17 May 2016 21:28

Tingkat harga konsumen yang dirilis oleh Biro Statistik Tenaga Kerja AS pada hari selasa(17/5) menunjukan peningkatan sehingga mendorong penguatan greenback terhadap Poundsterling. Sebelumnya Pound sepanjang sesi Asia tadi mencatatkan rally terbesar dalam kurun waktu 2 pekan terhadap dollar AS.

Harga yang harus dibayarkan warga Amerika Serikat untuk mendapatkan barang dan jasa meningkat sebesar 0.4 persen pada bulan april. Hal ini lebih tinggi daripada estimasi ekonom yang sebelumnya mematok kenaikan 0.3 persen untuk harga konsumen. Sementara itu pada periode sebelumnya Indeks harga konsumen AS hanya tumbuh 0.1 persen.

Meskipun Harga konsumen selama bulan april meningkat 0.4 persen namun secara keseluruhan pertumbuhan inflasi negeri Paman Sam relatif lemah dan hanya tumbuh sebesar 1.1 persen dalam kurun waktu 12 bulan terakhir ini. Padahal Bank Sentral AS, Federal Reserve berharap inflasi dapat bertahan setidaknya di level 2 persen sebagai indikator kesehatan perekonomian makro.

Pertumbuhan Inflasi yang lemah ini justru akan mempersulit peluang Federal Reserve untuk kembali menaikan suku bunga, namun meskipun begitu kenaikan 0.4 persen indeks harga konsumen bulan april tersebut mampu mendongkrak kepercayaan investor dimana percaya bahwa laju pertumbuhan inflasi secara perlahan akan meningkat hingga batasan yang dikehendaki The Fed.

Selain itu indeks harga konsumen inti atau tanpa memasukan sektor pangan dan energi juga naik 0.2 persen, sesuai dengan prediksi ekonom dan lebih baik daripada kenaikan 0.1 persen pada periode sebelumnya. Core CPI juga sudah tumbuh 2.1 persen dibandingkan dengan 12 bulan yang lalu.

Produksi Pabrik AS Bulan April Catat Peningkatan Tajam

Sementara itu output pabrik AS juga secara mengejutkan naik sebesar 0.7 persen pada bulan april dimana hal ini menjadi kenaikan pertama  selama kurun waktu 3 bulan terakhir. Pada bulan sebelumnya output pabrik AS merosot sebanyak - 0.9 persen. Kenaikan produksi industri selama bulan april tersebut tidak terlepas dari adanya kenaikan signifikan terhadap permintaan listrik.

Positifnya data data ekonomi AS yang rilis pada malam ini secara langsung memberikan tenaga bagi greenback untuk memangkas pelemahannya terhadap Poundsterling, dimana pair GBP/USD langsung sempat merosot 0.32 persen terhadap dollar dan saat ini berada di level 1.4446. Sementara itu posisi greenback terhadap Euro justru melemah sepanjang sesi New York dan diperdagangkan pada harga 1.1337

 



Sumber Artikel : www.seputarforex.com