Cipto Junaedy Ajarkan Beli Properti Tanpa Utang

Cipto Junaedy menjadi sosok yang paling fenomenal di Indonesia saat ini, beliaulah pencetus ide "Pelopor Strategi Membeli Banyak Properti Tanpa Utang, Tanpa Takut Harga Mahal, meski Uang Belum Cukup" yang begitu mendunia hingga saat ini. Saya secara pribadi sangat terkesan dengan pencapaian yang berhasil diraih oleh bapak Cipto Junaedy sebagai praktisi dalam bidang properti. Walaupun cukup banyak para blogger yang membahas tentang sosok hebat ini, kita masih saja belum mampu memberikan gambaran menyeluruh tentang sosok inspiratif ini. Oleh karena ini, blog Cipto Junaedy ini akan berusaha memberikan ulasan paling lengkap tentang Cipto Junaedy.

Agar para pembaca mendapatkan gambaran lengkap tentang Cipto Junaedy, saya membagi pembahasan ini menjadi beberapa bagian yakni :
  • Cipto Junaedy Peraih Rekor Dunia
  • Cipto Junaedy Beli Properti Tanpa Utang
  • Cipto Junaedy Man Of The Year 2011
  • Cipto Junaedy Pemberi Rumah Gratis
  • Cipto Junaedy Vs Robert Kiyosaki
  • Cipto Junaedy Ebook
Biografi Cipto Junaedy
Cipto Junaedy lahir di Surabaya 26 Juni 1974, beliau menyelesaikan pendidikan S-1 di Fakultas Ekonomi Universitas Surabaya (Ubaya) dengan predikat cum laude dan sebagai lulusan terbaik. Selain sebagai pakar properti di Indonesia, Cipto Junaedy juga sebagai direktur utama PT. Cipta Permata Tiara dan beliau juga dikenal sebagai penulis Gramedia Mega Best Sellers, berikut beberapa buku yang selalu menjadi Nasional Best Seller :
  • Strategi Membeli Banyak Properti Tanpa Uang Tanpa   KPR, Nggak Perlu Nunggu Harga Miring (Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2009).
  • 6 Bulan Bisa Beli Properti KONTAN! Tanpa Uang Tanpa KPR, Nggak Perlu Nunggu Harga Miring (Gramedia  Pustaka Utama, 2010),
  • Strategi Membeli Bisnis dan Franchise Tanpa Uang  Tanpa  Utang (Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2011)
Dengan berbagai pencapaian yang berhasil Cipto Junaedy raih, akhirnya beliau pun berhasil menyabet berbagai penghargaan paling menajubkan dan membuat kita berdecak kagum dengan sosok hebat ini. Diantara penghargaan yang berhasil beliau raih diantaranya :
  • Dinobatkan sebagai Man of The Year oleh Forum Wartawan Jateng bersama Jokowi dan Jusuf Kalla
  • Sertifikat Muri untuk kategori Penulis Buku Pelopor Strategi Membeli Properti Tanpa Uang dan Tanpa Utang
Cipto Junaedy juga tidak sekedar tebar teori, namun beliau sendiri juga telah mempraktekkan ilmunya sendiri dengan berhasil membeli berbagai properti di kawasan strategis di Jakarta diantaranya Majestic Point Serpong, Majestic Point Villa, Majestic WaterVillage, Royal Paradise, Vivo Villas Bali, Grand Eschol, Sari Asih Residence, Kirana Town House, Ruko Bintang Niaga 1 serta masih banyak lagi.

Saat ini banyak orang yang terlilit utang kredit pemilikan rumah (KPR) yang berbunga tinggi. Jika ditotal, jumlah utang KPR bisa mencapai dua kali harga rumahnya sendiri.

Prihatin dengan banyaknya orang punya utang, Cipto Junaedy pun bertekad membebaskan mereka. Bekal pengalamannya selama 15 tahun, mengendalikan keuangan sejumlah perusahaan industry manufaktur, jasa, dan perdagangan sudah cukup untuk berbagi ilmu agar mereka terbebas dari utang.

Cipto Junaedy, lulusan terbaik dengan predikat cum laude dari Fakultas Ekonomi Universitas Surabaya (Ubaya). Sebelumnya berkonsentrasi mengurusi masalah restrukturisasi utang, merger dan akuisisi, perencanaan pajak, perencanaan keuangan, belanja modal (capital expenditure), public corporation reporting, dan shareholders issues management.

Pengalaman profesionalnya adalah menduduki posisi puncak manajemen yaitu sebagai group finance director. Di posisi itu, Cipto Junaedy  mendapat tugas mengendalikan 13 perusahaan asing yang beraset melebihi US$500 juta. Prestasi yang tak pernah hilang dari ingatannya adalah berhasil memotong utang hingga 70% dari total utang sebesar US$ 100 juta. Mencaplok perusahaan dan properti adalah bagian dari keahliannya.

“Jadi jangan heran, saya banyak terbang ke mana-mana,” kata Cipto Junaedy. Dalam setahun bisa 100 kali terbang, di antaranya 30 kali ke Jepang untuk menegosiasikan bisnis perbankan, manufaktur, dan perdagangan. Pengalaman mencaplok properti antara lain yang dimiliki developer kakap seperti Grup Sinar Mas, Grup Pakuwon, Grup Lippo, Grup Ciputra, dan Grup Agung Podomoro. Yang terbanyak adalah mencaplok 90 unit apartemen bergengsi di Jakarta hanya dalam tempo 15 hari, tanpa uang dan tanpa utang.

Kini, terbangnya Cipto Junaedy ke banyak kota besar di Indonesia, juga Singapura, adalah untuk mengajari bagaimana banyak orang mencaplok properti tanpa uang dan tanpa utang. Pelajaran itu disampaikan dalam seminar bertajuk “Strategi Membeli Properti Tanpa Uang Tanpa KPR, Tanpa Harus Menunggu Harga Miring”. Bisnis seminar itu dirintis sejak usia 35 tahun.

Para muridnya sangat beragam. Mulai dari tukang ojek, tukang bakso, mahasiswa, ibu rumah tangga, sales, polisi, tentara, pengusaha, karyawan, dokter, arsitek,  pensiunan, juga pedagang beromzet kecil, hingga level direktur. Mereka berasal dari banyak kota seperti Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi, Bandung, Surabaya, Makassar,  Medan, Palembang, Balikpapan, Denpasar, Yogyakarta, juga Semarang.

Ilmunya itu pun didokumentasikan dalam bentuk buku. Ada tiga buku yang sudah diterbitkan dalam tiga tahun. Judulnya spektakuler, yaitu “Strategi Membeli Banyak Properti Tanpa Uang Tanpa KPR, Nggak Perlu Nunggu Harga Miring” (Gramedia  Pustaka Utama, Jakarta, 2009), “6 Bulan Bisa Beli Properti KONTAN! Tanpa Uang Tanpa  KPR, Nggak Perlu Nunggu Harga Miring” (Gramedia Pustaka Utama, 2010), dan “Strategi Membeli Bisnis dan Franchise Tanpa Uang Tanpa  Utang” (Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2011). Semua buku tercatat menjadi best seller.

Maka, tak heran, jika Forum Wartawan Jawa Tengah menganugerahi sebagai tokoh ‘Man of The Year 2011’ bersama Jokowi dan Jusuf Kalla. Jaya Suprana melalui Museum Rekor Dunia-Indonesia (Muri) pun memberinya penghargaan sebagai Penulis Buku Pelopor Strategi Membeli Properti Tanpa Uang dan Tanpa Utang”.

 “Obsesi saya,  membuat tiap orang sadar bahwa bisa beli properti untuk sejumlah anak tanpa utang. Terasa tidak masuk akal memang. Tapi zaman dulu besi bisa terbang juga dikira tidak masuk akal,” kata Cipto Junaedy berkilah. Dia meyakinkan bahwa manusia sebagai ciptaan Tuhan, pasti lebih baik dan mampu dari pada ciptaan mesin, yaitu uang.

Karena itu, dia pun mengingatkan agar para muridnya, yaitu para peserta seminar, mau belajar supaya bisa mengambil ilmu yang diajarkannya, yaitu, “jangan nggak punya uang, lalu tenggelam utang.” Dan, kata dia, dengan berseminar, akan memperluas jaringan (network).

Walaupun sudah kaya raya, diibaratkan kekayaannya tak habis dibagi untuk tujuh turunan, namun Cipto Junaedy pun tak lupa daratan. Sebagai rasa syukur, dia pun menyisihkan hartanya buat orang yang kekurangan dan membutuhkan.

“Semua harus dengan ucapan syukur. Harta hanya alat untuk jadi garam dan terang. Saya beri teladan ke murid agar setelah berhasil juga bisa memberi rumah gratis ke orang,” katanya. Pria berambut klimis ini mengaku, nyaris tiap 42 hari dirinya membagikan sebuah rumah atau uang senilai rumah.

Cipto Junaedy Bantu Pemerintah
Saat disinggung apakah dia bersedia berbagi ilmu kepada pemerintah bagaimana caranya lepas dari lilitan utang, terutama utang luar negeri, Cipto Junaedy pun spontan menjawab, “Bersedia.”

Dia juga siap menjadi mentor bagi masyarakat Indonesia agar terbebas dari utang, termasuk utang KPR dan utang-utang lainnya agar berubah menjadi bangsa yang kaya, maju, dan bermartabak, hingga tak dikuasai oleh asing. Menurut dia, banyak rincian yang harus dipelajari. Tapi singkatnya, negara kita nomor empat terbesar dari jumlah penduduknya. Tapi secara ekonomi tidak pada tingkat yang membanggakan.

Kunci untuk melawan dan membebaskan diri, adalah harus mau belajar. “Sering negara kita diremehkan negara lain. Pengetahuan adalah kekuatan. Beda antara orang  yang belum beajar dan yang sudah belajar,” ujar pria yang kini memiliki tiga orang anak.

Cipto Junaedy Tidak Hidup Mewah
Walaupun sudah memiliki banyak properti, namun Cipto Junaedy tak mengajarkan murid-muridnya untuk hidup mewah.  Memiilki banyak property, kata dia, tidak berarti bergaya hidup mewah. “Saya tidak ajarkan harus mewah, namun memiliki minimal sejumlah anak. Jangan HP yang diperbanyak, tapi rumah buat anak belum punya tanpa utang,” kata Cipto.

Dia pun mengungkapkan, rumah tinggalnya yang tetap atau resmi ada di komplek Pakuwon City San Diego, Surabaya. Tapi, nyaris tiap hari tak ada di rumah. Dia bisa tidur di mana saja. Yang penting, bagaimana dia bisa dengan mudah dan cepat memberikan mentoring kepada murid-muridnya yang tersebar di banyak kota. ”Saya tinggal di properti yang cukup tapi sering terbang,” katanya sambil tertawa.

Namun, dengan gaya hidup seperti itu, Cipto Junaedy justru bisa tetap menyalurkan hobinya, yaitu baca buku, nonton, dan kumpul-kumpul bersama teman, relasi, dan juga murid-muridnya yang sudah sukses. Maka, tak heran jika statusnya di BBM selalu berubah-ubah, dan isinya mengabarkan kesuksesan para murid yang berhasil pecah telor mencaplok properti dalam waktu singkat.

Dalam setiap seminarnya, dua selalu mengajak para muridnya yang sudah sukses untuk menjadi tentor. Di antaranya, Eko Setiyanto, bekas karyawan matahari yang kini menjadi ‘tuan tanah’ dari Kerawang. Juga dokter Sri Handono, mantan kepala rumah sakit umum di Bangka yang kini tinggal di  perumahan kelas atas Pesona Khayangan, Depok.

Kepada para muridnya, Cipto Junaedy selalu memberikan ilmu atau strategi mencaplok properti secara bertahap. Dalam seminar pendahuluan, cukup enam strategi, berikutnya  30 strategi, dan hingga tingkat mahir dengan 52 strategi. Di antara rahasia itu adalah; Rahasia Membeli Banyak Properti Tanpa Utang; Rahasia Bagi Yang Terlanjur Utang Agar Segera Lunas; Menyelesaikan KPR Yang Bermasalah;  juga Membeli Franchaise & Mobil Tanpa Utang.

Cipto Junaedy selalu menantang murid-muridnya dengan selalu mengatakan, banyak orang yang tidak sadar bahwa hidupnya sebenarnya sudah game over, karena usianya 40 tahun dan 50 tahun. Di usia itu, rumahnya cuma satu atau usia 60 tahun rumahnya cuma dua. “Padahal, jika memiliki dua anak, minimal memiliki tiga rumah. Sudah 10 tahun bekerja, namun tidak bisa membeli 10 properti. Jangankan beli 10, beli 3 saja tidak mampu. Jangankan beli tiga, beli jadi beli satu rumah saja belum lunas.”

Comments