Inspirasi Lubai‎ > ‎

Komunitas Lubai

Kisah Komunitas Lubai

Berdasarkan Antropologi adalah salah satu cabang ilmu sosial yang mempelajari tentang budaya masyarakat suatu etnis tertentu. Komunitas atau Masyarakat Lubai dapat dipelajari sebagai berikut :

 

Ciri-ciri fisik :

Kulit sawo matang dan rambut lurus, termasuk rumpun suku Melayu;

 

Adat istiadat

Tari tradisional "Tari Tanggai" dan berbalas pantu, termasuk rumpun suku Melayu;

 

Bahasa

Bahasa sehari-hari digunakan adalah Bahasa Indonesia dialek akhiran e contoh kemana menjadi kemane. Sudah menjadi sude. Bahasa Lubai mirip dengan bahasa Melayu yang dipergunakan oleh masyarakat negara Malaysia. Sebagai rujukan anda dapat menonton Film Apin dan Upin.

 

Tinjauan Aspek Suku di Sumatera Selatan

1.      Suku Gumai, Suku Lintang di Kab. Lahat;

2.      Suku Komering di OKU dan OKI, sebagian besar di Sepanjang Sungai Komering;

3.      Suku Semendo di Kab. Muara Enim dan Kab. OKU Timur;

4.      Suku Lematang di Kab. Muara Enim dan Kab. Lahat, sebagian besar di Sepanjang Sungai Lematang;

5.      Suku Pasemah di Kota Pagar Alam dan sekitarnya;

6.      Suku Ogan di Batu Raja, sebagian besar di Sepanjang Sungai Ogan;

7.      Suku Palembang di Kota Palembang

8.      Suku Sekayu di Kab. MUBA

 

Terdapat 8 (Delapan) Suku besar di Sumatera Selatan, masyarakat Lubai termasuk suku mana? Berdasarkan pengamatan penulis dan diasumsikan bahwa perkembangan wilayah dahulu kala dari zaman Kerajaan Sriwijaya dan Kesultanan Palembang Darussalam adalah berdasarkan daerah aliran sungai. Maka masyarakat Lubai termasuk Suku Ogan, hal ini dikarenakan Batanghari Lubai merupakan anak Batanghari Rambang yang bermuara ke Batanghari Ogan. Adat istiadat kebiasaan dan bahasa Lubai dan Rambang termasuk rumpun suku Ogan, merupaka satu rumpun dengan suku Melayu.

 

 

Asal usul komunitas Lubai

Berkenaan asal usul penduduk Lubai banyak versi yang didapat penulis sebagai berikut :

  1. Anak keturunan murid Ratu Bagus Kuning yang disebut penghulu sebanyak 11 orang yaitu : Penghulu Gede, Datuk Buyung, Kuncung Emas, Panglima Bisu, Panglima Apo, Syekh Ali Akbar, Syekh Maulana Malik ibrahim, Syekh Idrus, Putri Kembang Dadar, Putri Rambut Selako, Bujang juaro. Ratu Bagus Kuning, adalah tokoh agama dari Kesultanan Palembang Darussalam, Salah seorang dari 11 orang tersebut ada yang menyiarkan agama islam  di marga Lubai. Beliau yang berdakwah di marga Lubai ini, dianggap merupakan nenek moyang masyarakat Lubai;
  2.  Anak keturunan Tubagus Mahdum, tokoh agama islam dari Kesultanan Banten;
  3. Anak keturunan etnis Yunan dari Tiongkok zaman kerajaan Sriwijaya.
Keterangan :
Berdasarkan  dari keturunan yang sama. Warna kulit sama, muka sama, bahasa, agama dan budaya pun sama. Maka Komunitas Lubai merupakan bagian dari suku Melayu di Sumatera, Kalimantan dan Malaysia. Silahkan cek http://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Sriwijaya
Comments