News & Article‎ > ‎

Pounds Sterling Masih Rentan Pelemahan Lagi

posted Oct 10, 2016, 6:19 AM by Rizki Maulana

10 Oct 2016

Pounds Sterling masih berada di bawah tekanan memasuki sesi perdagangan Eropa Senin (10/Oktober) sore ini karena Dolar AS mulai membalas pelemahannya terhadap sejumlah mata uang mayor. Di sisi lain, Peso Meksiko masih melambung pesat pasca gencarnya pemberitaan media tentang video pernyataan kandidat Presiden AS, Donald Trump, yang dinilai merendahkan kaum perempuan.

poundsterling

GBP/USD 
beredar di level 1.2416, masih dalam level rendah setelah penurunan dari level 1.262 yang terbentuk pada hari Jumat lalu. Indeks trade-weighted Bank Sentral Inggris (BoE), yang tidak mengalami perubahan harga yang fantastis lagi setelah kejadian flash-crash Jumat minggu lalu, masih berkubang di level terendah sejak tahun 2009.


Awas Penurunan Lagi

Hans Redeker, Kepala Ahli Mata Uang G-10 di Morgan Stanley mengatakan,"Saya kira kita harus bersiap-siap untuk menyambut penurunan yang lebih jauh lagi," dikutip oleh Reuters. "Itu (pair GBP/USD) saat ini sudah tampak jelas akan turun ke level yang lebih rendah, dimana sekarang sudah mencapai 1.20 per Pound, sudah barang tentu harus dijadikan pertimbangan (trading kita)." lanjut Redeker.

Setelah memulihkan diri dari pelemahan terhadap Dolar AS di hari Jumat, Pounds masih saja menambah penurunan sebanyak 0.3 persen dari penutupan sebelumnya di harga 1.2390, begitupula dengan EUR/GBP, yang turun lagi 0.1 persen ke angka 0.943 per Euro, dan saat berita ini ditulis, EUR/GBP diperdagangkan di harga 0.8994.

Sebagai informasi, Jumat lalu di sesi perdagangan Asia, Pounds sterling tiba-tiba ambles ke level rendah 1.1378 per Dolar AS dalam sejumlah platform trading. Namun tak lama kemudian, pair-pair Sterling segera memangkas loss-nya, yang artinya para pelaku pasar segera melakukan buy-back. Berbagai spekulasi muncul mengenai penyebab peristiwa ini, mulai dari pernyataan Presiden Prancis tentang "Hard Brexit" hingga kesalahan algoritma yang diperparah oleh trading online.

Sumber Artikel : www.seputarforex.com

Comments