News & Article‎ > ‎

Inflasi AS Terkoreksi, Euro Mencoba Melenting

posted May 17, 2016, 2:38 PM by Rizki Maulana   [ updated May 17, 2016, 2:38 PM ]

17 May 2016 23:16   

Tren naik secara berturut-turut di atas target The Fed selama 2016 kembali tercatat pada survei malam ini. Namun di tengah optimisme hasil tersebut tersingkap data yang menunjukkan adanya koreksi di bulan April kemarin. Sementara di lokasi yang berjauhan, Euro mendapat bola muntah penurunan inflasi AS tersebut dengan mencoba merangsek naik.

cpi AS mei 17 mei 2016

Menimang-nimang Dugaan
 
Kenaikan harga-harga yang terjadi pada bulan April kemarin masih dimotori oleh sektor perumahan. Walau ada juga sektor lain seperti sektor kesehatan dan transportasi yang turut mendukung. Jika dirunut selama setahun belakangan ini perhitungan sektor perumahan bahkan sudah melebihi rata-rata dari keseluruhan inflasi setahun yaitu 3.2 persen.
 
Hasil menggembirakan di luar bidang energi dan pangan tersebut ternyata belum semuanya seragam. Masih terdapat banyak  sektor yang cukup dalam terkoreksi hingga menambah berat beban laju roda inflasi. Sektor perlengkapan rumah tangga, otomotif baik baru ataupun bekas dan sandang diantaranya, berkontribusi negatif dalam situasi tersebut. 
 
Dibanding kondisi setahun belakangan ini, inflasi telah bergerak melebihi perkiraan banyak khalayak dengan mencatat peningkatan hasil sebanyak 1.1 persen. Padahal banyak pihak semula memperkirakan hanya akan tumbuh sekitar 1 persen saja. Dengan begitu sampai dengan April kemarin inflasi secara keseluruhan telah naik hingga level 2.1 persen. Angka ini memang berada di bawah perkiraan para analis yang berharap bakal tembus ke level 2.2 persen. 
 
Sektor energi dan pangan yang selama ini mengalami perbedaan arah tren dan cenderung untuk menahan laju inflasi ternyata sudah juga mulai menunjukkan perbaikan. Harga bahan bakar terpantau sudah mulai mengarah pada tren pembalikan kembali mengarah pada harga lima puluh dolar AS per barelnya. Begitu juga sektor makanan, pada survei kali ini menunjukkan kembali gairahnya dengan naik sebanyak 0.2 persen.
 
Ketidakmerataan performa inflasi tentu saja dapat menjadi tanda tanya bagi banyak pihak. Apakah tingkat inflasi sesuai harapan The Fed ini bakal stabil minimal sampai dengan pertengahan tahun? Apalagi The Fed dalam melakukan perubahan kebijakan moneter lebih menyukai pengukuran tingkat inflasi yang dikeluarkan oleh departemen perdagangan dengan kecenderungan berbeda jauh dari hasil survei departemen tenaga kerja. 
 
Euro Menuai Angin 
 
Para investor Euro kembali mendapat momentum malam ini setelah hasil survei inflasi AS tampil tak begitu manis. Sinyal sebenarnya sudah muncul sejak kemarin dengan munculnya candle bullish setelah terjadi tekanan yang cukup kuat di beberapa hari sebelumnya. Walau Euro masih mengalami koreksi. Level 1.1320 masih cukup kuat untuk dijadikan pijakan. Hingga akhirnya malam ini, Euro kembali merangkak naik dan menembus angka 1.1348 an.

Sumber Artikel : www.seputarforex.com