Seputar Propolis

  • Nutrisi Propolis   Kandungan nutrisi propolis sangat lengkap. Prof Dr Mustofa MKes Apt, kepala Bagian Farmakologi dan Toksikologi Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada membuktikan propolis memiliki banyak khasiat karena kandungannya lebih dari 180 ...
    Dikirim 18 Jan 2010 01.41 oleh Homart Info
  • Kini Untuk Sembuh Dari Segala Jenis Kanker Tidak Harus Kemo dan Operasi Standar pengobatan medis lama dalam mengatasi segale jenis tumor, kista, dan kanker adalah kemoterapi dan operasi. Tapi tidak banyak masyarakat dan dokter yang tahu bahwa untuk bisa sembuh dari semua ...
    Dikirim 4 Mar 2010 00.01 oleh Homart Info
  • Propolis, Lebih Berkhasiat Dibandingkan Pengobatan Medis Jutaan Rupiah Peti mati dan lokasi pemakaman Tarsisius Sarbini sudah disiapkan. Kondisi pria 61 tahun itu memburuk akibat penyakit jantung koroner. Dokter menawarkan operasi by pass untuk mengatasi pencabut nyawa nomor wahid ...
    Dikirim 4 Mar 2010 00.03 oleh Homart Info
  • Bukti Khasiat Propolis dari Lab Siapa tak merinding mendengar kata AIDS – menurunnya sistem kekebalan tubuh akibat infeksi human immunodeficiency virus HIV yang memicu munculnya beragam penyakit? Menurut data World Health Organization (WHO), sekitar 2-juta ...
    Dikirim 4 Mar 2010 00.05 oleh Homart Info
  • Propolis, Obat Ajaib Dikala Penisilin Tidak Lagi Mempan Propolis sudah digunakan sejak zaman purba. Bapak kedokteran, Hipokrates (460-370 SM) menganjurkan konsumsi propolis sebagai obat untuk meningkatkan kualitas kesehatan. Pada era itu propolis digunakan untuk mengatasi beragam gangguan ...
    Dikirim 4 Mar 2010 00.07 oleh Homart Info
  • Rahasia Kesehatan dalam Sebuah Sarang Kitab Suci Al Quran dalam Surat An Nahl 16: 68 – 69 (An Nahl berarti lebah, red) menyebut madu sebagai obat yang menyembuhkan manusia. Cendekiawan muslim, Harun Yahya, menerjemahkan ayat itu ...
    Dikirim 4 Mar 2010 00.08 oleh Homart Info
  • Air Liur Lebah, Obat Ajaib Taklukkan 1001 Penyakit Propolis dikumpulkan oleh lebah dari tumbuh-tumbuhan atau pucuk muda dan kulit pohon terutama pohon poplar lalu dicampurkan dengan air liurnya, yang digunakan untuk menambal lubang dalam sarang lebah yang ...
    Dikirim 4 Mar 2010 00.09 oleh Homart Info
Menampilkan 1 - 7 pesan dari 7. Tampilkan lainnya »

Nutrisi Propolis

diposting pada tanggal 18 Jan 2010 01.29 oleh Homart Info

 

Kandungan nutrisi propolis sangat lengkap. Prof Dr Mustofa MKes Apt, kepala Bagian Farmakologi dan Toksikologi Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada membuktikan propolis memiliki banyak khasiat karena kandungannya lebih dari 180 fitokimia. Beberapa di antaranya adalah flavonoid dan berbagai turunan asam orbanat, fitosterol, dan terpenoids. Zat-zat itu terbukti memiliki berbagai sifat antiinflamatori, antimikrobial, antihistamin, antimutagenik, dan antialergi. Flavonids bersifat antioksidan yang dapat mencegah infeksi serta turut menumbuhkan jaringan.


Link referensi: http://www.trubus-online.co.id/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&cid=1&artid=2212

Kini Untuk Sembuh Dari Segala Jenis Kanker Tidak Harus Kemo dan Operasi

diposting pada tanggal 12 Jan 2010 04.36 oleh Homart Info   [ diperbarui4 Mar 2010 00.01 ]

Standar pengobatan medis lama dalam mengatasi segale jenis tumor, kista, dan kanker adalah kemoterapi dan operasi. Tapi tidak banyak masyarakat dan dokter yang tahu bahwa untuk bisa sembuh dari semua penyakit mengerikan ini, bahkan yang stadium lanjut sekalipun, sebenarnya bisa SEMBUH TOTAL dengan pengobatan alami yang murah, praktis, dan aman tanpa efek samping.



SOLUSI PRAKTIS DAN MURAH DARI ALAM

Demi kepentingan masyarakat awam, alangkah baiknya saya berbagi informasi teknik pengobatan cabang kesehatan holistik yang memberikan solusi praktis dan murah dari alam, untuk menyembuhkan segala jenis tumor, kista, dan kanker. Jika sudah tahu rahasianya, masyarakat tidak harus panik kemudian pergi berobat ke China, Singapura, Amerika, atau tempat lain yang jelas akan menelan banyak biaya pengobatan. Sebelumnya saya akan mengajak Anda menyimak kutipan kisah nyata dari Trubus.

Obat Kanker Persembahan Lebah

‘Peluang untuk sembuh hanya 1%,’ kata dokter yang memeriksa Evie Sri. Sri mengidap kanker payudara stadium III. Celakanya sel kanker mengalami metastasis ke lever. ‘Rasanya seperti ditusuk-tusuk jarum,’ kata Sri. Namun, sebelas bulan kemudian Evie Sri masih bugar. Dokter yang memeriksa Sri terperangah, proses pengecilan sel kanker begitu cepat.

Evie Sri masih ingat ketika tangannya meraba sebuah benjolan di payudara kanan. Itu pada Februari 2008. Perempuan 50 tahun itu tak hirau lantaran benjolan tak menimbulkan sakit. Rasa sakit bagai ditusuk-tusuk jarum itu baru ia rasakan pada April 2008 sehingga ia bergegas ke rumahsakit. Saat itulah dokter mendiagnosis Evie Sri mengidap kanker payudara stadium III. Untuk mengatasi penyakit ganas itu, doker menyarankan biopsi dan 8 kali kemoterapi.

Biaya sekali biopsi Rp3,5-juta; kemoterapi, Rp6-juta. Artinya Sri mesti menyediakan dana Rp50-juta. Padahal, di tabungan cuma tersisa Rp7,5-juta. Itu yang membuat Evie Sri dan suami bimbang. Sri melakukan tes kadar CA15-3-untuk mengetahui antigen tumor payudara di darah, sekali lagi di sebuah laboratorium. Namun, hasilnya sama: kadar CA mencapai 172,95 µ/ml; kadar normal maksimal 30 µ/ml.

Hasil uji itu membuat mental Sri melorot. Sepekan lamanya ia menangis. Toh, akhirnya kepala sekolah dasar itu tak punya banyak pilihan. Ia menjalani 8 kemoterapi dengan interval 21 hari mulai Mei 2008. Setiap menyisir, ia melihat helaian rambut menempel di sisir. Itu salah satu efek kemoterapi, selain hilangnya nafsu makan sehingga badan kurus. Setelah 4 kali kemoterapi, dokter menyatakan bahwa kanker di lever Sri sembuh.

Muncul lagi

Setelah kemoterapi ke-8 pada September 2008, dokter menyarankan operasi pengangkatan payudara. Sri bergeming karena harus terbang ke tanahsuci untuk menunaikan ibadah haji. Sri kaget karena benjolan di payudara kian hari kian membesar dan mengeluarkan cairan kuning. ‘Rasanya seperti disilet dan ditusuk kawat besar,’ kata Sri.

Operasi pengangkatan akhirnya batal karena sel kanker membesar. Dokter menyarankan kemoterapi lanjutan. Menurut Dr Henry Naland Sp.B Onkologi, hampir semua manusia mempunyai onkogen alias gen pembawa kanker di kromosom sel. Dengan bantuan zat penyebab kanker alias karsinogen, sel normal berubah menjadi sel ganas. ‘Namun, sistem kekebalan tubuh yang baik bisa menghambat timbulnya kanker,’ kata Henry.

Menurut Henry ada beberapa faktor yang bisa menimbulkan kanker, termasuk kanker payudara. Makanan berlemak dan kurang serat salah satu pemicu kanker. Tak hanya itu, keletihan, merokok, stres, pencemaran lingkungan, dan faktor genetika pun turut berperan dalam timbulnya kanker.

Pada Januari 2009, Sri mengkonsumsi campuran propolis, madu, dan royal jeli yang sudah diolah dalam bentuk sirup. Sri mengkonsumsi 3 kali sehari masing-masing sesendok makan. Efek yang ia rasakan, tubuh merasa nyaman, rasa nyeri seperti tusukan kawat dan teriris silet hilang.

Hal penting lain, benjolan di payudara mengecil dari 4 cm menjadi 0,5 cm. Ketika memeriksakan diri, dokter sampai terheran-heran melihat perkembangan sel kanker yang mengecil.

Sitotoksik

Propolis ampuh mengendalikan sel kanker payudara? Propolis bermakna pelindung sarang lebah dari ancaman pihak luar. Ia bersifat desinfektan untuk mensterilkan lebah yang masuk sarang. Lebah rentan serangan virus dan bakteri. Propolis biasanya bersumber dari resin atau getah tanaman, kemudian dicampur dengan lilin dan direkat dengan air liur lebah.

Propolis yang dikonsumsi Evie Sri diuji oleh Laboratorium Penelitian dan Pengujian Terpadu (LPPT) Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Hasilnya, propolis kaya akan kandungan alkaloid, flavonoid sebagai antioksidan, polifenol, saponin, tanin dan quercetin. Menurut Costas Koumenis, asisten profesor di Pusat Kesehatan Baptis Universitas Wake Forest, Amerika Serikat, propolis pun kaya kandungan CEPACaffeic Acid Phenetyl Eester. CEPA bersifat antiperadangan dan berfungsi melindungi kerusakan sel hati akibat pemberian obat-obatan kemoterapi.

Khasiat propolis sebagai pembunuh sel kanker dibuktikan oleh Tri Yuliati SKM dari LPPT UGM. Ia menguji keampuhan propolis untuk menguji sel HeLa dan sel SiHa (kanker rahim), sel T47D (kanker payudara), serta MCF7 (kanker payudara). Hasilnya, propolis mempunyai nilai LC50 15,625-62,5 g/ml. LC50 adalah konsentrasi yang menyebabkan kematian sel kanker sebesar 50%.

Hasil serupa dibuktikan oleh Dr drh Pudji Astuti MP dan drh Sitarina Widyarini, MP, PhD dari LPPT UGM. Caranya, 40 tikus betina galurSprague dawley umur 5 minggu dibagi ke dalam tiga kelompok perlakuan. Masing-masing kelompok berjumlah 10 ekor.

Kelompok 1 diinduksi dengan DMBA dimetilbenz(a)ntrasen yang bersifat karsinogenik. Dalam kelenjar susu, DMBA ini akan diubah menjadi epoksida, suatu metabolik aktif perusak molekul DNA. Itu, suatu kondisi penyebab timbulnya kanker payudara. DMBA dilarutkan terlebih dahulu dalam minyak jagung dan diinduksikan dengan dosis 20 mg/kg bobot tubuh.

Kelompok II sepekan sebelum pemaparan DMBA, diberi propolis berdosis 2,5 ml/kg bb sebanyak 2 kali sehari. Tikus dalam kelompok ketiga diinduksi DMBA berdosis 20 mg/kg bb. Sepekan sebelum perlakuan tikus diberi minyak jagung yang diinduksi DMBA dengan dosis dan frekuensi yang sama dengan kelompok 2. Pemberian minyak jagung dan propolis dengan dosis yang sama tetap dilajutkan selama proses pemberian DMBA.

Hasilnya: ketika diukur sebulan kemudian pada kelompok I perkembangan nodul alias benjolan pada tikus semakin membesar, mencapai 87,5% dari 8 tikus yang tersisa. Bandingkan dengan kelompok 2 dan 3 yang memberikan hasil nodul semakin mengecil masing-masing mencapai 69,23% dan 66,66% dari hewan uji. Penelitian itu pun membuktikan terjadi pengecilan nodul dari diameter 1,8 cm menjadi 0,6 cm setelah 1 bulan pemberian propolis. Hasil itu persis yang dialami Evie Sri. (Faiz Yajri/Peliput: Rosy Nur Apriyanti)

Sumber: http://www.trubus-online.co.id/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&cid=4&artid=1778


PROPOLIS SEBAGAI RESEP UTAMA PENYEMBUHAN

Kesaksian kesembuhan secara alami tanpa efek samping tidak hanya dialami oleh Evie Sri di atas, tapi juga oleh banyak orang lainnya, seperti contoh-contoh di bawah ini.

Mioma

Wartoyo – Bekasi

Istri saya ada mioma (sejenis kista). Saya dan Istri sudah lama berusaha berobat (kurang lebih 10 tahun) dan kami tidak mau dioperasi dengan pertimbangan-pertimbangan lain. Dan kami juga sudah ke shin she, namun belum juga sembuh. Setelah saya berikan Propolis dan setelah hari ke 3, keluar darah agak hitam (bukan haid). Setelah itu dia lebih enak dan merasa lebih baik, kehidupan sehari-hari lebih mudah dan nyaman tanpa ada gangguan mioma lagi. Terima kasih Tuhan dengan sarana propolisnya.


Kista

Arhami Arsyad – Makassar

Saya menderita kista selama kurang lebih 7 tahun dan selama itu mengkonsumsi berbagai macam obat dokter yang cukup mahal. Jika saya tidak mengonsumsi obat tersebut, perut saya menjadi mules seperti ditusuk-tusuk jarum. Kemudian saya mencoba mengonsumsi propolis malam sebelum tidur. Jam 2 Pagi saya terbangun karena mengalami pendarahan, keluar semacam gumpalan jelly sebesar hati ayam. Saya langsung bergegas melakukan pemeriksaan ke dokter kandungan. Saya sangat terkejut dari hasil pemeriksaan dokter yang mengatakan bahwa dalam rahim saya kini 90 % adalah darah dan masih banyak gumpalan kista yang akan keluar. Terima kasih berkat Propolis kini saya kembali memiliki harapan untuk memperoleh anak lagi.


Tumor Usus

Haris P, – Toraja

Januari 2007 saya menderita tumor usus, perut keras, tidak bisa buang air besar dan tidak bisa kencing. Saya sangat tersiksa. Kata dokter harus segera dioperasi dan kotorannya dikeluarkan dari samping perut. Namun sebelum operasi saya diperkenalkan Propolis oleh Ibu Martha. Hasilnya sungguh luar biasa, dalam 2 bulan tumor saya sembuh total.


Tumor Kandungan

Sulani, Desa Njogo Slatru Sukodono – Sidoarjo

Awalnya saya merasakan sakit yang berakibat tidak bisa buang air kecil selama empat hari. Perut seperti orang hamil, sakitnya minta ampun. Saya bawa ke dokter ternyata kena tumor kandungan dan tidak dikasih obat sama sekali, obatnya cuma operasi, kata dokter. Kerabat saya malamnya langsung datang membawakan Propolis. Saya disuruh minum setiap 2 jam, alhamdulillah langsung bisa istirahat dengan tenang. Setelah saya minum habis 10 botol, diagnosa dokter sudah tidak ada lagi tumornya. Sangat luar biasa!


Setelah membaca kisah-kisah di atas, terlihat bahwa untuk bisa sembuh dari segala jenis tumor, kista, dan kanker sebenarnya sangat sederhana dengan resep utamanya adalah propolis (air liur lebah). Dengan pengobatan alami ini, penderita akan terhindar dari pengobatan medis konvensional lama yang menyakitkan, penuh dengan efek samping, dan sangat mahal. Kemungkinan untuk sembuh lebih besar dengan pengobatan alami ini jika dibandingkan dengan pengobatan konvensional. Dan lebih menakjubkan lagi, masyarakat yang awam dengan kesehatan pun bisa mempraktekkannya sendiri di rumah. Sungguh terapi yang luar biasa praktis.

Tapi untuk meningkatkan prosentase kesembuhan, jangan hanya mengandalkan terapi propolis saja. Pola makan dan gaya hidup sehat dari penderita perlu juga diatur supaya kesembuhan total bisa didapat secara lebih pasti. Sangat sederhana bukan?! Kini tumor, kista, dan kanker bukanlah suatu penyakit yang sangat mengerikan jika ditangani dengan pengobatan alami yang tepat. Cabang pengobatan holistik modern telah menjadi solusi terbaik di era globalisasi yang makin banyak dihantui oleh berbagai kasus kanker.


Healindonesia, Dt. Awan (Andreas Hermawan)


Link referensi: http://healindonesia.wordpress.com/2009/12/09/kini-untuk-sembuh-dari-segala-jenis-kanker-tidak-harus-kemo-dan-operasi/

Propolis, Lebih Berkhasiat Dibandingkan Pengobatan Medis Jutaan Rupiah

diposting pada tanggal 12 Jan 2010 04.29 oleh Homart Info   [ diperbarui4 Mar 2010 00.03 ]

Peti mati dan lokasi pemakaman Tarsisius Sarbini sudah disiapkan. Kondisi pria 61 tahun itu memburuk akibat penyakit jantung koroner. Dokter menawarkan operasi by pass untuk mengatasi pencabut nyawa nomor wahid itu, tetapi keluarga menolak..

Bagi pasangan Tarsisius Sarbini dan Sri Subekti yang berprofesi guru, biaya operasi Rp150-juta itu sangat mahal. ‘Jika rumah saya jual juga tak menyelesaikan masalah. Saya tak mau menyengsarakan anak-istri,’ kata Sarbini yang merokok sejak 1970 dan menghabiskan 3 bungkus setiap hari mulai 1985 hingga 1995. Apalagi menurut dokter yang merawat peluang sembuh setelah operasi hanya 50%. Dalam kondisi pasrah itu sebuah peti mati pun disiapkan.

Tak ada pilihan lain bagi Sri Subekti selain harus membawa suami kembali ke rumah. Pada 5 September 2005 itu mereka meninggalkan rumahsakit di Bandung dan pulang ke Depok, Jawa Barat. Pria kelahiran Banyumas, Jawa Tengah, 14 Maret 1944 itu hanya terbaring. Seluruh aktivitasnya dilangsungkan di atas tempat tidur. Keluarga bagai menanti dentang lonceng kematian Sarbini.


Pertahanan Kota

Jauh sebelum disarankan operasi, Sarbini berupaya keras mencari kesembuhan. Ia mengkonsumsi beragam herbal. Sekadar menyebut contoh ia rutin minum segelas rebusan daun keluwih Artocarpus altilis. Lama konsumsi 3 bulan, belum juga membawa perubahan. Ia juga disiplin menelan 9 jenis obat yang diresepkan dokter 3 kali sehari, tetapi 7 sumbatan di jantung belum juga teratasi.

Beberapa hari setelah tiba di rumah, H Anwar, orangtua dari murid yang ia didik, menyodorkan propolis. Sarbini pun patuh dan mengkonsumsi masing-masing 3 kapsul propolis 3 kali sehari. Tiga jenis obat dari dokter – sama dengan yang di konsumsi sebelumnya – ia telan 1 jam setelah menelan propolis. Sepekan berselang, pria 65 tahun itu merasakan khasiatnya. ‘Saya bisa berjalan 5 meter dan mengangkat gayung,’ kata Sarbini.

Itu kemajuan luar biasa. Sebelumnya, jangankan berjalan, bangkit dari tidur pun ia tak mampu. Dada yang semula sakit seperti ditusuk-tusuk pisau, intensitasnya kian berkurang. Keruan saja istri dan keluarganya senang bukan kepalang. Sebulan kemudian ia merasa sangat bugar. Saat ditemui Trubus di rumahnya pada 16 Desember 2009, Sarbini tampak gagah.

Aktivitasnya jalan sehat ketika pagi dan mengajar pada siang hingga sore hari. Singkat kata keluhan-keluhan yang dulu ia rasakan, hilang sama sekali. Kesembuhannya memang belum ia buktikan melalui pemeriksaan medis. Setelah kondisinya membaik, 4 tahun terakhir Sarbini belum memeriksakan jantung lantaran biaya relatif mahal, mencapai Rp25-juta.

Menurut dr Robert Hatibi di Jakarta sembuhnya Sarbini dari penyumbatan pembuluh darah jantung karena kemampuan propolis mengikat radikal bebas sehingga sumbatan terkikis. Sumbatan itu akibat nikotin dalam rokok yang menebalkan dinding pembuluh darah di jantung. Selain mengikis, ‘Propolis juga menjaga kemudian mempertahankan elastisitas dan daya kapilaritas aorta serta vena jantung,’ kata Hatibi.


Mumi

Propolis yang dikonsumsi Sarbini merupakan produk yang dihasilkan lebah. Spesies yang banyak diternakkan adalah Apis cerana dan Apis mellifera. Propolis berbeda dengan madu, produk utama lebah. Madu terdapat di dalam sarang heksagonal; propolis di luar sarang. Pada sarang buatan berupa kotak kayu, lebah-lebah pekerja meletakkan propolis di celah antarpapan, bingkai, atau tutup sarang.

Ir Hotnida CH Siregar MSi, ahli lebah dari Institut Pertanian Bogor mengatakan lebah pekerja mengolah propolis dari berbagai bahan seperti pucuk daun, getah tumbuhan, dan kulit beragam tumbuhan seperti akasia dan pinus. Menurut Dolok Tinanda Haposan Sihombing, ahli lebah dari Institut Pertanian Bogor, propolis merupakan bahan campuran kompleks terdiri atas malam, resin, balsam, minyak, dan polen.

Kata propolis berasal dari bahasa Yunani: pro berarti sebelum, polis bermakna kota. Kota dalam kehidupan serangga sosial itu adalah sarang. Secara harfiah propolis bermakna sebelum sampai kota. Bagi lebah propolis bermanfaat menambal celah-celah sarang, menutup lubang, dan mensterilkan sarang. ‘Kota’ lebah selalu dalam kondisi steril berkat propolis.

Hotnida mengatakan fungsi propolis lain adalah membungkus atau memumikan bangkai hama yang masuk ke sarang lebah. Dengan demikian propolis menghentikan pertumbuhan dan penyebaran bakteri, cendawan, dan virus sehingga penyakit tak tersebar dan sarang tetap steril. Hama yang dibungkus dengan propolis pun menjadi awet dan tak busuk lantaran propolis bersifat antibakteri. Metode itulah yang ditiru oleh nenek moyang bangsa Mesir untuk mengawetkan jenazah.

Menurut Ir Bambang Soekartiko, pemilik Bina Apiari, kualitas propolis tergantung dari sumber tanaman dan proses pembuatan. Tanaman sumber propolis di negara subtropis seperti Bulgaria, Korea, dan Rusia adalah pohon poplar Populus sp. Brasil mempunyai Bacharis dracunculifolia dan Dalbergia sp masing-masing sebagai sumber propolis hijau dan merah yang mempunyai bioflavonoid tinggi. Brasil sohor sebagai negara utama produsen propolis di dunia.

Produknya yang terkenal adalah propolis hijau bermutu tinggi karena kandungan bioflavonoid yang tinggi. Flavonoid merupakan komponen tumbuhan yang bersifat sebagai bahan-bahan anticendawan, antibakteri, antivirus, antioksidan, dan antiinflamasi. ‘Di Indonesia belum ada penelitian jenis tanaman sumber propolis yang kandungan bioflavonoid tinggi,’ kata Soekartiko (baca: Rahasia dalam Sebuah Sarang halaman 25).


Kotoran?

Warna propolis beragam, meski pada umumnya cokelat gelap. Namun, kadang-kadang ditemukan juga propolis berwarna hijau, merah, hitam, bahkan putih tergantung dari sumber resin. Produksi propolis relatif kecil, 20 gram setahun dari 200.000 lebah. Karena warnanya yang cenderung gelap itulah banyak peternak lebah menganggap propolis sebagai kotoran.

Apalagi para peternak itu juga belum mengetahui khasiat propolis. Oleh karena itu mereka justru membuang propolis dari sarang karena menganggap kotor. Padahal, untuk memanen propolis, relatif mudah. Peternak mengerok secara hati-hati dan mengekstraknya (baca: Kuncinya pada Pelarut halaman 20). Nah, karena jarang dilirik peternak, maka penggunaan propolis untuk kesehatan kalah populer ketimbang produk lebah lain seperti madu dan royal jeli. Peternak lebah di Amerika Serikat juga menganggap propolis sebagai bahan pengganggu. Propolis melekat di tangan, pakaian, dan sepatu ketika cuaca panas serta berubah keras dan berkerak ketika dingin.

Padahal, harga propolis jauh lebih mahal daripada madu. Saat ini di Indonesia harga propolis di tingkat peternak mencapai Rp700.000; madu, Rp35.000 per kg. Baru pada akhir 1990-an propolis dilirik sebagai bahan berkhasiat ketika Jepang meriset lem lebah untuk kesehatan. Takagi Y dari Sekolah Kesehatan Universitas Suzuka membuktikan keampuhan propolis meningkatkan sistem imunitas tubuh. Riset lain dari University of Japan membuktikan bahwa propolis mengurangi risiko sakit gigi. Dari pembuktian ilmiah itulah penggunaan propolis sohor di Jepang.

Menurut Hotnida penggunaan propolis di Indonesia juga terpengaruh hasil riset di Jepang. Masyarakat di Indonesia ramai menggunakan lem lebah alias propolis pada 2 tahun terakhir. Itu sejak kehadiran beberapa produsen dan distributor seperti PT Ratu Nusantara, CV Cahya Sejahtera, PT Melianature Indonesia, dan PT High Dessert Indonesia. Di pasaran kini terdapat beragam produk berbasis propolis seperti kapsul propolis murni, cairan propolis murni, dan campuran propolis dan madu.


Riset Ilmiah

Seiring dengan tren pemanfaatan propolis, para periset menguji ilmiah lem lebah itu. Dra Mulyati Sarto MSi, peneliti di Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada, membuktikan bahwa propolis sangat aman dikonsumsi. Dalam uji praklinis, Mulyati membuktikan LD50 propolis mencapai lebih dari 10.000 mg. LD50 adalah lethal dosage alias dosis yang mematikan separuh hewan percobaan.

Jika dikonversi, dosis itu setara 7 ons sekali konsumsi untuk manusia berbobot 70 kg. Faktanya, dosis konsumsi propolis di masyarakat amat rendah, hanya 1 – 2 tetes dalam segelas air minum. Dosis penggunaan lain pun hanya 1 sendok makan dilarutkan dalam 50 ml air.

‘Tingkat toksisitas propolis sangat rendah, jika tak boleh dibilang tidak toksik,’ kata Mulyati. Bagaimana efek konsumsi dalam jangka panjang? Master Biologi alumnus Universitas Gadjah Mada itu juga menguji toksisitas subkronik. Hasilnya konsumsi propolis dalam jangka panjang tak menimbulkan kerusakan pada darah, organ hati, dan ginjal. Dua uji ilmiah itu – toksisitas akut dan toksisitas subkronik – membuktikan bahan suplemen purba itu sangat aman dikonsumsi.

Propolis itu pula yang dikonsumsi Evie Sri, kepala Sekolah Dasar Negeri Kertajaya 4 Surabaya, untuk mengatasi kanker payudara stadium IV. Evie akhirnya sembuh dari penyakit mematikan itu. Kesembuhannya selaras dengan riset Prof Dr Mustofa MKes, peneliti di Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, yang meriset in vitro propolis sebagai antikanker. Sang guru besar menggunakan sel HeLa dan Siha – keduanya sel kanker serviks – serta T47D dan MCF7 (sel kanker payudara).

Selain itu ia juga menguji in vivo pada mencit yang diinduksi 20 mg dimethilbenz(a)anthracene (DMBA), senyawa karsinogenik pemicu sel kanker. Frekuensi pemberian 2 kali sepekan selama 5 minggu. Hasil riset menunjukkan propolis mempunyai efek sitotoksik pada sel kanker. Nilai IC50 pada uji in vitro mencapai 20 – 41 μg/ml. IC50 adalah inhibition consentration alias konsentrasi penghambatan propolis terhadap sel kanker.

Untuk menghambat separuh sel uji coba, hanya perlu 20 – 41 μg/ml. Angka itu setara 0,02 – 0,041 ppm. Bandingkan dengan tokoferol yang paling top sebagai antioksidan. Nilai IC50tokoferol cuma 4 – 8 ppm. Artinya ntuk menghambat radikal bebas dengan propolis perlu lebih sedikit dosis ketimbang tokoferol. Dengan kata lain nilai antioksidan propolis jauh lebih besar daripada tokoferol.

Pada uji in vivo, propolis berefek antiproliferasi. Proliferasi adalah pertumbuhan sel kanker yang tak terkendali sehingga berhasil membentuk kelompok. Dari kelompok itu muncul sel yang lepas dari induknya dan hidup mandiri dengan ‘merantau’ ke jaringan lain. Antiproliferasi berarti propolis mampu menghambat pertumbuhan sel kanker.

‘Terjadi penurunan volume dan jumlah nodul kanker pada tikus yang diberi 0,3 ml dan 1,2 ml propolis,’ ujar dr Woro Rukmi Pratiwi MKes, SpPD, anggota tim riset. Dalam penelitian itu belum diketahui senyawa aktif dalam propolis yang bersifat antikanker. Namun, menurut dr Ivan Hoesada di Semarang, Jawa Tengah, senyawa yang bersifat antikanker adalah asam caffeat fenetil ester.


Terpadu

Banyak bukti empiris yang menunjukkan penderita-penderita penyakit maut sembuh setelah konsumsi propolis. ‘Penyakitnya berat yang dokter spesialis sudah pasrah,’ kata dr Ivan. Sekadar menyebut beberapa contoh adalah Siti Latifah yang mengidap stroke, Wiwik Sudarwati (gagal ginja), dan Rohaya (diabetes mellitus). Menurut dr Hafuan Lutfie MBA mekanisme kerja propolis sangat terpadu. Dalam menghadapi sel kanker, misalnya, propolis bersifat antiinflamasi alias antiperadangan dan anastesi atau mengurangi rasa sakit.

Yang lebih penting propolis menstimuli daya tahan tubuh. ‘Tubuh diberdayakan agar imunitas bekerja sehingga mampu memerangi penyakit,’ kata Lutfie, dokter alumnus Universitas Sriwjaya. Kemampuan propolis meningkatkan daya tahan tubuh disebut imunomodulator. Dr dr Eko Budi Koendhori MKes dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga membuktikan peningkatan kekebalan tubuh tikus yang diberi propolis. Biasanya infeksi Mycobacterium tuberculosis – bakteri penyebab tuberkulosis (TB) – menurunkan kekebalan tubuh dengan indikasi anjloknya interferon gamma dan meningkatkan interleukin 10 dan TGF. Interferon gamma adalah senyawa yang diproduksi oleh sel imun atau sel T yang mengaktifkan sel makrofag untuk membunuh kuman TB. Interleukin dan TGF merupakan senyawa penghambat interferon gamma.

Doktor ahli tuberkulosis itu membuktikan interferon gamma tikus yang diberi propolis cenderung meningkat hingga pekan ke-12. Sebaliknya interleukin 10 justru tak menunjukkan perbedaan bermakna. ‘Pemberian propolis pada mencit yang terinfeksi TB mampu mengurangi kerusakan pada paru-paru dengan cara meningkatkan sistem imun tubuh,’ kata dr Eko.


Bukti Khasiat Propolis dari Lab

diposting pada tanggal 12 Jan 2010 04.21 oleh Homart Info   [ diperbarui4 Mar 2010 00.05 ]

Siapa tak merinding mendengar kata AIDS – menurunnya sistem kekebalan tubuh akibat infeksi human immunodeficiency virus HIV yang memicu munculnya beragam penyakit? Menurut data World Health Organization (WHO), sekitar 2-juta penduduk dunia meninggal akibat AIDS sepanjang 2008. Jumlah itu mungkin turun jika para pengidap AIDS mengenal propolis.

Propolis memang belum dibuktikan secara klinis bisa mengatasi HIV. Namun, berdasar riset in vitro – di laboratorium – yang dilakukan para peneliti dari University of Minnesota, Minneapolis, Amerika Serikat, propolis berpotensi meningkatkan kekebalan tubuh para penderita HIV/AIDS. Tim peneliti menduga zat antiviral yang terkandung dalam propolis menghambat masuknya virus ke dalam CD4+limfosit.

Propolis dosis 66,6 ?g/ml dalam kultur sel CD4+ – sel T dalam sistem kekebalan yang memiliki reseptor CD4 mampu menghambat ekspresi virus HIV maksimal 85%. Lazimnya pada penderita HIV/AIDS, virus mematikan itu menginfeksi sel bereseptor CD4 dan merusaknya. Makanya, jumlah sel ber-CD4 pada penderita HIV/AIDS turun jauh di bawah angka normal. Pada orang sehat, jumlahnya sekitar 500 – 1.500/mm3 darah.


Penyakit Berat

Berdasarkan riset di luar maupun dalam negeri, propolis memang terbukti ampuh melawan beberapa penyakit berat. Dr dr Eko Budi Koendhori Mkes, dari Departemen Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR), misalnya, membuktikan lem lebah itu membantu menekan kerusakan jaringan paru pada mencit yang diinfeksi Mycobacterium tuberculosis – bakteri penyebab penyakit tuberculosis (TBC).

Dari 100 mencit yang diinfeksi M. tuberculosis, tikus yang diberi kombinasi Isoniasid – obat antituberculosis – 25 mg/kg bobot badan dan propolis menunjukkan peningkatan kadar interferon γ . Interferon γ berperan mengaktifkan sel makrofag yang membunuh bakteri TBC. Mencit yang hanya diberi Isoniasid mengalami peningkatan kerusakan paru dari minggu ke-5 hingga ke-12. Sementara kondisi paru mencit yang diberi Isoniasid dan propolis dosis 800 mg pada minggu ke-12 sama seperti pada minggu ke-5.

Propolis berperan meningkatkan kekebalan penderita sehingga kerusakan jaringan dapat ditekan. Obat standar bekerja secara langsung menyerang bakteri TBC. Nah, kombinasi obat dan propolis mematikan bakteri TBC sekaligus mengurangi kerusakan paru-paru akibat serangan bakteri. ‘Propolis sangat bagus untuk meningkatkan sistem imun. Selain itu saya duga memiliki kemampuan antikanker,’ tutur Eko.


Kanker

Dugaan Eko tidak meleset. Berdasar riset yang dilakukan di laboratorium Pengujian dan Penelitian Terpadu (LPT) UGM, produk propolis yang diteliti dapat menghambat sel kanker HeLa (sel kanker serviks), Siha (sel kanker uterus), serta T47D dan MCF7 (sel kanker payudara) dengan nilai IC50 berkisar 20 – 41 µg/ml. Artinya, propolis dosis 20 – 41 µg/ml dapat menghambat aktivitas 50% sel kanker dalam kultur.

Itu sejalan dengan penelitian dr Woro Pratiwi MKes SpPD, dari Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (FK UGM). Propolis yang diberikan selama 1 bulan memiliki efek antikanker dalam organisme hidup. Itu ditunjukkan dengan menurunnya jumlah nodul atau tonjolan tumor dan menurunnya aktivitas proliferasi – penggandaan – sel tumor kelenjar payudara pada mencit. Namun, efeknya masih lebih rendah dibanding pada mencit yang diberi obat kanker standar, doksorubisin. ‘Sehingga, perlu dikaji penggunaan propolis dengan obat antikanker terstandar untuk memberikan efek terapi optimal dan efek samping minimal,’ ujar Woro.

Polifenol dan flavonoid, sebagian senyawa yang terkandung dalam propolis, kemungkinan berperan menghambat proliferasi sel kanker. Menurut Dr Edy Meiyanto dari Fakultas Farmasi UGM, flavonoid biasanya mempunyai struktur khas yang mampu menghambat protein kinase yang digunakan untuk proliferasi sel. Jika protein kinase ini dihambat, proses fisiologi sel pun terhambat sehingga sel melakukan apoptosis alias membuat program bunuh diri.

‘Senyawa golongan flavonoid dan polifenol yang ada dalam propolis juga memiliki efek antioksidan dan antitrombositopenia,’ kata Prof Dr Mustofa MKes Apt dari Bagian Farmakologi & Toksikologi FK UGM. Penelitian tim FK UGM menunjukkan sediaan propolis yang diuji mampu mencegah penurunan trombosit pada mencit yang diinfeksi Plasmodium berghei – salah satu parasit penyebab malaria pada mamalia selain manusia. Dosis optimal 5 ml/kg bobot badan juga mampu meningkatkan jumlah eritrosit hingga 37% setelah 8 hari pemberian.


Aman

Khasiat lain propolis yang sudah dibuktikan lewat riset yaitu efek antimikrobanya. Uji yang dilakukan Eko pada 2007 menunjukkan propolis mampu membunuh 26 isolat bakteriStaphylococcus aureus penyebab infeksi pada kulit dan saluran pernapasan serta Escherichia coli penginfeksi saluran pencernaan. Propolis dosis 10% dan 20% mampu membunuh seluruh sampel kedua jenis bakteri.

Penelitian serupa oleh Dr Jessie Pamudji di Sekolah Farmasi, Institut Teknologi Bandung membuktikan efek antibakteri propolis terhadap S. aureusdan Propionibacterium acnes – biang jerawat. ‘Itu karena propolis mengandung senyawa yang bersifat antimikroba yaitu flavon pinocembrin, flavonol galangin, dan asam kafeat,’ ujar Jessie.

Yang terpenting, riset membuktikan propolis aman meski dikonsumsi dalam jangka panjang. Menurut Dra Mulyati Sarto, MSi dari LPT UGM, toksisitas propolis sangat rendah. ‘Mencit yang diberi propolis tiap hari selama 1 bulan dengan dosis normal, fungsi dan kondisi organ tubuhnya tetap bagus, tidak bermasalah,’ ujarnya.

Dosis normal yang dimaksud setara 1 sendok makan propolis dilarutkan dalam 50 ml air untuk konsumsi manusia. Propolis baru menyebabkan kematian separuh jumlah hewan uji pada dosis di atas 10.000 mg/kg bobot badan. Jika dikonversikan ke orang berbobot 60 kg, dosis itu setara konsumsi 0,6 kg propolis setiap hari. Artinya, keampuhan dan keamanan propolis telah terbukti. (Tri Susanti/Peliput: Faiz Yajri, Nesia Artdiyasa & Rosy Nur Apriyanti)



Propolis, Obat Ajaib Dikala Penisilin Tidak Lagi Mempan

diposting pada tanggal 12 Jan 2010 04.09 oleh Homart Info   [ diperbarui4 Mar 2010 00.07 ]


Propolis sudah digunakan sejak zaman purba. Bapak kedokteran, Hipokrates (460-370 SM) menganjurkan konsumsi propolis sebagai obat untuk meningkatkan kualitas kesehatan. Pada era itu propolis digunakan untuk mengatasi beragam gangguan kesehatan seperti mag, luka, borok, dan bisul. Propolis mempercepat pengeringan luka.


Luka

Ketika perang Boer di Afrika Selatan (1888-1902) berkecamuk, propolis berkhasiat sebagai antibiotik. Perang itu merupakan perlawanan kemerdekaan kaum Boer terhadap penjajahan Inggris. Propolis dicampur dengan minyak jeli dan dioleskan pada luka untuk mencegah terjadinya infeksi. Cara itu terbukti ampuh dan efektif melawan bakteri yang resisten terhadap beberapa antibiotik seperti penicillin, ampicillin, methicillin, dan streptomycin.


Plester

Apa obat luka tak kunjung sembuh? Pada zaman Aristoteles (384-322 SM) obat luka tak kunjung sembuh adalah propolis. Propolis di masa itu dimanfaatkan sebagai perekat plester untuk menutup luka. Selain itu propolis juga digunakan untuk mengatasi bengkak, gangguan pencernaan, dan hati. Aristoteles menulis resep penggunaan propolis dalam buku berjudul Historia Animalium.



Rahasia Kesehatan dalam Sebuah Sarang

diposting pada tanggal 12 Jan 2010 03.58 oleh Homart Info   [ diperbarui4 Mar 2010 00.08 ]


Kitab Suci Al Quran dalam Surat An Nahl 16: 68 – 69 (An Nahl berarti lebah, red) menyebut madu sebagai obat yang menyembuhkan manusia. Cendekiawan muslim, Harun Yahya, menerjemahkan ayat itu lewat penelitian yang dilakukannya. Yahya pun menuliskan dalam bukunya. Lebah tak hanya menghasilkan madu, pun getah yang punya nama beken: propolis.

Ratna Thapa PhD dari School of Science Mae Fah Lung University, Chiang Rai, Thailand, menyebut dalam presentasi pada acara pertemuan Asian Apiculture AssociationdanInternational Apitherapy and Bee Products Association di Chiang Rai pada 11 – 14 November 2009, setidaknya terdapat 8 produk komersial asal lebah. Yaitu madu, nambur madu, racun lebah alias sengat lebah, lilin, propolis, royal jelly, polen, dan bee bread – campuran madu dan polen.

Ir Hotnida CH Siregar MSi dari Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor menambahkan jasa sewa lebah madu untuk polinasi tanaman sebagai salah satu produk komersial lebah. Itu yang banyak digunakan pekebun di Amerika Serikat untuk meningkatkan produksi tanaman berbuah. ‘Di Indonesia produk lebah yang banyak dikembangkan baru sebatas madu,’ tutur Hotnida.


Penyambung Nyawa

Propolis, misalnya, dihasilkan lebah sebagai pembalsam benda asing yang masuk ke dalam sarang sekaligus dipakai untuk menambal retakan pada sarang. Pada sarang lebah ternak, propolis kerap ditemukan di kayu penutup sarang. Warnanya kehitaman. Karena itu oleh peternak kerap dianggap sebagai kotoran dan dibuang. Padahal riset di Jepang sejak 1990-an menunjukkan propolis sebagai panasea baru.

Propolis merupakan campuran getah tanaman seperti pinus dan akasia plus cairan khusus yang dikeluarkan lebah. Menurut Ir H Bambang Soekartiko, ketua Asosiasi Perlebahan Indonesia, kualitas propolis antara lain tergantung pada sumber tanaman penghasil getah. ‘Sumber tanaman penghasil propolis di daerah subtropis, seperti Rusia, Inggris, Jepang, Amerika Serikat, Argentina, dan Australia adalah poplar Populus sp,’ ujar Bambang. Sementara green propolis asal Brasil didapat dari getah tanaman Baccharis dracunculifolia. Red propolis bersumber dari tanaman Dalbergia sp.

Tanaman-tanaman itu memiliki kandungan bioflavonoid tinggi. Flavonoid berperan sebagai antioksidan. Riset juga menunjukkan propolis bersifat antibakteri, anticendawan, dan antivirus. Pantas banyak penyakit bisa disembuhkan dengan konsumsi propolis. Sebut saja diabetes mellitus, stroke, hepatitis, kanker, hipertensi, tuberkulosis, batu ginjal, dan HIV/AIDS. Jika lebah sekadar memanfaatkan getah itu untuk menambal sarang dan balsam, maka bagi manusia propolis adalah penyambung nyawa. (Evy Syariefa/Peliput: Rosy Nur Apriyanti)


Sekotak Penuh Khasiat

    Propolis
  1. Berasal dari getah – resin – tanaman dari kelompok pinus dan akasia yang dikumpulkan lebah. Resin dikunyah bersama liur lebah, lalu dibentuk dan disimpan dalam corbicula alias keranjang polen terletak di paha. Propolis dipakai untuk menambal sarang karena memiliki daya rekat kuat dan pembalsam benda asing – misal hama seperti kecoak dan cecak – yang masuk ke sarang. Beda getah tanaman, beda antimikroba yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan propolis digunakan sebagai salah satu bahan membungkus mumi pada era Mesir Kuno karena kandungan antimikrobanya tinggi.
  2. Propolis kaya kandungan antibakteri, anticendawan, dan antivirus sehingga dapat dipakai untuk mengatasi banyak penyakit maut. Propolis terbaik di dunia berasal dari Brasil disebut sebagai green propolis. Di tanahair tersedia produk propolis berbentuk kapsul dan cairan.

  3. Madu dan nambur madu

  4. Merupakan cadangan makanan berasal dari nektar yang dicampur dengan cairan khusus yang diproduksi lebah pekerja. Madu disimpan dalam sarang-sarang berbentuk heksagonal. Bentuk persegienam itu mampu menyimpan madu dalam jumlah lebih banyak dengan kebutuhan lilin – bahan baku sarang – lebih sedikit. Satu koloni lebah bisa menghasilkan 60 kg madu.
  5. Produk madu terbukti memperbaiki peristaltik di usus dan lambung sehingga penyerapan kalsium berjalan lebih baik. Madu juga menstabilkan tekanan darah, sumber energi instan – seperti VCO, dan kandungan glukosanya aman untuk penderita diabetes mellitus.

  6. Polen, bee pollen

  7. Bee pollen berwarna kekuningan. Merupakan pakan untuk larva umur 1 – 4 hari.
  8. Konsumsi polen meningkatkan energi tubuh manusia

  9. Bee bread

  10. Bee bread sumber makanan utama larva. Bee bread terdiri atas madu dan polen yang sudah dicerna lebah. Kandungan gizinya lebih baik ketimbang sekadar polen karena dihasilkan dari hasil fermentasi. Proses itu menyebabkan bee bread lebih gampang dicerna manusia dan kandungan gizinya tidak gampang hilang.
  11. Dalam ilmu pengobatan tradisional China bee bread dipercaya memperkuat fungsi hati, kantong empedu, otot, mata, imajinasi dan kreativitas, serta memulihkan energi. Bee bread juga baik dikonsumsi mereka yang mengalami masalah di saluran pencernaan.

  12. Malam/lilin, bee wax

  13. Merupakan hasil metabolisme lebah pekerja umur 8 minggu. Bahan baku utama sarang lebah itu merupakan hasil dari pemrosesan madu di dalam tubuh lebah dan dikeluarkan melalui kelenjar malam. Seekor lebah memiliki 8 kelenjar malam alias wax gland. Malam juga dipakai untuk menutup sarang berisi madu dengan kadar air rendah sebagai cadangan makanan.
  14. Lilin lebah, antara lain dimanfaatkan oleh industri farmasi sebagai bahan pembuat plester dan obat-obatan luar. Manfaat lain sebagai bahan membatik, lilin, krim dingin dan losion (kosmetik), serta campuran pensil dan semir.

  15. Royal jelly

  16. Royal jelly alias susu lebah berwarna putih kental dihasilkan oleh kelenjar hipefaringeal lebah perawat. Merupakan makanan untuk larva calon ratu lebah. Untuk mendongkrak produksi royal jelly peternak kerap membuat sarang buatan calon ratu – bentuknya bulat lonjong seperti mangkok.
  17. Royal jelly kaya kandungan asam amino, vitamin E dan B kompleks, dan gonadtropin – penstimulir organ reproduksi ratu dan pematangan telur. Makanya dipercaya berkhasiat awet muda, meregenerasi sel, dan mempermudah mendapatkan keturunan.

  18. Racun/sengat lebah

  19. Terapi dengan racun atau sengat lebah dikenal sebagai apipunktur. Untuk mendapatkan racunnya produsen di Eropa melewatkan lebah ke daerah beraliran listrik. Lebah yang terkejut mengeluarkan racun. Di tanahair terapi sengat lebah menggunakan lebah hidup dengan menusukkan sengat ke bagian sakit. Sengat mengeluarkan racun dan terlepas dari tubuh lebah menyebabkan lebah mati. Terapi dengan sengat lebah mengobati encok, migrain, rematik, dan jantung. Terapi ini lebih efektif jika dikombinasikan dengan pemberian madu, propolis, royal jelly, dan polen.


Link referensi: http://www.trubus-online.co.id/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&cid=1&artid=2207

Air Liur Lebah, Obat Ajaib Taklukkan 1001 Penyakit

diposting pada tanggal 12 Jan 2010 03.52 oleh Homart Info   [ diperbarui4 Mar 2010 00.09 ]


Propolis dikumpulkan oleh lebah dari tumbuh-tumbuhan atau pucuk muda dan kulit pohon terutama pohon poplar lalu dicampurkan dengan air liurnya, yang digunakan untuk menambal lubang dalam sarang lebah yang sekaligus juga melindungi sarang lebah dari serangan virus, bakteri dan jamur. Propolis yang berbahan dasar air liur lebah ini, ternyata merupakan obat alami yang bisa dipakai untuk menaklukkan 1001 penyakit (1001 artinya berbagai penyakit/hampir semua jenis penyakit).

Propolis berasal dari bahasa Yunani: PRO = SEBELUM, POLIS = KOTA = Sistem Pertahanan Kota. Ia sanggup menyembuhkan diabetes dan gangren, yang merupakan penyakit tidak bisa disembuhkan secara medis, bahkan tanpa suntik insulin dan amputasi. Penderita kanker stadium lanjut yang telah divonis tidak memliki harapan, juga bisa sembuh dengan propolis. Segala jenis penyakit maut lainnya seperti stroke, sakit jantung, batu ginjal, gagal ginjal, hepatitis, dan bahkan AIDS juga sanggup ia taklukkan.

Tidaklah heran mengapa propolis bisa memberikan keajaiban sedemikian rupa adalah karena kandungan antioksidan 1 tetes propolis = antioksidan 500 buah jeruk. Disamping itu, propolis kaya akan asam amino, vitamin-vitamin, bioflavonoids.

Alasan lain kenapa propolis disebut sebagai obat ajaib yang bisa menaklukkan 1001 penyakit, untuk lebih jelasnya mari kita telusuri lebih dalam lagi…

Propolis sebagai pengobatan alami, mengandung zat aktif yang berfungsi sebagai obat untuk berbagai macam penyakit. Fungsi pengobatan meliputi hal-hal sebagai berikut :

  1. Propolis sebagai antibiotik alami, antiviral dan sekaligus antifungal alami tanpa efek samping.
  2. Propolis menyembuhkan penyakit yang berhubungan dengan bakteri, misalnya: thypus, diare/muntaber dan sebagainya. Dapat juga untuk bau ketiak yang sangat mengganggu, karena di dalam lipatan ketiak terdapat bakteri atau jamur yang menyebabkan bau.
  3. Propolis menyembuhkan penyakit yang berhubungan dengan virus, misalnya: demam berdarah, flu, TBC dan sebagainya.
  4. Propolis menyembuhkan penyakit yang berhubungan dengan jamur, misalnya: eksim, panu, keputihan, ketombe dan sebagainya.
  5. Propolis sebagai Anti peradangan (infeksi dan luka), misalnya: maag, luka luar, radang tenggorokan, sakit gigi, radang ginjal, luka baker dan sebagainya.
  6. Propolis sebagai anti kanker dan mutagenesis sel, misalnya: kanker, tumor, mioma, kista dan sebagainya.
  7. Propolis berfungsi untuk membersihkan pembulu darah dan detoksifikasi.
  8. Propolis berfungsi sebagai pembuangan racun, misalnya: asam urat, kolesterol, trigliserin, darah tinggi, jantung, stroke, diabetes mellitus, dan sebagainya.
  9. Propolis juga penyembuh ajaib bagi penyakit seperti ateriosklerosis atau pengapuran pembuluh darah oleh lemak, berbagai infeksi, gangguan pencernaan, gangguan pernafasan, penyakit syaraf, arthritis dan rematik.
  10. Propolis sebagai penetral racun dalam tubuh dan sekaligus anti oksidan kuat.
  11. Propolis meningkatkan sistem kekebalan tubuh.



Pendapat Para Ahli

Berikut adalah pendapat para ahli tentang propolis dan kegunaannya:

  • John Diamond, MD; Propolis mampu mengaktifkan kelenjar thymus yang berfungsi sebagai sistem imunitas tubuh.
  • Ray Kupinsel; Propolis sebagai antibiotik alami yang mampu melawan berbagai macam penyakit tanpa efek samping.
  • Profesor Arnold Becket; Propolis mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit yang disebabkan oleh virus, bakteri dan jamur.
  • Russia Research Team (Tim Riset Rusia); Dalam propolis terdapat zat antibiotik alami dan antiviral, vitamin, asam amino, dan mineral yang sangat mujarab untuk penyakit mulut, tenggorokan.
  • Dr. Fang Chu (dokter di Lien Yu Kang Hospita Tiongkok); Propolis berguna untuk penyakit kandungan lemak tinggi dalam darah dan untuk penyakit jantung.
  • Lembaga Riset Kanker Columbia, 1991; Dalam propolis terdapat zat CAPE yang berfungsi mematikan sel kanker. Dengan pemakaian zat CAPE secara teratur selama 6 bulan dapat mereduksi kanker sebanyak 50%.
  • Majalah antibiotik VP Kivalkina; Propolis sangat efektif untuk infeksi tanpa batas kadaluarsa.
  • Dr. K. Lund Aagaard “Propolis, Natural Substance, the way to health”. Bioflavanoid yang terkandung di dalam propolis dapat mendegradasi radikal bebas yang disebabkan polusi, bahan pengawet dan bahan kimia lain yang masuk ke dalam tubuh. Kemampuan kerja bioflavanoid ini setara dengan kemampuan 500 buah jeruk.
  • Prof. Hembing Wijaya kusuma: Propolis sangat baik untuk kesehatan kulit dan berkhasiat luar biasa.



Propolis dari Zaman ke Zaman

  • Di Yunani, Propolis telah dikenal sebagai pengobatan berbagai luka dan berbagai penyakit yang tidak bisa disembuhkan.
  • Hippocrates (460-370 SM), sebagai Bapak Ilmu Kedokteran, mengunakan bee pollen dan propolis sebagai obat untuk memerangi berbagai penyakit.
  • Romawi memuja lebah dan Propolis sebagai pengobatan, ahli jiwa menggunakan propolis sebagai obat ekstrak dari sengatan dan semua zat-zat racun, mengurangi pembengkakan, mengendorkan, serta mengurangi rasa sakit di otot.
  • Mesir telah mengenal propolis sebagai pengobatan dan simbol keagamaan.
  • Pada perang Boer (1888-1902) antara penduduk Afrika Selatan dan Inggris, propolis digunakan untuk menbersihkan luka dari infeksi dan menyembuhkan luka dengan cepat.


Cara Kerja Propolis dalam Melawan Kanker

Propolis mengandung zat CAPE (asam Cafeic Phenetyl Esther), berbeda dengan kerja obat Interferon yang membunuh virus tapi juga merusak sel sehat, sehingga pengobatan kanker sering kali menimbulkan pengaruh buruk kepada pasien. Berbeda dengan Propolis, zat CAPE menekan tranformasi DNA-RNA virus sehingga memungkinkan virus menjadi tidak berkembang dan merusak jaringan virus. Dengan demikian virus bisa lenyap tanpa merusak sel-sel jaringan tubuh pasien kanker.

Bagi Anda yang ingin sembuh dari diabetes, gangren, tumor, kista, kanker, herpes, stroke, sakit jantung, gangguan ginjal, liver, dan penyakit serius lainnya tanpa obat-obatan kimia serta operasi (bahkan AIDS), saya sarankan memakai Propolis secara teratur. Apalagi untuk penyakit spt batuk, radang tenggorokan, diare, flu, cacar, luka, eksim, dan sebagainya, propolis bisa membantu proses penyembuhan dengan sangat cepat.

Dt. Awan, Healindonesia, 02 Desember 2009


1-7 of 7