Perspektif Tata panggung

Perspektif Tata Panggung.png
Perspektif menghadirkan objek tiga dimensi dan bentuk permukaan dua dimensi untuk menampakkan kesan tinggi, ketebalan, kedalaman, dan jarak yang relatif. Artinya, perspektif mengetengahkan pemandangan tata panggung seperti halnya mata manusia melihat pemandangan secara nyata. Untuk mewujudkan hal tersebut pemahaman tentang prinsip-prissip dasar tata panggung harus benar-benar dikuasai. Dengan tata panggung yang mengikuti hukum perspektif, mata penonton dituntun seolah-olah menyaksikan kenyataan.

Sebagai dasar panduan untuk menciptakan dekorasi yang memenuhi hukum perspektif maka studi tentang tatapan mata manusia perlu dilakukan. Artinya, level, jarak pandang, batas pandangan manusia perlu diperhatikan. Untuk memahami hal tersebut cobalah letakkan beberapa benda di atas panggung dan amatilah dari berbagai sudut pandang dan catatlah perbedaannya. Dengan pengamatan semacam itu, tentunya memori kita akan mendapatkan gambaran bagaimana menciptakan tata panggung yang memiliki dimensi dan visi sebagai mana mata manusia melihat pemandangan. Jika digambarkan secara wantah, perspektif adalah menatap benda yang berada di kejauhan lebih kecil daripada yang ada di dekat  dan jika jarak pandang ditarik semakin jauh maka akan membentuk satu titik.

Hukum perspektif mengikuti garis lengkung muka bumi, sehingga benda yang terlihat jauh nampak kecil. Jika mata dibiarkan menatap cakrawala – misalnya di pantai – maka akan kita lihat garis pertemuan antara laut dan pantai. Pada garis ini semua benda terlihat seperti titik. Kemudian ketika benda mendekat maka volumenya akan semakin membesar. Demikian pula ketika kita menatap puncak gedung bertingkat maka lantai paling atas akan semakin kecil karena berada di kejauhan. Demikianlah perspektif.

Comments