News & Article‎ > ‎

Dolar Masih Kalem Setelah Laporan CPI AS Kemarin

posted Oct 18, 2016, 9:57 PM by Rizki Maulana   [ updated Oct 18, 2016, 9:58 PM ]

Dolar AS melangkah mundur dari level tinggi tujuh bulannya terhadap mata uang-mata uang mayor lainnya di sesi perdagangan Rabu (19/Oktober) siang ini setelah Indeks Harga Konsumen (CPI) ASyang dilaporkan kemarin malam menggarisbawahi adanya sedikit penurunan dalam inflasi Amerika. Indeks Dolar, yang mengukur kekuatan dolar terhadap enam mata uang mayor lainnya, berada pada posisi 97.90, turun dari level tinggi 98.169 yang tersentuh pada hari Senin lalu.

dolar_as


Bullish Dolar Memudar Memasuki Pekan Ini

GBP/USD menggeliat naik menuju angka 1.227 siang ini, setelah menggenggam kenaikan yang terbesar dalam enam pekan. Aksi short-covering terpicu setelah pemerintah Inggris mengatakan bahwa parlemen kemungkinan besar akan segera mengesahkan kesepakatan apapun terkait keluarnya Inggris dari Uni Eropa agar berjalan dengan cepat, terutama setelah inflasi Inggris dilaporkan lebih kuat daripada ekspektasi.

Euro bergerak flat di siang hari ini terhadap Dolar AS menuju level 1.0984, sedikit di atas level rendah dua setengah bulan pada angka 1.0964. Menurut analisa dari Reuters, break di level rendah itu berpotensi membuka jalan untuk menguji level 1.0912, level rendah yang pernah tercapai pada tanggal 24 Juni, sehari setelah referendum Brexit.

Mata uang tunggal Euro terbebani oleh berbagai spekulasi menjelang rapat ECB pada hari Kamis besok. Bank sentral tersebut diperkiraan akan tetap mempertahankan kebijakan moneternya serta membuat keputusan tentang kelanjutan skema pembelian aset, yang diramal akan ditunda sampai bulan Desember. Namun beberapa trader juga mengantispasi apabila Mario Draghi nantinya mengeluarkan sentimen yang dovish terkait isu yang menyebut bahwa ECB akan memangkas pembelian asetnya. 

Di sisi lain, USD/JPY sedikit tergelincir dengan diperdagangkan di angka 103.87 siang ini. "Sebagian ke-bullish-an Dolar telah memudar begitu memasuki pekan ini," kata Vishnu Varathan, ekonom senior Mizuho Bank Ltd. di Singapura yang dikutip oleh Bloomberg. "Dengan inflasi inti yang sedikit di bawah ekspektasi dan jelas merosot di bulan Agustus lalu, maka kecil kemungkinan bagi Dolar untuk menciptakan kenaikan signifikan secara prematur."

Sumber Artikel : www.seputarforex.com