News & Article‎ > ‎

Kepercayaan Bisnis NAB Masih Baik, AUD/USD Berjuang Naik

posted May 1, 2016, 10:30 PM by Rizki Maulana   [ updated May 1, 2016, 10:31 PM ]

2 May 2016 11:50    By: N Sabila  

Dolar Australia masih harus berjuang keras untuk mengumpulkan perolehan di sesi perdagangan Asia Senin (02/05) ini dengan para investor yang menantikan hasil PMI Caixin manufaktur China yang akan diumumkan besok di tengah lengangnya rilis data ekonomi di sesi Asia besok. Salah satu indikator manufaktur China tersebut pada bulan Maret terkontraksi di angka 49.7.

dolar_australia

AUD/USD diperdagangkan pada harga 0.7614 atau naik tipis 0.16 persen pagi ini. Pair tersebut masih belum menunjukkan tanda-tanda akan membayar kemerosotan terbesarnya pada tanggal 26 April lalu akibat data CPI Australia yang sangat mengecewakan.

Pagi ini, dari Australia dilaporkan bahwa data kepercayaan bisnis NAB mencapai level plus 5, dibandingkan dengan plus 6 pada bulan Maret. Survei bisnis berada pada level plus 9, dari plus 12 pada bulan Maret. Survei tersebut menunjukkan bahwa perekonomian Australia sedang dalam proses menyeimbangkan diri terhadap sektor non pertambangan, akan tetapi terpaan dari kuatnya nilai tukar Dolar Australia masih menjadi ganjalan.

Sedangkan performa indeks manufaktur Australian Industry Group (AIG) turun 4.7 poin menjadi 53.4 pada bulan April, namun indeks tersebut masih berada di atas level 50, mengindikasikan bahwa sektor tersebut masih dalam kategori ekspansi. Aktivitas pabrikan Australia mencatat rekor kemajuan pertumbuhan terpanjang sejak bulan September 2006.

Menurut Innes Willox, Kepala Eksekutif AI Group, ekspansi dalam sektor manufaktur saat ini sangat dibutuhkan untuk membalikkan sektor tersebut dari keadaan yang suram dalam satu dekade ini. Sementara itu, survei mengatakan bahwa walaupun Dolar Australia terapresiasi dalam beberapa waktu terakhir ini, pertumbuhan manufaktur masih terdukung walaupun dalam laju yang lebih lambat.


Jelang Rapat RBA

Bank Sentral Australia (RBA) akan menggelar rapat di hari Selasa besok, dimana ekspektasinya, Glenn Stevens akan mempertahankan kebijakan moneter Australia saat ini. Kendati demikian, perlahan mulai muncaaul spekulasi bahwa RBA akan mempertimbangkan pemotongan suku bunga 25 basis poin sehubungan dengan CPI pekan lalu yang hasilnya sangat bertolak belakang dengan ekspektasi.