News & Article‎ > ‎

Dolar AS Melemah Di Sesi Asia Siang Ini

posted Nov 16, 2018, 1:25 AM by Rizki Maulana   [ updated Nov 16, 2018, 1:26 AM ]
Seputarforex.com - Dalam kunjungan hari kedua di Dallas Jumat (16/November) ini, pidato Ketua The Fed Jerome Powell masih berisi penilaian optimis tentang ekonomi AS. Menurutnya, ekonomi negara tersebut masih berada dalam "bentuk yang bagus". Powell juga menyebutkan bahwa laporan ketenagakerjaan AS juga masih "sangat kuat", meskipun kenaikan upah belum setinggi yang diekspektasikan.

Berbeda dengan pidatonya kemarin, kali ini, Powell tidak lagi menyinggung soal suku bunga maupun rencana kenaikan secara bertahap hingga 2020. Kendati demikian, pidato Powell hari ini tidak memupus ekspektasi pasar akan kenaikan Fed Rate keempat kalinya pada bulan Desember depan.

Isu Perang Dagang AS-China

Pasar forex juga mengawasi perkembangan tensi perdagangan AS-China. Laporan dari Financial Times hari ini menyebutkan bahwa Perwakilan Urusan Perdagangan AS, Rober Lightizer, telah mengatakan pada sejumlah pimpinan industri bahwa penerapan tarif impor barang-barang China masih ditunda. Namun demikian, perwakilan perdagangan AS yang lain justru menyangkal kabar tersebut.

Penjualan Ritel AS Naik

Kemarin malam, Penjualan Ritel AS dilaporkan membaik. Data tersebut naik 0.8 persen pada bulan Oktober 2018, membalas penurunan ke -0.1 persen di periode sebelumnya. Angka pada bulan Oktober ini lebih tinggi daripada ekspektasi kenaikan 0.5 persen.

retail-sales

Sementara itu, Penjualan Ritel Inti (Core Retail Sales) AS juga naik ke 0.7 persen. Penjualan Ritel AS Oktober ini tertinggi sejak bulan Mei 2018, dan terjadi berkat kenaikan pembelian kendaraan bermotor dan material bangunan.

Indeks Dolar AS Melemah

Dolar AS sempat menguat beberapa saat setelah rilis data Penjualan Ritel kemarin malam. Namun, saat berita ini ditulis pada hari Jumat pukul 13:00 WIB, Indeks Dolar AS(DXY) melemah sebesar 0.19 persen ke 96.92.