajemen resiko bertujuan mengelola resiko sehingga memperoleh hasil yang paling optimal. Proses manajemen resiko :

  • Identifikasi : resiko apa saja yang dihadapi
  • Evaluasi/pengukuran : guna memahami karakter resiko. Teknik mengukur dengan : Probabilitas = membuat prioritasi. Matrik = sumbu datar (probabilitas), sumbu tegak (signifikan/severity).
  • Perubahan/penyimpangan harga :

      a)Durasi = pengukuran waktu untuk resiko spekulasi

      b)VAR = value at risk untuk resiko pasar/saingan

      c)COSO = self assestment untuk resiko operasional

Pengelolaan resiko dengan cara :

·         penghindaran = cara termudah/aman tetapi tidak optimal, bisa melenyapkan kemungkinan mendapat profit

·         retensi/ditahan = memutuskan menanggung resiko sendiri

·         diversifikasi = jika rugi di satu asset dikompensasi ke asset lain (don’t put eggs in one basket)

·         transfer resiko = diasuransikan

·         pengendalian resiko = alarm tanda bahaya

·         pendanaan resiko = membayar/ menanggung kerugian.

Pandangan lama mengganggap ada hubungan positif antara resiko dan tingkat laba. Makin tinggi resiko, laba makin besar. Pandangan baru : hubungan resiko & laba non-linear. Manajemen Resiko Perusahaan = pengelolaan resiko oleh organisasi secara komprehensif untuk meningkatkan nilai perusahaan. Dua elemen dasar manajemen resiko :

a.       Infrastruktur (prasarana lunak = nonfisik & keras = fisik)

b.       Proses manajemen resiko.

Prasarana lunak : (1)budaya sadar resiko (2)dukungan manajer. Prasarana keras : ruangan kantor, komputer, mesin dll. Proses manajemen resiko :

  1. Perencanaan = menetapkan visi misi dan tujuan resiko
  2. Pelaksanaan = manajer resiko cenderung bertentangan dengan manajer lini. Lini ingin berjalan cepat tanpa memikirkan resiko
  3. Pengendalian = evaluasi periodik pelaksanaan manajemen resiko, laporan sebagai output, dan ada umpan balik.

Manajemen resiko yang baik menjamin good corporate governance, disclosure, dan transparansi.

 

RESIKO MURNI

Resiko murni = sesuatu resiko yang kita tidak mengharapkan keuntungan dari hal tsb, contoh : resiko kematian, gugatan hukum, kerusakan aset, kecelakaan, kebakaran dll.

Analis sekuen resiko = sekuensi/tingkatan penanganan. Misalnya : api selalu ada, kita bisa kendalikan dengan menjauhkan minyak/gas dari api (seq.1) à menggunakan kompor listrik (seq.2) à membuat gedung tahan api (seq.3), dst.  Sumber resiko : a)lingkungan : susut, banjir, gempa, b)sosial : kerusuhan, demo, pencurian, pemogokan, c)politik : peraturan, boikot produk, konflik antar-negara, d)legal :  kasus hukum, e)operasional : kecelakaan, kerusakan mesin, virus komputer, f)ekonomi : resesi, inflasi g)usaha : vested interest, pesaing, konsumen. Di United Grain Grower Kanada : resiko-resiko paling penting : 1)resiko komoditi-harga  2)cuaca, hujan dsb, 3)counterparty : gagal memenuhi kontrak, 4)resiko lingkungan-polusi, 5)persediaan : busuk, susut, 6)resiko kredit : macet. Mengukur resiko kinerja perusahaan dengan kuantifikasi resiko. Resiko pasar dengan VAR. Resiko kredit dengan rating perusahaan. Resiko bunga dengan durasi waktu. Resiko operasi dengan matriks. Resiko teknologi dengan skenario masa depan. Tipe resiko berbeda membutuhkan teknik ukuran berbeda.

Teknik mengukur resiko :

  • frekuensi = keseringan terjadi. Prosesnya : 1)menetapkan standar resiko 2)menerapkan standar hasil.
  • severity/signifikan = tingkat besar kerugian (mutu resiko).
  • gabungan = matriks frekuensi (X) dan signifikan (Y) digambar  sumbu x/y. Jika resiko ada di kolom frekuensi tinggi dan sig-nifikan tinggi = resiko serius = harus diatasi segera dst.
  • eksposur kematian = yang ditanggung dari kematian :

1)tabel kematian = probabiliti kematian kelompok umur. Resiko kematian pria lebih tinggi daripada wanita dalam kelompok umur. PK = prob kematian. PH = prob hidup. Contoh : jumlah penduduk awal tahun = 100.000 Kematian usia 0 tahun = 418.  PK 0 tahun = 418 per 100.000.   Jika kematian  usia 1 th  = 106, PK 1 tahun = 106 per 99.582.  PH  = 1 – PK

2)oleh keluarga, misalnya anak masih kecil, penghasilan keluarga hilang dll. NKH = Nilai Kebutuhan Hidup, misalnya : gaji 5 juta per bulan = 60 juta setahun. Mati usia 40 th. Usia harapan = 70 th. Tingkat bunga 15%. NKH = 60 jt / (1+0,15) pangkat 1 + ……. + 60 jt / (1+0,15) pangkat 30 = Rp393.958.778. Angka ini untuk : nilai kerugian kematian dan nilai membeli (harga) asuransi pada umumnya. Dihitung sampai pangkat 30 (70 – 40).

3)oleh kantor / perusahaan = risiko sama seperti terhadap keluarga.

  • harga properti riil = tanah, gedung. Properti personal = mobil, baju, uang. Diukur dengan harga pasar.

Yang belum bisa diasuransikan : 1)kebakaran/ledakan yang timbul sendiri (self combustion), 2)hubungan arus pendek (short circuit), 3)akibat perang, 4)penyerbuan, 5)aksi musuh asing, 6)reaksi/radiasi nuklir/radio aktif, 7)perbuatan sengaja, 8)copy wright/nama baik/goodwil, 9)kejadian lain dari kontrak, (misalnya : asuransi kebakaran tapi roboh kena topan) dll.

Kerugian yang dialami Harta :

  • kerugian langsung : kebakaran, banjir
  • kerugian tidak langsung : proses waktu, semakin lama waktu perbaikan semakin besar biaya (waktu terbuang).

Metode penilaian kerugian aset fisik :

Harga pasar, dengan harga pasar penilaian property riil lebih sulit dibanding personal sebab pasarannya jarang.

Replacement cost, teknik mengganti barang yang rusak dengan barang baru yang sama. Tentu barang baru lebih mahal, tetapi kerugian sesungguhnya lebih besar.

Replacement cost dikurangi susut, disebut Aktual Cash Value (ACV) : biasa dipakai sebagai patokan untuk nilai pertanggungan, dengan catatan depresiasinya subyektif.

Resiko Gugatan Hukum = tuntutan hukum kriminal/pidana dilakukan jaksa, atau hukum perdata. Bila bersalah, akan dipenjara atau didenda. Orang bisa dituntut kriminal atau perdata sekaligus, contoh : jika membunuh. Civil Law : didasarkan pada sistem hukum yang dikodefikasi, komprehensif, dipakai dan diinterpretasi hakim. Berasal dari hukum kekaisaran Roma. Dasar : perundangan sebagai sumber utama hukum. Fokus : stabilitas sosial. Civil Law Modern : dari kaisar Napoleon Perancis abad-19, seseorang melakukan kesalahan jika melanggar aturan yang ada. Common Law :  didasari kebiasaan/adat sebelum hukum dibuat, dipertahankan setelah ada hukum. Contoh : jurisprudensi (kumpulan putusan hakim), argumen dari yang menuduh (plaintiff) dan tertuduh (defendan). Dasar : kasus-kasus lebih utama daripada perundangan. Fokus : hak individu. Negara common law lebih baik/cocok bagi investor daripada civil law. Pelanggaran hukum = legal wrong (torts)  :

  • pelanggaran yang disengaja
  • timbul kewajiban absolute : ada potensi kerugian bagi individu atau masyarakat, misalnya memelihara binatang buas, produksi radio-aktif, suara ledakan
  • negligence/ceroboh, misalnya : perilaku lalai merawat kendaraan sehingga terjadi kecelakaan.

Jenis ganti rugi :

v      ganti rugi khusus : bisa diukur misalnya : biaya pengobatan

v      ganti rugi umum : tidak bisa diukur misalnya : rasa sakit

v      ganti rugi hukuman/punitif : untuk menghukum orang sehingga jera.

Argumen pertahanan legal terhadap tuntutan kelalaian (negligence) :

  1. contributory negligence, seorang yang berkontribusi atas kecelakaannya sendiri tidak dapat menuntut pihak lain. Contoh : pejalan kaki dilanggar pengendara mobil di lampu merah (saat hijau), tidak bisa menuntut supir
  2. comparatif negligence, boleh menuntut meski contributori, misalnya : kecelakaan berakibat rugi Rp10jt. Si penggugat ikut kontribusi 10% maka dapat menggugat Rp9 jt saja
  3. last clear change rule : ternyata si sopir sedang mabuk maka bisa digugat, dll
  4. assumption of risk : jika orang sudah tahu bahaya/resiko tindakannya maka tidak bisa menuntut
  5. imputed negligence : kelalaian bisa dialihkan ke pihak lain
  6. res ipsa loquitur : thing speak for itself. Misalnya : supir biasa ugal-ugalan, dokter mengoperasi pasien yang salah, opini akuntan tidak benar membuat bisnis bangkrut, dll. Syaratnya : 1)kejadian lalai,  2)tergugat tahu betul penyebab kejadian,  3)tergugat punya kendali khusus terhadap instrument risiko, 4)pihak korban tidak berkontribusi.

RESIKO SPEKULASI

Resiko Spekulasi ada 2 :

1)Resiko pasar, dihadapi saat jual-beli aset likuid,

2)Resiko kredit, dihadapi saat member kredit, misalnya : Bank.

Mengukur distribusi normal (data harian sederhana) hanya perlu 2 parameter, yaitu : rata-rata dan deviasi standar. Deviasi standar dipakai untuk menghitung penyimpangan dari nilai rata-rata. Semakin besar nilai deviasi standar, semakin besar penyimpangan, semakin besar resiko.


Varian A = ∑ (A – Ā)² / (n – 1)

Deviasi Standar A =  √ (varian A)

n = jumlah distribusi

A = distribusi A

Ā = rata-rata A

METODE VAR (Value At Risk).

Misalnya kita ingin melihat VAR95%  harian = kita akan melihat 5% return terendah. Caranya =  5% x n. Bila n = 20 distribusi, maka didapat 1 hari yang terendah dari distribusi itu (5%*20). Return terendah 1 hari adalah = -8,38% (tabel). Bila portofolio = Rp1 miliar, VAR 95% = 1 M dikali (8,38%) = rugi (Rp83,8 juta). Artinya : ada kemungkinan besok rugi maksimum Rp83,8 juta. Metode VAR historis kelebihannya : (1)tidak mengasumsikan data,  (2)sederhana, (3)objektif. Kelemahannya : (1)asumsi hanya untuk memprediksi masa datang bukan masa sekarang, (2)jumlah distribusi harus besar.

METODE VAR modeling analitik.

Untuk diversifikasi portofolio. 5% dibagi dua, kiri dan kanan. Sehingga 5% = (+/-) 1,65. Return Portofolio(RP) :

 RP = N/TN x E

N   = Nilai investasi

TN = total investasi

E    = return yang diharapkan (harian)

Contoh : 2 jenis investasi :

                         Investasi A    Investasi B

E                      12%              10,5%

Stan dev           15%               18%

N                     Rp20 m        Rp12 m

Korelasi A dengan B =  0,55

RP = (20/32.12%) + (12/32. 10,5%) =  11,44%

Deviasi portofolio = √((20/32. 15%)² + (12/32.18%)² + (2. 20/32. 12/32. 15%. 18%. 0,55) = 14,25%

VAR95% = 11,44% – (1,65. 14,25%) = -12,07%  

VAR95% = -12,07% * 32m = 3,86 m

METODE VAR Monte Carlo.

Memerlukan komputer yang lebih besar. Var95% hariannya = 0,904 – 1,65 (0,927) = -0,627 %. VAR = 0,627 %x 1 M = Rp6,27 jt Bila n = 20 distribusi (1 hari). VAR untuk periode yang panjangnya 5 hari : VAR95% =  6,27 jt x √5 = Rp14,05 jt.

STRESS TESTING

Menghitung VAR untuk kemungkinan rugi, tapi tidak untuk peristiwa-peristiwa yang ekstrim. Contoh : tsunami dapat menggunakan stress tes, tetapi pertimbangannya subjektif. Tesnya tidak menggunakan probability.

BACKTESTING.

Pengecekan model yang digunakan apakah sudah sesuai dengan realitas. Misal VAR95% nya = 500 juta. Bila kurang dari 1% pernah terjadi di atas 500 juta. Maka model cukup realistis.

Penilaian Kualitatif Resiko Kredit.

Analisa kredit  3R dan 5C :

Ø      return, apa return kredit cukup untuk pembayaran utang dan bunga

Ø      repayment, masa waktu

Ø      risk bearing, bila gagal ada jaminan

Ø      character, sifat dan watak kemauan peminjam

Ø      capacity, masa lalu, prestasi, track rekod

Ø      capital, analisa rasio modal, laporan keuangan dll

Ø      collateral, aset jaminan yang bisa dijual/liquid

Ø      conditions, kondisi ekonomi.

Penilaian kuantitatif rating usaha : oleh badan perating, misalnya PT Pefindo, Moodys, Standard n' Poor. Rating biasa dilakukan untuk perusahaan yang akan menjual obligasi/surat utang. Untuk pe-rusahaan yang go-publik tidak dilaku-kan rating karena asumsinya pembeli saham akan melakukan analisa sendiri.

Tingkatan rating :

AAA = instrumen utang dengan resiko sangat  rendah,  tingkat pengembalian sangat baik, bisnis dan ekonomi tidak berpengaruh terhadap investasi. AA = di level kedua, resiko amat rendah. A = level tiga, resiko rendah. BBB = keempat, resiko lebih tinggi. BB = kelima, rawan kondisi ekonomi. B = keenam, resiko investasi tinggi. C = ketujuh terlalu spekulatif. D= defaul/gagal.

PROBABILITAS Model skoring.

Model diskriminan Altman 1968:

Z = 1,2 X1 + 1,4 X2 + 3,3 X3 + 0,6 X4  +  1,0 X5

X1 = rasio modal kerja/total aset

X2 = rasio laba ditahan/total aset

X3 = rasio laba sebelum bunga dan pajak/total aset

X4 = rasio nilai pasar saham/nilai buku saham

X5 = rasio penjualan/total asset.

Untuk perusahaan non-publik :

Z = 0,717 X1 + 0,847 X2 + 3,107 X3 + 0,42 X4 + 0,998 X5

X4 = rasio nilai buku saham/nilai buku total utang

Batas Nilai Z :               Pasar  Buku

Batas tidak bangkrut      2,99   2,90

Batas Bangkrut             1,81   1,20

Model linear = metode garis lurus. Kelemahannya : perhitungan probabiliti (0 s.d. 1) bangkrut bisa di atas 1 atau nilai negative sehingga meragukan.

Model logit = bukan garis lurus.

RAROC (risk adjusmen return on capital) : membandingkan tingkat keuntungan dengan modal yang beresiko debitur mengalami gagal bayar. Kerugian yang tidak diharapkan akan dibebankan pada modal, sehingga lembaga keuangan atau kreditur akan menghapus sebagian modalnya akibat kerugian. RAROC = pendapatan dari pinjaman per tahun dibagi modal beresiko (capital at risk) = P/C. Contoh : Kredit Rp1 M, bunga = 9%. Perolehan bunga = 1 M x 9%  = 90 juta. Misalkan dana Rp1 M tersebut diperoleh dari menerbitkan deposito dengan bunga 6% = 1 M x 6% = 60 juta. Modal ekonomi (CAR) = 7,5%  x 1 M = 75 juta. Investasi saham = 6,5% x 75 jt = 4,9 juta. Biaya operasional = 15 juta. Kerugian yang diharapkan = 1% x 1 M = 10 juta. Maka, RAROC = (90 + 4,9 -60 – 15 – 10) / 75 =  13,2%.

Mortality : menghitung persentase kebangkrutan yang terjadi untuk kelas resiko tertentu. MMR = marginal mortality rate untuk tahun ke-1 dan ke-2 sbb : MMR1 = total nilai obligasi yang default pada tahun 1 dibagi total nilai obligasi yang beredar pada tahun pertama. MMR 2 = total nilai obligasi yang default pada tahun 2 dibagi total nilai obligasi yang beredar pada tahun ke-2 setelah penerbitan disesuaikan dengan default, pelunasan, jatuh tempo, dan pelunasan dari sinking fund tahun pertama.

Term Struktur : kurva yang menunjukkan hubungan antara waktu (sb X) de-ngan jumlah surat berharga/obligasi (sb Y). Resiko default obligasi perusahaan lebih tinggi dibandingkan obligasi pemerintah.

(1 + Rf) = pi (1 + Ri)

Rf = resiko obligasi pemerintah

Ri = resiko obligasi perusahaan

pi = probabiliti defaul obligasi perusahaan ditahan

Probability default tahun 1 = 1 – pi

Probability defaul tahun 2 = th 2 + th 1

Teori opsi  : Opsi call adalah hak untuk membeli aset dengan harga tertentu pada periode tertentu. Opsi put adalah hak untuk menjual aset dengan harga tertentu pada periode tertentu. Penjual opsi menerima harga premium atau harga opsi. Pemberi utang (kreditor, pemegang saham dll) = pihak yang membeli/menjual opsi. Misalnya : kreditor memberi pinjaman kepada perusahaan A Rp100 juta. Jika nilai perusa-haan A di atas Rp100 juta (misal Rp250 juta), maka kreditor lain berhak atas nilai opsi call = 250 - 100 = Rp150 juta.

Resiko tingkat bunga. Reinvesmen risk = jika tingkat bunga turun, bisa terjadi rugi spread. Jika tingkat bunga naik, harga/nilai sekuritas turun. (Serba-Salah?).

Metode penilaian kembali  : ingin melihat pengaruh tingkat bunga terhadap pendapatan yang diperoleh. Langkah-langkahnya :

  1. identifikasi/kelompokan aset & kewajiban yang sensitif terhadap tingkat bunga. Pendapatan bunga dinilai kembali jika bunga harian berkurang = biaya bunga
  2. menghitung gap antara aset dan kewajiban yang sensitif terhadap perubahan tingkat bunga dan menghitung perubahan pendapatan.

GAP = pendapatan bunga dikurangi biaya bunga.

Perubahan pendapatan = GAP dikali perubahan bunga.

GAP rasio = GAP dibagi total aset.

Metode jangka waktu  : metode penilaian kembali mempunyai kelemahan, tidak memperhatikan efek perubahan nilai pasar dari perubahan tingkat bunga. MA = maturity aset, jangka waktu aset. ML = maturity liability, jangka waktu utang.

GAP jangka waktu = MA – ML

Semakin besar gap jangka waktu, makin ringan resiko perubahan tingkat bunga.

Metode Durasi : memperhitungkan dampak perubahan tingkat bunga terhadap aliran kas, yaitu : naik/turun obligasi bisa berbeda bila tingkat bunga berubah, memperhitungkan timing aliran kas.

Jenis obligasi :

Ø      obligasi zero dengan jangka waktu 2 tahun mempunyai durasi 2 tahun,

Ø      obligasi consol, tidak ada jatuh tempo, durasinya = Dc = 1 + (1/R) ;    R = bunga obligasi.

Semakin besar durasi, makin besar resiko perubahan tingkat bunga.

Bersambung .... Halaman 2