Kisah Raja Iskandar

    Al Kisah mengatakan Raja Iskandar Dzulqarnain mendengar kabar akan adanya maul hayat (air kehidupan), yang kabar bin kabar Mengatakan, barang siapa yang bisa meminum maul hayat itu akan hidup kekal sampai hari kiamat.
    Hati Raja Iskandar Dzulqarnain tergugah untuk mencari air itu. Beliau bertekad akan mencari air tersebut. Raja Iskandar selanjutnya mengadakan perjalanan panjang mencari maul hayat itu bersama seorang wazirnya yang bernama Balya bin Mulkan (Nabi Khidir sebelum diangkat nabi). 
    di tengah perjalanan, Raja Iskandar Dzulqarnain melewati jalan yang di kiri kanannya terdapat intan berlian ratna mutu manikam. Raja Iskandar terpesona oleh kemilau permata itu. dengan nafsunya, Raja Iskandar mengambil karung dan memasukkan permata-permata itu ke dalamnya, lalu memikulnya. 
    Balya bin Mulkan menasihati, "Tuan Raja, perjalanan masih panjang, permata-permata itu akan memberatkan tuan."
    Jawan Raja Iskandar, "Tidak apalah, ini enteng."
    Mereka berdua melanjutkan perjalanan. semakin jauh berjalan, semakin ketaralah kelelahan yang mendera Raja Iskandar. sedikit demi sedikit permata-permata yang ada di karung itu dibuang hingga habis. 
    perjalanan masih jauh, tapi Raja Iskandar sudah tak kuat. Ia berkata pada wazir setianya itu, bahwa ia akan kembali ke istana. akhirnya Balya bin Mulkanlah yang meneruskan perjalanan hingga mendapati maul hayat dan meminumnya. 
    di akhir hayat Raja Iskandar berwasiat, "Bila aku mati, masukkanlah jenazahku ke dalam peti dan araklah ke seluruh negeri dengan mengeluarkan kedua tanganku ke luar peti. Agar rakyatku bisa melihat bahwa Iskandar yang kekuasaannya dari timur ke barat itu, ketika mati tangannya kosong tidak membawa apa-apa kecuali amal saleh." 
    
Comments