d.e.s.a.i.n‎ > ‎

tata guna ruang (zonasi)

Pembagian ruang atau zonasi dirancang untuk mendukung pelaksanaan kegiatan Kebun Raya Parepare yang meliputi: kegiatan konservasi, penelitian, pendidikan, administrasi perkantoran dan pelayanan jasa yang akan diselenggarakan secara simultan. Dengan penataan ruang bagi masing-masing kegiatan secara cermat dan tepat, maka masing-masing kegiatan tersebut akan dapat terselenggara dengan sebaik-baiknya dengan menghindarkan kesalinggangguan antar kegiatan yang dilaksanakan secara bersamaan. Tata ruang/zonasi Kebun Raya Parepare diatur sebagai berikut:


PETA ZONASI



Penjelasan

1.       Zona Koleksi
Zona koleksi mempunyai luasan yang paling luas. Sebagian besar koleksi tanaman Kebun Raya Parepare ditanam dan ditata dalam taman-taman tematik. Sedangkan tanaman koleksi lainnya, yang tidak termasuk di dalam salah satu taman tematik, ditanam di vak-vak koleksi. Dengan demikian Kebun Raya Parepare akan tampak sebagai taman besar yang asri dan bermuatan keilmuan, yang dapat dinikmati pengunjung, baik keindahannya maupun muatan keilmuannya.

DAFTAR TANAMAN (SUKU) CALON KOLEKSI KEBUN RAYA Parepare (klik)


2.       Zona Hutan 
Yaitu area yang dirancang dan difungsikan sebagai hutan. Area ini dapat dimanfaatkan sebagai tempat kegiatan keterampilan (kepramukaan, outbound, dll). Zona hutan juga berfungsi sebagai area tangkapan air. Hutan buatan ini dirancang untuk berfungsi sebagai layaknya hutan sehingga dapat dipakai sebagai acuan dalam pendidikan. Pada perkembangan lebih lanjut dari Kebun Raya Parepare, sebagian zona hutan dengan pertimbangan seksama dapat dimanfaatkan sebagai pengembangan lahan koleksi. 

Vegetasi yang tumbuh disepanjang alur sungai dan di mata air dipertahankan sebagai hutan untuk menjaga kelestarian mata air. Ditempat yang kurang vegetasinya ditambah dengan tanaman baru. Pengurangan tumbuhan di tempat ini dilakukan dengan cermat, terutama hanya untuk keperluan penanaman tanaman koleksi, atau untuk sarana yang betul-betul penting.


3.       Zona pendukung
Merupakan area yang disediakan untuk melakukan kegiatan pendukung operasional kebun raya, antara lain kantor pengelola, perpustakaan, herbarium, pembibitan, laboratorium, bengkel kebun, gudang, pengomposan dll.

4.       Zona Penerima Wisatawan
Zona Penerima Wisatawan 
merupakan area yang pertama kali dilihat pengunjung dan pengguna  jalan raya yang melintas di depan kebun raya, sehingga perlu dirancang dengan cermat agar menarik. Zona ini meliputi area depan kebun raya sepanjang jalan raya, gerbang, sarana tiketing, informasi dan tempat parkir.

KAWASAN PELAYANAN WISATAWAN

Kawasan utama penerima wisatawan meliputi gerbang, jalan masuk/keluar kendaraan dan pejalan kaki, sarana tiketing, tempat parkir.

Taman di area ini merupakan taman tematik (Taman Adat Bugis), yang memuat kelompok tanaman yang dimanfaatkan dalam upacara adat Bugis. Tanaman Lontar (Borassus flabellifer), yaitu tanaman maskot Propinsi Sulawesi Selatan ditanam di sisi sepanjang boulevard menuju visitors center (tanaman pengarah).

Rumah adat yang megah dipilih sebagai tempat pelayanan wisatawan. Disini wisatawan dapat beristirahat sejenak, mendapatkan informasi mengenai Kebun Raya Parepare  dan membeli tiket tanda masuk.


5.       Zona publik
Zona ini merupakan area "diluar" kebun raya yang dapat dikunjungi tanpa membeli tiket tanda masuk. Zona ini meliputi area untuk kios-kios penjualan hasil bumi, cinderamata, restauran dan toko serba ada flora (penjualan tanaman, alat-alat berkebun/pertamanan, buku-buku).

Area publik merupakan kawasan Kebun Raya yang disediakan untuk kegiatan masyarakat yang berkaitan dengan keberadaan Kebun Raya. Area ini terletak diluar pagar/batas Kebun Raya dan masyarakat bebas mengunjunginya tanpa ditarik tiket tanda masuk Kebun Raya. Area publik ini akan menjadi area yang mempunyai fungsi penting bagi terjalinnya hubungan antara Kebun Raya Parepare dengan masyarakat sekitar, karena di area ini masyarakat sekitar dapat berjualan (mencari nafkah). Masyarakat umum pengguna jalan raya dapat singgah tanpa membeli tiket masuk Kebun Raya guna beristirahat, membeli cinderamata, buah-buahan, bibit tanaman atau keperluan berkebun lainnya.

Di area ini terletak tempat parkir kendaraan pengunjung Kebun Raya dan pengunjung melanjutkan wisatanya di Kebun Raya dengan berjalan kaki, karena kendaraan pengunjung tidak diperkenankan masuk Kebun Raya. Area ini dilengkapi dengan restauran, tempat penjualan cinderamata, buah-buahan dan sayuran. Melalui kerjasama antara pihak Kebun Raya dan masyarakat/penduduk sekitar, masyarakat dapat berjualan di area publik ini. Masyarakat tidak boleh berjualan (termasuk penjual asongan) diluar area publik, misalnya di sekitar pintu gerbang atau di dalam kebun. Kegiatan penjualan makanan dll di dalam Kebun Raya diselenggarakan oleh pengelola .

Di area publik dirancang sebuah toko serba ada flora yang diselenggarakan oleh pengelola kebun. Toko serba ada khusus flora ini menyediakan segala pernak-pernik kerperluan berkebun/ bertaman khususnya untuk rumah tangga, antara lain: peralatan berkebun di rumah, pot-pot bunga, pupuk, bibit tanaman serta buku-buku tentang tanaman dan pertamanan. Toserba Flora yang berada di area publik ini akan sangat menarik masyarakat yang melewati Kebun Raya yang tidak berkesempatan memasuki kebun, tetapi memerlukan peralatan berkebun, bibit tanaman hias, cinderamata atau keperluan lainnya, dapat diperoleh di toserba flora. Toserba Flora juga akan menarik minat karena merupakan Toserba yang unik: khusus menjajakan flora dan perlengkapannya.

Toserba flora:

Toserba flora dibangun dengan gaya arsitektur Bugis. Lantai atas dipakai untuk restauran, toko buku, peralatan taman rumah, penjualan cinderamata. Lantai bawah (kolong) untuk penjualan  pupuk, gudang dan penjualan tanaman. Tanaman yang dijual dijajakan dalam bentuk display taman di halaman gedung, sekaligus sebagai penghias gedung dan contoh taman yang berguna untuk penawaran pembuatan taman rumah.

Comments