Beranda


Situs ini bertujuan untuk berbagi Ilmu dan Pengalaman. Situs ini berisi artikel yang berguna untuk materi kuliah bagi mahasiswa Akademi Kebidanan dan teman sejawat . Semoga Situs ini dapat memenuhi harapan anda dan bermanfaat. Selamat bergabung, dan jangan lupa kunjungi terus situs ini , Salam. dan terima kasih... Elvi Zuliani


    Egosentrisme adalah perhatian yang terfokus pada diri sendiri. Pada Manusia egosentrisme ini sudah terbawa semenjak lahir. Melalui pembelajaran, sedikit demi sedikit egosentrisme akan semangkin berkurang. Untuk menghilangkan sifat dasar egosentrisme tersebut perlu diciptakan pembelajaran yang lama bahkan bertahun-tahun dan terarah serta berkesinambungan. Hal ini diharapkan untuk menciptakan munculnya sifat atau kemampuan berempati. Yaitu kemampuan memandang suatu masalah dari sudut pandang orang lain. Kemampuan empati ini harus ditumbuhkan dan dikembangkan oleh orang tua. Untuk dapat menciptakan individu yang memeliki empati sosial yang baik berakar dari keluarga yang baik pula empatinya.
Empati ini diyakini dapat membawa pada penghidupan masyarakat yang lebih selaras dan madani.
    Oleh karena
itu sudah menjadi dasar pemikiran di institusi pendidikan bagaimana me
ngupayakan penciptaan empati disetiap hati peserta didik, tapi seperti yang saya katakan tadi dibentuk sejak dari masih kanak-kanak jadi " untuk dapat menciptakan seorang anak yang berempati harus berawal dari ibu dan keluarga. Untuk itulah dibutuhkan bimbingan khusus dan dalam bidang kebidanan ini bisa kita mulai dengan melakukan asuhan kebidanan keluarga atau dapat dikenal juga asuhan keluarga binaan.
Maka untuk memahami asuhan keluarga bidaan lebih lanjut klik tulisan dibawah ini
asuhan keluarga binaan.ppt 
 

Indonesian Holidays



Comments