Beranda

Artefak Budaya

  • Tentang Gunung Padang Situs Gunung Padang ada di Jawa Barat yang berbentuk struktur bangunan dari berbagai bentuk batu yang alamiah. Batu-batu tersebut hampir seluruhnya berbentuk balok dengan penampang segi lima, meskipun ada ...
    Posted Jul 21, 2015, 9:15 PM by Jakob Sumardjo
  • Paham Kekuasaan Sunda Kekuasaan kurang lebih berarti kemampuan, kesanggupan, kekuatan, kewenangan untuk menentukan. Kekuasaan meliputi wilayah keluarga, kampung, negara, lembaga. Dalam pengertian kebudayaan, wilayah-wilayah kekuasaan tadi menampakkan pola-pola yang sama. Pengaturan ...
    Posted Sep 29, 2014, 6:26 PM by Jakob Sumardjo
Showing posts 1 - 2 of 2. View more »

Tentang Jakob

J Sumardjo
Prof. Drs Jakob Sumardjo, esais kelahiran Klaten, Jawa Tengah, 26 Agustus 1939, adalah sulung dari tujuh bersaudara, putra P. Djojoprajitno, pensiunan ABRI. Ia menamatkan pendidikan SD Kanisius di Klaten dan Yogyakarta (1953). Kemudian melanjut ke SGB BOPKRI, Yogyakarta (1956) dan SGA BOPKRI, Yogyakarta (1959) serta kuliah di IKIP Sanata Dharma, Yogyakarta (1962) dan IKIP Negeri, Bandung (1970).

Setelah lulus sarjana muda dari IKIP Sanata Dharma, Yogyakarta, ia mengajar di SMA St. Angela Bandung, hingga 1980. Kemudian menjadi dosen dan ketua jurusan teater di Akademi Seni Tari Indonesia (ASTI) Bandung, setelah sebelumnya meraih gelar sarjana dari IKIP Negeri Bandung.

Suami dari Jovita Siti Rochma dan ayah dari empat orang anak ini seorang penulis produktif kritikus sastra ternama di negeri ini. Dia sering menulis di harian Kompas, Suara Karya, Pikiran Rakyat, dan Sinar Harapan, serta majalah Horison, Prisma dan lain-lain.

”Di Indonesia, menjadi kritikus sastra cukup berat,” ujarnya. ”Ibarat tikus sawah, tiap kali muncul diuber dengan pentungan.” Kritikus di Indonesia, menurut dia, kalau mau survive harus tahan gebuk. ”Paling tidak, tebal kulitlah.” Toh, ia mengaku tiap minggu tetap menulis artikel sastra.

Jika tulisannya dimuat koran atau majalah, sesama rekan guru maupun dosen, bahkan istrinya, ”Hanya tertarik membaca nama saya,” kata Jakob. Tetapi tidak satu pun di antara mereka membaca isi tulisan itu. Ia pernah bertanya, mengapa mereka tidak membacanya? Jawab mereka kurang lebih sama, ”Saya ‘nggak ngerti yang Anda tulis.”

Sumardjo juga sudah menulis puluhan judul buku, antara lain Sastra dan Masyarakat Indonesia (Nurcahya, Yogyakarta, 1979), Novel Populer Indonesia (penerbit yang sama, 1981), Segi Sosiologis Novel Indonesia, (Pustaka Prima, 1980), Pengantar Novel Indonesia, (Unipress, Jakarta, 1984), dan Dari Khasanah Terjemahan, (Alumni, Bandung, 1985).

Subpages (2): Artikel Cerita Pendek