Sejarah Gereja

Latar Belakang

Pembangunan Gereja St Anna merupakan perjalanan yang sangat panjang. 
Bermula dari proyek Wisma Santa Maria Dipamarga (Samadi), Klender, tahun 1960.  
mulai dirasakannya pertambahan jumlah umat yang semakin signifikan dari jumlah awal 40 – 60 orang (pada tahun 1970) ke 2.425 orang (pada tahun 1977) seiring pesatnya pertumbuhan industri di Pulo Gadung dan perumahan di sekitarnya  
dimana sebelumnya kapel Samadi digunakan untuk Misa bagi umat yang sebelumnya pergi ke Paroki Matraman.  


Pembangunan Gereja St. Anna

Seiring dengan perjalanan, kapel Samadi yang mempunyai daya tampung 500 saat itu sudah tak mampu menampung umat untuk Misa, terlebih saat Natal dan Paskah. 
Maka, Pastor A. Van den Braak SJ yang baru saja menjadi pastor paroki di Klender pada 1 Januari 1978, mencari solusinya. 
Akhirnya, di tahun 1979 dibentuk Panitia Pembangunan Gereja (PPG) Santa Anna yang saat itu dipimpin olph Bp. Robertus Kustoyo sebagai ketua umum, didampingi oleh Bp. I Barotodi (alm) dan Bp. M. P. Purwanto DW sebagai Ketua I dan Ketua II. Nama Santa Anna dipilih sebagai pelindung Gereja. Karena nama ini mengandung makna yang mulia, yaitu Rahmat dan Karunia Allah. Santa Anna adalah orangtua Santa Perawan Maria, yang diperingati setiap 26 Juli. (baca: Riwayat Pelindung Gereja)

Dibutuhkan tiga tahun (1980 – 1983) lamanya untuk bisa mendapatkan izin pembangunan. Surat Perintah Kerja diberikan kepada PT Wijaya Kusuma Contractors sebagai pelaksana pembangunan.
Baru di tanggal 15 Oktober 1983, saat peletakan batu pertama sebagai simbolisasi, merupakan momentum dimulainya pembangunan Gereja St. Anna. Pembangunan Gereja St. Anna harus diselesaikan dalam waktu 300 hari kalender (terhitung dari 15 Oktober 1983) sesuai dengan jadwal yang sudah ditetapkan. Tepat pada hari kemerdekaan bangsa Indonesia ke-38 pembangunan Gereja St. Anna selesai
Hingga akhirnya pada 2 September 1984, pembangunan Gereja Santa Anna terwujud dengan diresmikan oleh Almarhum Mgr Leo Soekoto SJ, Uskup Agung Jakarta.(yang kemudian dirayakan sebagai HUT Gereja St. Anna hingga saat ini). 
dengan Pastor A. Van den Braak sebagai pastor paroki pertamanya yang juga dikenal sebagai Pastor Pembangunan Gereja. Gelar tersebut diberikan karena selain membangun Gereja St. Anna, Gereja Kebayoran Baru blok B yang megah itu merupakan hasil usaha beliau


Pembangunan Gereja Stasi St. Yoakhim

Makin pesatnya perkembangan jumlah umat mulai dirasakan kembali di Gereja St Anna 
maka untuk mengantisipasinya, dibuka dan diresmikanlah Gereja Stasi Santo Yoakhim yang berlokasi di Jalan Nusa Indah IV-13 No 4 Perumnas Klender pada Maret 1985. 
Gereja itu dibangun ketika Perkumpulan Warga Katolik (PWK) Perumnas Klender menerima sebidang tanah seluas 1.355 meter persegi dari Perum Perumnas dan memperoleh izin dari Pemda DKI Jaya untuk mendirikan gereja seluas 15 x 25 meter.  


Penambahan Fasilitas di gereja St. Anna
  • Dua tahun kemudian (1986) setelah Paroki Santa Anna diresmikan, dibangun gua Maria di halaman gereja. 
  • Pada 7 Agustus 1994, diresmikan pula Gedung Pertemuan Paroki berlantai II, yakni Gedung Yos Sudarso oleh Uskup Agung Jakarta, Alm Mgr Leo Soekoto SJ.  
  • Pada 7 Mei 2004, Gereja Santa Anna meresmikan bangunan lonceng sekaligus mengadakan sayembara rancangan renovasi perubahan gedung gereja. 
  • Pada 18 Oktober 2004, Gereja Santa Anna sudah dilengkapi patung Kristus Raja. 

Renovasi Gereja St Anna

pada 9 April 2004 dibentuklah Panitia Master Plan. Susunan Panitia Renovasi Gereja St. Anna – Duren Sawit

Penanggung Jawab: Dewan Paroki Santa Anna
Penasehat: Rudyan Kopot, Stefanus H. Karnadi, F. Harnantoko, Paulus Supangkat, Ambrosius Suroso, Antonius Hutauruk, Robertus Kustoyo
Ketua I: Robertus H.D.
Ketua II: Suryadi R.
Sekretaris I: Evita S.
Sekretaris II: Henny Duhita
Bendahara I: Theresia Honi
Bendahara II: A. Indriyani T.S.
Bidang Ijin Humas: Shadi Siswoyo, Ibrahim Tri Asworo, Maria Jane Taslim,
Bidang Teknisi Ahli: Petrus Rudi Kasimun (Koord.)
Bidang Dana: MT. Inge Aryanti P. (Koord.)

Panitia ini menyelenggarakan Lomba Re-desain Bangunan Gereja St. Anna beserta bangunan penunjangnya yang akan dijadikan pertimbangan dan arahan, serta pedoman dalam rangka mengembangkan dan merenovasi gereja St. Anna sebagai lambang akan Rumah Tuhan. 
Akhirnya terpilih seorang pemenang. Desain yang terpilih sebagai permenang lomba tersebut digunakan sebagai acuan untuk merenovasi gereja St. Anna dan penunjangnya




Tahun 2008, renovasi gedung telah mencapai tahap penambahan balkon serta teras samping gereja.  

Gereja St Anna Sekarang

Tahun 2009, Paroki Santa Anna terbagi menjadi 83 Lingkungan Katolik dari 19 Wilayah Paroki  dengan jumlah umat hampir mencapai 11.000 orang. Arealnya mulai dari perbatasan rel kereta api Cipinang sampai ke ujung Pondok Kopi, Pondok Kelapa, Bintaran, dan Billy & Moon.